
LIMA TAHUN KEMUDIAN.....
Semua orang berlarian begitu mendengar teriakan dari salah seorang warga yang berteriak karena menemukan seseorang yang hanyut di sungai dengan penuh luka di wajah dan badannya.
Karena teriakan tersebut, semua warga berkumpul dan membantu untuk mengeluarkan laki-laki dari balik sungai.
" Biar saya periksa " ucap Abah Rahman. Seorang ustadz yang memilki pondok pesantren yang tempatnya tak jauh dari sungai.
Salah satu santrinya memberi tahu mengenai seseorang yang di temukan hanyut di sungai, Abah Rahman pun dengan sigap pergi bersama santri-santrinya untuk melihat.
Abah Rahman memeriksa denyut nadi laki-laki yang terlihat tak bernyawa , karena begitu banyak bekas luka di tubuhnya.
" Dia masih hidup, ayo bawa ke pesantren saja " pinta Abah Rahman, dengan di bantu para warga. Lelaki tersebut di bawa ke pesantren karena jarak pesantren begitu dengan sungai.
Sesampai di pesantren, lelaki tersebut di bawa ke rumah Abah Rahman.
" Biar saya dan santri - santri di sini yang akan mengobatinya. Terima kasih bapak-bapak sudah membantu "
" Sama-sama Pak Ustadz, nanti kami akan mencari bantuan untuk mencari petugas medis dan meminta memeriksa nya "
" Terima kasih "
Para warga meninggalkan pesantren , dan sebagian dari mereka menuju balai desa untuk meminta bantuan.
Ummi Shofiah segera berlari menuju rumah untuk menemui Abah rahman.
" Subhanallah, Abah " Ummi shofiah menutup mulutnya dengan kedua tangan sembari melihat ke Abah Rahman. Ummi shofiah terkejut saat melihat wajah lelaki yang baru saja di selamatkan oleh Abah Rahman.
" Abah juga terkejut Ummi, para warga dan para santri juga terkejut " ucap Abah Rahman.
" Wajahnya bah, mirip sekali dengan Arkana "
" Iya Ummi, ya sudah kalau begitu tolong siapkan pakaian untuknya Mi. Abah akan membantu menggantikan pakaiannya dan juga mengobati luka-lukanya "
" Baiklah Abah "
Ummi shofiah bergegas mencari beberapa pakaian Abah Rahman yang sebagian sudah tak muat lagi dan menurut Ummi akan muat jika di pakai oleh lelaki tersebut.
__ADS_1
Abah Rahman lalu mengganti pakaian lelaki tersebut, Abah rahman terpaksa menggunting dan membuangnya karena sudah tak layak di pakai. Dengan bantuan para santri laki-laki, Abah membantu mengobati luka-luka lelaki tersebut dengan pengobatan tradisional mereka yang mereka buat sendiri.
Tak lama setelahnya beberapa warga kembali datang dan mengabarkan kalau petugas medis yang berada di balai desa sudah kembali ke kota dan akan kembali ke desa sekitar tiga sampai empat hari.
Desa yang cukup terpencil dan jalanan dengan Medan rumit membuat desa tersebut sedikit tertinggal, butuh waktu lama untuk mencapai kota. Untung saja listrik sudah masuk ke daerah mereka sehingga tidak membuat mereka kekurangan pasokan listrik seperti dahulu.
" Baiklah , tidak apa-apa. Saya juga sudah mengobati nya. in syaa Allah dengan ijin Allah mungkin beberapa Hari lagi dia akan sadar dan membaik "
" Alhamdulillah Pak Ustadz, semoga saja. Oh ya Pak ustadz, wajahnya, kenapa begitu mirip dengan Arkana , bagaimana bisa Pak Ustadz ? "
Abah Rahman tersenyum, " keajaiban Allah, semoga kehendak Allah " jawab Abah Rahman singkat.
" Subhanallah, baik Pak ustadz kalau begitu kami berdua kembali. Assalamualaikum "
" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh "
Abah Rahman kembali kedalam kamar dan melihat keadaan lelaki tersebut.
Para santri tampak berkumpul dan berbincang di luar rumah Abah Rahman. Mendengar suara berisik , Abah Rahman kembali keluar untuk memeriksa.
" Wa'alaikumussalam "
" Ada apa kalian berkumpul di sini ? "
" Begini Ustadz, kami hanya penasaran dengan lelaki yang ada di dalam. Bagaimana keadaannya , dan Kata teman - teman wajahnya benar - benar mirip dengan Arkana? "
Abah tersenyum lalu berjalan ke arah para santri.
" Bukankah kalian masih ada pekerjaan dan hafalan ?? kembalilah, kalian akan lihat sendiri nantinya kalau dia sudah sadar "
Para santri hanya tersenyum sembari menahan malu di depan Abah Rahman.
" Baik Ustadz, maafkan kami "
Para Santri kembali untuk melakukan pekerjaan dan hafalan Alquran mereka. Dan Abah Rahman kembali kedalam rumah.
" Assalamualaikum kakek "
__ADS_1
Baru saja ingin melangkah, suara Arkana terdengar.
" Wa'alaikumussalam, Arkana "
" Kakek, apa benar ada seseorang yang hanyut di sungai ? Kakek menyelamatkan nya ? dimana dia ? " tanya Arkana dengan sangat penasaran.
" Benar, dia ada di dalam "
" Arkana ingin melihatnya, kakek "
" Baiklah "
Abah Rahman memegang tangan Arkana dan membawa Arkana untuk menemui lelaki tersebut.
Arkana memperhatikan lelaki tersebut dengan rasa tak percaya karena wajah lelaki tersebut sangat mirip dengan wajahnya.
" Dia kenapa kek ? "
" Kakek juga tidak tahu, Arkana "
" Kakek kenal ? kenapa menolong nya kalau tidak kenal ? " tanya Arkana.
" Arkana... "
" Iya kek, Arkana mengerti. Menolong orang yang sedang kesusahan atau tertimpa musibah adalah kewajiban kita " jawab Arkana, ia ingat semua yang di ajarkan oleh Abah rahman dan Ummi nya.
Abah Rahman tersenyum. " Kalau begitu, tugas kamu menolong dia hingga sembuh. Jaga dia, kakek ingin istirahat sebentar "
" Arkana ? harus Arkana kek ? "
" Iya "
Arkana hanya diam, padahal hatinya sedikit kesal karena sang kakek justru meminta nya untuk menjaga lelaki yang tak di kenal yang justru wajahnya sangat mirip dengannya.
Walaupun masih berumur belum genap 6 tahun, Arkana sudah berbicara dengan Pasih, bahkan Arkana tumbuh lebih dewasa dari anak seumurannya.
Arkana melangkah maju dan kembali memperhatikan lelaki misterius yang ada di depannya dan menatap dengan penuh curiga.
__ADS_1