Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 32


__ADS_3

Reyhan berceramah panjang lebar kepada Rain, Rain hanya diam memikirkan semua penjelasan dari Reyhan.


Tak lama Rain beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan kerja. " Hei Rain, kau ingin kemana? kau ingin mencari Annisa? " teriak Reyhan, Rain terus saja berjalan tanpa menjawab pertanyaan dari Rain.


" Dasar keras kepala, semoga saja apa yang aku sampaikan masuk ke otak anak itu " ucap Reyhan.


Rain masuk kedalam mobilnya, Rain kembali memikirkan ucapan Reyhan. Dan di sisi lain timbul juga ucapan Tante Sarah waktu itu, mengingat itu semua Rain lantas memukuli setir mobilnya sendiri.


" Akhh... ANNISA.....!!! " teriak Rain.


cukup lama berdiam sendiri di dalam mobil, Rain akhirnya menyalakan mesin mobilnya dan melajukan kendaraan nya untuk mencari Annisa. Sesekali Rain mencoba menghubungi ponsel Annisa yang masih saja tidak bisa ia hubungi.


Rain memulai pencarian Annisa di tempat Annisa bekerja, Rain kembali bertanya kepada ibu-ibu yang waktu itu pernah ia temui, yang tak lain adalah teman kerjanya Annisa.


" Permisi ibu, apa ibu melihat Annisa ? "


" Anda suami nya Annisa kan? yang waktu itu pernah ke sini juga mencari Annisa? "


" Ya benar bu "


" Ma syaa Allah ketemu lagi, Annisa tidak bekerja hari ini Pak "


" Tidak bekerja, baiklah terimakasih bu "

__ADS_1


" iya sama-sama Pak "


Rain kembali ke dalam mobilnya, dan Rain kembali menghubungi Annisa dan lagi - lagi Annisa tidak bisa di hubungi. Perasaan marah, kesal dan khawatir bercampur aduk di pikiran Rain.


" Apa mungkin dia pulang ke rumah nya? " Rain pun bergegas menuju ke kediaman Annisa, perjalanan yang cukup jauh pun Rain tempuh. Hari yang terlihat gelap dan suara gemuruh yang mulai terdengar tak menyurutkan semangat Rain untuk mencari Annisa.


Sesampai di sana Rain langsung melangkahkan kakinya menuju Rumah Annisa. Dari kejauhan Rain melihat sebuah tenda yang berdiri tepat di depan rumah Annisa, terdapat juga beberapa kursi dan orang-orang yang ada di sana.


Saat Rain datang, beberapa orang yang berada di rumah Annisa mengalihkan pandangan mereka ke arah Rain.


" Maaf Bu, ada apa ini? apa Annisa nya ada? " tanya Rain.


" Annisa? anda suami nya kan? anda tidak tau kalau ibu Ratna meninggal " ucap salah seorang ibu-ibu yang ada di sana.


" Bu Ratna itu adalah salah satu anggota keluarga Annisa, Bu Ratna sudah lama di rawat di rumah sakit dalam keadaan koma. Dan hari ini berita duka datang, Bu Ratna menghembuskan nafas terakhirnya subuh tadi pak "


DEGG....


Seketika jantung Rain terasa berhenti berdetak, " Kenapa dia tidak pernah menceritakan hal ini kepadaku? apa mungkin uang yang ia pinjam waktu itu semua untuk biaya pengobatan Bu Ratna "


" Sekarang Annisa di mana pak? " tanya Rain.


" Annisa sedang berada di pemakaman pak, Bu Ratna sudah lama di makamkan, para warga juga sudah kembali. Hanya Annisa saja yang masih berada di sana "

__ADS_1


" Bisa tunjukkan saya arah pemakamannya Bu? "


" Bisa Pak, biar Pak Didik saja yang antar bapak "


Rain di antar Pak Didik menuju pemakaman, jalanan menuju pemakaman cukup jauh. Saat berada di perjalanan hujan pun mulai turun, dan hujan turun semakin deras. Pak Didik meminta Rain untuk berteduh dan Rain pun mengikuti perintah Pak Didik karena memang hujan turun sangat deras.


Melihat Hujan yang turun dengan deras, membuat Rain kembali khawatir dengan keadaan Annisa.


" Pak, apa di tempat pemakaman ada tempat untuk berteduh, atau ada gubuk atau semacamnya kalau hujan begini "


" Tidak ada Pak, rumah warga jauh dari pemakaman "


" Dari sini masih jauh Pak? "


" Lumayan Pak, tapi jalannya lurus saja Pak, tidak ada belokan atau simpangan "


Mendengar hal itu tanpa berpikir panjang Rain pun langsung berlari menembus hujan untuk menemui Annisa.


" Loh Pak, bapak mau kemana? " teriak Pak Didik.


" Saya mau menyusul Annisa Pak, bapak pulang saja duluan tak apa " teriak Rain.


" Baik Pak Rain, Hati-hati "

__ADS_1


Rain pun berlalu meninggalkan Pak Didik, menembus hujan yang masih turun dengan derasnya, bahkan suara gemuruh dan kilat pun tak membuat Rain untuk berhenti.


__ADS_2