Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 64


__ADS_3

Happy Reading.....


Mobil Raja dan teman-temannya sudah meninggalkan tempat wisata Prambanan. Mereka segera melaju menuju Jakarta. Setengah perjalanan mereka sampai di Purwokerto, mereka sudah melewati lima jam di dalam perjalanan. Hari sudah menunjukan pukul delapan malam, mereka memutuskan untuk berhenti dan menginap di salah satu hotel di daerah Purwokerto. Mereka tak ingin memaksa tubuh lelah mereka untuk terus melanjutkan perjalanan mereka.


Raja, Alan, Egi, dan Aldo menuju meja resepsionis untuk check in, sedangkan yang lainnya menunggu di meja tunggu yang sudah disediakan. Setelah keempat temannya sudah kembali dari meja resepsionis, mereka semua menuju kamar masing-masing. Egi bersandar di dinding lift yang akan membawa mereka ke lantai 5.


"Ngantuk banget gue," keluh Egi. Beberapa kali Egi menguap dan menyandarkan kepalanya di pundak Rini.


"Tumben amat lo ngantuk. Biasanya dua hari gak tidur juga lo kuat-kuat aja?" tanya Angga.


"Gak tahu gue." Egi kembali menguap. Pintu lift sudah sampai di lantai 5, memaksa Egi untuk melangkah keluar. Meski langkahnya sangat berat.


Kamar Raja dan teman-temannya saling berhadapan. Rasa lelah mereka seakan terbayar saat mereka merebahkan tubuh mereka di kasur.


"Mandi dulu gih!" suruh Ratu pada Raja. Ratu duduk bersandar di sofa yang ada pada kamar hotel itu.


"Oke." Raja merenggangkan ototnya yang terasa kaku sebelum Raja melangkah ke kamar mandi.


Ratu masih betah dengan posisinya duduk bersandar di sofa.


"Mandi bareng yuk, Dek!" ajak Raja.


"Gak!" tolak Ratu tanpa berfikir. Ratu tahu apa yang dimaksud dengan mandi bersama. "Kamu pasti mau mesum di dalam sama aku," tebak Ratu.


"Mesum sama istri sendiri masa gak boleh?" cibir Raja.


Ratu menghela nafas panjang, kalau ia menolak pasti berujung pada pertengkaran yang tak berujung.


"Ya udah, ayo!" Raja langsung bersemangat kembali.

__ADS_1


Di kamar lain, Egi sudah tertidur dengan sangat pulas. Angga yang sekamar dengan Egi pun sampai terheran melihat Egi.


Rasa lelah yang melanda Raja dan teman-temannya akhirnya membawa mereka semua ke dalam mimpi masing-masing.


Pada esok harinya, Raja dan Ratu serta teman-temannya turun dari kamar masing-masing untuk sarapan di tempat yang sudah di siapkan, sekaligus untuk check out dari hotel itu. Raja dan yang lainnya duduk tempat yang


sudah disediakan dan memulai sarapan mereka. Rasa lelah sudah hilang setelah mereka tidur dengan pulas semalam.


Selesai dengan sarapan, Raja, Aldo, Alan, dan Egi ke meja resepsionis untuk check out, sedangkan yang lainnya kembali ke kamar masing-masing untuk membereskan barang-barang mereka sendiri.


Raja melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya sudah menunjukan pukul sembilan pagi. Mereka sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Semua sudah masuk ke dalam mobil masing-masing, mereka pun langsung melesat meninggalkan kota Purwokerto.


Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai di tol di Jakarta. Mobil Raja sudah keluar dari tol dan masuk ke jalan raya menuju ke apartemennya. Kini Ratu yang mengambil alih untuk menyetir mobil.


"Kamu beneran gak capek, Dek?" tanya Raja.


Raja mengambil ponsel dari saku jacket nya. Raja mengirim pesan pada teman-temannya untuk saling memberi kabar jika mereka semua sudah sampai di rumah masing-masing. Setelah pesan terkirim Raja langsung memejamkan matanya.


Pukul sebelas malam tepat Raja dan Ratu sampai di apartemen. Mereka langsung turun dari mobil tanpa membawa barang-barang mereka. Raja menggandeng tangan Ratu dan berjalan bersama menuju unit apartemen mereka. Setelah menekan tombol passcode, Raja dan Ratu langsung masuk menuju kamar mereka. Merasa sangat lelah keduanya tertidur setelah membersihkan tubuh mereka.


Keesokan paginya, Ratu terbangun lebih dahulu. Perlahan Ratu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, Ratu keluar dari kamar mandi. Ratu mencari ponselnya untuk menghubungi teman-temannya untuk menanyakan apa mereka sudah sampai. Ratu mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, namun tak menemukan keberadaan benda pipih kesayangannya. Ratu menepuk keningnya saat mengingat ponsel milik nya dan milik Raja masih berada di dalam mobil.


Ratu segera turun dari apartemennya meninggalkan Raja yang masih tertidur pulas. Ratu mengambil kunci mobil di atas meja di ruang tamu lalu melangkah keluar dari apartemennya. Ratu berjalan menuju parkiran mobil yang ada di bawah apartemen. Sesampainya di parkiran bawah tanah gedung apartemennya, Ratu membuka kunci mobil, lalu mengambil ponsel miliknya dan Raja.


Sejenak Ratu duduk di kursi kemudi untuk memeriksa pesan pesan dan beberapa panggilan tak terjawab. Ratu melihat ada 10 panggilan tak terjawab serta 2 pesan belum terbaca. Ratu membuka pesan dari Angga di whatsapp. Tiba-tiba Ratu langsung menangis sejadi-jadinya.


Ratu segera keluar dari mobil dan berlari ke dalam apartemennya. Ratu terus berlari meski menabrak seseorang, Ratu tak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihat dirinya seperti berlari seperti orang gila. Ratu menekan tombol lift, Ratu juga mengumpat karena lift tidak kunjung terbuka, dan tidak mungkin Ratu naik menggunakan tangga darurat ke lantai 15.


Ratu langsung masuk setelah pintu lift terbuka dan membawanya ke lantai 15. Sesampainya di lantai 15, Ratu langsung berlari menuju apartemennya, di tekannya passcode di pintu dan tak lama pintu pun terbuka.

__ADS_1


Raja terbangun dari tidurnya karena tak mendapati Ratu di sampingnya. Raja langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Raja juga mencari ponselnya namun tak menemukannya. Raja baru ingat ponselnya tertinggal di dalam mobil.


Raja keluar dari kamar mandi dan mencari Ratu di bawah, namun tak mendapati sosok istrinya. Raja berpikir mungkin Ratu sedang mengambil barang-barang mereka yang masih tertinggal di dalam mobil. Raja berniat menyusul Ratu ke bawah, namun belum sempat Raja keluar dari apartemen, Ratu lebih dulu masuk. Raja terkejut melihat kondisi Ratu.


"Dek, kamu kenapa?" Raja menghampiri Ratu dan mengusap wajah Ratu yang basah oleh air mata. "Kamu kenapa nangis?"


"Ja, Egi sama Rini kecelakaan!"


"Apa?"


-


-


-


Raja dan Ratu melesat menuju rumah sakit yang sudah di beritahukan oleh Angga. Dari semalam Angga menghubungi Raja dan Ratu namun mereka lupa meninggalkan ponselnya di mobil. Sesampainya di rumah sakit, Raja langsung menuju kamar ICU.


"Angga, gimana keadaan Egi?" tanya Raja saat sampai di ruang ICU.


"Egi belum sadarkan diri, Ja. Lukanya parah."


"Rini bagaimana?" kini Ratu yang bertanya.


"Sama."


"Kok bisa kaya gini?" Ratu melihat tubuh Egi yang masih terbaring tak sadarkan diri, dengan banyak alat medis yang menempel di tubuhnya.


Ratu masih tak mempercayai ini, Ratu merasa bersalah karena Ratu yang mengajak meraka untuk ikut ke Jogja.

__ADS_1


__ADS_2