Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 37


__ADS_3

Tahlilan yang berlangsung di kediaman Annisa di laksanakan selama tiga hari, dan selama dua hari Rain ikut serta dalam acara tahlilan tersebut, sepulang bekerja Rain dengan segera kembali ke rumah Annisa agar dapat mengikuti acara tahlilan untuk Bu Ratna. Bahkan untuk semua makanan dan minuman yang di sediakan untuk para warga, Rain lah yang sudah mempersiapkan nya. Dan Reyhan lah yang mengatur akan hal itu, Rain hanya memerintah dan Reyhan lah yang melaksanakan perintah Rain.


" Terima kasih Rey, sudah membantu " ucap Annisa kepada Reyhan.


Reyhan juga ikut datang dalam hari ke tiga acara tahlilan untuk bu Ratna. Saat ini Annisa dan Reyhan berada di teras rumah, keadaan rumah Annisa sudah sepi karena beberapa warga yang datang semua nya sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.


" Annisa? boleh aku bertanya sesuatu? " tanya Reyhan.


Annisa tersenyum, " tentu Rey, apa yang ingin kau tanyakan? " tanya Annisa.


" Sebenarnya siapa Bu Ratna itu? kenapa kau tak pernah bercerita? karena yang ku tau anggota keluarga mu hanya tersisa orang tua dan juga nenekmu? " tanya Reyhan.


Annisa menarik nafas panjang, ia memulai menceritakan siapa sebenarnya Bu Ratna. Mulai dari awal mula kedua orang tua nya menemukan Bu Ratna hingga akhirnya Bu Ratna tinggal bersama mereka dan menjadi anggota keluarga mereka.


Sepanjang bercerita, Reyhan tampak serius mendengarkan cerita Annisa. Dan sesekali Reyhan menganggukkan kepala nya tanda mengerti.


" Waktu itu Bu Ratna sempat mengalami kejang-kejang dan memerlukan operasi secepatnya Rey, dokter mengatakan kemungkinan Bu Ratna akan sadar setelah operasi hanya 20%, tapi jika tidak di operasi maka keadaan Bu Ratna akan semakin buruk. Bahkan meninggal dunia. Saat itu aku begitu bimbang Rey, aku tidak punya apa-apa saat itu, aku tidak punya uang untuk membayar operasi Bu Ratna "


Kedua mata Annisa mulai berkaca-kaca, mengingat masa itu membuat Annisa bersedih dan kembali mengingat Bu Ratna.


Melihat Annisa yang seperti ingin menangis membuat Reyhan juga ikut bersedih. " Sudah cukup Annisa, aku mengerti. Karena itulah juga kau terpaksa meminjam uang kepada Rain dan menyanggupi untuk tinggal bersama Rain kan? "


Annisa melihat ke arah Reyhan, " Kau tau tentang ini Rey? " tanya Annisa.


" Tentu aku tau Annisa, karena waktu pertama Rain meminta mu untuk tinggal bersama nya kau begitu keras untuk tidak mau, dan entah mengapa tiba-tiba saja secepat itu kau berubah pikiran, pasti ada sesuatu hal yang benar-benar serius yang membuatmu terpaksa merubah keputusan mu kan? dan ternyata benar "


" Ya Rey, dan sekarang Bu Ratna telah tiada, aku sudah tidak punya siapapun lagi. Dan tidak ada lagi yang bisa aku perjuangkan Rey " ucap Annisa bersedih.


" Jangan berkata seperti itu Annisa, kau masih punya Rain, dan aku juga " ucap Reyhan.

__ADS_1


" Masih ada satu yang harus terus kau perjuangkan Annisa " ucap Reyhan kembali.


" Maksdumu Rey? " tanya Annisa.


" Hubungan mu dan Rain? kalian kan sepasang suami istri, aku tau pernikahan kalian terjadi karena terpaksa. Tapi aku yakin Tuhan telah memberi jalan terbaik untuk kalian, sudahi saja semua aturan konyol di antara kalian berdua. Aku yakin kalian akan hidup bahagia bersama selama nya " jelas Reyhan.


Annisa terkekeh mendengar penjelasan Reyhan, membuat Reyhan mengerenyitkan keningnya.


" Kenapa kau tertawa Annisa? " tanya Reyhan.


" Tidak apa Rey, aku rasa ucapan mu terlalu jauh " ucap Annisa.


" Terlalu jauh bagaimana Annisa, apa yang aku katakan itu benar. Kalian berdua itu sangat serasi, bahkan hanya kaulah yang selama ini bisa menjinakkan Reyhan, selama Rain bersama mu, begitu banyak perubahan baik pada diri Rain. Dan semua itu karena kau Annisa "


Annisa kini tidak bisa menahan tawa nya, ia tertawa lepas mendengar ucapan Reyhan yang menurutnya sangat konyol.


" Itu Annisa.. itu..!!! itulah maksudku, kau lah wanita yang bisa mengerti Rain, dan bisa menyeimbangi hidup Rain. Dan aku yakin jika Rain saat ini sudah memiliki rasa cinta kepadamu "


Annisa terdiam lalu melihat ke arah Reyhan, lalu kemudian Annisa kembali tertawa.


" Cinta??? Hahaha... sudah Rey, khayalan mu terlalu jauh " ucap Annisa sembari tertawa.


" Apa yang aku katakan benar Annisa, mungkin kau tidak bisa melihatnya, tapi aku bisa. Aku sudah mengenal Rain sejak lama dan aku tau persis Rain seperti apa, Rain itu sebenarnya lelaki yang sangat baik, hanya saja setelah di tinggal oleh Sania sikapnya semakin menjadi-jadi, ia menjadi seorang yang semakin pemarah dan dingin "


" Sania? " tanya Annisa, Annisa ingat jika waktu itu Rain sempat tidur mengigau dan berteriak dengan menyebutkan nama Sania.


" Ya Sania, Sania itu adalah mantan kekasih , tapi ya sudahlah Annisa, itu hanya masa lalu Rain "


Annisa terdiam, " Pantas saja semalam Rain mengigau dan menyebutkan nama Sania, ternyata dia mantan kekasihnya Rain. Ternyata Rain pernah punya kekasih juga? aku kira tidak, Hahaha " batin Annisa, Annisa tampak senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


" Aku sangat berharap kalian berdua bisa bersama selama nya " ucap Reyhan.


Annisa tersenyum tipis mendengar ucapan Reyhan, entah Annisa harus bagaimana, Annisa di buat bingung setelah mendengar ucapan terakhir Reyhan.


" Ayo kita pergi " ucap Rain yang tiba-tiba datang setelah dari kamar mandi.


" Kita pergi sekarang? " tanya Reyhan kepada Rain.


" Ya " jawab Rain singkat.


Sebenarnya Rain ingin kembali bermalam dengan Annisa malam ini, hanya saja karena ada sesuatu yang terjadi dengan salah satu cabang perusahaan mereka membuat Rain harus segera ke sana langsung untuk menyelesaikan nya.


" Annisa, aku pamit ya " ucap Reyhan tersenyum manis kepada Annisa lalu bejalan terlebih dahulu meninggalkan Rain dan Annisa berdua.


" Aku pergi " ucap Rain


" Ya Rain, Terima kasih sudah membantu, semoga masalah yang menimpa perusahaan mu segera terselesaikan " ucap Annisa.


Rain hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Annisa, lalu perlahan meninggalkan Annisa.


Setelah beberapa meter, Rain menghentikan langkahnya lalu berbalik badan melihat ke arah Annisa, Annisa yang masih berdiri sembari melihat Rain pun jadi salah tingkah.


Annisa pun dengan refleks melambaikan tangan nya lalu tersenyum kepada Rain, dan Rain hanya tersenyum tipis melihat Annisa. Sebenarnya Rain sangat senang melihat tingkah Annisa seperti itu.


Cukup lama saling tatap dari kejauhan, Rain kembali berbalik badan lalu berjalan menuju mobilnya.


Melihat Rain kembali berjalan membuat Annisa membuang nafas panjang.


" Aduh Annisa, kenapa jadi salah tingkah begini, kenapa aku melambaikan tanganku kepada Rain? " ucap Annisa merutuki kebodohan nya sendiri karena salah tingkah setelah di lihat oleh Rain.

__ADS_1


__ADS_2