Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 103


__ADS_3

Maaf slow up, mampir juga ke karyaku yang lain 'Cinta Beda Usia.


Jangan lupa like, like, like. Author ngemis like hihihi


Raja dan Ratu sedang berada di kediaman Mahendra, keduanya dan Suci sepakat untuk pergi ke pernikahan Angga dan Rini. Ratu sedang berada di kamar Suci, bermain dengan anak pertama Suci yang baru berusia satu tahun, Alvin Putra Mahendra.


"Akhirnya ya, ternyata Rini jodohnya Angga," ucap Ratu.


"Iya, gue juga nggak nyangka. Lo tahu kan gimana perjuangan Egi buat dapetin hati Rini," imbuh Suci.


Ratu masih asyik bermain dengan Rendra sedangkan Suci sedang merias wajahnya di depan meja rias. Suci melihat Ratu dari cermin di hadapannya, ia tersenyum melihat anaknya dekat dengan Ratu. Suci merasa sedih saat teringat akan Ratu yang menangis padanya karena belum juga hamil lagi paska keguguran dua tahun lalu. Suci sangat berharap Ratu segera hamil kembali.


"Abang gue kapan pulang, Ci?" tanya Ratu tanpa mengalihkan pandangannya dari keponakan kesayangannya itu.


Suci membalik tubuhnya membelakangi cermin, "Katanya besok sore," jawab Suci.


Sudah satu minggu Alan pergi ke luar kota, tepatnya ke Bandung untuk urusan bisnis. Sama halnya dengan Raja, Alan yang berkerja sambil kuliah, namun Alan lebih fokus pada pekerjaannya dari pada kuliahnya, karena biaya kehidupannya bertambah karena ia sudah memiliki satu anak dan lagi kini Suci tengah hamil anak keduanya.


"Ci, gue iri deh sama Lo." Ratu menoleh ke arah Suci.


"Apa yang lo iriin dari gue, Ratu?"


"Lo udah punya keluarga yang lengkap sekarang. Nah gue? Gue belum hamil juga sampai sekarang. Gue takut Raja bakalan kecewa sama gue," ucap Ratu.


Suci berjalan menghampiri Ratu dan duduk di sebelahnya. Di raihnya tangan adik iparnya, "Ratu, lo harus sabar ya. Lagian kalian sudah pernah cek tentang kondisi kalian, dan semuanya baik-baik saja. Itu berarti kalian masih bisa memiliki seorang anak, mungkin kalian memang belum di kasih saja."


"Tapi sampai kapan, Ci?"


"Sabar ya, nanti kalian pasti dapat buah dari kesabaran kalian," ucap Suci."Dulu lo selalu kasih gue nasihat untuk selalu bersabar dalam menghadapi suatu masalah, dan lo sekarang nggak boleh putus asa, oke!"


Ratu mengangguk dan menghapus air mata yang sempat menetes, "Thank ya, Ci."


"Yuk, kita berangkat jangan sampai kita terlambat atau mempelai wanitanya akan marah-marah kepada kita," ajak Suci.

__ADS_1


"Alvin sama gue ya, Ci," pinta Ratu.


"Silahkan, asal nggak ngerepotin lo aja."


"Tentu saja nggak. Tapi kalau anaknya manis kaya gini, gue rela kok di repotin," ujar Ratu.


"Ya sudah, terserah lo aja."


Suci mengukir senyum di bibirnya melihat Ratu yang ternyata sangat menyukai anak-anak. Sepertinya Ratu sangat merindukan kehadiran seorang anak.


Dengan wajah ceria, Ratu keluar dari kamar Suci dengan menggendong Alvin. Raja yang sedang menunggunya di ruang tangah ikut bahagia melihat Ratu nampak sangat bahagia saat bersama Alvin. Raja sangat berharap supaya ia dan Ratu cepat mendapatkan momongan, supaya Ratu tidak merasa kesepian jika di rumah sendiri.


"Sudah siap?"tanya Raja pada Ratu.


"Sudah dong Papi Raja."Ratu menjawab dengan menirukan suara anak kecil. "Yuk berangkat, Rendra sama kita. Aku udah izin sama Suci kok."


Raja menganggukkan kepalanya, mereka pun pergi mobil dan berangkat terlebih dahulu. Suci sendiri masuk ke dalam mobil bersama supir keluarganya. Mahendra dan Anita sendiri akan menyusul saat acara resepsi nanti malam.


Acara resepsi Angga dan Rini diadakan di salah satu hotel ternama dan prosesi ijab kabul akan di akan dilakukan pukul satu siang.


Ratu memberikan Alvin pada Suci karena sedari tadi Alvin sangat rewel tidak seperti biasanya.


Suci mencoba untuk menenangkan Alvin namun gagal. Anak kecil itu malah semakin mengamuk.


"Baby Al kenapa, Ci?" tanya Ratu panik saat melihat Alvin tidak berhenti menangis.


"Gue juga nggak tahu, mungkin dia lagi kangen sama papanya." Suci benar-benar kewalahan menangani Alvin.


"Coba gue video call dulu sama Alan,biasanya dia akan dia kalau sudah melihat wajah dan dengar suara papanya," lanjut Suci.


"Oke, sini biar Alvin sama gue. Lo coba hubungi Alan," suruh Ratu.


Suci memberikan Alvin yang masih mengamuk pada Ratu. Suci merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya. Suci mulai mencari nomer ponsel suaminya. Suci berdecak kesal saat panggilannya tidak di jawab oleh Alan. Namun setelah ketiga kalinya Suci mencoba akhirnya Alan menerima panggilan itu. Suci membalik ponselnya dan menghadapkan layar ponselnya ke Alvin. Dan beberapa saat kemudian tangis Alvin mulai mereda dan kini bahkan sudah kembali ceria.

__ADS_1


"Syukurlah," lega Ratu dan Suci.


Suci mengakhiri sambungan teleponnya dengan Alan saat suaminya itu mengatakan jika ia harus kembali bekerja.


"Yuk, sama mamah." Suci mengulurkan kedua tangannya ke arah Alvin dan disambut oleh bayi mungil itu.


Raja sudah bergabung dengan Ratu dan juga Suci, tidak lama Panji dan Aldo datang dengan pasangan mereka masing-masing. Ratu terkejut saat Panji datang bersama seorang wanita yang sangat ia kenali, yaitu Gea.


"Nggak usah pada heran kaya gitu lihat gue dateng sana Gea. Dia lagi gue sewa sehari untuk nemenin gue disini," seloroh Panji.


Panji harus merelakan perutnya dicubit oleh Gea dan kepalanya ditoyor oleh Aldo.


"Gengsi banget ngakuin kalau lo udah jadian sama Gea," sembur Aldo.


Panji cengengesan dan langsung nyengir kuda saat melihat tatapan horor dari Gea. "Huff, iya gue udah jadian sama Gea."


"Oh iya, ini kenalin dia cewek gue, Maura." Aldo memperkenalkan Maura pada teman-temannya.


"Hai aku Maura," salam Maura.


Satu persatu dari mereka pun memperkenalkan diri pada Maura.


"Kita udah kumpul, tapi sayang formasi kita belum lengkap karena Alan dan Egi nggak disini,"ujar Panji.


"Kita pasti bisa kumpul lagi meski nggak sekarang," imbuh Raja dan langsung di angguki oleh yang lainnya.


Mereka memutuskan untuk masuk ke dalam hotel. Ratu, Suci, Gea, dan Maura ke kamar hotel yang ditempati Rini untuk menaninya, sedangkan para laki-laki pergi ke kamar hotel yang di tempati oleh Angga.


Raja dan kedua temannya masih berada di dalam lift untuk menuju lantai lima, mereka sudah berpisah dengan para wanita-wanita tadi di lantai tiga. Pintu lift terbuka, mereka bertiga segera keluar dari lift menuju kamar Angga. Raja mengetuk pintu dan tidak lama pintu itu terbuka dari dalam. Saat pintu itu terbuka sempurna, Raja dan kedua temannya di kejutkan oleh seseorang yang kini berdiri di hadapan mereka.


"Surprise," serunya.


"Egi."

__ADS_1


Tidak menunggu waktu lama, Raja, Panji,dan Aldo untuk segera memeluk sahabat yang sudah lama mereka rindukan.


__ADS_2