Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 102


__ADS_3

Tante Sarah benar-benar mengadakan acara syukuran di kediaman nya. Tidak tanggung-tanggung, acara syukuran tersebut di buat dengan sangat megah di rumahnya, melihat hal itu membuat Rain sedikit kesal , ya begitulah Tante Sarah, sejak dulu ia selalu suka melakukan hal yang berlebihan.


" Kakak....!!! "


Kayla berlari dan langsung memeluk Rain setelah melihat kedatangan Rain. Rain juga memeluk erat tubuh sang adik yang ia rindukan.


" Aku merindukanmu kak "


Kayla menangis , Rain pun menyeka air mata Kayla.


" Kakak juga merindukanmu "


Tidak seperti Tante sarah, Kayla tidak mencecari kakaknya dengan banyak pertanyaan. Melihat kakaknya kembali dengan keadaan baik sudah cukup bagi Kayla.


" Segeralah bersiap Rain, acara akan di mulai malam nanti "


Rain memperhatikan sekeliling rumah , dan memperhatikan semua hiasan rumah dan makanan yang banyak yang sudah di sediakan.


" Rey "


" Iya Rain ? "


" Undang anak-anak yatim ke rumah ini "


" Untuk apa Rain ? "


Tante Sarah langsung bertanya sebelum Reyhan menjawab permintaan Rain. Tante Sarah tentu terkejut karena selama ini di setiap acara yang mereka adakan, mereka tak pernah mengundang anak - anak yatim.


" Tentu untuk menghadiri acara ini Tante, bukankah ini acara syukuran "


" Tapi Rain, mereka tidak selevel dengan kita. Bagaimana nanti nya kalau rekan-rekan kerjamu datang dan melihat anak-anak itu "


Rain hanya diam dan langsung pergi ke kamarnya, ia kesal sekali dengan sikap Tante Sarah.


" Apa - apaan Rain ini, sejak kapan ia mulai memperhatikan orang-orang kecil "


Reyhan hanya diam dan melihat Tante Sarah yang sedang kesal.


" Aku pergi dulu Tante "


" Tunggu sebentar Rey, jangan undang anak-anak itu " pinta Tante Sarah kepada Reyhan.


" Aku hanya mengikuti perintah Rain , Tante. Permisi "

__ADS_1


" Akhhh...sial "


Tante Sarah kembali mengumpat karena Reyhan tidak mengikuti perintah nya.


Didalam kamar setelah membersihkan diri, Rain membuka lemari nya untuk mencari sajadah dan peci. Bahkan baju Koko dan sarung pun Rain tak punya.


Rain lalu meminta kepada Kayla untuk membelikan nya baju Koko , peci dan sarung. Sembari menunggu Rain tetap melaksanan sholat dengan memakai selimut sebagai sajadahnya.


" Kakak.. Aku datang... "


Kayla membuka pintu kamar Rain dan terdiam saat melihat Rain yang sedang khusyuk berdoa.


Kayla berjalan pelan dan duduk di atas tempat tidur memperhatikan sang kakak yang sedang berdoa.


Seusai berdoa, Rain tersenyum melihat Kayla. Rain melipat selimutnya dan mengembalikan nya ke tempat tidur.


" Kak, ini aku bawa pesanan kak Rain "


Kayla memberikan paperbag yang ia bawa, Rain memeriksa nya dan mengambil Al-Quran yang juga ia pesan kepada Kayla.


" Kakak mau mengaji sebentar, kamu keluarlah "


Kayla hanya diam dan menganggukkan kepalanya. Kayla keluar dari kamar dan menutup pintu kamar dengan perlahan.


" Kak Rain berbeda sekali, aku akan minta penjelasannya nanti " batin Kayla.


Semakin dekat dengan Allah, semakin membuat Rain menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Rain juga merasakan ketenangan setelah dirinya dekat kepada sang pencipta. Bukan hanya sebatas kewajiban, semua ibadah yang Rain lakukan adalah wujud rasa syukur Rain karena Allah sudah memberikan banyak hidayah dan memberikan nya kesempatan hidup.


Bahkan Allah memberikan nya kesempatan untuk bertemu dengan wanita yang ia cintai. Begitu banyak yang sudah Allah berikan kepada Rain yang tak bisa Rain hitung.


Acara syukuran kembali nya Rain berjalan dengan lancar, sebelum acara usai. Rain membagikan beberapa amplop yang berisi yang kepada para anak-anak yatim. Hal itu tentu menjadi sorotan bagi rekan-rekan kerja, teman dan lainnya.


Belum lagi penampilan Rain di acara syukuran, Rain terlihat memakai baju Koko, sarung, dan juga peci. Penampilan yang sangat sederhana, yang justru membuat kharisma ketampanan Rain semakin terpancar.


" Apa Rain mengalami gangguan di otaknya ibu ? sejak kapan Rain rajin bersedekah "


" Jaga bicara mu Iyas, di sini banyak orang "


" Iya ibu "


Rain memilih untuk kembali ke kamarnya setelah acara usai, Rain merasa sangat lelah dan mengantuk. Pasalnya Rain harus berangkat dari pesantren ke kota sejak pukul tiga pagi, perjalanan yang cukup jauh , sampai di kota Rain tidak istirahat sama sekali, ia langsung bersiap untuk menuju kantor, dan sampai di kantor pun ia sudah di bebani dengan banyak pekerjaan.


" Bismillahirrahmanirrahim "

__ADS_1


Rain merebahkan dirinya di atas tempat tidur , dan mengambil ponselnya dan menyalakannya.


" Bagaimana aku bisa menghubungi mu Annisa " ucap Rain.


Rain terpaksa buru-buru pergi ke kota karena ingin menghadiri rapat pemegang saham dan perusahaan yang di adakan Iyas setelah mendapat informasi dari Reyhan. Rain tidak bisa menunda lagi karena tidak ingin perusahaan jatuh ke tangan Iyas dan keadaan semakin memburuk.


Karena terburu-buru, Rain saja tidak sempat berpamitan langsung kepada istri dan anaknya. Rain juga tidak meninggalkan ponsel atau apapun yang bisa Annisa pakai untuk menghubungi nya.


Bahkan di layar kaca ponselnya nya pun tak ada gambar atau foto Annisa dan Arkana. Tidak ada yang bisa Rain lihat jika sedang merindukan istri dan anaknya itu.


" Aku sangat merindukan kalian "


Rain menutup kedua matanya lalu tertidur, Rain sebenarnya sangat ingin membawa Annisa dan Arkana untuk ikut bersama nya. Namun Rain berpikir jika keadaan nya sekarang belum tepat, Rain tidak ingin membahayakan istri dan anaknya. Sangat berbahaya jika saja Tante Sarah tahu bahwa dan melihat Annisa dan Arkana.


Tante Sarah yang sangat licik dan kejam akan melakukan apapun. Di pesantren bersama Abah Rahman dan Ummi shofiah adalah tempat terbaik untuk anak dan istrinya saat ini.


*****


Iyas masuk kedalam ruang kerja Rain, kedatangan Iyas untuk memastikan jabatan nya saat ini di perusahaan.


" Ada apa ? "


" Aku hanya ingin memastikan jabatan ku saat ini, aku ingin kamu memberikan jabatan yang lebih kepadaku Rain "


Rain menyunggingkan senyumnya, " Aku akan menempatkan mu ke tempat semula "


" Maksud mu kembali menjadi manager keuangan di perusahaan ini ? "


Walaupun sebenarnya tidak menginginkan jabatan tersebut, ya setidaknya Iyas masih bisa bernafas lega karena ia tidak ingin kembali ke posisi awalnya sebagai staf biasa.


" Bukan, aku akan menempatkan mu menjadi karyawan biasa seperti lainnya "


" Apa maksudmu Rain ? "


Iyas meradang karena tidak terima dengan keputusan Rain.


" Kenapa kamu seperti itu kepada ku Rain ? seharusnya kamu berterima kasih karena selama kamu tak ada akulah yang menjadi penanggung jawab di perusahaan ini "


" Penanggung jawab ? " Rain berdiri lalu melemparkan beberapa berkas di depan Iyas.


" Apa kamu tidak malu Iyas, selama aku tidak ada , yang kamu lakukan hanya menghambur - hamburkan uang , dan di sini semua nya terbukti, kamu masih ingin meminta ku untuk menaikkan jabatanmu "


" Itu tidak benar Rain, apa Reyhan yang memberi tahu mu ? Reyhan pasti memanipulasi semuanya, padahal semua ini dirinya lah yang sudah menghamburkan uangmu. Aku ini keluarga mu Rain, seharusnya kamu lebih percaya kepadaku dari pada Reyhan yang bukan siapa - siapa itu "

__ADS_1


Rain berdiri dan berjalan ke arah Iyas, " Aku bahkan lebih percaya orang lain dari pada keluarga ku saat ini, pergilah sekarang atau aku akan mengeluarkan mu dari perusahaan saat ini juga " bisik Rain di telinga Iyas.


Iyas merasa takut dengan apa yang Rain ucapkan. Iyas pun langsung keluar dari ruangan kerja Rain.


__ADS_2