Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Persahabatan Yang Hangat


__ADS_3

Semua orang bertepuk tangan untuk lagu yang dinyanyikan oleh Raja. Hati Ratu seketika berubah menjadi taman bunga. Semua bersorak saat Raja mencium pipi Ratu membuat wajah Ratu merona.


"Gue iri," ucap Panji.


"Siapa suruh betah jadi jomblo!" cibir Egi.


Lemparan kaleng kosong bekas minuman mendarat tepat ke pangkuan Egi.


"Mentang-mentang yang udah gak jomblo," sindir Panji.


"Sirik aja lo," balas Egi.


Raja meminta semuanya berkumpul berdiri membentuk sebuah lingkaran. Mereka mengangkat gelas ataupun minuman kaleng di tangan masing-masing.


"Untuk persahabatan dan kelulusan kita," seru Raja.


"Cheeeers!" seru semuanya. Mereka bersama-sama menurunkan tangan dan meminum minuman yang ada di tangan mereka masing-masing.


Acara barbeque berakhir. Raja merenggangkan tubuhnya di sofa ruang tengah bersama Egi, Aldo, Panji, dan juga Alan. Salah satu temannya yaitu Egi merasa sangat bosan karena tidak ada kegiatan saat itu. Egi melirik ke arah Alan yang sedang bermain game di ponselnya. Egi menyeringai, mendadak ide jahil terlintas di pikirannya. Diraihnya kaleng kosong bekas minuman dan melemparkannya tepat mengenai Alan.


"Lan, gue bosen nih. Ribut yuk!" ajak Egi.


"Berani bayar gue berapa, lo?" tanya Alan.


"Asem. Segala minta bayaran?" ucap Egi yang membangkitakan tawa teman-temannya yang lain.


"Lo ini ada-ada aja, Gi. Ngapain ngajak orang ribut?" sambung Raja.


"Gue bosen, Raja. Sekarang gue gak punya musuh. Tahu 'kan si Alan udah berubah jadi baik," keluh Egi pada Raja.


Raja yang mendengar keluhan Egi hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


"Mau ke mana lo? Ngambek gue gue ngatain lo?" tanya Egi pada Alan.


"Bukan urusan lo," jawab Alan.


Sementara para perempuan, Ratu, Suci, dan Rini sedang duduk di pinggir kolam berenang, mereka sedang mengobrol dengan kaki yang sengaja mereka celupkan ke dalam air. Obrolan mereka terhenti saat tiba-tiba Alan datang. Alan duduk di antara mereka dan membisikan sesuatu ke telinga Rini dan Suci begitu juga dengan Ratu. Beberapa saat kemudian mereka pun tertawa.


Mendengar gelak tawa Alan dan para perempuan membuat Egi merasa penasaran. Egi beranjak dari ruang tengah dan berjalan ke asal suara tawa itu.


Egi berjalan ke taman belakang rumah di mana ada kolam berenang di sana. Mata Egi terbelalak saat melihat Alan dan Rini sedang duduk bersama hanya berdua saja. Egi melihat keduanya sedang mengobrol sambil tertawa bersama. Egi merasa cemburu melihat pemandangan itu, apalagi ketika Alan dan Rini saling menyuapi.


Egi sudah merasa tidak tahan dengan itu semua. Egi melangkah cepat menghampiri Rini dan Alan.

__ADS_1


"Ngapain lo berdua di sini?" tanya Egi.


"Duduk," sahut Alan.


"Makan," sahut Rini.


Rini dan Alan menjawab bersamaan. Egi sudah terlihat sangat kesal, namun ia masih berusaha untuk meredamnya. Alan pun bisa melihat itu. Namun itu malah membuatnya makin senang. Tanpa menghiraukan keberadaan Egi, Alan kembali menyuapi sosis bakar yang masih tersisa ke mulut Rini.


Egi mulai emosi karena Rini dan Alan tidak menghiraukan keberadaannya. Egi menarik kerah jacket yang di pakai Alan membuat Alan berdiri.


"Eh, Egi … lo mau ngapain?" tanya Rini panik.


"Maksud lo apa bersikap kaya gini sama cewek gue? Lo gak lihat ada gue di sini" bentak Egi pada Alan.


Alan masih bersikap tenang, karena memang itu yang dia mau, membuat Egi marah.


"Kenapa diem, nyari ribut lo sama gue?" bentak Egi lagi.


"Bukannya lo, yang tadi ngajakin gue ribut, Nyet!" balas Alan.


Egi mengerutkan keningnya dan detik itu juga Egi mendengar suara gelak tawa dari Rini dan juga teman-temannya. Egi tidak tahu ternyata sedari tadi mereka menonton drama yang sengaja di buat Alan.


"Lo …." Egi menggeram saat tahu Alan dan kekasihnya sendiri sengaja membuat dia marah.


Egi meraih pundak Alan dan berpura-pura memukul perutnya. Namun, Alan malah semakin gencar untuk menertawakan Egi.


Egi kesal karena teman-temannya sudah mengerjai dirinya. Terlintas di pikiran Egi untuk membalas mereka. Egi mendekat ke Alan lalu mendorongnya ke kolam berenang. Kini giliran Egi yang tertawa terbahak-bahak.


Namun, tanpa Egi sadari Suci datang dari arah belakangnya dan langsung mendorong tubuh Egi ke kolam berenang. Gelak tawa di taman belakang itu pun kembali terjadi.


Egi dan Alan saling pandang, mereka tersenyum dan saling memberi kode. Keduanya berenang ke arah pacar mereka yang sedang berdiri berjejer. Egi dan Alan sudah sampai ke tepi kolam, keduanya mengulurkan tangan ke masing-masing pacar mereka. Ketika kedua perempuan itu sudah menerima uluran tangan mereka, Egi dan Alan menarik Rini dan Suci ke dalam kolam.


Dua pasangan kekasih itu sudah tercebur ke dalam kolam. Mereka segera berenang ke tepi kolam untuk menghampiri Ratu dan Raja. Ratu dan Raja yang sudah punya firasat akan datangnya bahaya. Keduanya berlari masuk ke dalam rumah. Namun belum sempat mereka berbalik, ketiga temannya sudah menghadang mereka. Raja dan Ratu digiring ke pinggir kolam secara paksa oleh teman-temannya.


Raja dan Ratu diceburkan ke dalam kolam oleh ketiga teman-temannya. Kini giliran Trio jomblo, Angga, Aldo, dan Panji menceburkan diri mereka ke dalam kolam berenang.


Berenang bersama-sama di jam sepuluh malam tidak membuat mereka kedinginan karena persahabatan mereka yang membuatnya terasa hangat.


"Ya ampun, malam-malam begini kalian berenang?"


Raja dan yang lainnya berhenti bermain air di kolam berenang dan menoleh ke seseorang yang baru datang.


"Mama"

__ADS_1


"Tante Anita"


Anita dan Mahendra ternyata ikut menyusul anak-anaknya ke rumah lamanya. Baru sampai di rumah itu, Anita dikejutkan oleh suara tawa dan juga teriakan Raja dan teman-temannya. Anita tambah terkejut saat melihat anak dan sahabat-sahabatnya sedang berenang di jam yang sudah hampir pukul sebelas malam. Berarti mereka sudah bermain air satu jam lamanya.


"Rupanya kalian sedang bersenang-senang di sini ya?" tanya Anita dengan bertolak pinggang dan senyum ramahnya.


"Mama sama papa Hendra kapan dateng?" tanya Ratu dari dalam kolam berenang.


"Baru, Sayang!" jawab Anita.


"Ma, ikut berenang yuk!" ajak Ratu. "Ajak papah Hendra sekalian!"


"No, no, no," tolak Anita cepat. "Mama masuk dulu, kalian cepat selesaikan berenang kalian! Ini sudah malam. Jangan sampai kalian sakit nanti," suruh Anita.


"Oke, Tante"


"Oke, Mah"


Beberapa saat kemudian mbok Sari memberikan handuk pada masing-masing anak muda yang baru saja selesai berenang. Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah saat angin menerpa mereka dan membuat mereka kedinginan.


"Gila! Dingin banget, perasaan tadi pas di kolam gak sedingin ini!" keluh Egi.


"Ya udah, nyebur lagi sono!" suruh Rini.


"Temenin yuk!" ajak Egi. Egi mengeringkan satu matanya untuk menggoda Rini.


"Ogah," tolak cepat Rini. Egi berpura-pura kesal dan sengaja memajukan bibirnya.


"Tuh bibir biasa aja kali!" Angga mengusap wajah Egi.


"Sialan lo, bibir udah gak perawan kena tangan lo," ucap Egi.


Angga mendengkus dan memutar bola matanya jengah. Sedangkan teman-temannya hanya bisa geleng kepala dan tersenyum tipis melihat tingkah dua sahabat itu.


Mereka memutuskan untuk segera masuk, karena terpaan angin membuat mereka makin kedinginan.


"Kalian benar-benar anak bandel ya. Malam-malam begini nekat berenang."


Raja dan yang lainnya menghentikan langkahnya lalu menoleh ke ruang tengah, ternyata di sana ada Mahendra yang sedang meminum kopi.


"Malam Om!" sapa Egi, Angga, Panji, Rini, Suci dan Aldo


"Malam, Pah!" sapa Raja, Ratu, dan juga Alan.

__ADS_1


"Malam semua!" balas Mahendra.


"Ya sudah kalian cepet masuk, ganti baju, terus istirahat!" suruh Mehendra, dan di iyakan oleh Raja dan yang lainnya.


__ADS_2