Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 28


__ADS_3

" Kau mengagetkan ku Rain " ucap Annisa yang terkejut melihat Rain sudah berada di depan toilet. Rain sengaja menyusul Annisa dan menunggu Annisa di depan toilet.


" Sudah selesai makan nya Rain, kalau begitu kita pulang saja ya. Sudah hampir malam " ucap Annisa, berjalan terlebih dahulu mendahului Rain. Berpura - pura seolah - olah ia tidak tau jika Rain saat ini kesal padanya karena cerita nya tadi.


Melihat Annisa yang bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dan lupa akan ceritanya tadi, membuat Rain gemas dan ia akhirnya berlari kearah Annisa dan tiba-tiba menggendong Annisa ala bridestyle.


" Rain, apa yang kau lakukan? turunkan aku " pinta Annisa yang terkejut saat Rain tiba-tiba saja menggendongnya.


" Rain, turunkan aku. Malu di lihat orang Rain " ucap Annisa, Orang-orang yang berada di sana memang sedang memperhatikan mereka saat ini.


" Diam saja, kau berat sekali " ucap Rain.


" Siapa juga yang suruh , cepat turunkan aku Rain " pinta Annisa.


" Aku tidak akan menurunkanmu "


" Rain, ayolah jangan seperti ini Rain. Kau ingin membawaku kemana? "


" Aku akan memperlihatkan kepadamu Singa yang sebenarnya " ucap Rain.


" Apa? ayolah Rain. Aku hanya bercanda, maafkan aku ya. Sekarang turunkan aku, oke " ucap Annisa sembari memohon dan melipat kedua tangan nya di depan Rain.


Rain hanya diam saja dan membawa Annisa kedalam mobilnya, dari kejauhan Rain dan Annisa tidak tau jika ada seorang yang sedang berdecak kesal melihat mereka berdua.


" Cihhhh... sial!! siapa wanita itu? aku harus mencari tahu " ucap seseorang dari kejauhan yang sedang melihat Rain dan Annisa.


*****


Setengah jam kemudian Rain dan Annisa sampai di sebuah rumah yang cukup mewah. Rain dan Annisa di sambut hangat oleh satpam dan pembantu rumah tersebut. Annisa hanya diam memperhatikan rumah dan sekelilingnya, orang-orang di rumah tersebut terlihat sangat mengenal Rain.


" Silahkan masuk Pak, saya sudah memberi tahu Mas Reyhan. Anda di minta untuk ke taman belakang Pak "


" Reyhan ? ini rumahnya Reyhan? " tanya Annisa.


" Iya " jawab Rain singkat.


" Rumahnya besar sekali Rain " ucap Annisa, Rain hanya diam mendengar ocehan Annisa.


Rain dan Annisa berjalan ke taman belakang milik Reyhan, di sana Reyhan sedang duduk menunggu kedatangan mereka.


" Reyhan "

__ADS_1


" Hei Rain, kau datang sendiri? kenapa tiba-tiba meminta ku menyiapkan bearny " tanya Reyhan.


Belum sempat Rain menjawab, Annisa datang. Annisa memang berjalan sedikit lambat dari Rain.


" Annisa " ucap Reyhan , Reyhan senang sekali melihat kedatangan Annisa kerumahnya.


" Reyhan "


" Apa kabarmu Annisa ? " tanya Reyhan.


" Alhamdulillah baik Reyhan, kau sendiri? oh ya ini rumahmu, rumahmu bagus sekali Reyhan "


" Aku baik Annisa, ini memang rumahku. Aku senang Rain mengajakmu kemari "


Rain mendengus kesal melihat Annisa dan Reyhan yang asyik berbincang.


" Dimana bearny, Rey " tanya Rain.


" Oh iya jadi lupa, Bearny... Bearny.. " panggil Reyhan.


Annisa menatap heran kearah Reyhan, ia tidak mengerti siapa yang di panggil oleh Reyhan. Dan cukup lama memanggil, akhirnya yang bernama bearny pun keluar. Annisa membolakkan mata nya saat melihat bearny.


" Astagfirullahaladzim "


" Annisa, perkenalkan ini.. Annisa, kamu kenapa? " tanya Reyhan saat melihat Annisa tidak ada lagi di depannya melainkan berada di belakang tubuh Rain.


" Rain, itu singa " ucap Annisa,tubuhnya mulai gemetaran.


" Iya, sudah ku katakan kan. Aku akan memperlihatkan singa yang sesungguhnya kepadamu " ucap Rain sembari terkekeh, ia senang karena kali ini ia dapat membalas Annisa.


" Tapi bukan seperti ini juga Rain " ucap Annisa.


" Annisa jangan takut, bearny ku ini tidak akan mencelakai siapapun " ucap Reyhan.


Yang di maksud bearny adalah singa peliharaan Reyhan, Reyhan sudah mengasuh bearny sejak bayi. Sehingga Bearny sudah sangat terbiasa dengan Reyhan, sama halnya dengan Rain. Rain juga sering berkunjung ke rumah Reyhan dan bermain bersama Bearny. Rencana nya saat umur Bearny sudah dewasa, Reyhan akan membawa Bearny ke pusat pemeliharaan hewan dan akan di masukkan ke dalam kebun binatang.


" Jauhkan singa itu Reyhan, aku takut " pinta Annisa.


Bukan nya menjauhkan Bearny dari Annisa, Reyhan justru berjalan maju bersama Bearny ke arah Annisa.


" Tidak apa Annisa, Bearny sangat jinak. Ayo sini, coba sentuh Bearny "

__ADS_1


Semakin dekat Reyhan dan Bearny, semakin bergetarlah tubuh Annisa. Annisa semakin menguatkan pegangan nya di lengan Rain. Rain terkekeh melihat Annisa.


" Annisa, ayo perkenalkan ini Bearny " ucap Reyhan.


Dengan tubuh yang masih bergetar, perlahan Annisa melepaskan pegangan tangan nya dari lengan Rain. Annisa menutup kedua mata nya, ia kini sudah berdiri di samping Rain.


Saat membuka kedua mata nya, kebetulan sekali Bearny membuka mulutnya. Dan terlihatlah gigi - gigi besar dan runcing yang menjadi pemandangan menakutkan bagi Annisa.


" Aaaaaaaaa...... "


Annisa terkejut dan lari terbirit-birit meninggalkan Rain dan Reyhan.


" Hahahahaahhaa "


" Hhahahahah "


" Hahahahaha "


Rain tertawa terbahak - bahak, Rain sangat senang karena bisa membalas Annisa sehingga membuat Annisa ketakutan.


Reyhan menatap Rain, sudah sekian lama Reyhan tidak pernah melihat Rain tertawa terbahak - bahak dengan raut wajah yang begitu gembira. Bahkan saat bersama Sania dulu, Reyhan juga tak pernah melihat Rain seperti ini.


" Kau lihat Rain, dia ketakutan. Hahaahha..itulah balasan karena sudah mengerjai ku " ucap Rain masih di selingi tawa.


" Mengerjaimu? apa yang terjadi Rain ? " tanya Reyhan penasaran, dan Rain pun mulai bercerita apa yang sudah Annisa lakukan kepada nya. Dan alhasil membuat Reyhan juga ikut terbahak-bahak mendengarnya.


" Hahahaha... Annisa benar - benar hebat Rain " ucap Reyhan.


" Hebat? hebat apa nya Rey? " tanya Rain.


" Ya hebat, karena ia berani mengerjaimu. Dan kau bodoh karena mau mendengarkan cerita Annisa. Aku yakin kau pasti malu sekali kan, Hahaha.. Cabe menyangkut di gigi " ucap Reyhan sembari tertawa.


" Akhhh... sudah Rey, cukup menertawakan ku " ucap Rain lalu meninggalkan Reyhan, Rain menyusul Annisa yang sudah terlebih dahulu meninggalkan mereka.


Rain mencari keberadaan Annisa di ruang tamu namun tak ada, dan ternyata Annisa sedang menunggu di dalam mobil.


" Hei.. kau menangis? " tanya Rain saat melihat kedua mata Annisa yang terlihat sembab.


" Tidak " ucap Annisa singkat.


Rain masuk kedalam mobil dan mulai melajukan kendaraan nya. Rain melajukan kendaraan nya ke arah apartemen mereka. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terasa, Annisa yang sebelumnya banyak bicara kini lebih memilih diam dengan pandangan mengarah ke samping jendela mobil.

__ADS_1


Sesekali Rain melirik ke arah Annisa, Rain jadi bingung harus berbicara atau membuka percakapan dari mana. Dan akhirnya Rain juga memilih diam hingga akhirnya mereka sampai di apartemen.


__ADS_2