
Setelah berpamitan dan meminta ijin , Rain terpaksa harus meninggalkan Annisa untuk kembali ke kantornya.
" Ada apa Rey ? "
" Akhirnya kau datang Rain , aku mendapat kabar bahwa ibumu selamat dari kecelakaan belasan tahun lalu "
" Benarkah Rey ? kalau begitu dimana ibu sekarang ? Apa kau tahu ? "
" Aku sudah mendapatkan alamat seseorang yang menyelamatkan ibumu Rain "
"" Baiklah, kalau begitu kita ke sana sekarang "
" Tapi Rain "
" Ada apa Rey ? "
" Alamatnya sama dengan alamat tempat tinggal Annisa "
" Kau yakin Rey ? "
" Ya, aku yakin Rain "
" Baiklah, kita pergi ke sana "
Rain dan Reyhan bergegas untuk mencari ibunya, perasaan Rain begitu menggebu-gebu karena begitu senangnya mendapat kabar bahwa ibunya selamat.
Sampai di alamat tujuan, Reyhan bertanya kepada warga sekitar. Dan ada salah satu warga yang bercerita bahwa belasan tahun lalu tempat tinggal mereka di hebohkan dengan di temukannya seorang wanita yang terhanyut di sungai dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tubuhnya penuh dengan luka.
Seorang warga itu pun memberikan alamat tempat tinggal yang menyelamatkan ibunya Rain dan menunjukkan jalan kepada Rain dan Reyhan.
Semakin jauh berjalan masuk ke area perkampungan, Rain dan Reyhan semakin tidak asing karena tempat itu semakin dekat dengan tempat tinggal Annisa.
" Ini dia tempatnya Pak "
Seorang warga menunjukkan sebuah rumah yang sudah rata dengan tanah , hanya menyisakan beberapa kayu yang terlihat sudah terbakar.
Rain dan Reyhan memperhatikan sekeliling nya, kalau di ingat rumah ini adalah rumah Annisa, karena Rain dan Reyhan masih mengingat rumah-rumah yang berada di samping kiri dan kanan rumah Annisa.
" Bukannya ini rumah Annisa, Rain ? "
Saat Reyhan menyebut nama Annisa, seseorang bapak-bapak yang mengantar Rain dan Reyhan pun baru mengingat bahwa Rain juga pernah datang ke tempat itu dan menikah dengan Annisa.
" Saya baru ingat, anda bukannya suami Annisa ? "
" Ya, benar Pak "
" Jadi wanita yang di selamatkan oleh keluarga Annisa adalah ibu anda ? "
__ADS_1
Deg...
Rain dan Reyhan membulatkan kedua mata mereka mendengar ucapan bapak tersebut.
" Maksud bapak ? "
" Belasan tahun lalu, wanita yang hanyut di sungai itu di selamatkan oleh ayahnya Annisa, dan ternyata wanita itu mengalami gangguan di ingatannya, sehingga keluarga Annisa memilih untuk merawat wanita tersebut yang tak lain adalah ibu anda Pak "
Bapak itu mulai bercerita di mana akhirnya Ayah dan ibu Annisa meninggal, di susul oleh nenek Annisa yang juga meninggal. Yang kemudian hanya Annisa dan ibunya Rain yang tersisa. Dan yang paling mengejutkan Rain adalah saat bapak tersebut mengatakan bahwa ibunya Rain juga sudah meninggal.
" Ibu saya itu, maksud bapak adalah Bu Ratna ? " tanya Rain dengan tubuh bergetar.
" Benar Pak, nama nya Bu Ratna, beliau meninggal saat di rawat di rumah sakit, dan rumah ini terbakar sekitar lima tahun yang lalu, rumah ini terbakar saat semua orang tidur dengan lelap, untung saja Annisa bisa kami selamatkan , namun setelah itu saya tidak pernah melihat Annisa lagi "
Mendengar semua penjelasan bapak tersebut membuat kedua kaki Rain merasa lemah dan membuat Rain sulit bernafas. Rain pun ingin jatuh namun Reyhan dengan cepat memegangi tubuh Rain.
" Rain, kamu baik-baik saja? "
Merasa sedikit tenang, Rain berusaha berdiri tegak. Setelahnya seorang bapak yang membantu menjelaskan semuanya kepada mereka telah pergi.
" Bagaimana Rain ? kamu sudah merasa baik ? "
" Ya sudah "
" Aku tidak menduga Rain, ternyata selama ini ibumu bersama dengan Annisa, bersama dengan orang yang kita kenal , maaf Rain aku turut berduka atas meninggalnya ibumu "
" Ikut aku Rey "
Rain berdiri lalu mengajak Reyhan pergi ke makam Bu Ratna, yang tak lain adalah makam ibunya.
" Itu adalah makam kedua orang tua Annisa dan juga neneknya " tunjuk Rain.
" Lalu ini Rain ? " tanya Reyhan.
" Ini makam ibuku Rey ? Annisa dan keluarganya memberi nama ibuku dengan nama Ratna. Aku pernah datang ke sini bersama Annisa "
" Benarkah ? ternyata selama ini kamu sudah sangat dekat dengan ibumu Rain "
Rain duduk di samping makam ibunya, dan Reyhan melakukan hal yang sama.
" Maafkan aku ibu, aku terlambat tahu. Tapi aku senang karena ibu selamat dari kecelakaan itu dan di rawat baik oleh Annisa dan keluarganya. Semoga ibu tenang ya di sana, aku berjanji akan menemukan dan menangkap semua orang - orang yang bertanggung atas semua ini, dan aku berjanji akan menjaga Annisa Bu, dan Arkana cucu ibu "
Seketika air mata Rain menetes , setelahnya Rain membacakan doa kepada ibunya, di lanjutkan ke makam kedua orangtua Annisa dan nenek Annisa.
" Berarti Annisa bisa menjadi saksi Rain, kita harus menemukan Annisa " ucap Reyhan.
Rain dan Reyhan sudah berada di dalam mobil. Reyhan belum mengetahui tentang Annisa yang sudah Rain temukan.
__ADS_1
" Rey, aku ingin kamu mencari rumah untukku "
" Rumah ? Kamu ingin pindah , kenapa tidak tinggal di apartemen Mun saja Rain "
" Carikan saja Rey, jika sudah kirim klarifikasinya kepadaku dan aku akan memilih , aku ingin rumahnya sudah ada sebelum menjelang malam "
" Tapi untuk apa Rain ? "
Reyhan kembali banyak bertanya yang membuat Rain kesal.
" Tidak bisakah kau tidak terus bertanya Rey "
" Baiklah "
Reyhan mengantar Rain menuju rumah sakit tempat Annisa di rawat, dan kembali lagi Reyhan mempertanyakan hal itu.
" Apa yang kau lakukan di sini Rain ? Apa kamu baik-baik saja ? "
Reyhan mengira bahwa terjadi sesuatu kepada Rain dan Rain ingin memeriksakan dirinya.
" sudah ku katakan Rey, jangan banyak ber.."
" Oh..baiklah..baiklah..pergilah, aku akan mencari rumah untukmu "
Melihat wajah seram Rain membuat Reyhan takut, dan ia segera melajukan mobilnya. Rain tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Reyhan yang terlihat ketakutan.
Sebelum masuk kerumah sakit, Rain menyempatkan untuk singgah ke sebuah minimarket yang berada tak jauh dari sana. Rain membeli beberapa buah dan juga cemilan untuk Arkana, Rain juga sudah memesan beberapa makanan online untuk Abah, Ummi, dan Amir.
" Abi... " teriak Arkana saat melihat Rain.
" Apa yang kamu bawa nak, banyak sekali " tanya Ummi Shofiah.
" saya membeli beberapa buah Ummi, dan ini..untuk Arkana "
Rain memberikan sekantung plastik besar kepada Arkana yang berisi banyak sekali cemilan.
" Wahhh...ini untuk Arkana ? terima kasih Abi, ayo Ummi bantu Arkana menghabiskan nya "
Rain membuka jasnya dan menggulung lengan kemejanya , Rain lalu mengambil beberapa buah dan mengupasnya.
" Makanlah, buah ini sangat baik untuk penambah darah "
Annisa hanya menatap Rain lalu ingin mengambil piring yang ada di tangan Rain. Namun Rain justru menjauhkan nya dari Annisa.
" Biar aku saja yang menyuapi mu, makanlah , makan dari tangan suami itu lebih nikmat "
Dengan malu-malu Annisa memajukan kepalanya dan memakan buah yang ada di tangan Rain.
__ADS_1
Rain tersenyum melihat Annisa yang mau memakan buah dari tangannya. Menandakan bahwa Annisa kini sudah mau menerimanya.