Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 81


__ADS_3

Arkana menghampiri Abah Rahman ketika anak-anak santri sudah mulai bubar setelah pelajaran mengaji mereka usai. Rain juga ikut menyusul Arkana dan menghampiri Abah Rahman.


Abah Rahman tersenyum melihat kedatangan Rain, Abah Rahman senang karena melihat Rain yang sudah terlihat lebih sehat dari pada sebelumnya.


Arkana menyalimi Abah Rahman, awalnya Rain hanya diam memperhatikan mereka. Namun Arkana menatap Rain seolah memberi kode bahwa Rain juga harus bersalaman dan mencium tangan Abah.


Cukup lama mengerti , akhirnya Rain mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Abah Rahman.


" Silahkan duduk nak Rain " pinta Abah.


Rain dan Arkana pun duduk begitu juga dengan Abah Rahman.


" Bagaimana kabarmu nak Rain ? sepertinya sudah lebih membaik ? " tanya Abah Rahman.


" Sudah, terima kasih banyak Pak " ucap Rain.


" Saya hanya perantara nak Rain, berterima kasih dan bersyukur lah kepada Allah karena dia telah menyelamatkan mu " ucap Abah.


Rain hanya tersenyum mendengar ucapan Abah Rahman.


" Maaf Pak, apakah sekarang saya bisa pergi. Saya perlu menghubungi seseorang " pinta Rain.


Merasa dirinya sudah pulih, Rain tidak ingin membuang waktu dan ingin segera menghubungi Reyhan untuk menjemputnya lalu ia bisa pergi untuk mencari Annisa.


" Baik..bisa nak Rain, nanti biar Amir yang mengantar mu ke Balai desa. Oh ya panggil saja saya Abah Rahman, jangan sungkan Nak Rain "


" Baik Abah Rahman "


Dengan di temani Amir dan Arkana, Rain bersama mereka pergi ke balai desa untuk meminta bantuan agar Rain dapat menghubungi Reyhan.


Abah Rahman sengaja meminta Arkana untuk menemani Rain dan Amir agar tidak terjadi kesenjangan di antara keduanya.


Sepanjang jalan menuju balai desa, Rain di suguhkan dengan pemandangan indah persawahan dan juga banyak rumah - rumah warga yang semua rata-rata terbuat dari kayu papan, ada sebagian yang juga masih terbuat dari bambu. Rumah warga di desa tersebut tidak terlalu rapat, ada jarak yang lumayan jauh di antara satu rumah dengan rumah lainnya.


Sepanjang jalan Rain juga di suguhkan dengan pemandangan aliran sungai yang indah dengan air sungai yang terlihat sangat bersih.


Rain, Arkana dan Amir hanya berjalan kaki menuju balai desa. Balai desa terletak di ujung desa, dimana saat semakin dekat dengan balai desa, rumah warga semakin tidak terlihat. Hanya ada banyak pepohonan di samping kiri dan kanan jalan.


Arkana merasa lelah karena berjalan cukup jauh, ia pun berhenti sejenak. Melihat Arkana yang berhenti berjalan membuat Rain juga ikut menghentikan langkahnya. Sedangkan Amir terus saja berjalan tanpa melihat Arkana yang tampak kelelahan.

__ADS_1


" Kamu lelah ? " tanya Rain.


" Tidak " jawab Arkana berbohong, ia tidak ingin terlihat lemah di depan Rain.


Arkana kembali berjalan , mendahului Rain. Padahal kaki Arkana masih penat, namun ia kembali berjalan karena tidak ingin menunjukkan kelemahannya di depan Rain.


Rain hanya tersenyum tipis melihat sikap Arkana.


" Awww... " ringis Arkana saat kakinya terkilir karena sudah terlalu penat sehingga Arkana tidak fokus berjalan.


Melihat hal itu Rain bergegas menghampiri Arkana.


" Kaki mu terkilir, apakah sakit ? tanya Rain sembari memperhatikan kaki Arkana, Rain terlihat begitu khawatir.


" Di sebelah sini " tunjuk Arkana pada kakinya yang terasa sakit.


" Paman tau kamu lelah, maka nya lain kali jangan bersikap sombong di depanku. Oke " ucap Rain lalu menjongkong sembari membelakangi Arkana.


Arkana terlihat bingung dengan apa yang di lakukan oleh Rain.


" Ayo naik , aku akan menggendong mu " pinta Rain.


" Badanmu cukup berat " ucap Rain sembari terkekeh.


Rain dan Arkana kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Sadar akan Rain dan Arkana tidak ada di belakangnya, Amir memutar balik dan mencari keberadaan Rain dan Arkana.


" Arkana, kamu tidak apa ?? " tanya Amir saat melihat Rain menggendong Arkana.


" Tidak Paman " jawab Arkana.


" Biar aku saja yang menggendong Arkana " pinta Amir.


" aku saja " ucap Rain lalu berjalan meninggalkan Amir. Amir mendengus kesal melihat sikap Rain.


Arkana tersenyum sepanjang jalan menuju balai desa, Arkana senang karena ia di gendong oleh Rain. Dulu saat umur Arkana lima tahun, ia sering berjalan-jalan keluar pondok dan berjalan mengelilingi desa, saat itu hati Arkana tersentuh saat melihat seorang ayah yang tengah bermain dengan anaknya. Sang ayah terlihat tertawa riang bersama anak nya yang sedang ia gendong di pundaknya. Sang ayah itu lalu sengaja berputar - putar kencang agar sang anak tertawa.


Arkana menjadi iri dan ingin merasakan hal tersebut bersama ayahnya sendiri, dan ternyata hari ini Allah mengabulkan doa Arkana, ia senang bisa merasakan di gendong oleh seseorang walaupun itu bukan ayahnya.

__ADS_1


" Kamu tersenyum ? " tanya Rain saat tak sengaja melihat Arkana di balik kaca jendela. Mereka kini sudah sampai di balai desa.


" Tidak " ucap Arkana lalu memasang wajah cool nya.


" Benarkah ? " tanya Rain.


" Iya, baiklah turunkan aku, Paman " pinta Arkana.


Tiba-tiba Rain memutar badannya dengan kencang membuat Arkana juga ikut berputar.


" Apa kamu senang ? " tanya Rain saat melihat Arkana yang tertawa ketika Rain mengajaknya bermain dengan hanya memutar - mutar badannya sehingga Arkana juga ikut berputar.


" Sudah, hentikan Paman " ucap Arkana sembari tertawa, kini Allah kembali mengabulkan doa Arkana, sesuai dengan apa yang ia inginkan dan bayangkan.


" Tidak akan sebelum kamu benar-benar menyerah "


Rain kembali berputar mengajak Arkana bermain, Rain merasa bahagia sekali saat melihat Arkana tertawa, begitu pula dengan Arkana. Rain belum pernah melihat tawa Arkana, dan ternyata bagi Rain saat Arkana tertawa , Arkana terlihat begitu menggemaskan.


Amir hanya menggeleng -gelengkan kepalanya melihat Rain dan Arkana. Amir tidak habis pikir bagaimana Arkana bisa secepat itu akrab dengan Rain yang notabene menurut Amir lelaki misterius yang tidak tahu apakah Rain orang jahat atau baik.


" Kalian ingin seperti itu terus ? " tanya Amir.


Rain dan Arkana berhenti tertawa dan bermain, Rain lalu menurunkan Arkana dari pundaknya.


Rain, Arkana dan Amir masuk kedalam balai desa. Amir terlebih dahulu berbicara dengan petugas desa dan menjelaskan apa yang terjadi dan menjelaskan apa yang di inginkan oleh Rain. Setelah mendapat persetujuan, Rain pun akhirnya mendapatkan ijin untuk menelepon Reyhan. Sebelumnya Rain terlebih dahulu di minta berbagai keterangan dari pihak petugas desa.


" Arkana " panggil Amir.


" Iya , Paman ? " tanya Arkana.


" Paman hanya ini menasihati mu, jangan terlalu dekat dengannya ya. Kita belum tahu apakah dia orang baik atau tidak " bisik Amir.


" Baik, Paman " ucap Arkana.


Rain mencoba menghubungi Reyhan, walaupun ponselnya sudah tak ada. Rain masih hafal nomor telepon Reyhan sehingga tidak sulit untuknya menghubungi Reyhan.


" Ayo angkat Rey " ucap Rain.


Rain merasa putus asa setelah beberapa kali mencoba menghubungi Reyhan namun tak ada jawaban sedikit pun dari Reyhan.

__ADS_1


Rain terus mencoba menghubungi Reyhan, entah sudah ke berapa puluh kali nya Rain mencoba dan tak ada satu pun jawaban dari Reyhan.


__ADS_2