
Dengan senyum bahagia nya, Iyas yang baru saja pulang bekerja memeluk erat sang ibu. Bagaimana tidak bahagia, setelah mendapat kabar dari ibu nya jika sebentar lagi naik jabatan sebagai manager keuangan akan ia dapatkan.
" Terima kasih Bu " ucap Iyas.
" Sama - sama sayang, ibu akan lakukan apapun yang terbaik untukmu. Sekarang kau hanya perlu bersiap, karena tak lama lagi kau akan menjabat sebagai manager keuangan utama di LINCOLN GROUP "
" Kita harus rayakan ini Bu "
" Rayakan ? baiklah, kau ingin kita merayakan nya di mana ? "
" Bagaimana kalau kita pergi makan malam saja, apa ibu setuju ? aku akan membawa ibu ke restaurant paling mahal dan paling ibu sukai "
" Benarkah sayang ? oh tuhan..terima kasih Iyas, baiklah kita berangkat sekarang "
Iyas dan Tante Sarah berangkat menuju restaurant termahal dan terbaik yang menjadi tempat favorit Tante Sarah.
****
Annisa sedang duduk di sofa, perutnya sudah sangat terasa lapar karena sejak tadi ia menahan lapar hanya karena menunggu Rain.
" Sudah jam 9 pagi , kenapa dia belum bangun juga. Apa karena hari ini hari libur ? tapi biasanya dia selalu bangun pagi , aku bisa mati kelaparan kalau begini. Ya sudahlah, aku makan duluan saja "
Annisa berdiri dan berjalan ke arah dapur, baru beberapa langkah terdengar suara pintu terbuka. Annisa segera berjalan ke arah pintu, dan ternyata Rain lah yang datang.
" Rain, kau dari mana saja ? " tanya Annisa.
" Kau tidak lihat aku sedang apa ? " ucap Rain.
Annisa memperhatikan Rain dari ujung kepala hingga ujung kaki, " aku kira kau belum bangun, apa kau pergi sejak tadi pagi ? " tanya Annisa.
" Iya, maka nya kalau pagi itu biasakan untuk berolahraga. Apalagi ini hari libur "
" Kalau aku tau kau tidak di rumah, aku tidak akan menunggumu sejak tadi. Apa kau sudah makan ? kalau belum ayo kita makan " ajak Annisa.
" Kau menungguku ? sudah ku katakan jangan menungguku "
" Aku hanya tidak terbiasa makan sendiri Rain, kau tau kan , aku sudah pernah mengatakan sebelumnya kepadamu "
" Ya , baiklah. Aku akan membersihkan diriku dulu "
Rain masuk kedalam kamarnya dan Annisa menunggunya di ruang makan.
__ADS_1
" Rain, setelah ini boleh aku pergi ? " tanya Annisa di sela - sela makan mereka.
" Kenapa ijin kepadaku ? terserah mu saja, aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan. Yang terpenting pekerjaan rumah harus selalu beres sebelum kau pergi "
Mendengar ucapan Rain membuat Annisa memanyunkan bibirnya. Rain dan Annisa kembali menikmati sarapan pagi mereka.
Setelah sarapan, Annisa bersiap pergi. Sedangkan Rain sedang duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.
" Rain "
" Hmm "
" Aku pergi dulu "
" Hmm "
" Hmm..Hamm..hmm.. saja dari tadi, dasar lelaki dingin " batin Annisa.
Setelah Annisa keluar dari apartemen, Rain melirik sejenak ke arah pintu lalu melemparkan ponsel nya di sofa. Sebenarnya Rain hanya berpura - pura saja bermain ponsel, tidak ada yang penting , hari ini pekerjaan nya benar - benar kosong.
Rain menatap sekelilingnya, jika biasanya sendiri adalah kesenangan dan ketenangan untuk Rain. Sangat berbanding terbalik untuk sekarang ini, jika Annisa tidak ada membuat suasana tampak sepi, Rain merasa ada sesuatu yang kurang.
*****
Setelah operasi nya yang berlangsung beberapa bulan lalu terjadi beberapa perubahan kepada Bu Ratna, seperti jari tangan nya yang mulai bergerak sendiri, dan terkadang air mata Bu Ratna yang mengalir dengan sendiri nya. Walaupun Bu Ratna masih belum bisa membuka kedua mata nya, bagi Annisa itu adalah perubahan yang sangat besar, Annisa yakin bila sebentar lagi Bu Ratna akan sadar dan sembuh dari koma.
" Assalamu'alaikum Bu Ratna "
Seperti biasa Annisa selalu menyapa Bu Ratna, menyalimi dan menciumi kening Bu Ratna. Karena hari ini hari libur , Annisa berniat untuk menghabiskan waktu nya menemani Bu Ratna di Rumah sakit. Seperti yang selalu ia lakukan setiap libur bekerja.
" Bu, ibu dengar Annisa kan ? Annisa senang , ibu sudah mulai ada perubahan. Semoga ibu cepat sadar ya "
Annisa kembali mengajak Bu Ratna berbicara, bahkan Annisa dengan asyik nya bercerita mengenai kegiatan nya hari ini dan mengenai Rain. Annisa tidak pernah absen bercerita mengenai Rain kepada Bu Ratna.
" Ibu tau ? Rain itu adalah lelaki teraneh yang pernah Annisa temui. Hahahaha " Annisa terkekeh sendiri bila bercerita mengenai Rain.
Dritt..dritt...dritt..
Dering ponsel Annisa berbunyi, dan tertulis nama Rain di layar kaca ponsel nya.
" Lihat Bu, Rain yang menghubungi ku ? apa dia merasa jika kita sedang membicarakan nya " ucap Annisa sembari terkekeh.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum "
" Kau dimana ? " tanya Rain tanpa membalas salam Annisa.
" Assalamu'alaikum " ucap Annisa kembali.
" Kau tak dengar ? kau dimana ? " tanya Rain.
" Assalamu'alaikum " ucap Annisa lagi.
Rain baru sadar jika ia tidak menjawab salam dari Annisa, maka dari itu Annisa sejak tadi mengulangi salam nya dan tidak menjawab pertanyaan dari Rain.
" Waalaikumsalam, kau di mana ? "
Annisa tersenyum mendapat jawaban salam dari Rain.
" Ada apa ? bukankah ini baru jam 2 siang, aku akan pulang jam 2 jam lagi " ucap Annisa sembari melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.
" Katakan saja kau dimana sekarang ? "
" Aku.. aku sedang di taman kota " ucap Annisa asal.
Tiba - tiba saja sambungan telepon Rain dan Annisa terputus, " Kenapa telepon nya mati, lihat Bu. Rain itu memang aneh " ucap Annisa sembari melihat Bu Ratna.
Setengah jam kemudian, ponsel Annisa kembali berdering. Dan Rain kembali menghubungi nya, " Assalamu'alaikum " ucap Annisa.
" Waalaikumsalam , kau dimana ? " tanya Rain sembari melirik ke kanan dan ke kiri mencari Annisa.
" Aku sudah katakan Rain, aku sedang di taman " ucap Annisa.
" Ya aku tau, tapi di sebelah mana nya ? aku tidak melihatmu " ucap Rain.
Annisa tertegun mendengar ucapan Rain, bagaimana bisa Rain berada di sana. Ternyata Rain menyusul nya ke taman, padahal Annisa asal berbicara saja. Dia tidak berada di taman , melainkan di rumah sakit.
" Kau di taman ? " tanya Annisa.
" Ya, cepat katakan kau di sebelah mana ? terlalu banyak orang di sini "
" Tunggu sebentar Rain, aku segera ke sana " ucap Annisa.
Kini gantian Annisa yang langsung memutuskan sambungan telepon nya dengan Rain, ia terlihat tergesa - gesa dan bergegas menemui Rain di taman kota.
__ADS_1
" Kenapa di matikan ? dia sebenarnya ada di mana, jangan katakan jika dia membohongiku , awas saja kalau sampai benar, lihat saja nanti "
Rain beranjak dari posisi nya , ia berjalan mencoba mencari - cari Annisa di kerumunan orang - orang yang juga ramai memenuhi taman kota.