Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 74


__ADS_3

Mohon dukungannya Like, vote, Rate, tips, favorit, saran dan komentarnya.


Happy reading.....


Keesokan paginya Ratu terbangun saat merasakan lapar di perutnya. Ratu mencium bau mie instan dan segera membuka tenda. Di luar sana Ratu melihat Raja, Alan, serta Leo sedang memasak mie instan. Segera Ratu menghampiri suami serta kakak tirinya itu.


"Udah bangun, Dek?" tanya Raja saat istrinya duduk di sampingnya.


"Aku laper, Yank!" keluh Ratu.


"Mau mie?"


"Mau tapi suapin ya!" pinta Ratu pada suaminya.


"Dih, manja banget," ledek Raja.


"Ya udah kalo gak mau, aku minta suapin lagi sama Alan kalo gak sama Kak Leo," ancam nya. Detik itu juga Raja menatap horor Ratu dan membuat istrinya terkikik geli.


Mie instan sudah siap, Raja membaginya menjadi empat mangkok lalu membagikannya pada Ratu, Alan dan juga Leo. Keempatnya mulai makan, Ratu masih merengek pada Raja untuk menyuapi dirinya.


Raja tak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan sang istri dan dengan sabar Raja menyuapi istrinya.


Tak lama satu mangkok mie instan sudah berhasil berpindah ke perut Ratu.


"Makasih, Yank. Aku udah kenyang." Ratu mengusap perut ratanya lalu memberikan senyuman manis pada Raja. Mata Ratu terbuka lebar saat melihat Kiara sedang berjalan ke arahnya. Segera Ratu meraih mangkok berisi mie instan milik Raja dan mulai menyuapi Raja.


Ratu sengaja melakukan itu untuk membuat Kiara kesal. "Sini, Yank aku suapin kamu!" Raja membuka mulutnya menuruti perintah istrinya.


Ratu bisa melihat wajah merah padam Kiara yang sedang menahan amarah. Ratu tersenyum puas dan tertawa lepas di dalam hatinya.


'Rasain lo. Panas, panas dah tuh kepala' Ratu menertawakan Kiara di dalam hatinya.


Kiara yang melihat itu pergi setelah menghentakkan kakinya ke tanah berulang-ulang. Hal itu dilihat oleh Raja, Alan, serta , Leo.


"Iseng banget sih kamu, Dek!" Raja menarik hidung istrinya.


"Biarin, siapa suruh mau deketin kamu." Ratu terkekeh geli.


-


-


-

__ADS_1


-


Pukul delapan pagi, semua sudah bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Setelah semua barang-barang bawaan mereka sudah dibereskan, para peserta ospek kembali berkumpul di lapangan.


"Oke semua. Acara ospek kita sudah selesai dan welcome buat semua mahasiswa dan mahasiswi baru disini. Upplouse untuk kalian semua." Suara tepuk tangan riuh terdengar keras di telinga masing-masing.


"Sekarang kalian bisa langsung bisa pulang dan beristirahat di rumah masing-masing," seru Leo pada seluruh peserta ospek.


Satu-persatu para peserta ospek saling menyalami satu sama lain, dan setelah itu mereka berbaris untuk menyalami para panitia ospek. Saat Alan dan Adit saling berhadapan, keduanya saling membuang muka. Alan malas untuk menyalami Adit, begitu jadi juga sebaliknya. Leo meminta Adit untuk menyalami Alan.


"Lo gak bisa kaya gini, Dit. Lo senior, harusnya bisa ngasih contoh yang baik buat Junior lo!" ucap Leo penuh penekanan pada Adit.


Adit mendengus kesal, dengan sangat malas, dan karena ucapan Leo Adit terpaksa mengulurkan tangannya pada Alan. Keduanya saling bersalaman sekilat mungkin. Raja dan Leo yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Thank's, Bro!" Raja menyalami Leo dengan sangat erat. Setelah mengobrol semalam, Raja bisa menilai jika Leo orang yang bisa di ajak berteman.


"Sama-sama. Hati-hati lo sama Ratu di jalan!" ucap Leo.


Ratu dan Raja berjalan ke parkiran kampus menuju mobil mereka. Berulang kali Ratu melihat Raja terus menguap.


"Kamu gak tidur semalam, Yank?" tanya Ratu.


Raja tersenyum, dan mengangguk. "Iya, Dek! Semalam ngobrol sama Leo. Ternyata dia orang nya asyik juga," jawab Raja.


"Oh, udah akur nih ceritanya?" Raja mengangguk. "Ya, udah aku yang bawa mobil nya aja," pinta Ratu.


"Ya, gak lah, Yank. Adanya kita yang kenapa-kenapa, kalo aku ngebiarin kamu nyetir mobil dalam keadaan seperti ini," protes Ratu.


Raja terkekeh mendengar perkataan istrinya, lalu Raja memberikan kunci mobilnya pada Ratu dan diterima oleh Ratu. Keduanya berjalan menuju mobil mereka yang terparkir di parkiran kampus. Ratu menekan tombol untuk membuka kunci mobil, setelah kunci mobil terbuka, Raja segera memasukkan barang-barang nya dan Ratu ke dalam bagasi mobil nya.


Ratu sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi. "Udah semua, Yank?" tanya Ratu pada Raja yang baru saja masuk kedalam mobil.


"Udah kok! Kita jalan sekarang, yuk!" ajak Raja, dan langsung diangguki oleh Ratu.


Raja menurunkan kaca mobil di sampingnya dan berpamitan pada teman-temannya. "Kita duluan, semua!" seru Raja pada teman-temannya.


"Yoi. Hati-hati lo berdua!" seru Angga.


"Kalian juga!" balas Raja. Ratu melajukan mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya pada teman-temannya. Mobil Raja dan Ratu sudah keluar dari area kampus. Keduanya langsung menuju apartemen mereka.


Satu minggu kemudian..


Raja dan Ratu sudah resmi menjadi seorang mahasiswa. Keduanya sama-sama mengambil jurusan bisnis. Ratu membuka matanya dan melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul delapan pagi. Ratu langsung turun dari ranjang dan tak melihat Raja di sampingnya.

__ADS_1


"Apa dia sudah berangkat ya?" tanya Ratu pada dirinya sendiri.


Ratu menghela nafas lega mendengar suaminya masih berada di dalam kamar mandi. Segera Ratu keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


"Dek, kamu sudah bangun?" tanya Raja.


Ratu melihat ke arah Raja yang sedang berjalan menuruni anak tangga. "Kok kamu gak bangunin aku, Yank?" Ratu sedang sibuk menyiapkan sarapan nasi goreng untuk suaminya. "Kamu katanya ada kelas pagi, kok jam segini masih di rumah?" tanya Ratu.


"Aku mau kasih tahu kamu semalam kalo kelas aku di undur dua jam, eh malah kamu sudah tidur," jawab Raja. "Jadi aku gak bangunin kamu." Raja membantu Ratu menyiapkan piring dan juga sendok si meja makan.


"Ya, udah kamu sarapan dulu!" suruh Ratu.


Ratu menghidangkan nasi goreng untuk Raja dan satu telor mata sapi untuk Raja. "Makasih, Dek!"


Raja mulai memakan nasi goreng buatan istrinya dan kali ini menurut Raja, rasanya sangat enak, padahal Ratu memasak juga seperti biasanya. Kadang Ratu juga merasa aneh pada Raja kadang minta ini, minta itu bahkan yang lebih aneh lagi, Raja selalu tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh dirinya.


"Dek, kamu hari ini gak kelas kan?" tanya Raja.


Ratu yang sedari tadi melamun memperhatikan wajah Raja, terkejut saat Raja bertanya pada dirinya. "Eh iya, gak kok!" jawab Ratu.


"Aku tahu, Dek. Kalo suamimu ini emang ganteng tapi gak segitunya juga kali ngeliatin aku sampai kaya gitu," ledek Raja.


"Ih, apaan sih? Percaya diri banget!"" Ratu tersipu malu karena ketahuan sedang memperhatikan dirinya.


Raja langsung menarik hidung Ratu. "Kamu tuh gemesin tahu gak, Dek, kalo wajah kamu merah gini." tawa Raja.


"Udah deh, kamu cepet makannya nanti terlambat!" suruh Ratu.


"Dih ngusir." Ratu langsung memicik tajam ke arah Raja yang sedang terkekeh. Melihat tatapan maut dari istrinya langsung melahap habis makanannya.


"Oh ya, Yank, nanti siang aku ke kampus ya!" ucap Ratu.


"Lah bukannya kamu gak ada kelas ya?" Raja meneguk habis segelas air putih di hadapannya.


"Iya! aku udah janjian sama Suci mau ketemu di kampus!"


"Oh...!" Raja membersihkan sisa makanan di mulutnya dengan tisu. "Kamu naik apa?" tanya Raja.


"Aku naik taxi aja, biar pulangnya sekalian sama kamu."


Raja langsung menganggukki ucapan Ratu. Kemudian keduanya beranjak dari meja makan bersama-sama.


"Aku langsung berangkat ya!" Raha mengecup kening Ratu. "Kamu hati-hati kalo mau nyusul aku ke kampus!"

__ADS_1


"Siap, Bos!" Ratu langsung memberi hormat pada Raja dan langsung membuat suaminya itu tertawa kecil.


Ratu menutup pintu apartemennya saat Raja sudah pergi ke kampusnya. Mata Ratu tak sengaja memandang kalender di meja ruang Tv. Ratu memperhatikan kalender itu dan seketika ia teringat sesuatu. Ratu segera membuka lemari dan mengambil dua buah alat tes kehamilan. Ratu mulai membaca cara pemakaian alat itu, setelah itu ia mulai mempraktekkan. Ratu sudah menampung air seninya di dalam wadah dan mulai menggunakan alat tes kehamilan satu persatu. Hati Ratu berdebar menanti hasilnya, dan beberapa detik kemudian satu persatu alat tes kehamilan itu menunjukan hasilnya. Ratu menutup mulutnya dan menangis. Dua alat tes kehamilan itu sama-sama menunjukan hasil positif. Ratu bahagia ternyata memang benar dirinya hamil.


__ADS_2