
Kedatangan Kayla tentulah sudah diketahui oleh Annisa , dan Annisa terlihat sangat sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam mereka. Walaupun sudah ada beberapa asisten rumah tangga yang ada di rumah mereka, Annisa tetap turun langsung untuk memasak dan menyajikan masakan untuk keluarganya.
" Ummi..." panggil Arkana.
" Iya sayang , ada apa Arkana ? "
" Ummi lihat, bagaimana penampilan Arkana ? Apa sudah terlihat tampan ? " tanya Arkana yang sudah terlihat rapi dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru yang di padukan dengan celana Levis berwarna hitam.
" maa syaa Allah, anak Ummi tampan sekali "
Annisa mengelus elus lembut pucuk kepala Arkana.
" Kalau begitu, Ummi cepatlah bersiap, sebentar lagi magrib Mi , Abi sebentar lagi pulang, dan bibi Arkana juga pasti akan segera tiba "
Arkana begitu antusias menunggu kehadiran bibi nya yaitu adik dari ayahnya Rain. Mendengar bahwa ia memilki seorang bibi tentu Arkana sangat kegirangan, pasalnya bertambah banyaklah lagi anggota keluarga kini.
" Ya sayang , sedikit lagi "
" Nyonya, Tuan Rain sudah datang " ucap salah seorang asisten rumah tangga mereka yang melihat kedatangan Rain.
" Abi sudah datang Mi "
Arkana bergegas keluar dari dapur untuk menemui Rain.
" Kalau begitu biar saya yang melanjutkan Nyonya " pinta Bu Santi.
" Hmm..ya sudah Bu, minta tolong ya Bu, saya mau datangin Mas Rain dulu "
" Baik Nyonya "
Annisa mencuci tangannya lalu melepas celemek yang ia pakai. Kemudian Annisa keluar dari dapur, belum sampai di depan ruang tamu, Rain bersama Arkana sudah menghampirinya terlebih dahulu.
" Mas, Assalamualaikum "
Annisa mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan Rain.
" Wa'alaikumussalam "
" Ummi, bibi nya belum datang " ucap Arkana.
" Benar Mas, dimana Kayla ? " tanya Annisa.
" Kayla masih sibuk, habis magrib, Reyhan akan menjemputnya dan membawa nya ke sini "
" Oh..baiklah, kalau begitu aku ke kamar dulu Mas, aku siapkan air hangat buat Mas mandi "
Annisa ingin beranjak pergi namun Rain menarik lengannya dan langsung melingkarkan tangan Rain di pinggang Annisa.
__ADS_1
" Kamu sudah merasa baik ? Jangan terlalu lelah, aku bisa melakukan nya sendiri " bisik Rain di telinga Annisa.
" Mas, ada Arkana.. " bisik Annisa kemudian, karena tidak nyaman saat Arkana melihat Rain yang memeluknya.
" Uppss...Arkana tidak melihat Mi, Bi, Arkana mau ke kamar dulu ya, Arkana mau siap - siap sebentar lagi Maghrib tiba, Abi cepat mandi , kita sholat berjamaah " ucap Arkana sembari menutup matanya dengan kedua tangannya sendiri, kemudian berlari menuju kamarnya.
Rain dan Annisa terkekeh melihat aksi Arkana. Setelah Arkana pergi, Rain semakin mempererat pelukannya kepada sang istri.
" Mas, banyak orang di sini, nanti ada yang melihat " ucap Annisa sembari berbisik.
" Kalau begitu ayo kita ke kamar "
Rain melepas pelukannya lalu menggandeng Annisa menuju kamar.
" Aku siapkan air hangat buat Mas Rain "
Annisa kembali memikirkan untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya, namun Rain kembali menarik tangan Annisa dan membawa Annisa kedalam pelukannya.
Rain menatap wajah Annisa penuh cinta.
" Kata anak kita, seharian ini kamu sibuk memasak ? Kamu tidak lelah Annisa ? Kamu baru saja keluar dari rumah sakit, jangan terlalu lelah , biarkan asisten rumah tangga kita yang mengerjakan nya " Rain melepas cadar Annisa lalu mengelus lembut wajah Annisa.
" Tidak Mas, aku sudah sehat , aku juga sudah lama sekali tidak memasak untuk Mas Rain dan juga Kayla, Kayla pasti rindu masakan aku Mas, dan aku sudah membuatkan makanan kesukaan Kayla "
Rain mengelus-elus kepala Annisa, kemudian mencium lembut kening Annisa.
" Terima kasih Annisa, sampai sekarang kamu juga masih mengingat masakan kesukaan adikku "
" Iya, karena kamu sudah sehat ? Berarti kamu sudah siap untuk malam ini ? " bisik Rain di telinga Annisa yang membuat wajah Annisa seketika memerah.
" Mas..jangan menggoda ku " ucap Annisa sembari terkekeh.
Rain juga ikut terkekeh melihat kedua pipi istri nya yang memerah seperti tomat. Rain lalu membawa Annisa kedalam pelukannya, rasa lelah Rain setelah seharian bekerja seketika menghilang saat berada dalam pelukannya Annisa.
*****
Kayla buru-buru menutup butiknya saat tahu bahwa Reyhan telah datang menunggunya di luar. Sebelum menghampiri Kayla, Kayla memperhatikan penampilannya di balik cermin.
" kak Rey " panggil Kayla.
Reyhan tersenyum melihat Kayla, Kayla berlari ke arah Reyhan dan langsung memeluk Reyhan.
Reyhan merasa sedikit gugup karena ulah Kayla yang langsung memeluknya. Sebenarnya sejak dulu Kayla selalu seperti ini kepadanya karena sudah menganggap Reyhan seperti kakaknya sendiri. Namun setelah kepulangan Kayla dari luar negeri, Reyhan semakin merasakan ada hal yang aneh pada dirinya, tentu saat pertama melihat Kayla pulang dari luar negeri, Reyhan melihat Kayla sudah beranjak dewasa dan semakin cantik. Penampilan Kayla juga sangat berubah , rambutnya yang dulu pendek sekarang sudah semakin panjang.
Walaupun umur Reyhan lebih tua dari Kayla, jika di pasangkan, mereka terlihat seumuran, bahkan terlihat sangat serasi.
" Kay, kamu sudah beranjak dewasa, jangan terus memelukku ketika bertemu " ucap Reyhan.
__ADS_1
" Kenapa kak Rey, Kak Rey takut ya kalau orang-orang menyangka kita berpacaran ? " goda Kayla.
" Bu..bukan begitu Kay, sekarang kamu sudah dewasa, bukan anak kecil lagi, tidak baik di lihat orang jika kita berpelukan di jalan seperti ini "
" Iya..iya..kak "
" Ya sudah, ayo masuk , kita berangkat sekarang "
Kayla masuk kedalam mobil bersamaan dengan Reyhan.
" Kita mau kemana Kak Rey ? Apa kak Rey dan Kak Rain ingin memberikan kejutan untukku ? "
" Nanti kamu akan tahu sendiri Kay , oh ya kamu tidak memberi tahu Tante Sarah ? "
" Tidak kak, aku hanya minta ijin untuk pulang larut malam, selebihnya aku tidak katakan apapun kepada Tante Sarah "
" Baguslah "
" Kak, aku masih belum mengerti tentang Tante Sarah, kenapa kita harus merahasiakan nya dari Tante Sarah "
" Aku sudah pernah mengatakan sebelumnya kan Kay, Tante Sarah itu bukan orang yang baik "
Kayla terdiam, ia masih belum percaya karena ia tidak melihat dengan mata kepala nya sendiri, sebab selama ini Tante Sarah selalu baik kepadanya, Tante Sarah juga sudah menjadi orangtua pengganti Kayla selama ini. Walaupun memang ada beberapa hal yang sedikit Kayla curigai tentang Tante Sarah, terlebih CCTV yang tersimpan di rumah mereka yang pernah Reyhan ceritakan kepadanya.
" Ya kak Rey, tapi kak , Kak Rain tidak mengatakan apa-apa kepadaku "
" Rain hanya menunggu waktu yang tepat Kay "
Karena asyik berbincang, Kayla tak sadar bahwa mereka sudah sampai di kediaman Rain dan Annisa.
" Rumah siapa ini kak ? "
Reyhan tak menjawab pertanyaan dari Kayla, Reyhan langsung masuk ke dalam rumah setelah pagar rumah Rain terbuka.
Kayla juga memperhatikan beberapa orang yang berjaga di sekitaran rumah itu.
" Ayo turun Kay "
Kayla menurut, ia pun turun dari mobil, masih terlihat bingung karena tidak tahu kemana Reyhan membawanya.
" Itu seperti mobil Kak Rain, ini rumah Kak Rain ? " tanya Kayla saat melihat mobil Rain terparkir di garasi.
Pintu rumah terbuka lebar, seorang asisten rumah tangga membukakan pintu untuk mereka berdua. Di dalam sudah ada Rain, Annisa dan Arkana yang menunggu kedatangan Kayla dan Reyhan.
" Rumahnya besar sekali, dimana Kak Rain ? " tanya Kayla.
Reyhan hanya tersenyum kepada Kayla lalu mengisyaratkan kepada Kayla untuk melihat ke arah depan.
__ADS_1
" Assalamualaikum, Kayla "
" Kak Annisa...."