Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 105


__ADS_3

Arkana duduk sendiri di depan ruang rawat ibunya, Abah Rahman bersama Amir berada di masjid, sedangkan Ummi Shofiah menunggu Annisa di dalam ruang perawatan.


Arkana tampak sedih melihat kondisi ibunya, pasalnya selama ini ibunya selalu tampak sehat dan tak pernah menunjukkan bahwa ibunya memilki riwayat penyakit Anemia yang sewaktu-waktu bisa datang seperti saat ini.


Arkana juga sedang memikirkan ayahnya Rain, Arkana berniat untuk mencari keberadaan sang ayah, namun tidak tahu harus mencarinya di mana.


" Kota ini sangat luas, bagaimana aku mencari Abi ? Abi harus tahu kondisi Ummi "


Arkana memanyunkan bibirnya, bingung haru berbuat apa.


Sebuah gantungan tas terjatuh tepat di depan Arkana, punya seorang wanita yang kebetulan berjalan melewati Arkana.


Arkana mengambil gantungan tas yang berbentuk boneka kecil itu dan bergegas memanggil wanita yang saat ini tak menyadari bahwa gantungan tasnya terlepas dan jatuh.


" Tante..."


Teriak Arkana , wanita itu berjalan bersama dengan seorang temannya yang juga seorang wanita. Ia menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang, melihat Arkana yang memanggil dan mengejarnya.


" Gantungan boneka ini terjatuh , ini punya Tante bukan ? "


Sejenak wanita itu hanya diam saja, ia terkejut melihat anak lelaki di depannya. Anak lelaki yang memilki wajah sangat mirip dengan kakaknya.


" Kayla " Panggil teman wanita Kayla dan Kayla pun tersadar.


Kayla berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Arkana. Masih merasa takjub, Kayla terus memandangi wajah Arkana.


Teman wanita Kayla yang bernama Reva ikut berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Arkana.


" Wajah anak ini, mirip sekali dengan kakakmu , Kay " ucap Reva.


" Benar Reva, bagaimana mungkin ? "


Arkana hanya diam dan tampak bingung melihat kedua wanita yang ada di depannya.


" Tante, ini gantungan boneka milik Tante kan ?" Arkana kembali bertanya.


Tersadar , Kayla memperhatikan tasnya dan benar gantungan boneka miliknya sudah tak ada. Kayla tersenyum lalu mengelus pucuk kepala Arkana.


" Benar anak tampan, terima kasih ya "


" Sama - sama Tante "


" Anak ini benar-benar mirip dengan kakakmu Kay "


Reva pun masih tak percaya dan takjub melihat Arkana.


" Siapa nama mu ? " tanya Kayla kepada Arkana.


" Arkana "


" Nama yang bagus "

__ADS_1


" Terima kasih Tante, kalau begitu Arkana permisi dulu. Assalamualaikum "


" Wa'alaikumussalam "


Arkana bergegas lari dan masuk kedalam kamar rawat ibunya. Dari kejauhan Kayla masih saja memperhatikan Arkana.


" Ayo Kay kita pulang "


" Iya Reva, anak lelaki itu sangat tampan "


" Benar Kay, mirip sekali dengan kakakmu, mungkin saja itu kembaran kakakmu Kay. Bukankah di dunia ini kita memilki 7 kembaran ? "


" Kamu percaya itu Reva ? "


" Buktinya anak lelaki tadi, hhahaha.. "


" Hahaha..kamu bisa saja Reva "


******


Rain tiba di rumahnya pukul satu malam, keadaan rumah sudah tampak sepi karena Tante Sarah tidak berada di rumah, Tante Sarah pergi berlibur ke luar negeri beberapa hari lalu bersama teman-teman arisan nya. Apabila menyangkut teman-teman Arisannya, Tante Sarah tentu tidak menolak, ia akan melakukan apa saja termasuk menghambur hamburkan uang untuk mereka, menunjukkan kesombongan nya dan bergaya layaknya seorang sultan.


Sedangkan Iyas, Iyas belum tiba di rumah , Rain mendapatkan informasi dari salah satu asisten rumah tangga mereka.


Kesempatan ini tentu tak di buang begitu saja oleh Rain, Rain mendapat kesempatan untuk menyelediki kejahatan yang di lakukan oleh Tante Sarah.


Perlahan Rain berjalan menuju ruangan kerja Iyas, sebelumnya Rain sudah mendapat semua CCTV yang ada di rumah nya, dan Rain sudah memanipulasi CCTV tersebut agar Tante Sarah tidak curiga.


Rain mengambil bross itu dan saat melihatnya kedua mata Rain memerah dan berkaca-kaca. Rain menggenggam bross cantik tersebut.


" Ini milik Ibu, ternyata benar kematian ayah dan ibu ada kaitannya dengan Tante Sarah dan juga Iyas "


Tentu saja berkaitan, kedua orangtua Rain meninggal karena mengalami kecelakaan. Rain masih ingat , terakhir kalinya bertemu sang ibu, Rain melihat ibu nya memakai bross itu yang di sematkan di balik bajunya, kedua orang tua Rain meninggal kecelakaan kemudian mobil mereka terbakar. Seharusnya bross itu juga ikut terbakar, tetapi ini justru sebaliknya. Berarti sebelum terjadinya kecelakaan, entah Iyas atau Tante Sarah pasti sempat bertemu dengan kedua orangtuanya.


Rain segera mengembalikan vas bunga tersebut di atas meja dan keluar dari ruang kerja Iyas secepatnya dengan membawa bross milik mendiang ibunya.


Di dalam kamarnya, Iyas kembali memandangi Bross milik mendiang ibunya. Seketika air mata Rain menetes, perasaan Rain begitu bergejolak, rasa marah, penyesalan, dan kerinduan menjadi satu.


Jika saja sejak awal Rain tahu bahwa Tante Sarah dan Iyas adalah orang yang jahat, semua ini mungkin tidak akan terjadi, kedua orangtuanya mungkin saja masih hidup hingga sekarang.


" Aku akan mengungkap semua nya Ibu, Ayah, aku berjanji akan mencari keadilan. Tante Sarah dan Iyas harus membayar semua yang sudah mereka lakukan "


*****


" Selamat pagi Kak... " sapa Kayla.


Rain sedang berada di ruang makan, Rain sudah tampak gagah dengan balutan jas hitamnya dan di padukan dengan dasi berwarna biru.


" Pagi Kay "


" Kak , kapan-kapan datang ke butik aku ya kak "

__ADS_1


Setelah pulang dari luar negeri dan menyelesaikan kuliahnya, Kayla memilih untuk menjalani bisnis di bidang fashion. Kayla membuka sebuah butik yang berada di pusat kota. Kayla membangun butik tersebut tentu dengan jerih payahnya sendiri, selama kuliah di luar negeri, Kayla juga mengambil sampingan untuk bekerja, dan sebagian uang yang di kirim Rain untuknya pun ia sisihkan dan akhirnya ia bisa membangun butik impian nya.


" Ya Kay, kalau ada waktu, kakak akan datang mengunjungi butikmu "


" Janji ya kak, aku tunggu "


Kayla begitu bahagia, Rain tersenyum melihat Kayla yang tampak kegirangan.


" Oh ya kak, ada yang mau aku tanyakan mengenai Tante Sarah. Kebetulan Tante Sarah dan Kak Iyas tidak ada di sini "


" Tentang apa Kay ? "


" Gini kak, waktu itu Kak Reyhan pernah bercerita mengenai Tante Sarah yang.. "


" Jangan bahas itu di sini Kay, nanti kakak akan menjawab pertanyaan mu "


Rain segera memotong ucapan Kayla, Rain mengerti apa yang di maksud oleh Kayla. Dan Rain tak ingin Kayla menceritakan hal itu di sana, karena walaupun saat ini Tante Sarah tidak ada, masih ada para pelayan yang kemungkinan menjadi salah satu anak buah Tante Sarah yang tidak bisa Rain percaya.


" Baiklah kak, tapi ada satu lagi ni kak , aku mau cerita. Jadi semalam aku ke rumah sakit sama Reva, nah di sana aku ketemu sama anak kecil yang tampan banget kak "


Rain hanya tersenyum mendengar cerita dan ocehan adiknya, Rain dengan setia mendengarkan sembari memakan sarapan nya.


" Kakak tau gak, anak itu wajahnya mirip banget sama kakak "


Deg..


Rain berhenti mengunyah , lalu melihat Kayla.


" Kenapa kakak menatap ku seperti itu ? " tanya Kayla saat terkejut melihat ekspresi tegang dari Rain.


" Dimana kamu melihat anak itu Kay ? "


" Di rumah sakit kak, wajah anak itu mirip banget sama kakak, seratus persen mirip kak "


Tanpa berpikir panjang, Rain beranjak lalu pergi meninggalkan Kayla.


" Kak Rain..Kak Rain mau kemana ? "


Kayla ikut mengejar Rain keluar rumah.


" Kak , Kak Rain mau kemana ? "


" Kirim alamat rumah sakit itu ke ponsel kakak sekarang "


" Iya kak, tapi..."


Belum selesai Kayla bertanya, Rain sudah pergi melakukan mobilnya.


" Kak Rain aneh sekali "


Setelah mendapat alamat rumah sakit dari Kayla, secepat mungkin Rain melakukan kendaraanya menuju rumah sakit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2