Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 42


__ADS_3

Rain mengantar pulang Annisa, mereka berdua terlihat canggung saat berada di dalam mobil.


Mereka berdua sama-sama bingung harus memulai pembicaraan. Hingga akhirnya keduanya memilih diam sampai tiba di kediaman Annisa.


" Aku bantu kau untuk bersiap " ucap Rain, membuat Annisa mengerenyitkan keningnya.


" Ayo cepat " Rain meraih lengan Annisa dan mengajak Annisa masuk kedalam rumah.


" Buka pintunya " pinta Rain, Annisa pun mengambil kunci rumah yang ada di dalam tasnya lalu setelah itu membuka pintu.


" Aku tunggu kau di sini, cepat bersiap. Hari semakin larut " ucap Rain lalu duduk di kursi tamu.


" Bersiap untuk apa Rain ? aku..aku tidak mengerti maksudmu " tanya Annisa.


Rain berdiri lalu menghampiri Annisa. " Mulai sekarang, tinggal lah bersamaku. Sekarang hingga selamanya " ucap Rain.


Annisa hanya diam, ia bingung , jujur Annisa begitu senang mendengar akan hal itu. Tapi, apakah Rain bersungguh, selama ini ia berusaha untuk melupakan Rain, dan sekarang ?? apa benar Annisa akan menjalani rumah tangga yang sesungguhnya bersama Rain.


Melihat Annisa yang hanya diam terpaku, membuat Rain tersenyum. Lalu Rain menarik Annisa dan membawa Annisa kembali kedalam pelukannya.


" Kau tidak perlu berkata apapun Annisa, ikuti aja apa yang aku pinta. Percayalah padaku annisa..Aku..aku bukan lelaki romantis, aku tidak pandai merangkai kata. Selama sebulan ini , selama kau tak ada, aku merasa kehilangan Annisa, dan aku, aku merasakan sesuatu yang seharusnya aku yakini sejak lama, dan sekarang Tuhan mempertemukan kita kembali. Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi, Aku harap kau mengerti, dan mulai sekarang hingga nanti, tetaplah bersamaku " jelas Rain.


Mendengar penjelasan Rain, membuat Annisa yakin bahwa Rain bersungguh-sungguh." Aku pun merasakan hal yang sama Rain, saat aku berusaha melupakanmu, justru perasaan itu semakin dalam. Dan ya mungkin ini memang sudah takdir , akhirnya Allah mempertemukan kita kembali " batin Annisa.


" Baiklah, aku akan bersiap " ucap Annisa sembari tersenyum.


Setelah cukup lama bersiap, Annisa akhirnya siap untuk kembali ke apartemen Rain. Apartemen yang memilki kenangan indah Annisa dan Rain di sana.


Rain tiba-tiba saja meraih tangan Annisa dan menggenggam erat tangan Annisa, menyatukan jemari tangannya dengan jemari tangan Annisa. Sedangkan sebelah tangannya lagi memegang stir mobil.


Annisa terkejut dengan kelakuan Rain yang tiba-tiba menggenggam tangannya, Annisa pun melihat ke arah Rain , dan Rain hanya fokus menyetir dan pandangan Rain lurus ke depan.


Dan akhirnya Annisa tersenyum, tersipu malu akibat ulah Rain.


****

__ADS_1


" Rain, apa yang kau lakukan ?? " tanya Annisa, saat Annisa membawa kopernya masuk ke dalam kamarnya, tapi Rain justru mengeluarkannya kembali.


Rain hanya tersenyum, lalu menarik lengan Annisa dan membawa Annisa beserta kopernya ke dalam kamar Rain.


" Aku kan sudah bilang Annisa, aku ingin selalu bersamamu. Jadi, mulai sekarang dan selamanya. Kita akan tidur bersama di kamar ini " ucap Rain.


" Ta..ta..pi.. Rain "


" Shutt....." Rain memajukan badannya lalu menaruh telunjuk tangannya di bibir Annisa.


" Tidak ada tapi-tapian " ucap Rain, lalu menatap dalam wajah Annisa.


Semakin dalam, Rain semakin mendekat, dan semakin mendekatkan wajahnya ke Annisa. Namun Annisa tersadar, lalu mendorong Rain.


" A..a...aku..baiklah, aku akan menyimpan pakaian ku. Dan setelah itu memasak, kau lapar kan ?? " tanya Annisa gugup, dengan kedua pipi memerah menahan malu. Annisa di buat gugup oleh Rain karena hampir saja Rain akan menciumnya.


Annisa segera beberes dan keluar dari kamar, Rain terkekeh melihat Annisa yang tampak salah tingkah karena ulahnya.


" Selama aku tak ada di sini, kau rajin memasak ya Rain. Kulkas mu penuh dengan berbagai sayuran " ucap Annisa sembari menyiapkan.makanan yang sudah ia masak di atas meja. Sedangkan Rain sudah duduk rapi dan bersiap, ia sudah tak sabar menikmati masakan Annisa, masakan sang istri yang sudah tak lama ia cicipi.


Kedua pipi Annisa kembali memerah saat Rain mengatakan hal itu.


" Lalu, kenapa Kulkasnya isinya penuh ?? " tanya Annisa sembari menuangkan nasi di atas piring Rain.


" Aku sengaja mengisinya penuh, agar saat kau kembali. Kau bisa langsung memasak untukku, seperti saat ini " ucap Rain sembari menatap Annisa.


Annisa hanya bisa tersenyum tipis mendengar ucapan Rain.


" Baiklah, saatnya makan, ayo pimpin doa Rain "


" aku ?? " tanya Rain.


" Ya, siapa lagi ? sebagai seorang pemimpin , kau lah yang harus memimpin doa " ucap Annisa.


" Baiklah " ucap Rain lalu menegakkan tubuhnya dan mulai mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim, allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa adzaa bannaar "


" Aamiin..."


" Baiklah, mari makan " ucap Annisa.


" Kenapa tidak makan Rain ?? " tanya Annisa saat Rain tidak menggerakkan sedikit pun sendok di depannya.


" Aku ingin kau menyuapi ku Annisa " pinta Rain.


" Hahahaha..kau ini seperti anak kecil saja Rain "


" Aku serius Annisa, makanlah terlebih dahulu. Baru setelah itu kau suapi aku " pinta Rain.


Annisa mengubah posisi duduknya, lalu ia mendekat ke arah Rain.


" Bagiamana aku bisa makan sendiri, kalau kau tidak makan " ucap Annisa.


Annisa mengambil sesendok nasi dan lauk dan menaruhnya dalam sendok, dan mulai menyuapi Rain.


" Ayo sayang, buka mulutnya..cup..cup..anak pintar , makan dulu ya ... hahahaha.. " ucap Annisa sembari meledek Rain.


Rain pun tersenyum dan membuka lebar mulutnya, Rain lalu terpejam merasakan betapa nikmatnya masakan Annisa. Rain benar- benar rindu akan masakan Annisa.


" Lagi ?? " tanya Annisa dan Rain menganggukkan kepalanya. Annisa pun kembali menyuapi Rain.


Melihat Annisa yang hanya sibuk menyuapinya, membuat Rain mengambil inisiatif untuk menyuapi Annisa juga.


" Ayo makan, aku juga akan menyuapi mu " ucap Rain, menyodorkan sesendok nasi kepada Annisa.


Annisa tersenyum lalu membuka mulutnya. Mereka pun saling bergantian dan makan dengan saling suap - suapan. Mereka berdua juga sesekali saling bersenda gurau, Rain begitu bahagia. Ia sangat senang Annisa kembali , dan kali ini ia tidak akan melepaskan Annisa, Rain akan mencoba membuka hatinya yang sudah lama tertutup dan akan membukanya untuk Annisa.


Walaupun saat ini Rain masih belum tahu apakah Annisa memilki perasaan yang sama dengannya. Namun , dari sikap Annisa, Rain yakin jika Annisa juga memilki perasaan yang sama dengannya.


Rain akan melupakan perjanjian konyol mereka, dan akan memulai hidup baru dengan Annisa.

__ADS_1


Mencintai Annisa, dan akan membahagiakan Annisa.


__ADS_2