Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 59


__ADS_3

" Kak Rain jahat, kak Rain jahat , Kak Annisa !! " Kayla menangis di pelukan Annisa.


" Kayla, coba kamu ingat - ingat lagi, apa saja yang kamu lakukan seharian kemarin dan bersama siapa ? "


Annisa mencoba membantu Kayla untuk kembali mengingat tentang kegiatannya kemarin.


" Aku..aku hanya shopping, nonton dan setelah itu dinner bersama teman-teman aku kak "


" Kamu yakin ? coba di ingat lagi ? "


Kayla pun berpikir keras untuk mengingat apa saja kegiatannya kemarin.


" aku berani bersumpah kak, hanya itu tidak ada yang lain "


" Lalu, bagaimana kamu bisa pulang dalam keadaan mabuk. Ada yang aneh Kayla "


" Hiks...hiks...hiks..aku tidak mau pindah ke sini kak, aku masih mau kuliah, lagipula kuliah ku tinggal sebentar lagi, setelah lulus barulah aku pulang kak Annisa "


Kayla Kembali menangis.


" Baiklah, nanti kakak coba bicara dengan kakakmu ya "


" Tolong aku ya kak Annisa "


" Iya , ya sudah kamu mandi dulu "


Kayla menganggukkan kepalanya mengikuti perintah Annisa, Annisa keluar dari kamar dan pergi menemui Rain.


" Mas Rain "


Rain sedang berdiri di balkon apartemen mereka dengan bersandar di pagar.


" Mas Rain yakin dengan keputusan Mas ? " tanya Annisa.


" Aku yakin Annisa, Kayla sudah terlewat batas, kalau dia tinggal di sini setidaknya aku bisa menjaga dan mengamatinya. Kalau di Belanda, aku tidak bisa sepenuhnya menjaga Kayla "


" Mas tidak ingin mencari tahu dulu kenapa Kayla melakukan hal itu ? atau mungkin ada seseorang yang memang sengaja membuatnya pulang dengan keadaan mabuk ? "


" Tidak perlu Annisa, kamu tidak perlu membelanya, itu semua terjadi memang karena kecerobohan Kayla . Aku hanya ingin yang terbaik untuk Kayla "


Rain langsung meninggalkan Annisa setelah berbicara, Annisa hanya bisa menghela nafas, Annisa kira Rain sudah sepenuhnya berubah, ternyata tidak. Jika sudah emosi, Rain tidak akan berpikir panjang, Rain masih belum bisa mengontrol emosinya, bahkan ucapan dan penjelasan Annisa pun tidak di dengar oleh Rain.


****


" Reyhan sudah mengurus semuanya , kamu tidak perlu kembali lagi ke Belanda " Tegas Rain kembali kepada Kayla.

__ADS_1


" Tapi kak, aku masih ingin melanjutkan pendidikan ku di sana. Percayalah kepadaku kak ? "


" Kamu sendiri menghancurkan kepercayaan kakak, jadi jangan salahkan kakak kalau kakak mengambil tindakan tegas untuk kamu "


" Kak Rain Jahat !!!! "


BRAKK....


Kayla kesal dan membanting pintu kamarnya, lalu ia mengambil tas selempang dan ponselnya dan pergi dari apartemen.


" Kayla, kamu mau kemana ? " Annisa mencoba mengejar Kayla namun tangan Annisa di tahan oleh Rain.


" Biarkan saja "


Annisa terpaksa membiarkan Kayla dan mengikuti perintah Rain. Saat ini mereka sedang sarapan bersama.


Annisa hanya diam, ia bingung harus berbicara apa. Apalagi saat ini Rain masih dalam keadaan emosi, dan ternyata Kayla juga memilki sifat yang sama dengan Rain, mereka berdua sama-sama keras kepala. Membuat Annisa benar-benar harus berpikir keras bagaimana caranya membuat adik kakak itu kembali berbaikan.


*****


Kayla pergi dan menemui Tante Sarah, Kayla datang dengan kedua mata yang sembab karena begitu banyaknya menangis.


Sesampai di kediaman Tante Sarah, Kayla menjelaskan semuanya kepada Tante Sarah dan tak lama Tante Sarah mencoba menghubungi Rain.


Dritt...Dritt..Dritt...


" Iya tante "


" Rain, apa kamu sibuk sayang ? "


" Tidak, ada apa Tante ? apa Kayla sudah berbicara banyak. Aku akan tetap dengan keputusan ku Tan, dan Tante jangan mencoba untuk membantu Kayla "


" Tapi Rain..."


" Sudah aku katakan kan Tan, baiklah kalau begitu aku tutup teleponnya Tan "


Rain langsung mengakhiri sambungan teleponnya bersama Tante Sarah.


" Bagaimana Tan ? " tanya Kayla penuh harap.


" Sorry sayang, kamu tau kakak mu kan, dia akan tetap dengan keputusannya "


" Kak Rain memang egois , aku benci Kak Rain "


" Kayla, jangan berbicara seperti itu "

__ADS_1


" Kayla menang benar Tante, kak Rain itu jahat "


Kayla kembali menangis sembari memeluk Tante Sarah.


****


Tiga hari lamanya Kayla menginap di rumah Tante Sarah, lama tak bertemu Kayla membuat Annisa rindu. Merindukan Kayla si wanita periang yang selalu membuat Annisa tertawa.


" Aku tidak bisa melihat kalian seperti ini , saling bersaudara tidak boleh berkelahi selama ini "


Annisa merenung duduk sendiri di meja makan, ia memikirkan bagaimana caranya Rain dan Kayla berbaikan, dan membuat Rain percaya dengan Kayla.


Cukup lama berpikir Annisa tersenyum setelah mendapat sebuah ide, ia berjalan ke ruang kerja Rain untuk menemui Rain si pemarah.


Tok...tok..tok..


" Masuk "


Annisa masuk dan berjalan ke arah Rain. Rain yang terlihat sibuk dengan laptop di depannya segera menghentikan aktivitas nya itu dan menarik Annisa ke pangkuannya.


" Kenapa ? " tanya Rain.


" Boleh aku ijin keluar sebentar ? " pinta Annisa.


" Keluar ? kemana ? aku akan menemanimu "


" Tidak Mas, aku hanya ingin ke minimarket di bawah , aku bisa sendiri "


" Kamu yakin ? "


" Baiklah "


Annisa bernafas lega karena Rain memberinya ijin. Annisa pun bergegas keluar dan bersiap.


Sebelumnya Annisa mengirim pesan ke Kayla , ia meminta alamat resto tempat terakhir Kayla dinner bersama teman-temannya.


Untung saja alamat resto tersebut tidak terlalu jauh dari apartemen mereka. Jadi Annisa bisa sampai dengan cepat.


Annisa masuk kedalam resto tersebut, Annisa memperhatikan sekeliling resto, dan melihat begitu banyaknya CCTV di resto tersebut. Annisa segera menemui security yang ada di depan resto dan memohon untuk memperbolehkan Annisa melihat CCTV di resto tersebut.


Setelah cukup lama menjelaskan dan memohon kepada Pak Security, akhirnya Annisa bisa bernafas lega karena Pak Security mengijinkan Annisa.


Annisa di ajak Pak Security untuk naik ke lantai atas untuk melihat CCTV resto. Annisa dan Pak Security resto tampak serius memperhatikan layar monitor tersebut. Dan Annisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat ternyata Annisa terlihat lunglai dan mabuk saat masih di resto setelah makan dan minum makanan yang ada di resto tersebut. Yang membuat Annisa terkejut karena salah satu teman Annisa memasukkan sesuatu ke dalam minuman Kayla saat Kayla tak ada.


Setelahnya satu persatu teman Kayla pergi dan hanya meninggalkan satu orang yang kemudian membantu Kayla berdiri hingga keluar dari resto. Setelahnya Annisa tidak bisa lagi melihat apa yang teman Kayla itu lakukan kepada Kayla karena CCTV resto hanya berada sampai di depan Resto.

__ADS_1


Dritt...Dritt...Dritt...


Dering ponsel Annisa berdering dan tertulis nama Suamiku di layar ponsel Annisa. Annisa baru ingat kalau ia sudah terlalu lama meninggalkan apartemen. Annisa mengabaikan telepon dari Rain dan segera pergi dari resto untuk kembali ke apartemen.


__ADS_2