Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 100


__ADS_3

Happy reading....


Setelah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian...


Raja dan Ratu masih duduk di atas ranjang. Ratu masih betah bersandar di pundak sang suami. Setelah pertengkaran itu rasanya Ratu tidak ingin jauh dari Raja begitu pula sebaliknya.


Raja masih melingkarkan tangannya di pundak Ratu, sesekali Raja' mengusap pipi Ratu, "Dek," panggil Raja.


"Hmm."


"Aku boleh tanya nggak?" Ratu mendongak untuk melihat wajah Raja.


"Tanya apa?"


Raja tersenyum, "Tapi janji dulu jawab jujur ya."


Ratu berpikir sejenak, apa yang mau Raja tanyakan sehingga Raja meminta dirinya untuk berbicara jujur.


"Kok diem?"


"Kamu mau tanya apa sih?"


Raja menghela nafas panjang. "Kamu kenapa bisa nuduh aku selingkuh."


Ratu diam ia sendiri bingung untuk menjelaskannya. Jujur saja Ratu merasa tidak enak karena menuduh Raja selingkuh hanya karena pemikirannya sendiri.


Setelah memikirkannya Ratu akhirnya berbicara, apa yang sedang ia rasakan dan menuduh suaminya itu berselingkuh.


"Suci hamil, Yank?"


Raja nampak heran, "Kok malah jadi bahas Suci? Apa hubungannya sama masalah kita, Dek?"


Ratu turun dari ranjang dan melangkah menuju balkon kamarnya. "Ada, Yank." Raja tidak mengerti apa maksud dari ucapan Ratu.


"Yank, Suci hamil lagi dan itu anak kedua. Sedangkan aku, aku belum ada tanda-tanda hamil. Padahal sudah 2 tahun, Yank. Semua itu mengganggu pikiran aku dan membuat aku berpikir macem-macem sama kamu, apalagi kamu sering pulang malem, chat, telepon aku juga kamu abaikan," aku Ratu.


Raja langsung memeluk Ratu dari belakang dan mencium tengkuknya. "Dek, mungkin memang kita belum dikasih aja."


Ratu melepaskan pelukan Raja dan berbalik menatap suaminya. "Nggak adil aja, Yank. Kenapa aku susah banget untuk hamil lagi setelah keguguran."


Raja kembali menarik Ratu ke dalam pelukannya. "Dek, kita sudah pernah cek ke Dokter dan semuanya baik-baik saja. Mungkin kita memang belum dikasih kepercayaan saja."

__ADS_1


"Tapi aku takut kamu bakalan berpaling dari aku karena aku nggak bisa kasih kamu anak," tutur Ratu dalam tangisnya.


"Ya ampun Dek, kamu punya pikiran itu dari mana sih. Jauh dari kamu aja aku nggak sanggup, apalagi aku harus ninggalin kamu."


Ratu menarik kepalanya dari pundak Raja. Ratu menatap penuh tanya pada Raja, "Beneran?"


Raja mengecup kening Ratu, "Beneran, Dek." Ratu kembali masuk ke dalam pelukan Raja. "Dek, kita percayakan semuanya pada Tuhan ya. Jika memang Tuhan sudah berkehendak, kita pasti akan punya anak." Ratu mengangguk-anggukkan kepalanya lagi.


"Sekarang lebih baik kamu istirahat. Oh iya ada kabar baik dari Angga dan Rini."


"Apa?"


Raja mengambil kartu undangan pernikahan yang di berikan Angga. "Angga dan Rini akan segera menikah."


Ratu menerima dan membuka undangan itu. Ratu ikut bahagia, akhirnya mereka akan segera menikah.


Selama dua tahun ini banyak yang sudah terjadi. Alan dan Suci sudah menikah dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki, dan sekarang bahkan Suci tengah mengandung anak ke 2.


Rini dan Angga semakin dekat dan akhirnya menjalin kasih atas persetujuan dari Egi. Dan yang paling tidak terbayangkan, Leo dan Kiara menikah karena Kiara sedang mengandung darah daging Leo.


"Yuk tidur ini sudah malam," ajak Raja.


"Yank," panggil Ratu. "Kamu habis ngerokok ya?"


Ratu menghela nafas berat, "Mandi geh, baru boleh peluk aku." Ratu berjalan ke di tempat tidur.


"Mandi bareng yuk!" goda Raja.


Ratu langsung mendelik ke arah Raja, namun kemudian tersenyum nakal. Ratu berjalan ke kamar mandi mendahului Raja. Ratu berbalik saat Raja masih berdiri mematung di tempatnya.


"Kok diem, katanya mau mandi bareng," goda Ratu.


"Yess," Raja bersorak. Raja langsung berlari ke arah Ratu dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


Keesokan paginya


Raja bangun dari tidurnya dan tidak mendapati Ratu di sampingnya. Raja melihat waktu di jam tangannya yang ada di meja nakas. Pukul lima pagi, Ratu pasti sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya.


Raja memutuskan untuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Raja keluar dari kamarnya untuk mencari istrinya. Kini Raja dan Ratu sudah menempati rumah lama yang dulu di tempati oleh Ratu dan Anita. Raja hanya tinggal berdua saja dengan Ratu.


"Dek, kamu lagi ngapain?" tanya Raja saat melihat istrinya duduk di ruang tengah.

__ADS_1


Raja baru mengetahui apa yang sedang di lakukan istirnya saat ia sudah berada dekat dengan Ratu. Raja melihat Ratu sedang mencoba mengobati luka di telapak tangannya. Raja mengambil alih apa yang Ratu lakukan.


Ratu meringis saat Raja membersihkan luka di telapak tangannya. Raja dengan hati-hati membalut luka di telapak tangan istrinya dengan perban. Setelah selesai Raja mencium telapak tangan Ratu yang sudah di perban.


"Maaf ya, gara-gara aku kamu jadi kaya gini. Dan maaf juga, mungkin secara tidak sengaja aku sudah mengabaikan kamu," ucap Raja penuh sesal.


Ratu menggelengkan kepalanya, "Aku yang minta maaf karena sudah nuduh kamu nggak jelas." Satu kecupan Raja berikan di bibir Ratu.


"Mandi geh, aku siapin sarapan buat kamu," ucap Ratu.


"Nggak usah. Aku hari ini ke kantor rada siangan. Aku mau ke kampus untuk menemui Dosen, kita sarapan di jalan saja." Ratu pun mengangguk.


Keduanya masuk kembali ke dalam kamar dan mandi secara bergantian. Setelah semuanya siap, Raja dan Ratu bersiap ke untuk ke kampus.


Tahun ini adalah tahun terakhir mereka menempuh studynya. Setelah lulus Raja bisa konsentrasi untuk bekerja. Bagi Raja pendidikan itu sangat penting maka dari itu Raja mati-matian untuk tetap belajar meski dia harus bekerja.


Raja memarkirkan mobilnya di area parkir kampus. Hari ini dirinya ada janji dengan dosennya.


"Dek hari ini kamu ada cuma ada kelas pagi kan?" tanya Raja.


"Iya."


"Aku tungguin aja ya, baru aku ke kantor."


"Nggak usah, nanti kamu telat ke kantor."


"Oke"


Keduanya turun dari mobil bersama-sama. Raja menggandeng tangan Ratu berjalan menyusuri koridor kampus menuju ke kelas Ratu.


Seperti biasa dan tidak pernah berubah sampai sekarang, pasangan suami-istri itu akan selalu menjadi perhatian oleh seluruh mahasiswa di kampus itu.


"Yank, nanti siang aku ke kantor kamu ya, kita makan siang bareng," pinta Ratu.


"Boleh, mau aku jemput?"


"Nggak usah, aku naik taxi saja."


Raja menganggukkan kepalanya. " Sudah sampai, masuk gih. Aku ke ruang dosen dulu."


"Oke, kamu juga hati-hati di jalan nanti."

__ADS_1


"Iya, Honey." Raja mencium ujung kepala Ratu sebelum meninggalkannya.


Ratu menatap punggung Raja dan setelah Raja sudah tidak terlihat di matanya, Ratu masuk ke dalam kelasnya.


__ADS_2