Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 118


__ADS_3

Annisa terbangun dari tidurnya dan tersenyum saat melihat Rain yang sudah bangun terlebih dahulu darinya. Annisa tidak tahu saja bahwa Rain sudah lama bangun dan yang Rain lakukan hanya menatap wajah Annisa yang masih tertidur.


" Mas Rain "


Rain memberikan kecupan di kening Annisa, bagi Rain semalam adalah malam yang sangat terindah.


" Sudah jam berapa Mas ? "


" Jam 4 pagi sayang, tidurlah lagi,aku akan membangunkan mu jika sudah waktu subuh "


Rain mempererat pelukannya kepada Annisa. Dan membenamkan kepala Annisa di dada bidangnya.


" Mas, boleh aku tanya sesuatu? "


Annisa mendongakkan kepalanya melihat Rain.


" Tentu, apa yang ingin kamu tanyakan? "


" Apa Mas baik - baik saja ? Aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian bertiga semalam "


Annisa merasa khawatir akan suaminya, Annisa mengerti jika ini sangat tidak mudah bagi Rain dan Kayla, dimana akhirnya Tante Sarah yang merupakan keluarga mereka yang tersisa , yang bahkan sudah Rain dan Kayla anggap sebagai orangtua sendiri, sudah mengkhianati mereka.


Rain tersenyum lalu mengelus - elus lembut rambut Annisa.


" Selama ada kamu di sisi aku, aku pasti akan baik - baik saja Annisa "


Annisa merasa senang karena Rain tampak baik - baik saja.


" Saat ini Tante Sarah belum mengetahui keberadaan kalian, dan untuk sementara aku masih merahasiakannya, aku tidak ingin Tante Sarah mengetahui nya , karena aku yakin jika ia tahu, pasti akan berbuat hal yang kita tidak inginkan, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan juga Arkana "


" Karena itu di rumah kita banyak sekali penjaga ? "


" Benar sayang, aku akan melakukan apapun untuk melindungi kalian "


" Bisakah Mas Rain berjanji sesuatu kepadaku ? "


" Apa itu ? "

__ADS_1


" Berjanjilah untuk tetap tenang saat Mas mulai marah, dan berhati hatilah, aku juga tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu Mas Rain "


Dahulu Rain adalah orang yang sangat pemarah, bahkan di saat marah Rain akan lupa semuanya, dan selalu meluapkan kekesalannya dengan penuh amarah dan tidak berpikir jernih. Karena amarahnya itulah Rain dan Annisa harus terpisah. Dan hanya sebuah penyesalan lah yang akhirnya Rain dapatkan.


" Ya sayang, sejak tinggal di pesantren, aku belajar banyak hal, dan segala yang terjadi kepadaku memberiku banyak hal yang akhirnya membuatku tersadar dan berusaha merubah hal itu agar menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi suami yang baik untukmu dan ayah yang baik untuk Arkana , tetaplah berada di sisiku apapun yang terjadi Annisa, ingatkan aku jika aku mulai salah, dan bimbinglah aku jika ada hal yang tidak aku ketahui "


Rain dan Annisa saling berpandangan, Annisa menganggukkan kepalanya dan kemudian Annisa memendamkan kepalanya di dada Rain seraya memeluk erat tubuh Rain. Annisa pun meneteskan air matanya, Annisa merasa tersentuh mendengar penuturan Rain.


*****


Rain kembali ke kediaman Tante Sarah, sesuai janjinya, hari ini Rain akan menjemput Kayla untuk membawa Kayla ke suatu tempat.


" Rain, duduklah , Tante ingin bicara "


Rain mengikuti perintah Tante Sarah dan duduk berseberangan dengan Tante Sarah.


" Rain,, kamu dari mana saja ? Kenapa jarang sekali pulang ? "


" aku tinggal di apartemen Tante "


" Apartemen?? sekarang kamu memilih kembali ke sana ? kenapa tidak memberi tahu Tante terlebih dahulu Rain ? "


" Baiklah, Tante tidak akan mencampuri urusan kamu, maafkan Tante ya. Tapi bagaimana dengan Sania, kamu tidak ingin mempertimbangkan nya kembali ? "


" Untuk apa aku mempertimbangkan nya Tante, aku sudah memilki istri, dan status ku masih sah sebagai suami Annisa "


Tante Sarah membulatkan kedua matanya saat Rain menyebut nama Annisa.


" Kenapa...kamu menyebut nama wanita itu lagi Rain, sudah jelas dia selingkuh dari kamu, kamu juga sudah mengusirnya kan , kalian sudah lama berpisah, jadi bisa di anggap kalian sudah bercerai "


" Tapi aku tidak mengatakan bahwa aku menceraikannya Tante "


" Ya..tapi..kan sama saja Rain, lagipula apa lagi yang kamu harapkan dari Annisa, bisa saja sekarang hidupnya sudah bahagia dengan selingkuhannya itu , jadi jangan membuat dirimu menderita hanya karena Annisa , kamu harus memulai hidup baru kamu Rain "


" Kalau begitu aku akan mencoba mencari tahu tentang Annisa, apakah benar kini ia sudah bahagia dengan selingkuhannya itu "


" Tidak Rain !!!! "

__ADS_1


Tante Sarah berbicara dengan menaikkan sedikit nada suaranya, kekesalannya membuat Tante Sarah tidak bisa menahan amarahnya itu. Tante Sarah tidak mengetahui saja bahwa Rain sedang mencoba mengujinya dan ingin melihat bagaimana sikap Tante Sarah jika Rain mencoba mencari tahu tentang Annisa.


" Bukankah kamu sudah berjanji kepada dirimu sendiri untuk tidak lagi peduli dengan Annisa, jadi kamu tidak perlu mencari nya lagi Rain "


" Ya aku dulu pernah berjanji, tapi aku hanya penasaran saja, selama ini bagaimana hidup Annisa, Reyhan pernah bercerita bahwa ia sempat mencari - cari Annisa, tapi Annisa seperti tenggelam di telan bumi, Reyhan juga mengatakan padaku bahwa ia sempat bertemu dengan lelaki selingkuhan Annisa, tapi lelaki itu hanya seorang diri, Reyhan tidak melihat adanya Annisa, dan hal itu membuat aku sedikit curiga, aku teringat bahwa Annisa mengatakan bahwa ia di jebak, jadi kemungkinan itu benar, dan aku akan mencari tahu tentang hal itu Tante, mungkin saja ada seseorang yang tidak menyukai hubunganku dengan Annisa, dan akhirnya melakukan hal serendah itu untuk memisahkan kami "


Rain menatap Tante Sarah dengan tatapan tajam, sedangkan Tante Sarah tampak takut dan tubuhnya merasa bergetar saat Rain mengatakan bahwa Rain telah mencurigai seseorang.


" Hahahaha....apa yang kamu bicarakan Rain, sudahlah jangan mempercayai Reyhan, mungkin Reyhan hanya asal berbicara, mungkin saja Reyhan salah orang "


" Maka dari itu aku akan mencarinya Tante, dan kalau benar Annisa hanya di jebak, aku akan mencari siapa dalang dari kejadian itu, dan akan menghukumnya, memberikannya pelajaran yang setimpal "


Rain kembali menatap Tante Sarah dengan tatapan tajam , kemudian Rain pergi untuk menemui Kayla.


Tante Sarah hanya diam mematung sembari melihat Rain yang sudah menghilang dari balik tembok.


" Bagaimana ini ? "


Tante Sarah mulai resah, ia beranjak menuju kamarnya , dan di sana ia menghubungi seseorang, seorang lelaki yang menjadi suruhan nya untuk memata-matai Rain.


" Kau sudah mendapatkan sesuatu? "


" Belum Nyonya, maafkan saya "


" Dasar tidak berguna, sudah lama sekali kenapa tidak ada informasi apapun "


" Maaf Nyonya, selama beberapa hari ini, Rain tidak melakukan gerak gerik yang mencurigakan, beberapa hari ini ia tinggal di apartemen, sesekali keluar untuk bertemu dengan beberapa rekan kerjanya dan kembali ke kantornya untuk bekerja, hanya itu saja "


" Baiklah, sekarang cari informasi mengenai Annisa, cari Annisa dimana saja, aku ingin kamu memberi kabar kepadaku secepatnya "


" Baik Nyonya "


Di tempat lain, tak lama setelah Tante Sarah menghubungi suruhannya itu. Rain juga menerima sebuah panggilan telepon.


" Bagaimana? "


" Dia meminta untuk menyelidiki Annisa "

__ADS_1


" Baik, lakukan saja apa yang ia minta "


Rain tersenyum tipis, setelahnya Rain memutuskan sambungan teleponnya.


__ADS_2