Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 109


__ADS_3

Reyhan dalam perjalanan kembali ke rumah sakit tempat Annisa di rawat , perintah tersebut tentulah datang dari Rain , setelah Reyhan berhasil mendapatkan rumah sesuai permintaan Rain.


" Arkana, mau ikut Abi keluar sebentar ? " pinta Rain.


" Baiklah Abi "


" Ummi, saya sudah menyiapkan tempat untuk Ummi, Abah, dan juga Amir menginap. Biarlah saya yang menjaga Annisa, jadi Ummi , Abah dan Amir tidak perlu kesusahan bermalam di rumah sakit "


" Ummi tidak mengapa nak Rain, nak Rain tidak perlu repot-repot "


" Tidak apa Ummi, nanti saya kembali menjemput Ummi di sini, saya keluar sebentar sekalian mencari Abah dan juga Amir "


" Baiklah Nak Rain "


Rain dan Arkana keluar dari rumah sakit untuk menemui Reyhan yang sudah menunggu di parkiran mobil.


" Annisa, Ummi jadi tidak enak hati dengan nak Rain , padahal tidak apa nak kalau Ummi , Abah dan Amir menginap di sini "


" Tidak apa Ummi, kalau di sana, Ummi dan Abah bisa tidur dengan nyaman, di sini untuk tidur saja susah. Ummi juga jangan mengkhawatirkan Annisa ya "


" Tapi kamu benar-benar tidak apa kan kalau Ummi tinggal ? "


Sebenarnya Annisa ingin sekali meminta Ummi Shofiah untuk tetap bersamanya, bukan karena ia takut kepada Rain, hanya saja kini jika bersama dan terlalu dekat dengan Rain membuat jantung Annisa selalu berdebar kencang, membuat perasaan Annisa tidak menentu.


Namun di sini lain, Annisa juga merasa kasihan kepada Ummi shofiah, Abah dan Amir. Mereka tentulah tidak dapat tidur dengan nyaman selama dua hari ini.


" Tidak apa Ummi, Ummi tidak perlu khawatir "


" Baiklah Annisa, tapi apa boleh Ummi bawa Arkana nak ? Ummi hanya khawatir dengan kondisi kesehatan Arkana, terlebih Arkana masih anak-anak, tidak baik kalau berlama-lama di rumah sakit "


Annisa kembali berpikir, padahal Arkana adalah jalan satu-satunya Annisa , sebagai penolong Annisa agar menjadi pemisah bagi Rain dan Annisa, paling tidak jika ada Arkana, Rain tidak akan melakukan hal - hal yang berani, entahlah, pikiran Annisa justru bercabang-cabang saat ini.


" Astaghfirullahadzhim "


" Ada apa Annisa ? "


Annisa terkekeh, " Tidak apa Ummi " Annis tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya jika ia hanya berdua saja dengan Rain. Apakah Rain akan kembali memeluknya lagi, Annisa merasa jika sampai itu terjadi maka jantung Annisa akan berhenti saat itu juga.


" Tidak apa , maksud kamu apa nak ? "


" Tidak apa Ummi, Ummi boleh membawa Arkana, agar Arkana juga bisa tidur dengan nyaman "


Tentulah kenyamanan dan kesehatan anaknya yang utama, Annisa harus mengesampingkan dulu perasaan nya saat ini.


Di parkiran rumah sakit, Rain berjalan sembari bergandengan tangan dengan Arkana menuju parkiran.

__ADS_1


" Itu bukannya Rain ? Kenapa dia bersama anak kecil ? " batin Reyhan.


Semakin dekat, wajah Arkana pun semakin jelas terlihat. Reyhan melongo bahkan dengan mulut terbuka, ia benar-benar takjub melihat Arkana yang wajahnya begitu mirip dengan Rain. Jelmaan Rain dalam bentuk bocah kecil.


" Assalamualaikum, Paman "


Arkana mengulurkan tangannya kepada Reyhan dan menyapa Reyhan.


" Hei Rey "


Rain harus menepuk terlebih dahulu lengan Reyhan , barulah Reyhan sadar dari lamunannya .


Reyhan pun berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Arkana, Reyhan masih menatap Arkana.


" Paman, Assalamualaikum, kenapa Paman tidak menjawab pesanku "


Kali ini Rain menepuk pelan pundak Reyhan , agar Reyhan kembali sadar dan menjawab salam dari Arkana.


" Wa'alaikumussalam , wajahmu, kenapa bisa mirip sekali dengan Rain ? " ucap Reyhan.


Arkana tersenyum, " Karena dia adalah Ayahku , maka dari itu wajah kami mirip " ucap Arkana sembari menunjuk ke arah Rain.


Reyhan pun kembali berdiri, " Yang benar Rain ? apa selama ini kamu berselingkuh dari Annisa, selama ini ternyata kamu sudah punya anak, kenapa aku bisa tidak tahu Rain, Bagaimana bisa...."


" Shuttt..Rey, jaga bicaramu, kamu tidak lihat ada Arkana di sini ? "


" Aku akan menjelaskan kepadamu nanti, yang jelas dia anakku "


" Aku tidak ingin penjelasan nanti Rain, aku ingin tahu sekarang. Bagaimana bisa kamu..astaga Rain, dia anakmu , dan ibunya ? "


" Ibuku bersama Annisa , Paman " ucap Arkana.


Rain dan Reyhan secara bersamaan melihat Arkana yang tersenyum kepada mereka berdua. Khususnya kepada Reyhan.


" Annisa ? Apa itu benar Rain ? "


" Ya Rain, itu benar " ucap Rain sembari tersenyum kepada Reyhan.


" Jadi..kamu..kamu sudah bertemu dengan Annisa, dimana Annisa nya sekarang, apa dia..dia sedang di rawat di rumah sakit ini ? aku ingin melihatnya Rain, aku merindukannya Rain "


Rain mengerenyitkan keningnya mendengar kalimat terakhir Reyhan yang mengatakan bahwa ia merindukan Annisa.


" Aku akan menjelaskan nya semua kepada mu nanti Rey, yang jelas Annisa baik-baik saja, dan kamu tak perlu menjenguknya "


" Tapi Rain, aku juga ingi tahu , aku ingin melihat kondisi Annisa ? "

__ADS_1


" Rey, apa kamu tidak dengar perintahku " ucap Rain dengan menatap tajam Reyhan.


Melihat tatapan tajam Rain tentu membuat hati Reyhan menciut.


" Baiklah Rain "


Arkana hanya diam dan tampak bingung melihat dua orang lelaki di depannya saling berdebat. Dan setelahnya Arkana terkekeh melihat Reyhan yang tampak takut kepada Ayahnya.


" Aku akan kembali lagi kedalam untuk menjemput keluarga Annisa, kamu tunggulah di sini, antar mereka ke tempat yang sudah kita sediakan "


" Baiklah Rain "


" Ayo Arkana, kita berangkat !!! "


" Baiklah Abi, dahhh Paman...Arkana pergi dulu, Assalamualaikum"


" Wa'alaikumussalam "


Reyhan tampak senyum-senyum sendiri , ia begitu bahagia mendengar bahwa Rain sudah menemukan Annisa, bahkan telah lahir Rain kecil di hidup mereka.


" Arkana, Arkana ikut bersama Ummi dan Abah ya ? " pinta Ummi shofiah.


Arkana tampak bingung, karena ia tidak ingin meninggalkan ayah dan ibunya.


" Benar Arkana, ini demi kesehatan Arkana, Arkana masih kecil jadi tidak boleh terlalu lama di rumah sakit " Ucap Abah Rahman.


" Tapi, Ummi tidak apa kan nek ? "


Rain berjongkok untuk menyesuaikan tubuhnya dengan Arkana.


" Ada Abi yang akan menemani Ummi, jadi Arkana tidak perlu khawatir "


" Baiklah Abi, jaga Ummi baik-baik ya, besok Arkana datang lagi "


" Itu baru jagoan Abi "


Rain tersenyum lalu mencium pucuk kepala Arkana.


" Ayo Abah, Ummi, Rain antar ke bawah "


Sampai di parkiran, Reyhan sudah menunggu di luar sesuai permintaan Rain.


" Selamat malam Om, Tante, " sapa Reyhan.


Abah Rahman, Ummi Shofiah dan Amir tampak terkejut melihat sikap dan cara Reyhan menyapa mereka. Pasalnya di tempat tinggal Abah, Abah Rahman selalu mengajarkan adab yang baik jika kita bertemu dengan seseorang yang tidak di kenal, terlebih orang tua seperti Abah dan Ummi shofiah.

__ADS_1


Tapi Abah Rahman memaklumi semuanya, mereka tidak berada di pesantren, dan mereka berada di kota saat ini. Tentu orang -orang di sini tidaklah sama dengan di pesantren, Cara bersikap, berpakaian sebagian dari mereka pasti berbeda. Karena tidak semua orang berasal dari lulusan pesantren atau sebagainya.


__ADS_2