
Dengan berlinang air mata , Annisa masuk kedalam kamar nya dan mengambil semua pakaian nya yang ada di dalam lemari lalu ia masukkan kedalam tas.
" Hei..Annisa...buka pintunya sekarang !! " teriak Rain dari luar kamar.
Annisa tidak memperdulikan teriakan Rain, Annisa terus mengemasi semua pakaian nya.
" Baiklah, kalau kau tak membuka pintunya. Aku akan membuka nya secara paksa " Rain bersiap untuk mendobrak pintu kamar Annisa.
Ceklek..
Annisa membuka pintu kamarnya, Rain melihat kedua mata Annisa berkaca - kaca dan Annisa membawa tas besar di tangan nya.
" Mau kemana kau ? "tanya Rain saat Annisa pergi begitu saja dari hadapan nya. Annisa diam dan tidak berbicara kepada Rain. Melihat Annisa seperti ingin menangis membuat Rain merasa bersalah.
" Kau bisu ya, kau dengar aku tidak ? " Rain mengekor di belakang Annisa, ia mengikuti Annisa hingga keluar dari apartemen.
" Jangan Pergi " ucap Rain, menahan tas Annisa dan berdiri di depan Annisa.
Annisa dan Rain saling tatap, " Aku bilang jangan pergi " ucap Rain sekali lagi dengan nada suara nya yang lebih lembut tidak seperti biasanya.
Annisa menatap Rain, kata - kata Rain membuat Annisa seperti terhipnotis sejenak. Baru kali ini ia mendengar suara Rain dengan nada lembut dan tidak seperti biasa nya. Kedua mata Rain juga terlihat kejujuran bahwa Rain sungguh - sungguh tak ingin dirinya pergi.
" Kau..kau tau, aku memang salah. Aku salah karena masuk ke kamarmu begitu saja. Aku berjanji tidak akan melakukan nya lagi, aku juga tidak bermaksud untuk melakukan apapun kepadamu, dan kau tau, kau juga salah karena tidak mengunci kamar mu. Lain kali kuncilah terus kamarmu , ada atau tidak ada nya aku di rumah "
Begitulah Rain, rasanya kata maaf begitu sulit untuk Rain ucapkan. Tapi walaupun begitu Annisa cukup mengerti maksud Rain, setidaknya walaupun kata maaf itu sulit keluar dari mulut Rain, menyadari akan kesalahan nya saja itu sudah cukup bagi Annisa. Lagipula benar apa yang di katakan oleh Rain, bukan hanya Rain lah yang salah tapi juga dirinya.
" Sekarang ikutlah denganku " Rain menarik lengan Annisa dan membawa Annisa ke dalam mobilnya.
" Kita mau kemana ? " tanya Annisa.
" Ikuti saja, tidak usah banyak tanya " ucap Rain ketus, Annisa memanyunkan bibirnya mendengar Rain yang kembali dingin kepada nya.
Rain melajukan kendaraan nya ke sebuah butik yang cukup terkenal, dan di sana juga butik langganan Rain.
Annisa termenung di depan butik, ia tidak mengerti kenapa Rain membawa nya ke sana.
__ADS_1
" Ayo masuk " ucap Rain lalu menarik lengan Annisa untuk masuk ke dalam butik bersama nya.
" Selamat datang Pak, anda ingin sesuatu ? " salah satu pelayan datang menemui Rain dan Annisa.
" Carikan pakaian untuknya , kami akan menghadiri pesta " pinta Rain dan di balas anggukan oleh pelayan butik.
" Pesta ? " tanya Annisa kepada Rain, namun Rain tidak menjawab dan justru sibuk melihat - lihat jas - jas dan kemeja yang berjejer cantik di sana.
" Silahkan Bu, ikuti saya " perintah pelayan butik kepada Annisa.
" Hah..ikuti anda kemana ? " tanya Annisa.
" Sudah, ikuti saja dia. Kau tidak perlu banyak tanya " ucap Rain lalu mendorong - dorong tubuh Annisa agar ikut bersama pelayan butik.
" Ta..ta..pi..aku.."
" Tidak ada tapi - tapian, ikuti saja pelayan itu "
" Ta..ta..pi..aku tidak mau..katakan kau mau bawa aku ke mana ? dan untuk apa kita ke sini ? "
" Kau ini, banyak tanya sekali. Cepat bawa dia " ucap Rain meminta kepada pelayan butik untuk membawa Annisa ke dalam ruang ganti dan mencari pakaian yang cocok untuk Annisa pakai di acara anniversary Pak Brata.
Sembari menunggu, Rain juga sibuk melihat - lihat jas yang akan ia pakai. Hingga tak lama Annisa keluar dengan memakai dress cantik berwarna merah yang membuat kulit putih Annisa tampak bersinar.
" Bagaimana pak ? " tanya Pelayan butik.
Rain membalikkan badan, dan terkesima melihat Annisa yang terlihat cantik. Rain bahkan melihat Annisa tanpa berkedip.
" Rain..kenapa kau diam saja " ucap Annisa yang sudah berdiri di depan Rain dengan jarak yang begitu dekat, membuat Rain terkejut dan bangun dari lamunan nya.
" Bagaimana ? apa pakaian ku bagus ? " tanya Annisa.
" Tidak, kau terlihat tambah jelek memakai ini. Coba pakai yang lain " ucap Rain berbohong, Annisa tersenyum kecut lalu kembali ke dalam untuk mengganti pakaian yang lain.
Tak berselang lama Annisa kembali keluar dengan drees berwarna tosca yang juga membuat Annisa begitu cantik. Dan Rain tentu saja kembali terkesima melihat Annisa, namun ia kembali menyebut Annisa jelek dan tidak cocok dengan dress yang Annisa pakai.
__ADS_1
Annisa terpaksa harus berganti pakaian lagi , bahkan hingga sepuluh kali bolak balik berganti pakaian, Rain tetap saja menyebut Annisa jelek dan meminta Annisa kembali untuk mencoba pakaian lain.
" Sudah cukup Rain, aku sudah lelah " ucap Annisa saat Rain meminta nya untuk mencoba pakaian yang ke sebelas kali nya.
" Kau lelah, baiklah kalau begitu saya beli dress yang pertama kali wanita ini pakai " ucap Rain kepada pelayan butik.
" Apa ? kau ingin mengerjai ku ya Rain " tanya Annisa.
" Bisa tidak kau tidak usah bertanya banyak, cepat sana masuk ke dalam " ucap Rain.
" Kau.. " Annisa terpaksa mengikuti pelayan kembali masuk ke dalam ruang ganti, Rain tersenyum tipis melihat wajah Annisa yang terlihat kesal.
Sembari menunggu Annisa, Rain menuju meja kasir. " Saya ingin membeli semua pakaian yang di coba oleh wanita tadi, langsung kirim ke apartemen saya saja " ucap Rain dan di balas anggukan oleh petugas kasir.
Selepas dari butik, Rain memajukan kendaraan nya menuju toko yang menjual perhiasaan dan beragam aksesoris. Annisa hany mengikuti saja kemauan Rain.
" Selamat datang Pak Rain, ada yang bisa saya bantu ? " ucap pelayan toko dengan ramah, mereka sudah sangat mengenal Rain karena dulu Rain sering ke toko itu bersama Sania dan membelikan Sania beragam perhiasaan.
" Saya ingin membeli sepasang cincin nikah, yang biasa saja tidak usah terlalu mewah " ucap Rain, ia tidak ingin membeli cincin yang terlalu mewah karena pernikahan nya dengan Annisa bukanlah karena kemauan nya dan semua hanya karena keterpaksaan. Toh setahun lagi ia akan bercerai dari Annisa, nantinya ia akan membeli sepasang cincin kawin yang mewah dan cantik hanya untuk wanita yang benar - benar ia cintai.
" ini pak, ini keluaran terbaru dari kami. Bentuknya sangat simpel dan juga elegan, harga nya juga terjangkau " ucap Pelayan toko sembari memperlihatkan sepasang cincin yang terlihat sangat cantik di mata Annisa.
" Annisa, coba kau pakai cincin nya " ucap Rain.
" Aku ? untuk apa Rain ? " tanya Annisa.
" Sudah ku bilang, kau diam saja. Ikuti saja apa mauku " ucap Rain dengan nada sedikit tinggi, hal itu membuat pelayan toko menatap mereka dengan heran. Jika biasanya setiap pasangan yang datang akan terlihat bahagia ataupun bersikap romantis kepada pasangan wanita nya saat membeli cincin nikah, hal ini justru berbanding terbalik kepada Rain dan Annisa.
Annisa pun mengikuti kemauan Rain, ia mengambil cincin yang ada di depan nya dan mencoba nya. Sangat pas dan terlihat begitu cantik di jari manis Annisa.
Setelah membeli cincin, mereka kembali ke dalam mobil. Rain mengambil cincin yang tadi ia beli dan memberikan nya kepada Annisa.
" Pakailah " ucap Rain dan Annisa mengambil cincin yang Rain berikan.
" Dengar ya Annisa , kau jangan terlalu senang. Aku membeli cincin itu bukan karena kemauan ku. Aku ingin kita datang ke acara anniversary pernikahan rekan kerja ku yang bernama Pak Brata. Aku membeli cincin ini hanya karena tak mau nanti nya mereka heran dan menaruh curiga saat melihat kita berdua tidak memakai cincin nikah, maka dari itu aku membeli nya " jelas Rain.
__ADS_1
Annisa hanya diam saja, ia terus memandangi cincin yang ada di tangan nya. Tak perlu menjelaskan panjang lebar pun Annisa sudah mengerti maksud Rain. Karena tidak mungkin Rain melakukan semua tanpa ada maksud dan tujuan tertentu di belakang nya.
Bersambung..