Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 112


__ADS_3

Tante Sarah tiba di kantor Rain, ia ingin membicarakan mengenai posisi Iyas di LINCOLN GROUP.


Seperti biasa, Tante Sarah masuk ke ruangan kerja Rain begitu saja.


" Dimana Rain ? "


Hanya ada Reyhan yang ada di sana, sedangkan Rain tentu sedang berada di rumah sakit bersama Annisa. Selama Annisa di rawat, Rain tidak meninggalkan Annisa sedikitpun, semua urusan pekerjaan , Rain serahkan kepada Reyhan.


" Rain sedang berada di luar kota Tante "


Reyhan sengaja berbohong, Reyhan dan Rain setuju untuk merahasiakan kehadiran Annisa , Arkana beserta Abah dan lainnya dari Tante Sarah. Bahkan Kayla juga belum tahu mengenai mereka.


" Keluar kota ? Sejak kapan, pantas saja beberapa hari ini dia tidak ada di rumah "


" Ada yang ingin Tante sampaikan ? "


" Tidak, aku akan pergi sekarang "


Tante Sarah keluar dari ruangan itu begitu saja. Saat berada di dalam lift, Tante Sarah merogoh ponselnya yang ada di tas jinjingnya.


" Selidiki dia " ucap Tante Sarah, entah dengan siapakah Tante Sarah berbicara lewat ponselnya itu.


*****


Annisa di perbolehkan pulang dari rumah sakit, Rain sudah memasukkan semua pakaian Annisa ke dalam tas. Beberapa hari ini, Rain dan Annisa sudah saling bertukar pendapat , Rain meminta Annisa untuk tinggal bersama nya di kota, karena sudah berada di kota, tentu Rain tidak ingin menyia - nyiakan nya , walaupun kondisinya masih belum stabil, tapi jujur saja sangat berat untuk Rain jika harus kembali berpisah dengan istri dan anaknya.


Annisa yang sudah mantap untuk menerima Rain kembali tentu tidak menolak permintaan suaminya itu. Walaupun Annisa yakin nantinya tidak akan mudah, dan kemungkinan ia akan kembali bertemu dengan Tante Sarah yang dulu pernah mengancamnya. Annisa tekad untuk berani dan tidak akan takut lagi dengan Tante Sarah.


Mengenai ancaman Tante Sarah kepadanya, Annisa belum bercerita akan hal itu kepada Rain.


Abah Rahman dan juga Ummi shofiah tentu merasa sedih begitu tahu bahwa Annisa dan Arkana tidak akan tinggal bersama mereka lagi, tapi mereka juga ikut bahagia jika Annisa dan Arkana pun bahagia.


Sebelumnya Rain sudah meminta ijin kepada Abah Rahman dan juga Ummi shofiah , walaupun kedua orang tua Annisa sudah tidak ada, Abah Rahman dan juga Ummi shofiah sudah menjadi pengganti mereka. Dan selama hampir 6 tahun ini, mereka juga sudah merawat dan menjaga Annisa dan Arkana dengan baik , Rain tidak akan melupakan jasa yang sudah Abah Rahman dan Ummi shofiah berikan, begitu pula dengan Annisa, Annisa tidak akan melupakan itu semua, tidak akan melupakan jasa kedua orangtua angkatnya itu.


" Jaga Annisa dan Arkana dengan baik ya nak Rain, jangan lupa untuk datang ke rumah Abah dan Ummi, pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian "


Ummi tidak bisa menahan airmata nya hingga akhirnya menangis.


" Terima kasih Abah, Ummi " ucap Annisa lalu bersalaman kepada Abah dan Ummi shofiah.


" Saya berjanji akan menjaga Annisa dan Arkana, kami akan sering-sering datang untuk menjenguk Abah dan Ummi " ucap Rain lalu setelahnya Rain juga bersalaman dengan Abah dan Ummi.


Setelah Rain dan Annisa, kini giliran Arkana yang berpamitan kepada Abah dan Ummi shofiah. Arkana tampak cemberut, ia juga merasa sedih karena harus berpisah dengan Abah dan Ummi.

__ADS_1


" Ummi dan Abah pasti merindukan Arkana "


Ummi mengelus lembut pucuk kepala Arkana, Arkana lantas memeluk Ummi shofiah.


" Abi, tidak bisakah kakek dan nenek tinggal bersama kita ? " tanya Arkana yang tidak rela jika abah dan Ummi shofiah kembali ke desa.


" Arkana, rumah Arkana adalah di sini. Bersama Ibu dan ayah Arkana, di sana Abah dan Ummi juga masih punya tanggung jawab kepada para santri dan santriwati, kalau Abah dan Ummi ikut tinggal bersama Arkana di sini, bagaimana dengan mereka ? "


" Benar juga , tapi Arkana sedih kek, nek , Arkana gak mau pisah dari kakek dan nenek "


Rain berjongkok untuk menyesuaikan posisi tubuhnya dengan Arkana.


" Arkana jangan sedih, Abi janji kita akan sering-sering main ke rumah Abah dan Ummi "


" Janji ya Abi "


" Iya Arkana "


" Yeee... "


Arkana berteriak kegirangan, semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah Arkana.


" Rain, bisa aku berbicara denganmu sebentar" pinta Amir.


" Baiklah "


" Kira-kira apa yang mau di bicarakan Amir kepada nak Rain, Abah ? " tanya Ummi Shofiah.


" Tidak apa Ummi, tenang saja jangan khawatir "


Setelah cukup jauh , Amir mengajak Rain untuk duduk bersama.


" Aku hanya ingin memperingati mu Rain " ucap Amir.


Rain hanya tersenyum mendengar ucapan Amir.


" Berjanjilah padaku untuk menjaga Annisa dan Arkana, jangan sakiti mereka "


Rain menepuk-nepuk pundak Amir.


" Aku berjanji Amir, tidak perlu khawatir, aku mengerti kamu sangat mengkhawatirkan mereka, terima kasih selama ini sudah ikut menjaga mereka "


Amir merasa senang mendengar ucapan terima kasih dari Rain, walaupun rasa senang itu tak ia tampakkan di depan Rain.

__ADS_1


" Di dalam mobil, aku sudah menyediakan ponsel untukmu, ada juga untuk Abah Rahman , aku sudah memasukan nomor ponselku juga di sana. nanti hubungi aku jika kalian sudah sampai "


" Ponsel, untukku ? "


" Ya Amir, aku berencana untuk memberi donasi dan membantu pembangun pesantren, dan semua itu tidak mungkin aku lakukan tanpa bantuanmu, aku akan sering menghubungi, dan juga abah Rahman, aku minta kamu untuk ajari Abah memakai ponsel yang aku berikan , nanti aku akan banyak bertanya mengenai apa saja yang kalian butuhkan di sana, setelah berada di sana , aku sudah cukup tau dan mengerti apa saja yang kalian butuhkan, namun kurasa masih kurang dan aku perlu bantuanmu "


Sebuah kejutan bagi Amir, Amir tidak menyangka bahwa Rain juga memikirkan pesantren mereka.


" Baik Rain, te..te..rima kasih "


Dengan tergagap Amir mengucapkan terima kasih kepada Rain.


" Sama-sama Amir , baiklah ayo kita kembali, mereka pasti sudah menunggu kita "


Annisa memperhatikan wajah Rain dan juga Amir setelah mereka kembali, Annisa merasa khawatir jikalau Amir mengatakan sesuatu yang membuat Rain marah ataupun sebagainya. Bukan bermaksud suudzhon, namun Annisa tahu bahwa Amir menyukainya, jadi ada kemungkinan Amir pasti tidak menyukai Rain.


" Baiklah, kami pamit ya Annisa "


" Iya Abah, Ummi "


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikumussalam "


" Hati-hati di jalan kakek , nenek "


" Iya Arkana "


Arkana tidak berhenti melambaikan tangan kepada Abah dan Ummi walaupun mobil mereka sudah tidak terlihat lagi.


" Baiklah, kalau begitu saatnya kita juga pulang " ucap Rain.


" Pulang kerumah , ke rumah yang Arkana tempati kemarin Abi ? " tanya Arkana semringah.


" Benar , Arkana suka rumahnya ? "


" Suka Abi, Arkana suka sekali "


" Baiklah, kita pergi " ucap Rain.


" Ayo... "


Annisa terkekeh melihat Arkana yang begitu bahagia.

__ADS_1


" Ayo sayang, kita pergi " ucap Rain lalu menarik tangan Annisa dan menggenggam tangan Annisa dengan erat.


Annisa terkejut dengan apa yang Rain lakukan, namun setelahnya Annisa tersenyum dan mereka bertiga berjalan bersama sembari bergandengan.


__ADS_2