
Rain dan Reyhan menyelesaikan pekerjaan mereka lebih cepat dari apa yang mereka perkirakan. Yang awalnya di perkirakan akan selesai dalam satu Minggu jadi terselesaikan hanya dalam kurun waktu empat hari.
Reyhan yang sedang menyetir mobil, mereka berdua dalam perjalanan pulang. Rain tersenyum tipis membayangkan bagaimana Annisa nantinya akan terkejut saat melihat kedatangannya. Karena Rain tidak memberi tahu Annisa akan kepulangannya hari ini.
" Kita berhenti sebentar di toko oleh-oleh " pinta Rain.
" Baiklah "
Sebelum sampai di rumah, Rain ingin membawa beberapa oleh-oleh untuk istrinya.
Rain juga membawakan oleh-oleh untuk Tante Sarah. Walaupun tidak satu rumah, Rain selalu memperhatikan Tante kesayangannya itu.
" Kamu membelinya terlalu banyak Rain " eluh Reyhan yang sedang keberatan membawa bingkisan oleh-oleh yang Rain beli.
Rain hanya tersenyum tipis mendengar Reyhan mengeluh.
Ting...
Sebuah notif pesan masuk di ponsel Rain, Rain segera masuk kedalam mobil dan membuka isi pesan.
Rain membulatkan kedua matanya saat melihat isi pesan berupa foto yang ia sangat kenal siapa yang ada di dalam foto tersebut. Kedua mata Rain memerah, dengan segera Rain menghubungi nomor telepon yang sudah mengirimi pesan.
" Tidak diangkat, Sial " umpat Rain , Rain kembali menghubungi nomor telepon pengirim pesan rahasia tersebut.
" Ada apa Rain ? " tanya Reyhan. Reyhan baru saja masuk kedalam mobil setelah memasukkan semua belanjaan mereka kedalam jok belakang mobil.
Rain tidak menjawab pertanyaan dari Reyhan, ia sibuk menelepon. Terlihat wajah Rain memerah menahan amarah.
Karena pengirim pesan rahasia itu tidak bisa di hubungi, Rain mencoba menghubungi Annisa. Rasa amara dan khawatir semakin muncul dalam benak Rain saat ponsel Annisa juga tidak bisa di hubungi.
" SIAALL.... " umpat Rain dengan keras. Rain memijit-mijit keningnya , merasakan pening karena memikirkan Annisa.
Reyhan lalu mengambil ponsel Rain yang masih Rain pegang, dan Reyhan ikut terkejut melihat sebuah foto yang menunjukkan Annisa sedang tidur dengan seorang laki-laki, tampak Annisa tertidur pulas dalam pelukan lelaki itu. Tidak hanya ada satu foto, ada satu foto lagi yang menunjukkan Annisa sedang berpelukan dengan lelaki yang sama di sebuah restoran.
" Rain ini..siapa yang mengirim nya " tanya Reyhan.
" Kita pulang sekarang Rey "
" Tapi Rain "
" AKU BILANG JALANKAN MOBILNYA SEKARANG !!! " Bentak Rain.
Reyhan sampai terkejut mendengar bentakan Rain, ia pun bergegas melajukan mobil mereka. Walaupun Rain orangnya sangat pemarah, Reyhan belum pernah melihat Rain marah seperti ini.
Rain kembali mengutik ponselnya, ia menghubungi seseorang yang ia percaya dan sudah ahli dalam masalah digital. Rain meminta kepada orang itu untuk memeriksa keaslian dari foto yang baru saja ia terima. Dan sembari Rain mencoba menghubungi Annisa.
__ADS_1
" Rain, tenang. Kita sudah sering mendapat dan menemui hal seperti ini. Aku yakin itu bukan Annisa, itu hanya sebuah rekayasa "
Reyhan mencoba menenangkan Rain, Rain hanya diam dan sibuk dengan ponselnya. Ia tidak menghiraukan ucapan Reyhan.
Rain sudah tidak sabar menunggu hasil dari orang kepercayaannya, dan Rain kembali melempar ponselnya saat membaca pesan bahwa keaslian dari foto tersebut adalah seratus persen asli. Tidak ada rekayasa sedikitpun.
Reyhan menepikan mobil saat melihat Rain yang membanting ponsel dan terlihat sangat marah besar.
Reyhan mengambil ponsel Rain yang tergeletak di bawah kursi tepat dekat kaki Rain.
" Tingkat keaslian seratus persen ? " batin Reyhan.
" Kenapa kamu berhenti Rey " Rain melihat Reyhan dan bertanya.
" Kamu percaya dengan apa yang dia katakan ? " tanya Reyhan.
Rain melihat ke arah jendela kaca mobil di sampingnya, ia kembali diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Reyhan.
" Cepat, jalankan saja mobilnya " ucap Rain.
" Aku tidak bisa menjalankan mobil ini kalau kamu belum menjawab pertanyaan ku "
Rain kembali diam, ia tidak menjawab pertanyaan Reyhan.
" Bagaimana kalau Annisa di jebak Rain ? " tanya Reyhan.
mendengar teriakan Rain, membuat Reyhan terpaksa menuruti kemauan Rain.
Sebuah pesan kembali masuk , kali ini sebuah alamat hotel di kirimkan lewat ponsel Rain.
" Kita ke sana sekarang ? " tanya Reyhan setelah melihat pesan yang di tunjukkan Rain.
" Tidak, kita pulang ke apartemen" ucap Rain.
" kamu yakin ? " tanya Reyhan.
" Ya "
Rain ingin ke apartemen karena ingin memastikan bahwa Annis ada di sana dan sedang menunggu kedatangannya. Bukan di hotel bersama lelaki yang ada di foto yang baru saja di kirim oleh seorang misterius.
Rain segera berlari menuju apartemen begitu mereka sampai.
" Annisa !!! " panggil Rain.
Rain masuk kedalam kamar mereka dan Annisa tidak ada. Rain mengecek kamar mandi, Annisa juga tidak ada.
__ADS_1
Rain keluar dan memeriksa kamar lainnya, memeriksa dapur, balkon, semua Rain periksa dan Annisa tidak ada.
Rain begitu marah, ia ingin menangis karena jika Annisa tidak ada di apartemen mereka. Berarti benar Annisa bersama lelaki tersebut saat ini di hotel yang alamatnya sudah di kirim kepadanya.
" Annisa tidak ada, berarti kita harus ke hotel itu Rain. Kita harus mencari Annisa " ajak Reyhan.
Rain mengusap kasar rambutnya, ia begitu kecewa dengan apa yang sudah Annisa lakukan kepadanya.
" Rain, ayo, kita harus kesana " ajak Reyhan.
" Tidak, aku tidak akan pergi ke sana " ucap Rain tegas.
" Kamu ini bodoh ya, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Annisa ? " tanya Reyhan.
Rain hanya diam, ia tidak ingin pergi ke hotel itu karena ia jika sampai di sana nantinya hatinya akan semakin sakit dan hancur saat melihat ternyata benar Annisa berada di sana bersama seseorang laki-laki.
Reyhan berjalan mendekati Rain, " Sadar Rain, apa yang kamu pikirkan sekarang. Jangan sampai hanya karena tersulut emosi kamu jadi buat seperti ini "
Kedua mata Rain memerah menahan tangis dan juga amarah, ia tidak menyangka kalau Annisa akan mengecewakan dan menyakiti hatinya.
" RAIN !! "
Reyhan memanggil Rain dengan suara yang begitu keras. Rain hanya diam dan tidak memperdulikan ucapannya
" Kamu bodoh, Rain " ucap Reyhan.
Reyhan bergegas keluar dan pergi mencari Annisa.
*****
Annisa merasa berat dan pusing di kepalanya saat ia terbangun dan ingin segera bangkit begitu menyadari kalau dirinya berada bukan di apartemen.
" Aku di mana ? " tanya Annisa sembari melihat sekeliling ruangan yang ia tempati.
" Ini seperti hotel " ucap Annisa.
Setelah merasa tenang dan tidak pusing lagi, Annisa keluar dari kamar hotel dan menuju resepsionis. Ia bertanya kepada resepsionis tentang apa yang terjadi padanya dan kenapa ia bisa berada di kamar hotel. Bertanya kepada resepsionis pun , mereka tidak bisa menjawab apa - apa dan tidak menjelaskan apapun kepada Annisa.
Annisa mencoba mengingat apa yang terjadi kepadanya. Ia ingat kalau terakhir ia berada di sekitar apartemen, dan sedang duduk menikmati es cream di taman. Setelahnya Annisa tidak ingin lagi.
Annisa menjadi khawatir , ia meraba-raba tubuhnya. Ia takut sesuatu terjadi padanya, tapi ia merasa kalau dirinya baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang terjadi.
Annisa pun memilih kembali ke apartemen setelahnya, ia mengambil ponselnya yang ada di dalam tas kecilnya.
" Kenapa mati ? " ucap Annisa setelah melihat ponselnya dalam keadaan mati.
__ADS_1
" Apa yang terjadi sebenarnya, ponselku pasti mati sudah lama sekali. Bagaimana kalau Rain menghubungi ku " batin Annisa.