Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Kejutan Dari Ratu


__ADS_3

Raja sedang memanaskan mesin motor gede miliknya. Motor jenis Ninja warna merah yang jarang ia gunakan. Tiba-tiba Raja merasakan getaran di dalam saku jaketnya. Diambilnya benda pipih warna hitam dari dalam saku jaket, ada panggilan telepon dari sahabatnya, Angga.


Raja sedikit menjauh dari motornya untuk menerima panggilan dari Angga. Beberapa menit kemudian Raja kembali dan sudah ada Ratu di sebelah motornya.


"Telepon dari siapa, Ja?" tanya Ratu.


"Dari Angga," jawab singkat Raja. "Udah siap?" tanya Raja yang langsung dianggukki oleh Ratu. Raja pun memakaikan helm ke kepala Ratu.


Raja dan Ratu sudah berada di atas motor. Ratu melingkarkan tangannya ke perut Raja saat motor itu melaju.bKeduanya melesat menuju tempat dimana meraka akan bertemu ketiga sahabatnya.


Motor yang dikendarai oleh Raja melesat membelah angin malam. Sayangnya Raja tidak bisa leluasa mengendarai motornya karenanya jalanan sangat padat.


Raja akhirnya memilih mengambil jalan pintas untuk sampai dengan cepat ke tempat yang biasa ia berkumpul bersama teman-temannya.


Raja akhirnya bisa bernapas lega setelah ia sampai di tempat yang ia tuju. Sesampainya di cafe di pinggir jalan, Raja dan Ratu turun dari atas motor dan berjalan menghampiri ketiga sahabatnya.


"Hai, Ratu," sapa Angga, Egi dan Panji.


"Hai semua," sapa balik Ratu. Ratu dan Raja menarik kursi dan bergabung bersama ketiga sahabat mereka.


"Gue kira lo bawa si Suci," celetuk Panji.


Raja diam dan tidak berminat sama sekali untuk menjawab pertanyaan Panji.


Ratu memesan minuman dan beberapa cemilan. Ratu melihat sekeliling ternyata tempat itu sangat ramai. Kebanyakan yang datang adalah anak-anak muda dengan motor gedenya.


"Hay Ja, lama gue gak liat lo main ke sini."


Kelima anak muda itu menoleh ke sumber suara, Ratu melihat ada beberapa perempuan dengan pakaian yang sama berjalan menghampirinya. Ratu melihat di antara keempat perempuan itu ada yang berambut ikal dan terlihat lebih dominan dibandingkan yang lain.


Bisa dibilang mereka adalah gank motor perempuan, mereka menamai diri mereka The Girl's. Angga juga memberi tahu kepada Ratu kalau salah satu di antara mereka ada yang menaruh hati pada Raja.


"Hai Ja … gue kangen tahu sama lo," ucap manja salah satu anggota gank itu yang bernama Kiara.


Angga, Panji, dan Egi langsung merasa mual melihat itu.


Kiara tidak menanggapi ketiga sahabat Raja. Ia memilih fokus untuk mendekati Raja. Kiara langsung merangkul pundak Raja, namun Raja terlihat tidak nyaman dengan perlakuan Kiara.


Raja menyingkirkan tangan Kiara yang melingkar di pundaknya membuat Kiara menampakkan wajah kecewanya. Tidak dengan Ratu yang menampakan wajah senang melihat Raja tidak tergoda oleh Kiara.


Ratu sengaja menyuapi Raja es krim di depan Kiara. Ratu ingin membuat Kiara semakin kesal. ”Ja, es krimnya enak banget loh. Cobain deh."


Ratu melirik sekilas ke arah Kiara. Wajah kesal Kiara terlihat begitu jelas membuat Ratu tersenyum penuh kemenangan.


"Ini cewek baru lo, Ja?'' tanya Kiara dengan senyum mengejek nya, "Keliatan banget cupunya."


Belum sempat Raja menjawab, Egi lebih dulu menyambarnya. "Hohooo, cupu? Gue gak salah dengar? Lo ngatain Ratu cupu?" Egi tersenyum sinis, "Menurut gue, Ratu lebih oke dari lo," bela Egi, diikuti anggukan Angga dan Panji.


"Setuju," imbuh Angga dan Panji.


Terlihat jelas Kiara tidak suka dengan ucapan Egi. "Oke. Kita buktiin siapa yang lebih pantas buat dapetin Raja, gue atau dia," tantang Kiara kepada Ratu.


"Gue nantang lo balapan motor, dan kalo gue menang lo harus ngejauh dari Raja!" Kiara menatap tajam Ratu.


Raja dan ketiga temannya membelalakan matanya. Kiara menantang Ratu balapan?

__ADS_1


Itu tidak adil menurut mereka.


Sebelum Raja protes kepada Kiara, kerena dirinya sudah dijadikan barang taruhan, Ratu lebih dulu merespon kata-kata Kiara.


Ratu menghela napas, "Gak seru kalo taruhannya cuma Raja," ucap Ratu tiba-tiba.


Ratu beranjak dari bangku dan berjalan menghampiri Kiara. "Kalo lo kalah, gue mau motor lu. Dan kalo lo menang, gue beliin lo motor gede … 2 sekaligus."


Ucapan Ratu otomatis membuat Raja dan ketiga temannya membelalakkan matanya kembali. Bahkan Raja sampai mengusap wajahnya kasar, "Apa lagi yang mau dia perbuat?" ucapnya lirih.


”Lo seriusan?" tanya Kiara yang langsung diangguki oleh Ratu. ”Deal."


"Sabar Ja," ucap Panji.


Panji menepuk pundak Raja saat melihat wajah frustasi sahabatnya itu.


Ratu sudah duduk di atas motor gede milik Raja. Wajah Ratu terlihat sangat tenang dibandingkan dengan Raja dan ketiga sahabatnya. Para lelaki itu yang justru terlihat khawatir.


"Dek, lo seriusan?" tanya Raja ragu-ragu.


Bukan takut kalau harus mengeluarkan uang untuk membeli 2 motor gede sekaligus, tetapi Raja lebih mengkhawatirkan keselamatan Ratu.


"Udah kaya gini masa gue gak serius, Ja," jawab Ratu masih dalam kondisi tenang.


Kiara dan Ratu sudah siap dengan posisi masing-masing, deru motor keduanya sudah terdengar jelas. Angga berdiri di tengah-tengah, antara Kiara dan Ratu.


Angga mengangkat sapu tangan memberikan kode kedua perempuan itu. "Siaaap? Mulai!" teriak Angga saat menurunkan tangannya.


Pada saat itu juga Kiara dan Ratu melesat cepat dengan motor mereka masing-masing.


Cukup lama Kiara dan Ratu beradu kecepatan, beberapa saat Angga lebih dulu melihat motor Kiara, sedang motor Ratu belum terlihat, sepertinya Ratu tertinggal jauh dari Kiara.


Kiara melihat ke belakang melalui kaca spion motornya. Kiara terlihat sangat senang motor Ratu tidak terlihat. Kiara yakin kalau dialah yang akan menang.


Kiara melambatkan laju motornya, dia yakin Ratu tidak akan bisa menyusulnya. Garis finish sudah terlihat, Kiara masih santai melajukan motornya, namun Kiara begitu terkejut saat motor Ratu melesat cepat melewatinya begitu saja dan tiba di garis


finish lebih dulu.


Motor Ratu melesat cepat dan sampai di garis finish terlebih dahulu. Ratu dengan cepat menginjak rem motornya, motor Ratu berhenti dengan ban belakang terangkat. Pemandangan itu jelas membuat Raja dan teman - temannya melongo tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat.


Panji menepuk pundak Raja, "Ja, itu bener si Ratu?" tanya Panji tanpa mengalihkan pandangannya dari Ratu.


Raja tidak menjawab karena masih tidak percaya apa yang sedang ia lihat.


Ratu membuka helmnya saat Raja dan teman-temannya menghampirinya, mereka pun langsung bertos ria.


"Wah, gue gak nyangka ternyata lo jago bawa motor juga," puji Angga.


"Apa lo punya kejutan lain selain ini," tambah Egi yang merasa terkejut ternyata Ratu bisa naik motor.


Ratu mengangkat kedua bahunya lalu tersenyum kearah Raja yang sedang menghampirinya.


"Lo gak apa-apa, Dek?" tanya Raja yang sangat cemas. Ratu langsung menggelengkan kepalanya.


Ratu melihat Kiara turun dari motornya. Ia berjalan menghampiri Kiara diikuti oleh Raja dan ketiga temannya.

__ADS_1


"Gue menang," seru Ratu.


Kiara mendengus kesal yang itu artinya dirinya harus merelakan motornya juga Raja.


Ratu membuka telapak tangannya di depan Kiara untuk meminta kunci motor Kiara.


"Kunci motor lo," pinta Ratu.


Dengan berat hati Kiara menyerahkan kunci motor miliknya kepada Ratu, diikuti tatapan tajam Kiara.


Ratu menggenggam kunci motor milik Kiara, "Jangan suka nilai orang dari luarnya aja." Ratu melempar kembali kunci motor ke arah Kiara, dan langsung ditangkap Kiara.


"Gue gak butuh motor lu, gue bisa beli sendiri." Setelah mengucapkan itu Ratu pergi meninggalkan Kiara dan teman- temannya yang sedang merasa malu.


Puas sudah memberi pelajaran pada Kiara, Ratu, Raja dan ketiga temannya memilih untuk pergi mencari tempat makan. Setelah berkeliling mereka memilih untuk makan di warung pinggir jalan.


"Ratu … kenapa lo gak jadi ambil motor Kiara?" tanya Angga.


"Gue bukan perampok, Angga. Lagian kalo gue mau, gue tinggal minta sama Raja." Ratu melirik ke arah Raja, "Ya gak, Ja."


Raja mendengus kesal yang malah membuat ketiga temannya tergelak. Mereka tak menyangka seorang Raja tak bergutik jika berada di hadapan Ratu. Di sela tawa mereka ada chat masuk di ponsel Ratu. Ratu mengerutkan keningnya melihat siapa yang mengirimi chat kepadanya.


"Angga," gumamnya dalam hati. Ratu membuka isi chat itu.


"Gue tadi liat Suci jalan sama Alan."


Ratu tak merasa kaget, lalu Ratu pun membalas chat dari Angga.


"Gue udah tahu Ngga, tapi gue minta tolong jangan kasih tahu ke Raja."


Sekarang giliran Angga yang mengerutkan keningnya, lalu Angga pun kembali mengirim pesan kepada Ratu.


"Kenapa?"


"Gue gak mau Raja terluka, Ngga."


Angga benar-benar salut kepada Ratu, bisa-bisanya Ratu memikirkan perasaan orang lain. Angga dan Ratu tak sadar kalau ketiga teman di samping mereka sedang memperhatikan keduanya. Mereka curiga kepada keduanya melihat ponsel mereka bunyi secara bergantian.


''Angga, Ratu! Wah lo berdua main belakang nih?" tuduh Egi.


Egi langsung merebut ponsel milik Angga.


"Siniin ponsel gue!" pinta Angga.


Angga tidak terima, lalu merebut kembali ponsel miliknya. "Bukan urusan lo." Angga kemudian memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jacketnya.


"Awas lo, jangan kasih contoh buruk sama Ratu," ucap Raja.


Angga tidak terima Raja berbicara seperti itu pada dirinya. "Bukannya lo yang kasih contoh buruk sama Ratu. Udah tahu lo sama Ratu udah nikah, kenapa lo masih pacaran sama Suci."


Ucapan Angga tidak bisa Raja jawab.


"Belum tentu juga Suci baik buat lo," imbuh Angga.


Raja mengepalkan tangannya menahan amarahnya. Raja sedikit tidak terima Angga menganggap Suci bukan perempuan baik-baik. Sedikit lagi ada pertarungan antar dua sahabat jika saja makanan yang mereka pesan tidak cepat datang.

__ADS_1


__ADS_2