
Mohon dukungannya, like, rate, vote, tips, favorit. Saran dan kritik tinggalkan di kolom komentar.
Happy reading....
Raja, Ratu dan teman-temannya sudah meninggalkan area kampus. Mereka berpisah dan menuju rumah masing-masing. Ratu duduk diam di dalam mobil sambil melihat ke luar. Pikirannya masih memikirkan kata-kata Suci. Mungkinkan dirinya memang hamil?
Matanya tak sengaja melihat apotik dan meminta Raja untuk berhenti. "Ja, aku mau mampir ke apotik sebentar," ucap Ratu.
"Mau ngapain?"
"Aku mau beli vitamin aja kok!"
Raja mengangguk lalu menepikan mobilnya di depan apotik. "Aku masuk sendiri aja." Raja pun kembali mengangguk.
Ratu keluar setelah membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam apotik.
"Sore, Mbak. Mau cari apa?" tanya pekerja di apotik itu.
"Mmm, Mbak ada alat tes kehamilan gak, yang bagus?" tanya Ratu.
"Oh ada, Mbak. Sebentar!" Pekerja di apotek itu langsung mengambil dua buah merek alat tes kehamilan. "Ini Mbak, dua-duanya bagus dan akurat."
Ratu melihat dua merek alat tes kehamilan di hadapannya. Ratu bingung harus memilih yang mana dan akhirnya Ratu memutuskan untuk membeli keduanya.
"Aku ambil dua-duanya deh, Mbak!"
"Baik, Mbak." Pekerja di apotik itu membungkus dua alat tes kehamilan dan membawanya ke kasir. Ratu pun juga menuju meja kasir untuk membayar barang yang di belinya.
Ratu memberikan selembar uang seratus ribuan kepada petugas kasir. "Terimakasih, Mbak." Ratu menerima kantong plastik berisi alat tes kehamilan yang ia beli, serta sisa uang pembayaran dan Ratu pun kembali ke mobilnya.
"Udah?" tanya Raja saat Ratu masuk ke dalam mobil.
"Udah kok." Raja kembali melakukan mobilnya setelah Ratu selesai memakai safety belt nya.
Di perjalanan pulang, Ratu teringat akan hadiah yang di berikan paniti ospek untuk dirinya. Ratu mengambil kotak hadiah dari dalam tasnya.
"Kira-kira isinya apa ya, Ja?"
Raja mengangkat kedua bahunya, moodnya hilang seketika melihat hadiah yang di berikan oleh panitia ospek untuk istrinya. Raja sudah bisa menebak kalau para seniornya itu menyukai istrinya.
__ADS_1
"Kalau mau tahu buka aja!" suruh Raja dengan dinginnya.
Ratu bisa melihat wajah kesal Raja. Namun dalam hatinya Ratu senang jika suaminya itu merasa cemburu padanya. Ratu mulai menyobek bungkusan kado itu, di dalamnya ada sebuah kotak. Ratu membuka kotak itu yang ternyata isinya gantungan boneka beruang kecil bertulisan love di dadanya, serta secarik kertas bertulisan nomer ponsel Leo.
Raja yang melihat itu makin bertambah kesal. Karena rasa kesalnya itu Raja menambah kecepatan laju mobilnya membuat Ratu terkejut. Raja terus melakukan mobilnya dengan cepat tanpa mengatakan apapun pada Ratu. Sesampainya di depan gedung apartemen, Raja langsung masuk ke dalam area parkir bawah tahan. Raja menghentikan mobilnya secara kasar menimbulkan bunyi decitan rem dan bahkan membuat tubuh keduanya terhuyung ke depan.
"Kamu Apa-apaan sih, Ja?" omel Ratu.
"Kamu pikir aja sendiri!" balas Raja.
Raja langsung keluar dari mobilnya dan meninggalkan Ratu. Ratu dibuat melongo oleh sikap Raja. Dengan segera Ratu turun dari mobil dan mengunci mobilnya.
"Aneh banget sih, kenapa mendadak dia marah-marah gak jelas," gerutu Ratu.
Di tempat lain Suci dan Alan pun bertengkar gara-gara kotak hadiah yang di berikan oleh salah panitia ospek, isinya pun sama. Gantungan berbentuk boneka serta kertas bertulisan nomor telepon bertulisan Adit.
"Oh jadi, kamu punya penggemar berat?" kesal Alan.
"Apa sih?" Suci mengerutkan keningnya melihat sikap Alan yang mendadak berubah kesal.
"Tuh, kamu bisa lihat sendiri!" tunjuk Alan ke arah kotak hadiah yang ada di tangan Suci.
"Jadi kamu sedang cemburu?" tanya Suci.
Suci berdecak. "Ya ampun, jadi tunangan ku sedang cemburu," goda Suci. Namun Alan masih saja cuek pada Suci. "Lan!"
Mobil yang ditumpangi Alan dan Suci mendadak berhenti dan ternyata sudah sampai di depan rumah Suci. "Sudah sampai," ucap Alan tanpa memandang ke arah Suci.
Suci tak langsung turun dari mobil. Suci memandang Alan yang masih tak mau memandang ke arahnya. Suci tersenyum lalu meraih tangan Alan. "Lan, aku sayang sama kamu dari dulu. Aku gak akan pernah berpaling dari kamu apapun yang terjadi," ucapnya lembut.
Detik itu juga Alan menoleh ke arah Suci, memandang wajah perempuan yang sangat mencintai dirinya dengan tulus dan dengan segenap jiwanya. Harusnya Alan tak pernah meragukan kesetiaan Suci.
"Ya udah, aku keluar dulu. Kamu hati-hati di jalan!" Suci membuka pintu mobil di sampingnya. Sebelum Suci menurunkan satu kakinya ke tanah, Alan lebih dulu menahannya.
"Maaf!" Spontan Suci menoleh ke samping. Suci pun mengurungkan niatnya turun dari mobil dan menutup kembali pintu mobil.
"Maaf, aku hanya merasa cemburu jika ada yang mendekatimu. Aku takut jika kamu akan berpindah ke lain hati!" ucap Alan.
Suci tersenyum tipis, diraihnya dua sisi wajah Alan lalu mengecup bibir Alan sekilas. "Kalau aku ingin, sudah aku lakukan dari dulu!"
__ADS_1
Alan meraih tangan Suci di sisi wajahnya lalu mengecup punggung tangannya, begitu juga sebaiknya dengan Suci mencium punggung tangan Alan.
"Ya sudah, aku masuk ke rumah dulu, kamu mau mampir dulu?" gelengan kepala Alan menjadi jawaban untuk Suci.
"Kamu hati-hati, sampai jumpa besok." Suci melambaikan tangannya ke arah Alan dan Alan pun membalasnya. Alan kembali melajukan mobilnya, senyumnya merekah saat melihat bayangan Suci dari kaca spionnya sedang membuang kotak hadiah yang di berikan oleh salah satu panitia ospek.
Lain Alan lain Raja. Kini Ratu masih berusaha membujuk Raja yang masih saja mendiami dirinya. Ratu sudah menjelaskan dan membujuk Raja, namun belum berhasil. Ratu merasa Raja sekarang susah untuk di bujuk. Ratu yang sudah merasa kesal sendiri akhirnya menyerah.
"Ya sudah terserah kalau kamu terus kaya gini terus sama aku!" kesal Ratu. Setelah berganti pakaian Ratu berjalan ke arah pintu dan mengambil tas kecilnya.
"Mau kemana?" tanya Raja dengan nada kesal.
Ratu yang sudah akan membuka pintu kamarnya langsung berbalik. "Cari suami baru!"
Raja langsung membelalakan matanya. Dengan segera Raja mengejar Ratu yang sudah berjalan menuruni anak tangga. Ratu terkejut tangannya ditarik oleh Raja dan kembali masuk ke dalam kamar. Raja segera mengunci pintu dan mencabut kuncinya sebelum menyembunyikan di saku celananya.
Ratu mendengus kesal karena di kurung di dalam kamar. Ratu berjalan ke arah ranjang dan duduk bersandar di kepala ranjang. Ratu mengambil bantal dan menaruhnya ke atas pangkuannya. Ratu terus memandang wajah suaminya yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya di laptop. Diam-diam Ratu tersenyum memandang wajah tampan suaminya, dan mendadak melintas ide jahil untuk mengganggu suaminya.
Raja yang sedang duduk di sofa dan sedang mengerjakan pekerjaannya diam-diam mencuri pandang pada istrinya, senyum tipis terukir melihat wajah cemberut istrinya.
'Rasain gak bisa pergi ke mana-mana. Siapa suruh mau cari suami baru,' guman Raja dalam hatinya.
Namun tanpa Raja sadari, Ratu sedang berjalan ke arahnya dan langsung duduk di pangkuannya. Raja yang terkejut langsung menahan tubuh Ratu dengan melingkarkan tangannya ke tubuh Ratu agar tak terjatuh.
"Kamu apa-apaan sih? Kalo jatuh bagaimana?" tanya Raja, jantungnya seolah berlari maraton karena terkejut.
Ratu malah terkekeh melihat wajah kesal suaminya. "Ya lagian aku gak tahan terus didiemin kaya gini sama kamu." Ratu memasang wajah cemberut.
"Aku kesel, Dek. Kamu deket-deket sama senior itu. Apalagi sama kamu juga mau terima hadiah dari dia," keluh Raja.
"Oooh, jadi kamu cemburu!"
"Siapa yang gak cemburu liat istrinya deket sama cowok lain."
"Tapi Angga, Egi, Panji, Aldo, Alan mereka semua juga cowok, tapi kamu gak cemburu tuh sama mereka?"
"Itu lain, Dek?"
Ratu makin senang melihat raut wajah kesal suaminya. Di cium nya sebelah pipi Raja sebelum Ratu berucap. "Ja, gak ada yang lain di hati aku selain kamu. Karena seorang Ratu hanya untuk seorang Raja!" tegas Ratu.
__ADS_1
"Duh, manisnya?" Raja menghujani pipi Ratu Dengan kecupan.
Keduanya tertawa bersama sebelum akhirnya saling menempelkan kening dan mengecup bibir satu sama lain.