
Cukup puas berjalan-jalan dan makan, Annisa dan Lela akhirnya memilih pulang. Kali ini Lela mengantar Annisa pulang dengan mengendarai sepeda motornya.
" Kayaknya di depan ada kecelakaan Sa " ucap Lela.
Mendengar kata kecelakaan membuat perasaan Annisa tidak enak, pasalnya hal itu mengingatkan akan kedua orangtua nya yang meninggal karena kecelakaan belasan tahun lalu.
Lela pun mengendarai sepeda motornya dengan pelan, dari kejauhan beberapa polisi dan warga sekitar mengelilingi tempat kejadian , samar-samar Annisa seperti mengenal mobil yang. tergelatak di pinggir jalan dengan kondisi rusak parah itu. Annisa tidak asing dengan mobil tersebut dan setelah melihat nomor plat mobilnya , jantung Annisa seketika terhenti.
" Lela...BERHENTI !!! " teriak Annisa, yang tentu saja membuat Lela terkejut dan mengerem mendadak.
" Ada apa Annisa ??? " tanya Lela.
Tanpa menjawab, Annisa langsung turun dari motor dan mendekati mobil tersebut.
" Maaf Bu, anda di larang mendekat " ucap Pak Polisi mencoba menahan Annisa.
" bagaimana dengan keadaan orang yang di dalam mobil itu pak ?? apa dia baik - baik saja ?? " tanya Annisa.
" Anda mengenal mobil ini ? Anda salah satu anggota keluarganya ?? " tanya Pak Polisi.
Dengan tubuh bergetar, Annisa mencoba kuat. Berharap jika bukan Rain yang ada di dalam mobil itu dan dia yang mengalami kecelakaan.
" orang yang mengendarai mobil itu apa dia laki-laki Pak ? " tanya Annisa.
" Ya benar, dia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Korban mengalami luka cukup parah " jelas Pak Polisi.
Glekkk...!!!
Annisa langsung terduduk lemas, hati nya terasa sakit saat mendengar hal itu.
" Annisa , kamu baik-baik saja kan ?? ada apa Annisa ?? " tanya Lela.
Annisa berusaha bangkit, lalu menyeka air matanya.
" Aku harus kerumah sakit Lela, aku tinggal dulu ya " Annisa pun berlari, ia berlari mencari taksi untuk segera menuju rumah sakit. Annisa meninggalkan Lela yang masih bingung dan penasaran karenanya.
" Ya Allah, semoga Rain baik-baik saja " doa Annisa sepanjang jalan menuju rumah sakit.
Sesampai rumah sakit, Annisa langsung menuju Ruang gawat darurat. Ruang Gawat Darurat tampah ramai karena kecelakaan tersebut. Annisa berlari dan mencari kesemua ruangan dan membuka satu persatu tidak untuk mencari keberadaan Rain. Namun Annisa tidak menemukan Rain sedikitpun.
Annisa pun bertanya dengan salah satu perawat yang ada di sana. Annisa di beri tahu jika korban kecelakaan yang baru saja terjadi saat ini berada di ruang operasi. Hati Annisa pun semakin terasa sakit mendengarnya. Ia pun segera berlari menuju kamar operasi.
__ADS_1
Sesampai di kamar operasi, Annisa hanya bisa menunggu di luar saja. Annisa terlihat gelisah, karena ia sangat mengkhawarirkan keadaan Rain.
" Annisa " sapa Reyhan. Annisa yang sedang duduk sembari menunduk pun segera mendongakkan kepala nya saat mendengar seseorang menyapa dirinya.
" Reyhan " ucap Annisa.
" Rain " ucap Annisa kembali saat melihat Rain ada di samping Reyhan.
Annisa menatap Rain, Annisa berdiri lalu menatap Rain dari atas kebawah.
" Kau..kau baik-baik saja Rain ??" tanya Annisa.
" ada apa Annisa ? apa yang kau lakukan di sini ? " tanya Reyhan.
" Bukankah..kau yang.." ucap Annisa sembari menunjuk ke ruang operasi. Rain dan juga Reyhan ikut melihat ke arah ruang operasi.
" Tidak Annisa, yang berada di dalam sana adalah Pak Basri , supir Rain. Bukan Rain yang mengalami kecelakaan itu " jelas Reyhan, mengerti akan maksud Annisa, sedangkan Rain hanya diam saja menatap Annisa.
Annisa pun tertunduk lalu menyeka air mata nya.
" Aku kira Rain mengalami kecelakaan " ucap Annisa sembari tersenyum tipis.
" aku tidak sengaja kebetulan lewat Rey, syukurlah jika Rain baik-baik saja. Kalau begitu aku pamit pulang " ucap Annisa, menatap Reyhan lalu menatap sekilas Rain kemudian pergi.
" Tapi Annisa... " teriak Reyhan namun tak di hiraukan Annisa.
Annisa berjalan sembari tersenyum, ia senang tidak terjadi apapun dengan Rain.
Rain dan Reyhan pun duduk di tempat sebelumnya Annisa duduk. Dan tak selang lama Rain berdiri lalu berlari meninggalkan Reyhan.
" Rainn....kau mau kemana ?? " teriak Reyhan, namun Rain tidak menjawab apapun.
" Rain..Rain..mungkin saja dia ingin mencari Annisa, semoga saja " batin Reyhan.
Rain berlari menyusuri lorong Rumah sakit, ia tidak melihat Annisa. Dan terakhir ia berjalan menuju area parkir, Rain tampak celingak celinguk mencari keberadaan Annisa.
" Dimana kau Annisa " ucap Rain.
Dan dari kejauhan Rain melihat Annisa sedang berdiri di pinggir jalan. Rain pun tersenyum dan segera menghampiri Annisa. Namun tiba-tiba sebuah taksi online datang , melihat hal itu Rain mempercepat langkahnya.
" Annisa....Annisa..." teriak Rain, Raih terlambat dan Annisa kini sudah berada di dalam taksi. Rain pun terus berlari mengejar Annisa.
__ADS_1
" Annisa..berhenti...!! " teriak Rain sembari terus berlari.
" Maaf mba, apa mba kenal dengan orang yang ada di belakang ?? " tanya supir taksi kepada Annisa, Annisa pun melihat ke arah belakang. Dan betapa terkejutnya Annisa saat melihat Rain sedang berlari mengejar, ia pun segera meminta supir taksi untuk berhenti.
Melihat taksi yang di tumpangi Annisa berhenti, Rain pun juga menghentikan langkahnya. Nafasnya tersengal - sengal, dan sebentar beristirahat, Rain segera menghampiri Annisa yang sudah keluar dari taksi.
" Rain " ucap Annisa.
" Annisa " ucap Rain, kini mereka saling berhadapan.
" Apa yang kau lakukan ?? " tanya Annisa.
" Kau tidak dengar aku memanggilmu sejak tadi " ucap Rain dengan nafas tersengal-sengal.
" Ti..ti..dak..maaf Rain " ucap Annisa.
Rain berjalan ke arah taksi.
" Pak, jalan saja duluan. Ambil ini " ucap Rain, memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi, dan meminta supir taksi untuk segera pergi.
" Rain, kenapa kau menyuruhnya pergi. Bagaimana aku pulang ?? " ucap Annisa.
" Kau ikut denganku " ucap Rain, Rain menarik lengan Annisa dan membawa Annisa kembali ke parkiran menuju mobilnya.
" Apa mau mu Rain ??" tanya Annisa.
" Ayo masuk " ucap Rain.
" Aku tidak ingin masuk, aku bisa pulang naik taksi " ucap Annisa menolak. Annisa bersikeras dan mencoba untuk menjauh dari Rain.
" Kau melawanku ?? ayo cepat masuk " Rain menarik tangan, dan menggenggam tangan Annisa.
Annisa terdiam sembari melihat genggaman tangan Rain.
" Aku tidak bisa Rain, biarkan aku pergi " ucap Annisa, mencoba melepas genggaman tangan Rain. Namun Rain justru mempererat genggaman tangannya.
" Kau berani menolak perintah suamimu ??" tanya Rain.
Annisa terkejut dengan ucapan Rain, ia pun menatap Rain yang sedang tersenyum , senyum yang tak pernah Annisa lihat sebelumnya. Senyum yang begitu manis yang Rain lihatkan kepada Annisa.
Rain pun menarik Annisa kedalam pelukannya. " Jangan pergi, jangan pergi lagi dariku Annisa " Ucap Rain, memeluk erat tubuh mungil Annisa.
__ADS_1