Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 74


__ADS_3

Reyhan di kejutkan dengan kedatangan Rain secara tiba-tiba di perusahaan. Setelah beberapa Minggu tidak terlihat, Rain kini terlihat santai memasuki ruang kerjanya. Walaupun wajah dingin nya masih sangat terlihat dan hari ini terlihat lebih mengerikan menurut Reyhan.


" Bagaimana kabarmu Rain ? " Reyhan mendekati Rain dan mencoba berbicara dengan Rain. Setelah beberapa Minggu lamanya mereka tak saling bertemu dan berbicara.


" Apa saja jadwalku hari ini ? " tanya Rain tanpa menjawab pertanyaan dari Reyhan.


Reyhan pun menjelaskan apa saja yang harus di lakukan Rain hari ini. Melihat kedatangan Rain membuat Reyhan dapat bernafas lega, pasalnya sudah beberapa Minggu ini ia begitu sibuk menangani perusahaan, bahkan ada beberapa hal yang harus di tanggung jawab langsung oleh Reyhan tanpa sepengetahuan Rain karena Rain sama sekali tak bisa di hubungi.


" Maaf Rain, ada beberapa keputusan dan beberapa proyek yang aku ambil alih sendiri "


Reyhan meminta maaf terlebih dahulu kepada Rain karena jujur saja Reyhan juga terpaksa melakukannya semua untuk kebaikan perusahaan.


" Ya Rey, terima kasih " jawab Rain.


Karena sudah mengenal Reyhan, Rain sangat santai dan mempercayai semuanya kepada Reyhan. Karena sebenarnya bukan hanya kali ini saja Rain menghilang tanpa jejak, dulu Rain juga pernah seperti ini saat di tinggal oleh Sania. Hanya saja tidak selama seperti Rain di tinggal oleh Annisa.


Rain sangat mempercayai Reyhan bahkan dan menganggap Reyhan seperti saudaranya sendiri. Dan sebagai ucapan terima kasih nya selama ini, Rain tidak tanggung-tanggung menggajih Reyhan. Rain juga membelikan Reyhan sebuah apartemen, dan sebuah rumah untuk kedua orangtua Reyhan di desa.


Rain juga setiap bulannya selalu memberi uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga Reyhan tanpa sepengetahuan Reyhan.

__ADS_1


Reyhan memperhatikan Rain yang sedang fokus dengan tumpukan kertas di depannya, Rain terlihat lebih tenang dan terlihat lupa akan masalah besar mereka yaitu Annisa.


" Rain, aku ingin menjelaskan sesuatu "


Rain hanya diam dan masih sibuk menandatangi tumpukan kertas di depannya.


" Mengenai Foto itu, aku sudah menyelidiki dan mencari informasi tentang hotel yang.."


" Sudah cukup Rey "


Rain memotong ucapan Reyhan.


" Aku tidak ingin mendengar apapun lagi "


" Aku sudah mencoba mencari Annisa, tapi.."


" Aku bilang cukup Rain, aku tidak ingin kamu menyebut nama Annisa lagi "


Rain kembali memotong ucapan Reyhan. Membuat Reyhan kesal namun saat seperti ini Reyhan juga tidak bisa bersikeras terhadap Rain. Apalagi Rain baru saja tiba di perusahaan.

__ADS_1


" Baiklah "


Reyhan hanya bisa mengikuti perintah Rain dan tak berbicara lagi.


" Aku harus mencari bukti lebih agar Rain percaya " batin Reyhan.


" Oh ya Rain, apa kamu sudah menghubungi Kayla ? Dia berulang kali menghubungi ku dan ingin berbicara denganmu. Dan aku terpaksa berbohong, aku katakan kalau kamu sedang melakukan perjalanan bisnis dan tidak bisa di ganggu "


" Ya, aku akan menghubungi nya nanti. Oh ya Rey, aku ingin membeli apartemen baru. Tolong Carikan apartemen terbaik , kalau bisa dekat dengan perusahaan agar aku tidak perlu jauh - jauh datang ke sini " pinta Rain.


" Pindah ? kenapa Rain ? bukannya apartemen yang sekarang baru saja kamu beli ? dan apartemen itu termasuk apartemen terbaik "


Reyhan sedikit terkejut, pasalnya Rain baru menempati apartemen yang sekarang sekitar satu tahun. Belum lagi harga apartemen yang Rain tempati sekarang cukup mahal, jadi menurut Reyhan sangat pemborosan sekali kalau Rain harus membeli lagi. Apalagi Rain hanya tinggal seorang diri sekarang ini.


" Tidak perlu banyak bertanya, ikuti saja perintah ku Rey "


Reyhan kembali tak berkutik, sikap dingin Rain kembali terlihat. Dan apa yang bisa Reyhan perbuat hanyalah mengikuti perintah bosnya. Mau di beri nasihat apapun untuk Rain saat ini tidak berguna sama sekali.


Permintaan Rain ingin membeli apartemen baru sebenarnya hanya untuk menghilangkan semua kenangannya tentang Annisa. Karena menurut Rain, begitu ia pindah ke apartemen baru, maka kenangan bersama Annisa pun akan hilang. Rain begitu di butakan dengan api cemburu dan amarah. Sehingga tidak lagi melihat kebenaran, bahkan beberapa kejadian yang dulu pernah menimpanya pun tak menjadi pelajaran untuk Rain.

__ADS_1


Rain tampak santai dan ingin kembali memulai kehidupan nya dari awal. Dan mulai saat ini Rain sudah menutup pintu hatinya, ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuka hati nya untuk siapapun , dan tidak akan mencintai dan jatuh cinta lagi kepada siapapun.


Bersambung...


__ADS_2