
Tanpa menunggu lama, keesokan harinya Tante Sarah datang ke apartemen Rain untuk menemui Annisa.
Dan kebetulan Annisa sedang tidak bekerja hari ini, dan kesempatan itu Annisa pergunakan untuk membersihkan apartemen dan memasak untuk Rain.
Ting..tong..Ting..tong ..
Annisa melihat ke arah jam dinding , masih pukul 5 sore, dan Rain baru saja mengiriminya pesan dan memberitahu jika Rain pulang terlambat. Lalu siapa yang datang ? Annisa bingung, dan sengaja tidak membuka pintu. Karena sebelumnya Rain juga berpesan untuk tidak menerima tamu siapapun selama Rain tidak ada di apartemen bersamanya.
Ting..Tong..Ting..tong..
Suara bel kembali berbunyi, Tante Sarah mulai naik darah karena sudah terlalu lama menunggu di luar.
Karena terus berbunyi, Annisa mencoba melihat siapa yang datang lewat lubang kecil yang ada di pintu apartemen. Dan Annisa terkejut saat melihat Tante Sarah berada di depan, Annisa pun lupa akan pesan Rain, dan mungkin karena Tante Sarah adalah Tantenya Rain, jadi menurut Annisa tidak masalah jika ia menerima tamu, toh orang itu adalah Tante Sarah.
Annisa membuka pintu dan wajah Tante Sarah terlihat sangat marah.
" Kenapa lama sekali membuka pintunya ?? "
Tante Sarah masuk begitu saja, dan langsung duduk di sofa. Annisa segera menutup pintu setelahnya dan mendatangi Tante Sarah.
" Maaf Tante Sarah , saya lama membuka pintunya. Saya buatkan minum ya Tan , Tante mau minum apa ? "
__ADS_1
Tante Sarah berdiri dan menatap Annisa tajam, " Aku ingin to the point saja, kedatangan ku ke sini hanya ingin meminta agar kamu pergi dan menjauh dari Rain "
Annisa sedikit terkejut mendengar permintaan Tante Sarah, pasalnya Annisa bisa menebak jika Tante Sarah memang tidak menyukainya.
" Maaf Tante, saya tidak mengerti maksud Tante? "
Tante Sarah menyunggingkan bibirnya, " Tidak usah berpura-pura, apa kamu tidak sadar kalau kamu sangat tidak pantas dengan Rain, kamu dan Rain sangat jauh berbeda, saya sudah tau semuanya dan awal pertemuan kamu dengan Rain, dan saya yakin semua ini adalah rencana mu sehingga kamu bisa mendapatkan Rain bukan ? "
" Tidak Tante, apa yang Tante ucapkan dan pikirkan itu tidak benar , kami berdua bertemu tanpa kesengajaan, dan semua ini adalah kehendak Allah "
" Tidak usah menceramahi ku, kamu tidak tahu kalau level wanita Rain itu seperti apa ? dan kamu , kamu percaya Rain benar-benar mencintaimu dan menginginkan kamu menjadi istrinya selamanya ? Hahaha... "
Tante Sarah tertawa terbahak-bahak, ia mencoba mematahkan semangat Annisa dan meracuni pikiran Annisa.
Tante Sarah terus menekan dan mengatakan sesuatu yang sebenarnya membuat hati Annisa sakit.
Annisa menarik nafas panjang, ia mencoba untuk berpikir positif dan tidak percaya sedikit pun ucapan Tante Sarah.
" Saya dan Rain sudah menikah, saya dan Rain sudah berjanji untuk selalu bersama , Dan sangat percaya kepada Rain, saya tidak akan menjauh atau meninggalkan Rain , Tante Sarah "
Tante Sarah tersenyum tipis mendengar ucapan Annisa. " cukup tangguh juga wanita ini " batin Tante Sarah.
__ADS_1
" Menikah ? menikah di atas kertas ? apa pernikahan kalian sudah sah di mata hukum ? "
Annisa terdiam, apa yang di katakan Tante Sarah benar. Mereka berdua memang sudah menikah , namun Annisa dan Rain tidak memilki surat nikah , pernikahan mereka belum terdaftar dan tercatat di kantor urusan agama.
" Kenapa diam ? benar kan apa yang aku katakan ? kasian sekali kamu Annisa, kamu terlalu polos " Tante Sarah berjalan ke arah Annisa, memandangi Annisa dari atas hingga bawah.
Tante Sarah senang karena ia kembali menang dan merasa ia kembali berhasil mematahkan semangat Annisa.
" Baiklah, saya akan beri kamu waktu, coba kamu pikirkan baik-baik ya. Dan saya harap kamu segera sadar dan pergi menjauh dari Rain "
Tante Sarah berjalan mendekat ke Annisa dan membisikkan sesuatu di telinga Annisa.
" Apa kamu tau , Rain memilki seorang wanita yang sangat ia cintai hingga kini. Namanya Sania , Rain sangat-sangat mencintai wanita itu, wanita itu sedang berada di luar negeri , dan aku yakin setelah kedatangan wanita itu, kamu akan di lupakan oleh Rain begitu saja "
Tante Sarah pergi setelah membisikkan racun ke telinga Annisa. Annisa meneteskan air mata saat Tante Sarah sudah pergi dari apartemen.
" Tidak, semua yang di katakan oleh Tante Sarah pasti bohong "
Annisa mencoba menyemangati dirinya sendiri agar selalu percaya dengan Rain dan tidak termakan hasutan Tante Sarah.
Sedangkan di luar Tante Sarah tersenyum senang karena berhasil menang dari Annisa. Tante Sarah yakin jika Annisa pasti terhasut dan tak lama lagi pergi meninggalkan Rain.
__ADS_1
Rain tidak tahu menahu jika Tante Sarah mengunjungi Annisa, jika saja Rain tahu , dan mengetahui apa yang sudah Tante Sarah katakan kepada Annisa. Pastinya Rain akan marah besar kepadanya.
Bersambung...