
Reyhan tak putus asa untuk mencari keberadaan Annisa. Keesokan harinya Reyhan pergi mengunjungi Annisa di kediaman kedua orangtua nya. Di sana Reyhan kembali mendapatkan hasil yang sia-sia karena tidak ada sedikitpun tanda-tanda Annisa berada di rumah tersebut.
Reyhan pun memilih kembali ke hotel, tempat yang kemarin ia kunjungi untuk mencari keberadaan Annisa. Kali ini bukan untuk kembali mencari Annisa, namun ingin menyelidiki dan mencari kebenaran mengenai Annisa dan lelaki misterius yang ada di foto itu.
Reyhan memulai dengan menyelidiki CCTV hotel.
" Sangat pandai, mereka seperti nya sudah tahu di mana saja letak CCTV sehingga tidak terekam sama sekali "
Padahal dengan jelas resepsionis hotel mengatakan kalau lelaki itu semalam menginap di sana dan keluar pagi harinya. Karena sebelumnya Reyhan sudah menunjukkan foto lelaki yang Reyhan cari.
Sebenarnya dari hasil tersebut sudah bisa menunjukkan bahwa terjadi suatu hal yang janggal karena Annisa tidak ada bukti yang membuktikan kalau Annisa berada di hotel itu atau menginap di sana.
Tapi bukti tersebut masih belum bisa menguatkan segalanya, Reyhan harus menunjukkan bukti yang kuat agar Rain percaya.
Reyhan pun pulang dan kembali ke kantor. Rain tidak terlihat di kantor hari ini, dan kemungkinan tidak akan bekerja selama beberapa hari atau mungkin berminggu-minggu karena Rain sedang terlihat kacau dan mengurung dirinya di apartemen.
Semua urusan kantor pun Reyhan yang mengatur segalanya, menggantikan posisi Rain untuk sementara waktu.
Reyhan tampak memijit-mijit keningnya sembari memperhatikan foto Annisa dan lelaki misterius tersebut. Mencoba melihat dan mencari celah agar ia mendapatkan sedikit petunjuk.
Dritt...Dritt...Dritt..
Dering ponsel Reyhan berdering, terlihat nama Kayla di layar kaca ponsel Reyhan.
" Iya Kay "
" Hai Kak Rey, apa kabar? "
" Kabarku baik, kamu sendiri ? "
" Baik juga, Kak Rey ada dimana ? di kantor ? "
__ADS_1
" Iya, ada apa Kay ? "
" Kak, dari kemarin aku coba hubungi Kak Rain tapi ponsel Kak Rain tidak aktif. Sulit seki menghubungi, Kak Rain ada di sana kan sekarang. Bisa aku bicara kak ? "
Reyhan menarik nafas panjang mendengar ucapan Kayla. Bagaimana ia menjelaskan apa yang sudah terjadi, bahwa Rain saat ini sudah seperti orang gila karena sakit hati. Terjatuh karena kebodohan dan amarahnya sendiri.
" Rain beberapa hari ini sangat sibuk Kay, tapi kamu tenang saja. Tidak ada yang terjadi dengan kakakmu, saat ini ia sedang menghadiri rapat "
" Oh begitu, baiklah kamu Rey. Syukurlah kalau Kak Rain baik - baik saja. Nanti kalau kak Rain sudah kembali, minta dia untuk menghubungi ku kak "
" Baiklah, akan aku sampaikan. Belajar yang rajin di sana , jaga diri kamu baik - baik Kay "
" Iya Kak Rey "
Sambungan telepon Kayla dan Reyhan terputus.
" Maafkan aku Kay, maaf aku terpaksa berbohong. Aku hanya tidak ingin kamu sedih dan khawatir tentang kakakmu Rain. Aku ingin kamu fokus dengan study mu di sana, biarlah aku yang mengurus Rain di sini "
*****
Karena merasa khawatir, Tante Sarah pergi ke apartemen untuk mengunjungi Rain. Dan sama halnya dengan Reyhan, Tante Sarah tidak mendapat jawaban apapun dari dalam apartemen. Rain mendengar pintu apartemen nya berbunyi, namun tak urung untuk membukakan pintu.
Terlalu lama menunggu, Tante Sarah pergi mengunjungi Rain di kantornya. Tante Sarah mengira kalau Rain sudah kembali bekerja.
" Rain "
Tanpa meminta ijin kepada sekretaris Rain, Tante Sarah masuk begitu saja kedalam ruang kerja Rain dan memanggil Rain.
" Tante Sarah "
Tante Sarah hanya melihat Reyhan, Tante Sarah tidak suka melihat Reyhan yang sedang duduk di kursi kerja Rain.
__ADS_1
Reyhan berdiri dan menghampiri Tante Sarah.
" Dimana Rain ? "
" Rain berada di apartemen nya Tante "
" Aku sudah ke sana Rey, tapi tidak ada Rain "
Reyhan bingung bagaimana menjelaskan semuanya kepada Tante Sarah. Karena jujur Reyhan mencoba menutupi masalah ini dari siapapun.
" Jelaskan kepadaku sekarang Rey ? " pinta Tante Sarah.
Dengan terpaksa Reyhan menjelaskan semuanya kepada Tante Sarah.
" Sudah ku duga, Annisa itu hanya akan mempermainkan Rain " ucap Tante Sarah.
" Apa yang di maksud Tante Sarah ? apa selama ini ia tidak menyukai Annisa ? " batin Reyhan.
Dari ucapan Tante Sarah, Reyhan bisa menebak kalau Tante Sarah tidak menyukai Annisa.
" Jadi bagaimana dengan Rain ? apa dia baik-baik saja ? bagaimana dengan perusahaan, apakah berpengaruh karena Rain tidak masuk bekerja ? "
" Saya akan berusaha menghandle semua Tante, sampai Rian kembali bekerja "
" Baguslah, jangan sampai terjadi kesalahan Rey " ucap Tante Sarah lalu keluar dari ruangan kerja Rain.
*****
Rain duduk sendiri di balkon apartemen. Sejak semalam Rain tidak bisa tidur semalaman dan memilih semalaman berada di Balkon dengan di temani minum-minuman kerasnya beserta rokok yang entah sudah berapa banyak Rain habiskan terlihat dari banyaknya puntung Rokok yang berserakan.
Ada rasa penyesalan di hati Rain karena sudah mengusir Annisa, dan kini ia kembali merasa kesepian. Namun jika di ingat kembali mengenai foto itu. Rasa penyesalan itu hilang berganti amarah dan kebencian.
__ADS_1