Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 86


__ADS_3

Abah Rahman dan Rain sedang duduk berdua di teras rumah. Kedua mata Rain masih terlihat sembab dan basah, Rain begitu senang karena kembali di pertemukan dengan Annisa, namun ada rasa takut dan khawatir karena Annisa tak mau bertemu dengan nya.


" Sungguh indah rencana Allah "


Abah membangunkan Rain dari lamunannya, Rain pun menatap Abah yang sedang tersenyum kepadanya.


Flashback on


Bersama dengan Lela sahabat nya, Annisa pergi ke sebuah desa terpencil yang jauh dari perkotaan. Lela mengantar Annisa karena ke sebuah pondok pesantren yang di miliki oleh pamannya yang bernama Rahman. Atau yang biasa di panggil dengan sebutan Abah Rahman atau ustadz Rahman.


Sejak kebakaran yang terjadi pada rumah nya, Annisa pergi mencari Lela dan tinggal bersama Lela , dan setelah mengetahui semua masalah yang menimpa sahabat nya Annisa. Lela meminta Annisa untuk tinggal bersama Pamannya, Lela yakin Annisa akan merasa aman di sana, terlebih paman dan bibinya juga orang yang baik, Lela yakin mereka akan menerima Annisa dengan baik pula.


Tentu kedatangan Annisa di sambut hangat oleh Abah Rahman dan Ummi shofiah, Abah Rahman dan Ummi shofiah sudah berumah tangga berpuluh tahun lamanya, dan mereka tidak di karuniai seorang anak karena ada suatu masalah yang terjadi pada Ummi shofiah sehingga ummi di vonis tidak dapat memiliki keturunan.

__ADS_1


Melihat kedatangan Annisa pun membuat mereka berdua sangat bahagia dan sudah menganggap Annisa seperti anak mereka sendiri.


Bersama dengan Abah Rahman dan Ummi shofiah, Annisa belajar begitu banyak hal. Hingga akhirnya setelah melahirkan Arkana, Annisa berhijrah dan memantapkan dirinya untuk memakai cadar. Annisa juga tekun dan mendalami ilmu agama dengan baik, hingga Abah Rahman memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengajar para santriwati.


Dan ada satu hal yang membuat Rain kembali meneteskan airmata nya yaitu saat Abah Rahman bercerita bagaimana bahagianya mereka saat kelahiran Arkana. Abah juga menceritakan bagaimana Annisa juga mengalami pendarahan pasca melahirkan. Rain kembali merutuki dan menyesali perbuatannya.


Flashback off


" Waktu itu saya begitu emosi, saya bahkan tidak mempercayai istri saya, Abah. Saya juga tidak memberinya kesempatan untuk berbicara sedikit pun " ucap Rain sembari menangis sesegukan.


Abah Rahman merasa iba melihat Rain yang terlihat sangat menyesal atas apa yang sudah ia perbuat.


" Maafkan saya Abah, maafkan saya. Saya sudah menyakiti Annisa, dan juga Arkana, saya sendiri tidak menyadari kalau istri saya sedang hamil, saya justru mengusirnya , apakah pantas saya dimaafkan Abah ? apakah Annisa akan memaafkan saya, Abah ? " Rain menunduk sembari menangis.

__ADS_1


Abah Rahman menepuk-nepuk pundak Rain untuk menenangkan Rain.


" Semua orang punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri, tidak ada kata terlambat, mungkin inilah cara Allah untuk kembali mempertemukan kalian, Allah pasti punya rencana baik di balik semua ini, bicaralah nanti dengan Annisa, Rain "


" Bagaimana bila Annisa tidak ingin berbicara dengan saya , Abah "


" Maka bersabarlah !! berilah waktu untuk Annisa, kamu tahu bahwa ini tidak mudah bagi Annisa , nak " ucap Abah dan Rain hanya diam mendengarkan.


" Untuk sementara, kamu bisa tinggal bersama Amir, nak Rain. Ayo , Abah akan ajak kamu menemui Amir "


Rain segera menyeka air matanya dan ikut bersama Abah Rahman menemui Amir.


Di tempat lain , Annisa dan Ummi shofiah sedang berbicara. Ummi memberikan beberapa nasihat untuk Annisa, dan Annisa hanya diam mendengarkan apa yang Ummi katakan kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2