Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 27


__ADS_3

Rain tersenyum tipis mendengar pujian dari Annisa. Sangat tipis hingga tidak ada yang dapat melihatnya, Rain yang memang jarang sekali tersenyum terlihat begitu tampan di mata Annisa, karena kedekatan mereka berdua membuat Annisa tak lagi merasa canggung atau takut kepada Rain. Sikap Rain yang kadang suka berubah - rubah pun sudah menjadi hal biasa bagi Annisa.


" Rain, kita keliling yuk " ajak Annisa, dan Rain menggeleng-gelengkan kepala nya.


" Rain, ayolah. Bukankah hari ini hari libur, kan sudah ku katakan kita harus menikmati nya, besok - besok tidak mungkin kita bisa seperti ini lagi. Kita semua akan kembali dengan kesibukan kita, terlebih kau "


" Ya baiklah "


Rain beranjak dari duduknya dan ikut berjalan berdampingan bersama Annisa. Mereka berdua berjalan mengelilingi taman, karena hari sudah sore membuat cuaca tidak terlalu terik, membuat Rain dan Annisa menikmati jalan santai mereka begitu pun dengan banyaknya orang yang juga berada di sana.


" Rain lihat, banyak penjual cemilan di sana. Kau mau? " tanya Annisa sembari menunjuk ke arah bapak - bapak yang menjejerkan gerobak mereka di pinggir taman dan menjual berbagai jajanan.


" Tidak "


" Kalau begitu aku saja "


Annisa berjalan ke arah penjual cemilan, Rain hanya mengekor di belakang Annisa. Yang menjadi tujuan pertaman Annisa adalah penjual kacang rebus, setelah itu Annisa juga membeli beberapa jajanan lain dan juga beberapa minuman.


" Kau mau ini Rain? ini enak Rain " ucap Annisa , mengarahkan secucuk pentol rebus ke arah Rain.


" Tidak , kau saja " ucap Rain.


Setelah membeli minuman dan berbagai cemilan, Rain dan Annisa kembali duduk di bangku panjang yang ada di taman.


" Kau yakin Rain, tidak ingin makan ini? ini enak Rain "Rayu Annisa kepada Rain.


" Tidak, kau saja yang makan " ucap Rain lalu mengambil sebotol air mineral yang mereka beli dan meneguknya.


Rain tidak terbiasa memakan jajanan di pinggir jalan, selain itu Rain sangat menjaga porsi makannya. Rain tidak terlalu suka ngemil, ia tidak mau jika tubuh atletis nya yang sudah ia bentuk dengan susah payah menjadi rusak hanya karena suka makan - makanan yang akan membuat nya gendut.


Rain memperhatikan Annisa yang sedang sibuk mengunyah, Rain tersenyum tipis melihat mulut Annisa yang penuh dengan makanan. Dan melihat betapa banyaknya jajanan yang Annisa beli.


" Rain, ayo coba. Sekali saja Rain " ucap Annisa, menyodorkan sebuah tahu krispy balado yang tadi ia beli kepada Rain.


" Tidak Annisa, kau saja " Rain kembali menolak.


" Ayolah Rain, sekali ini saja. Kau harus ikut menikmati nya, tidak asyik jika aku saja yang makan. Sekali ini saja ya " pinta Annisa dengan penuh harap.


Melihat wajah Annisa yang memelas membuat Rain tidak tega, ia pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Annisa. Annisa tersenyum tipis melihat Rain yang akhirnya mau memakan jajanan yang ia beli.

__ADS_1


" Enak kan? " tanya Annisa.


Rain hanya mengangguk dan menikmati tahu krispy balado yang ternyata memang sangat enak menurut Rain.


" Benar kan yang aku katakan " ucap Annisa dan kembali memasukkan tahu krispy ke dalam mulutnya.


Rain memakan habis sepotong tahu krispy yang tadi di sodorkan Annisa ke dalam mulutnya. Entah mengapa Rain merasa kurang dan ia kembali ingin menikmati tahu krispy itu. Tapi Rain merasa malu meminta kembali kepada Annisa karena sejak tadi ia selalu menolaknya.


Melihat sebungkus tahu krispy yang ada di tangan Annisa mulai habis, Rain pun merasa resah. Karena tidak ingin menyiakan kesempatan, Rain pun langsung merebut sebungkus tahu krispy yang di dalamnya hanya tersisa beberapa potong saja itu dari tangan Annisa.


" Biar aku saja yang habiskan " ucap Rain, mengambil sepotong tahu krispy dan memasukkan nya kedalam mulutnya. Rain makan tanpa melihat Annisa, pandangan nya lurus kedepan. Ia sebenarnya merasa malu kepada Annisa.


Annisa terkekeh melihat tingkah Rain, Annisa mengerti jika Rain merasa ketagihan namun dengan sikap cuek dan gengsi mencoba untuk menahan nya sejak tadi. Padahal jika Rain ingin nambah dan ingin memakan semua jajanan yang ia beli juga tak apa, justru Annisa senang.


Karena tahu krispy yang ia makan sudah di ambil alih oleh Rain, Annisa kembali beralih ke jajanan yang lain. Yaitu jagung rebus dan juga kacang rebus yang tadi ia beli.


" Kau mau ini juga Rain? sebentar, aku taburi dengan bumbunya dulu " ucap Annisa sembari menaburi garam dan bubuk cabe di jagung rebus yang ia beli, dan setelah itu ia menyodorkan sepotong jagung rebus itu kepada Rain.


" Jagung di taburi garam dan cabe, enak? " tanya Rain, merasa aneh melihatnya.


" Enak Rain? aku yakin kau akan menyukainya " ucap Annisa.


" Enak kan? " tanya Annisa.


" Lumayan " ucap Rain.


" ambilah, aku akan membuat satu untukku. Yang lebih banyak cabe nya " ucap Annisa dan memberikan jagung rebus ia pegang kepada Rain.


" Mau tambah cabe Rain? " tanya Annisa.


" Tidak, aku tidak suka terlalu pedas "


" Baiklah, kau memang tidak usah terlalu banyak makan pedas. Sikap dan ucapanmu yang pedas saja itu sudah cukup " ucap Annisa sembari terkekeh.


" Apa maksudmu? " tanya Rain.


" tidak Rain, aku hanya bercanda " ucap Annisa.


Rain hanya diam, ia mengerti maksud Annisa. Selama ini memang Rain selalu berkata pedas kepada Annisa, bahkan sering berkata kasar. Tapi Annisa tidak pernah marah kepadanya atau berbicara kasar juga, justru kini Annisa selalu bisa meredam amarahnya jika ia mulai marah akan sesuatu hal.

__ADS_1


" Rain, apa kau ingin dengar cerita. Ada seekor singa besar yang hidup seorang diri, ia tak punya saudara ataupun keluarga. Si singa ini terkenal sangat kejam dan pemarah, ia juga sangat handal dalam mencari mangsa. Semua penghuni hutan takut padanya, si singa juga jarang tersenyum, membuat wajahnya semakin terlihat menakutkan "


" Suatu hari ia bertemu dengan seekor kucing betina yang cantik yang sedang minum di pinggir sungai, karena sudah kenyang, si singa tidak ingin memakan kucing itu tapi ia ingin menakuti nya. Karena merasa berkuasa, singa ingin melihat seberapa takutnya kucing tersebut ketika melihatnya. Singa pun berjalan perlahan mendekati kucing itu, dan saat jarak mereka mulai dekat. Singa mulai mengaum, Aum.. aummm.. aumm.. "


Rain terkekeh mendengar Annisa bercerita, terutama saat Annisa mengatakan Aumm, aumm, lengkap dengan ekspresi dan gerak tubuh Annisa yang terlihat lucu di mata Rain.


" Nah.. menurutmu Rain, setelah di takut-takuti oleh Si singa, apa kucing tadi akan ketakutan? apa mungkin dia kan lari dan menjauhi si singa? "


" Kucing akan ketakutan, dan ia pasti akan berlari dan menghindari singa tersebut. Dan singa akan merasa senang dan bangga, karena tidak ada yang akan berani kepada nya, semua orang takut kepada nya " jelas Rain dengan penuh bangga.


" Kau salah Rain " ucap Annisa, membuat tubuh Rain menciut.


" Kenapa bisa salah? " tanya Rain.


" Ya salah, setelah di takuti oleh singa, kucing betina tidak merasa ketakutan sama sekali. Justru kucing tersebut tertawa "


" Tertawa? " ucap Rain heran.


" Ya tertawa, ia tertawa karena melihat ada sepotong daging kecil yang berwarna kemerahan menyangkut di gigi sang singa, karena saat singa tersebut mengaum, terlihat jelas sekali ada sisa makanan yang menyangkut di gigi singa. Membuat singa tersebut tidak sama sekali terlihat menakutkan, justru menjadi bahan tertawa si kucing "


Rain tertawa mendengar cerita yang sangat tidak masuk yang Annisa ceritakan.


" Ceritamu sangat membosankan " ucap Rain.


" Tapi kau tertawa kan? kau tau tidak Rain, singa yang aku maksud ada didepanku sekarang "


" Maksudmu? " tanya Rain.


" Kau pikir saja sendiri, aku ingin ke toilet sebentar " ucap Annisa lalu meninggalka Rain sembari cekikikan menahan tawa nya.


Rain di landa rasa penasaran dengan maksud Annisa, ia terdiam sejenak, lalu tak lama ia merogoh ponselnya di dalam saku celana dan melihat wajahnya di layar kaca ponselnya.


" Tidak ada yang aneh? apa aku mirip singa? " ucap Rain.


Rain pun tersenyum di depan layar kaca ponselnya, lalu kemudian tersenyum lagi dengan menampakkan gigi putihnya. Awalnya Rain tidak sadar, namun setelah kembali di perhatikan, Rain melihat ada cabe yang menempel di sela giginya.


Setelah menyadari nya, kedua pipi Rain memerah. Rain pun segera mengambil potongan cabe yang menyangkut di sela giginya.


" Annisa... awas saja kau nanti!! " ucap Rain.

__ADS_1


Ada rasa malu, dan lucu juga yang ada di benak Rain sekarang. Sedangkan Annisa sudah tertawa terbahak - bahan di dalam toilet mengingat Rain.


__ADS_2