Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 117


__ADS_3

Setelah Arkana tertidur, Kayla bersama dengan Reyhan keluar dari kamar untuk menemui Rain dan Annisa.


" Arkana sudah tertidur ? " tanya Rain saat melihat Kayla dan Reyhan.


" Sudah kak, dimana kak Annisa ? "


" Annisa sedang ada di dapur "


" Oh, kalau begitu aku mau ke dapur juga kak "


" Tunggu sebentar Kay "


" Kenapa kak ? "


" Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan "


Kayla kembali ke tempat duduknya, Rain ingin menceritakan beberapa hal yang masih Rain tutupi dari Kayla.


" Apa ini sangat penting Kak, wajah kak Rain terlihat tegang, kak Reyhan juga "


Kayla memperhatikan wajah Rain dan juga Reyhan.


" Sangat penting Kay, ini mengenai Tante Sarah "


Reyhan angkat bicara terlebih dahulu.


" Tante Sarah ?? "


" Kamu ingat kan, aku pernah mengingatkan mu agar berhati-hati dengan Tante Sarah "


" Iya kak, dan itu semua..apa benar kak Rain ? "


Rain kini angkat bicara, ia mulai menjelaskan kepada Kayla dan kecurigaan Rain mengenai kecelakaan yang menimpa dirinya.


Sama halnya dengan Rain yang saat itu terkejut mengetahui semuanya, begitu pula dengan Kayla saat ini, Kayla tertunduk, tubuhnya terasa gemetar, dan kedua matanya tampak berlinang.


Melihat adiknya yang terlihat syok, Rain beranjak untuk duduk di samping Annisa, begitupula dengan Reyhan.


" Kamu baik-baik saja Kay ? "


Kayla langsung memeluk Rain dan menangis di pelukan Rain.


Hiks..hiks..hiks..


Rain membiarkan Kayla menangis untuk beberapa saat, tentu mengetahui hal ini adalah kenyataan yang cukup pahit untuk Kayla. Pasalnya bagaimana pun Tante Sarah adalah bagian dari anggota keluarga mereka yang sangat berarti bagi mereka, sejak masih kanak-kanak, Rain dan Kayla tumbuh dan tinggal bersama Tante Sarah.


Rasanya sangat tidak mungkin jika Tante Sarah memilki niat jahat , bahkan rela melakukan ini kepada Rain.


Cukup tenang, Kayla melepas pelukannya dari Rain lalu menatap wajah kakaknya dengan kedua mata yang masih basah karena air mata.


" kakak tahu ini sangat sulit untuk di terima, tapi begitulah kenyataannya Kay, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu, dan kakak akan menunjukkan nya padamu "

__ADS_1


" Lalu.. bagaimana rencana kak Rain sekarang ?"


" Kakak dan Reyhan akan terus mencari bukti untuk membuktikan bahwa Tante Sarah adalah balik dari semua musibah dan kejahatan yang terjadi "


" Rain, bagaimana kalau kita mencari lagi lelaki yang waktu itu kamu bilang sempat kamu temui dan mengaku bahwa ia menjebak Annisa dan di suruh oleh seseorang, dia adalah saksi nya Rain, aku menduga bahwa semua itu juga campur tangan dari Tante Sarah "


Annisa diam-diam mendengarkan pembicaraan Rain, Reyhan dan Kayla, Annisa ingin keluar dari dapur dengan membawa beberapa cemilan dan juga minuman , namun sejenak berhenti karena mendengar pembicaraan mereka.


" Kamu benar Rain , kita akan mencoba mencari dia "


" Kalau memang benar ini adalah perbuatan Tante Sarah, aku tidak akan memaafkannya. Gara-gara itu semua, kak Rain harus salah paham dan akhirnya Kak Rain dan Kak Annisa harus berpisah, kak Annisa juga harus menderita bahkan harus melahirkan dan merawat Arkana seorang diri tanpa Kak Rain, semua ini salah Tante Sarah "


Rasa sedih berubah menjadi amarah, Kayla sudah tak menunjukkan kesedihan nya lagi, bahkan kini rasa kesal, benci dan amarahnya kepada Tante Sarah.


" Kakak dan juga Reyhan akan segera menyelesaikan semua masalah ini, Kalau semua sudah terbukti, maka Tante Sarah juga harus menanggung akibatnya "


" Benar kak, apa kak Annisa tahu semua ini kak Rain ? "


" Tidak Kay, kakak belum bercerita apapun kepada Annisa, untuk sementara kakak tidak mau membuat Annisa memikirkan hal ini, kakak tidak mau nantinya Annisa akan khawatir "


" Benar Kak "


Setelah cukup mendengar kan percakapan mereka , Annisa beranjak menemui mereka dengan membawa cemilan dan minuman.


" Sudah kembali Kay, apa Arkana sudah tertidur ? "


" Sudah kak, Kak Annisa bawa apa ? "


" Terima kasih kak Annisa "


Setelah kembali berbincang, Kayla memilih untuk pulang dengan di temani oleh Reyhan. Sebenarnya Kayla ingin bermalam , namun Rain meminta Kayla untuk tetap berada bersama Tante Sarah agar Tante Sarah tidak curiga. Tentu Rain juga sudah membekali Kayla untuk selalu berhati-hati.


" Sampai jumpa kak Annisa, besok aku datang lagi "


" Iya Kay "


Kayla melambaikan tangannya kepada Annisa, Annisa pun dengan tersenyum ramah juga melambaikan tangannya kepada Kayla.


" Kayla dari dulu sampai sekarang tidak berubah ya Mas "


" Kamu juga, dari dulu sampai sekarang kamu tetap sama dan tidak berubah sedikit pun "


Rain menatap Annisa dengan penuh cinta, kembali hal itu membuat Annisa merasa malu.


" Benarkah ? kita sudah lama berpisah Mas, Mas hanya belum tahu saja "


" Tidak, aku tahu, dari dulu sampai sekarang, kamu tetap mencintai ku, sama seperti aku yang selalu mencintai kamu "


Annisa terkekeh mendengar gombalan dari Rain, tapi apa yang di katakan oleh Rain adalah benar, dari dulu hingga sekarang, bahkan dengan semua yang terjadi , Annisa masih mencintai Rain, begitu pula sebaliknya.


" Ayo Masuk "

__ADS_1


Rain menggenggam tangan Annisa dan masuk kedalam rumah bersama.


" ada beberapa hal yang ingin aku kerjakan dulu Annisa, tidak apa kan kalau kamu pergi ke kamar terlebih dahulu ? "


" Ya Mas, tidak masalah, apa Mas sedang bekerja ? Apa aku harus membuat kopi ? "


Rain menarik tangan Annisa lalu memeluk Annisa, kemudian Rain mengecup lembut kening Annisa.


" Tidak perlu, dengan memelukmu saja sudah menjadi tambahan energi untukku Annisa "


Annisa tersenyum mendengar ucapan Rain, Annisa merasa Rain sekarang sedikit berubah, Rain yang dahulu tidak banyak bicara dan tidak terlalu biasa mengungkapkan rasa sayang nya kepada Annisa, kini justru begitu pandai mengutarakan kata - kata yang membuat hati Annisa merasa melayang ketika mendengar nya.


" Baiklah Mas, aku akan kembali ke kamar "


Annisa ingin beranjak pergi, namun Rain masih menahannya dan tidak melepas pelukannya dari Annisa.


" Mas Rain... "


" Baiklah.. "


Rain pun akhirnya melepas pelukannya, Annisa berjalan kembali ke kamar, dan Rain menuju ruang kerjanya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan nya yang masih belum usai.


Dua jam lama nya, Rain sudah mulai mengantuk, ia pun akhirnya mengakhiri pekerjaannya.


Ceklek....


Rain membuka pintu kamar, Rain masuk dan tidak melihat Annisa, Rain lalu menuju sebuah ruangan tempat biasa Annisa berhias. Dan di benar Annisa berada di sana, Annisa sedang duduk sembari berhias. Annisa bisa melihat Rain dari balik cermin dan tersenyum melihat kedatangan suaminya.


" Mas Rain "


Rain benar - benar takjub saat melihat Annisa, bahkan Rain tak berkedip sedikitpun. Annisa benar-benar terlihat berbeda, Annisa begitu cantik dengan balutan yang ia pakai. Annisa memakai baju tidur yang sedikit berbeda dan transparan, Annisa juga membiarkan rambut panjangnya terurai dengan indah.


Annisa berjalan mendekat ke arah Rain, Rain masih saja terus menatap Annisa.


" Pekerjaan Mas Rain sudah selesai ? Cepatlah bersihkan wajah dan jangan lupa gosok gigi sebelum tidur "


Annisa tersenyum setelah meminta suaminya untuk membersihkan wajah dan menggosok gigi, Annisa pun ingin beranjak menuju tempat tidur, namun Rain menahannya dan menarik lengan Annisa. Rain lalu membisikkan sesuatu di telinga Annisa.


" Kamu berpakaian seperti ini ? Kamu ingin menggoda ku ? "


Annisa tersenyum, lalu mengelus lembut pipi Rain.


" Sebagai istri yang baik dan shalihah , tentu harus tahu akan kewajiban dan hak - hak suami yang harus kita berikan, seorang istri juga harus pandai menempatkan diri, harus menjaga auratnya ketika keluar rumah atau saat bersama yang bukan mahramnya. Dan seorang istri juga harus tahu bahwa ia memilki kewajiban untuk menyenangkan suaminya mempercantik diri hanya untuk suami, berhias hanya untuk suami, tidak perlu berlebihan yang terpenting tampak menyenangkan saat di pandang oleh suaminya. Begitu pula sebaliknya, seorang suami juga harus tahu kewajiban dan hak - hak istri yang harus suaminya berikan kepada istrinya "


Rain tersenyum mendengar penjelasan Annisa lalu memeluk Annisa.


" Kalau begitu, biarkan aku menjalankan kewajiban ku dan mendapat kan hak ku sebagai seorang suami "


Rain dan Annisa saling tatap penuh cinta, Rain lalu menggendong Annisa menuju ke tempat tidur. Perlahan Rain merebahkan tubuh istrinya, dan mereka berdua kembali saling tatap penuh cinta. Rain lalu membisikkan sesuatu di telinga Annisa, sebuah doa yang membuat Annisa merasa tenang. Kemudian Rain mengecup lembut kening Annisa, beralih ke kedua mata Annisa, dan terakhir mengarah pada bibir manis sang istri.


Pada malam itu , malam yang penuh cinta, kedua pasang suami istri yang cukup lama berpisah akhirnya kembali memadu kasih dan cinta mereka. Bukan hanya semata - mata karena hawa nafsu, semua kembali untuk mendapatkan ridho dari sang pencipta.

__ADS_1


__ADS_2