Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 106


__ADS_3

Tidak butuh waktu yang lama, Rain sudah sampai di rumah sakit tempat Annisa di rawat.


Rain mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam rumah sakit dan mencari Arkana.


Mendengar cerita Kayla, tentu mengingatkan Rain tentang Arkana. Rain hanya ingin memastikan bahwa anak lelaki yang bertemu Kayla itu adalah anaknya Arkana.


Perasaan Rain begitu bergejolak, bahkan sembari berjalan , Jantung Rain berdetak sangat kencang, ada rasa kekhawatiran Rain mengenai Arkana, Rain takut jika terjadi sesuatu dengan Arkana sehingga Arkana berada di rumah sakit.


Pencarian Rain tentulah berawal dari ruang unit gawat darurat, melihat satu persatu bilik pasien untuk mencari keberadaan Arkana.


Karena tidak menemukan Arkana, Rain mencoba bertanya kepada petugas yang ada di sana, dan kembali Rain tak mendapatkan jawaban. Tidak ada nama pasien atas nama Arkana yang di rawat di unit gawat darurat.


Tidak ingin menyerah, Rain memulai kembali pencarian nya dengan masuk ke ruang rawat inap pasien dan bertanya kepada petugas yang ada di sana. Dan kembali Rain tidak menemukan nama pasien yang bernama Arkana.


" Rumah sakit ini cukup luas, dan terdiri dari tiga lantai. Apa mungkin aku harus mencari Arkana dengan mengunjungi ruang tersebut satu persatu "


Tidak ingin menyerah, Rain pun mau tidak mau harus naik ke lantai dua kemudian ke lantai tiga hanya untuk bertanya kepada para petugas yang berada di sana apakah Arkana dirawat di ruangan tersebut atau tidak.


" Maaf tidak ada pasien yang bernama Arkana "


" Maaf tidak ada pasien yang bernama Arkana "


Sebelumnya Rain juga sudah memeriksa ruangan rawat khusus anak , namun tidak ada nama pasien atas nama Arkana.


" Arkana pasti bersama Annisa, atau jangan-jangan Annisa yang di rawat di rumah sakit ini, Abah, atau ummi ? "


Rain bergegas kembali ke unit gawat darurat, kali ini bukan untuk kembali bertanya tentang Arkana, mengenai pasien yang bernama Annisa.


" Bagaimana suster ? Apa benar Annisa Nadhira di rawat di rumah sakit ini ? "

__ADS_1


Dengan tak sabar, Rain kembali bertanya kepada petugas yang ada di sana.


" Annisa Nadhira...benar Pak, pasien masuk rumah sakit kemarin, dan langsung di pindahkan ke ruang rawat lantai 3 nomor 010 "


" Baik , terimakasih "


Ada rasa bahagia karena Rain akhirnya menemukan yang ia cari, dan benar yang di lihat Kayla adalah Arkana anaknya. Dan ada rasa kekhawatiran juga yang menyelimuti perasaan Rain karena begitu khawatir mengenai keadaan Annisa.


Rain mempercepat langkahnya dengan berlari, karena tidak ingin menunggu, Rain rela naik tangga dari pada naik lift hanya agar dapat menemui Annisa secepatnya.


Dengan nafas yang tersengal-sengal, Rain sampai di lantai tiga tempat Annisa di rawat. Padahal sebelumnya Rain sudah kesana dan terpaksa harus kembali lagi.


Rain melihat nomor kamar rawat yang masih tertulis nomor 001, masih ada sembilan kamar lagi, kali ini Rain berjalan pelan agar tidak salah melihat nomor kamar yang di tempati Annisa.


Rain tersenyum dan menarik nafas panjang saat sudah sampai di depan ruang rawat Annisa. Saat membuka pintu , Rain terkejut karena melihat banyaknya orang yang ada di sana.


Rain pun berjalan perlahan sembari melihat satu persatu pasien yang ada di sana, Rain merasa sedih melihat ruangan rawat yang menurut Rain tidak layak karena banyak pasien yang ada di sana terlalu banyak. Maklum saja biasanya Rain selalu mendapat fasilitas VVIP , bukan hanya di rumah sakit, tempat - tempat lainnya pun juga.


Rain berjalan perlahan dan sampai di paling ujung , dari banyaknya pasien yang ada, Rain melihat hanya ada satu pasien yang tidak terlihat karena pasien itu menutup keseluruhan tempatnya dengan tirai.


Di setiap ranjang pasien terdapat tirai yang dapat mereka tutup dan buka, untuk menutupi mereka agar tidak terlihat, sangat berguna saat ada pemeriksaan oleh perawat atau dokter, atau saat sedang ingin tidur, dan berguna sekali ketika kita merasa risih saat bersama dengan banyaknya pasien yang tentu tidak kita kenal.


Rain menyingkap sedikit tirai yang menutupi Rain akhirnya melihat Annisa, melihat Annisa yang sedang berusaha mengambil segelas air di sampingnya yang berada di atas lemari kecil.


Rain pun bergegas membantu Annisa dengan mengambil gelas tersebut dan memberikannya kepada Annisa.


Annisa melihat sebuah tangan menyentuh gelas yang ingin ia ambil. Dan saat melihat siapa pemilik tangan tersebut, Annisa membulatkan kedua matanya saat melihat Rain yang ternyata ada di depan nya saat ini.


Rain memberikan gelas itu kepada Annisa, " minumlah "

__ADS_1


Rain duduk di atas ranjang rawat tepat di samping Annisa, lalu menyodorkan gelas itu ke mulut Annisa. Ingin membantu Annisa minum.


Annisa terdiam sejenak karena masih tidak percaya jika Rain ada di hadapannya saat ini. Dan saat tersadar, Annisa kebingungan mencari cadarnya. Annisa baru ingat kalau ia tidak memakai cadarnya.


Annisa melirik ke kiri dan ke kanan, dan ternyata cadarnya berada tepat di samping nya sendiri di atas ranjang rawat. Annisa bergegas mengambilnya untuk kembali memakai cadar itu.


Melihat hal itu membuat Rain bergerak cepat, Rain justru menarik tangan Annisa lalu menggenggamnya.


Annisa di buat diam oleh Rain. Dan kini kedua mata mereka saling mengunci. Rain menatap dalam wajah cantik Annisa, sejak kembali bertemu nya mereka berdua, Rain tak pernah melihat wajah Annisa sedikit pun.


" Kamu semakin cantik, Annisa "


Annisa tersipu malu lalu menundukkan kepalanya.


" Bukankah aku berkah melihat wajah cantik istriku ini ? "


Mendengar ucapan Rain, Annisa kembali mendongakkan kepalanya menatap Rain yang tersenyum manis kepadanya.


" A..aku... "


Sebelum Annisa kembali berucap, Rain langsung memeluk Annisa. Annisa kembali diam dan pasrah saat Rain memeluknya.


" Aku sangat merindukan mu Annisa, dan aku juga sangat mengkhawatirkan mu " ucap Rain dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


Annisa hanya diam saja, setelah bertahun - tahun , akhirnya Annisa kembali merasakan pelukan hangat yang Rain berikan. Begitu pula yang di rasakan oleh Rain kepada Annisa.


" Aku sangat mencintaimu, Annisa "


Annisa meneteskan air matanya saat Rain mengatakan bahwa sangat mencintai dirinya. Sebenarnya jauh dari lubuk hati Annisa yang paling dalam, Annisa juga merindukan Rain. Dan mengenai rasa cinta itu, Annisa sadar bahwa sebenarnya ia juga masih mencintai Rain, masih memiliki rasa yang sama tanpa berubah sedikit pun walaupun sebenarnya selama beberapa tahun ini Annisa berusaha menghilangkan itu semua, dan pada akhirnya juga tidak bisa.

__ADS_1


__ADS_2