
Reyhan datang mengunjungi Kayla di kediaman Tante Sarah. Tante Sarah saat ini sedang membujuk Kayla untuk menandatangani sebuah dokumen yang berisi tentang penyerahan seutuhnya perusahaan Rain kepada Iyas, dan memberikan tanggungjawab sepenuhnya kepada Iyas.
" Hei..Kay, Tante Sarah "
Reyhan melihat sebuah map yang sedang di sembunyikan oleh Tante Sarah, tepat saat ia datang.
Tante Sarah tersenyum kecut kepada Reyhan, sedangkan Kayla justru berbanding terbalik. Ia beranjak dari duduknya dan berdiri menyapa Reyhan.
" Apa kabar kak Rey ? "
Kayla memeluk Reyhan, Kayla merasa senang Reyhan datang menjenguknya.
" Tante mau ke kamar dulu ya Kay "
" Oh..baik Tante "
Tante Sarah pergi ke kamarnya dengan membawa map yang ia bawa, Tante Sarah terpaksa harus mengundur kembali rencananya karena kedatangan Reyhan.
" Duduk dulu kak Rey, aku ambilkan minum , kk Rey mau minum apa ? "
" Apa saja Kay "
" Baiklah "
Kayla beranjak menuju dapur, Reyhan diam-diam memperhatikan sekeliling ruang tamu, Reyhan yakin kalau di sekeliling rumah mulai dari depan dan di dalam rumah terdapat CCTV yang mengawasi gerak-geriknya.
Reyhan diam sejenak untuk berpikir, mencari cara agar ia dapat berbicara dengan Kayla dan membawa Kayla pergi dari rumah. Karena kalau saja Reyhan yang meminta nya, pasti Tante Sarah akan melarang Kayla, dan jalan satu-satu nya berbicara sendiri kepada Kayla agar Kayla mau pergi dari rumah tersebut.
Kayla membawa sebuah nampan yang berisi minuman , ia sengaja tidak meminta bantuan pelayan rumah karena ia ingin membawa dan membuat minuman itu sendiri untuk Reyhan.
" Dimana Kak Rey ? "
Kayla tampak bingung saat tidak melihat Reyhan di ruang tamu. Kayla menaruh nampan yang ia bawa di atas meja, setelahnya ia berjalan keluar untuk mencari Reyhan.
" Mobil kak Rey masih ada, apa mungkin dia ke toilet? " ucap Kayla saat melihat mobil Reyhan yang masih terparkir sempurna di halaman rumah mereka.
Kayla kembali masuk kedalam rumah dan menuju toliet tamu untuk mencari Reyhan. Kayla memegang ganggang pintu toilet, dan pintu langsung terbuka saat Kayla memutar ganggang nya, dan seseorang menarik Kayla masuk kedalam toilet tersebut.
Reyhan langsung membungkam mulut Kayla, Kayla terkejut dan sempat takut , namun mengetahui Reyhan yang ternyata menarik tangannya, membuatnya sedikit merasa tenang.
" Kak Rey, apa yang kak Rey lakukan ? " tanya Kayla saat Reyhan perlahan menurunkan tangannya dan tidak membungkam mulut Kayla lagi.
" Aku ingin berbicara denganmu Kayla "
Kayla tertawa kecil, " Kita bisa berbicara di luar kak Rey, kenapa harus di sini "
Kayla ingin keluar dari toilet, namun Reyhan melarangnya.
__ADS_1
" Di luar tidak aman Kay, ada CCTV yang mengawasi kita "
" CCTV ?? jangan bertindak konyol kak, CCTV hanya di pasang di luar rumah, tidak di dalam kak, kalaupun ada , tidak masalah juga kan kalau kita berbicara di luar saja "
" Aku tidak punya banyak waktu Kay, aku ingin kamu pergi dari rumah ini sekarang. Rumah ini tidak aman untukmu "
Kayla masih merasa bingung dengan yang di katakan oleh Reyhan.
" Tidak aman bagaimana kak Rey ? aku tidak mengerti ? "
" Aku mencurigai Tante Sarah, Tante Sarah menjadi dalang dari kecelakaan yang terjadi pada Rain "
Kayla membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Reyhan. Sama seperti Rain, tentu mendengar hal ini membuat Kayla terkejut.
" Tidak mungkin kak Rey, Tante Sarah itu Tante aku. Dia sudah seperti ibuku sendiri , tidak mungkin Tante Sarah melakukan semua ini, lagipula untuk apa ? "
" Untuk menguasai semua yang kamu dan Rain punya Kay, bukankah tadi dia memaksamu untuk menandatangani sesuatu? "
Kayla terdiam , " bagaimana kak Rey tahu ? itu..hanya sebuah dokumen kak, Tante meminta agar kak Iyas menggantikan posisi Kak Rain, karena menurut Tante Sarah aku masih terlalu muda dan terlalu cepat jika harus memimpin perusahaan, lagipula aku juga tidak yakin apa aku bisa menggantikan posisi kak Rain saat ini "
" Lalu, kamu percaya ? apa kamu sudah menandatangani nya ? "
" Belum kak, karena kak Rey datang, aku tidak jadi menandatangani nya "
" Baguslah, jangan tanda tangani dokumen itu, dan pergilah dari rumah ini "
" Aku akan menceritakan semuanya setelah kamu pergi dari rumah ini. Percayalah kepadaku Kay, aku tidak ingin sesuatu terjadi kepadamu "
Reyhan dan Kayla saling bertatapan, Kayla merasakan detak jantung nya berdetak kencang melihat Reyhan yang menatap nya begitu dalam.
" Aku percaya kak Rey, tapi.. "
" Kalau kamu tidak mempercayai ku, kamu bisa membuktikan sendiri. Aku yakin Tante Sarah tidak hanya menaruh CCTV di dalam dan di luar rumah, termasuk kamar kamu juga Kay "
Kayla terdiam, ia tidak tahu apakah saat ini ia harus percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Reyhan.
" Aku pergi dulu ya kak Rey, aku butuh waktu untuk mencerna semua ini "
Reyhan menarik lengan Kayla, dan memasangkan sebuah gelang di tangan Kayla. Jantung Kayla kembali berdebar.
" Ada tombol kecil di gelang ini, jika terjadi sesuatu kepadamu , tekan saja dan aku akan datang "
" Jangan membahas hal ini lewat telepon, karena berbicara lewat telepon pun tidak aman Kay "
" Baiklah kak "
Reyhan memilih untuk pulang setelah berbicara dengan Kayla, sedangkan Kayla saat ini sedang berada di dalam kamarnya. Ia sedang memikirkan apa yang sudah Reyhan ceritakan kepadanya. Kayla juga menatap sekeliling kamarnya.
__ADS_1
" Apa benar di kamarku terdapat CCTV, aku jadi takut kalau seperti ini " ucap Kayla.
*****
" Bagaimana caranya agar aku bisa mengeluarkan Kayla dari rumah itu "
Reyhan tampak berpikir keras, saat ini ia sangat berharap Kayla percaya dengan apa yang ia katakan. Agar Kayla bisa segera pergi dari rumah , karena jujur saja Reyhan sangat mengkhawatirkan Kayla, ia merasa tidak tenang Kayla berada di rumah itu bersama Tante Sarah yang menurut Reyhan sangat jahat dan licik.
Tante Sarah kembali mendatangi Kayla dengan membawa dokumen di tangannya. Mendengar suara pintu di ketuk, Kayla bergegas berpura-pura tidur.
" Kay..."
" Kayla... "
Tante Sarah membangunkan Kayla dengan lemah lembut, namun Kayla tidak bergeming, ia tetap berpura-pura tidur.
Tante Sarah pun tampak kesal melihat Kayla yang tak kunjung bangun. Padahal dengan jelas sebelum menuju ke kamar Kayla, Tante Sarah melihat Kayla masih terjaga di balik ponsel yang menghubungkan ke kamera pengawas di kamar Kayla.
" Kay, bangunlah...Tante tahu kamu berbohong "
Kayla membuka kedua matanya, ia pun bergegas bangun dan duduk.
" Tante tahu aku belum tidur ? "
Seketika Kayla ingat ucapan Reyhan dimana kamar nya terdapat CCTV dan Tante Sarah sedang mengawasi nya.
Tante Sarah tersenyum dan duduk di atas tempat tidur di depan Kayla.
" Tante hanya menebak saja, kamu sudah Tante anggap seperti anak Tante sendiri, jadi Tante bisa tahu apapun tentangmu sayang "
Tante Sarah mengambil dokumen yang ia bawa dan memberi nya kepada Kayla.
" Kita lanjutkan yang tadi sempat tertunda, ayo sayang "
Kayla menatap wajah Tante Sarah, Kayla masih tidak percaya kalau Tante Sarah adalah orang yang jahat.
Kayla mengambil pulpen yang Tante Sarah berikan, Kayla masih tampak berpikir keras dan masih ragu untuk menandatanganinya.
" Sebentar Tante, perut Kayla sakit sekali "
Kayla bergegas menuju kamar mandi, berpura - pura sakit perut agar tidak menandatangani surat tersebut.
Tante Sarah kembali kesal melihat tingkah Kayla.
" Kayla, dokumen nya Tante taruh di atas meja. Tante kembali lagi nanti untuk mengambilnya " teriak Tante Sarah dari balik pintu kamar mandi.
Kayla hanya diam dan mendengarkan teriakan Tante Sarah. Kayla mencoba untuk mengatur nafasnya dan kembali berpikir untuk mencari cara agar tidak menandatangani dokumen tersebut.
__ADS_1