
Kedua mata Kayla berkaca-kaca saat melihat Annisa, ia pun segera berlari dan memeluk Annisa. Sejenak ruangan menjadi hening, Rain dan Reyhan tersenyum melihat Kayla yang sedang memeluk Annisa, begitupula dengan Arkana.
Kayla melepas pelukannya dari Annisa, " Kak Annisa kemana saja selama ini kak ? aku senang sekali bisa kembali bertemu dengan kak Annisa "
Annisa menyeka air mata Kayla, Annisa pun juga ikut meneteskan air mata saat Kayla memeluknya.
" Bagaimana kabarmu Kay ? "
" aku baik kak, Bagaimana dengan Kak Annisa ?"
" Seperti yang kamu lihat Kay, kakak juga baik "
" Kayla benar-benar tidak tahu lagi mau berucap apa kak, Kayla benar-benar bersyukur, selain kabar kembali nya kak Rain, Kak Annisa akhirnya juga kembali "
Kayla baru menyadari bahwa ada seorang anak yang berada di samping Annisa, Kayla pun menoleh , kemudian berjongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Arkana.
Kayla menatap Arkana dengan penuh tanda tanya, Kayla juga ingat bahwa ia pernah bertemu dengan anak lelaki yang ada di depannya saat ini.
" kamu...kamu Arkana kan ? " Kayla tersenyum lebar saat ingat tentang Arkana, yang waktu itu pernah ia temui di rumah sakit.
" Benar Tante " jawab Arkana sembari tersenyum kepada Kayla.
Annisa mengerenyitkan keningnya, " kalian sudah saling kenal ? "
" kami bertemu di rumah sakit kak.. oh tidak... "
Kayla menutup mulutnya dengan kedua tangan, saat semua yang ada di pikirannya berkumpul menjadi satu.
" Kak Rain, Arkana ini..Arkana anaknya kak Rain dan Kak Annisa ? "
Rain dan Annisa saling pandang, kemudian sama-sama melihat ke arah Kayla dan menganggukkan kepala mereka.
" Ya ampun...pantas saja kamu mirip sekali dengan kak Rain, ternyata kamu keponakan aku " Kayla memeluk Arkana.
" Pantas saja waktu itu Kak Rain langsung pergi saat aku katakan bahwa aku bertemu dengan anak lelaki yang mirip dengannya, ternyata Arkana , kenapa Kak Rain tidak memberi tahu ku ? "
Kayla berdiri kemudian menatap tajam kepada kakaknya Rain, Kayla merasa telah di bohongi oleh Rain.
" Cerita nya sangat panjang dek, nanti kakak akan ceritakan semuanya "
" Baiklah kak, aku mengerti. Dan..kalau Arkana di rumah sakit, berarti saat itu siapa yang di rawat ? Kak Annisa ? "
" Iya benar Kay, aku mengalami Anemia dan terpaksa harus di rawat "
" Ya ampun,, seandainya saja saat itu aku tahu Kak Annisa ada di sana, aku pasti sudah menemui kak Annisa "
__ADS_1
" Iya tidak apa Kay, yang terpenting sekarang kita sudah saling bertemu "
" Benar Kak, pokoknya Kak Rain dan Kak Annisa punya hutang cerita kepadaku "
" Iya Kayla "
" Kepadaku juga Rain, Annisa, terlebih kepadamu Annisa, aku sudah mendengar sebagiannya dari Rain, dan sebagain lagi aku juga harus mendengar ceritanya dari mu "
" Baik Rey "
" Bagaimana kalau kita cerita nya sembari makan saja, kamu bilang akan ada makan malam kan Rain , aku sudah lapar "
" Iya benar, ayo kita semua ke ruang makan "
Rain Annisa berserta lainnya berjalan menuju ruang makan, Annisa sudah menyiapkan banyak sekali makanan yang lezat yang sudah tertata rapi di atas meja, semuanya adalah masakan Annisa sendiri.
Sembari makan, Rain dan Annisa pun bercerita kepada Kayla dan Reyhan mengenai pertemuan mereka hingga akhirnya mereka bisa kembali bersama. Kayla dan Reyhan mendengarkan nya dengan sangat antusias , bahkan di selingi air mata. Setelah makan, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk bersantai. Kayla dan Reyhan terlihat asyik bermain bersama Arkana.
" Sudah jam 9 malam Tante, sudah waktunya Arkana istirahat "
" Kenapa begitu cepat Arkana, aunty kan belum puas bermain dan mendengarkan ceritamu , oh ya mulai sekarang panggil aunty ya, jangan panggil Tante, aku berasa tua kalau di panggil Tante , hahaha " tawa Kayla.
" Baik Aunty, kalau begitu Arkana mau istirahat dulu ya "
" Biarkan saja Kay, Arkana pasti sudah lelah "
" Tapi Rey, kan kami baru saja bertemu "
" Maaf aunty, Arkana sudah terbiasa tidur jam segini, dan Arkana harus patuh dengan apa yang di perintahkan oleh Ummi "
" Tidak apa Arkana , bermainlah dengan bibi mu setengah jam lagi , setelah itu barulah Arkana tidur ya "
" Baik Ummi "
" Manis sekali... masih kecil saja kamu sudah sangat patuh , kamu hebat, Aunty jadi iri melihatnya ". ucap Kayla sembari memandangi wajah Arkana.
" Sebagai anak, kita di wajibkan untuk mematuhi perintah dari kedua orang tua kita Aunty , anak yang Sholeh harus berbakti kepada orangtuanya, mencintai Allah, mencintai Rasul Allah, mencintai Al-Qur'an, menyayangi keluarga, cinta dan sayang kepada orang memilki kekurangan, mengerjakan sholat lima waktu, dan banyak lagi aunty "
Kayla dan Reyhan terkejut mendengar penjelasan dari Arkana, pasalnya di umur Arkana yang masih sangat muda, Arkana sudah bisa sepintar itu, bahkan Kayla sendiri merasa tertampar mendengar penjelasan Arkana.
" Pintar sekali keponakan aunty , aunty jadi terharu mendengar nya "
" Benar, Paman juga jadi terharu mendengarnya Arkana, kamu anak yang pintar dan juga cerdas "
" Terima kasih uncle, aunty "
__ADS_1
" uncle ? Arkana bisa berbahasa inggris? " tanya Reyhan.
" Sedikit Paman " ucap Arkana dengan sedikit malu.
" Siapa yang mengajari Arkana ? Arkana sudah sekolah ? " tanya Kayla
" Arkana belum sekolah Aunty, dan yang mengajari Arkana berbahasa inggris adalah Ummi "
Semua yang ada di sana melihat ke arah Annisa termasuk Rain.
" Wahh..kak Annisa memang hebat " ucap Kayla.
" Aku hanya mengajari Arkana yang aku tahu Kay "
" Tetap saja itu hebat Annisa " ucap Reyhan.
" Terima kasih Rey "
Setelahnya Kayla dan Reyhan mengajak Arkana bermain di kamar Arkana sendiri. Reyhan memperhatikan Kayla yang begitu asyik bermain dengan Arkana, Reyhan tidak menyangka kalau Kayla terlihat sangat menyukai dan menyayangi anak-anak.
Sementara Kayla, Reyhan dan Arkana sedang asyik bermain, di ruang tamu hanya ada Rain dan Annisa.
Rain menatap wajah Annisa tanpa berkedip, membuat Annisa merasa malu karena sikap Rain.
" Mas, kenapa menatapku seperti itu "
" Kamu cantik "
" Mas,, jangan suka menggoda ku " Annisa merasa gugup saat Rain menatapnya terus menerus. Annisa mengambil segelas air yang ada di atas meja lalu meminumnya.
" Teh Mas habis, sebentar aku ambilkan dulu "
Rain memegangi tangan Annisa, " tidak perlu Annisa, aku hanya ingi minum air putih saja "
" Air putih, baiklah tunggu sebentar aku ambilkan dulu "
Rain kembali menahan Annisa yang ingin beranjak pergi.
" Bukankah ini ada , tidak perlu mengambilnya lagi " ucap Rain sembari melihat segelas air yang tadi di minum oleh Annisa.
" Tapi Mas..itu gelas bekas aku "
Rain mengambil gelas yang ada di atas meja dan minum tepat di bekas bibir Annisa.
" inilah nikmatnya sebuah pernikahan, bahkan segelas air putih saja bisa berubah manis saat kita minum di gelas yang sama yang diminum istri kita "
__ADS_1