Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Persahabatan Raja Dan Egi


__ADS_3

Jangan lupa like, rate, favorit


Happy reading


Keesokan paginya, Ratu datang ke rumah sakit untuk menjenguk Egi. Ratu membawa satu laper bagian berisi makanan untuk suami serta teman-temannya yang menunggu Egi semalam.


Ratu berjalan menuju ruangan tempat Egi dirawat, sebuah ruangan VIP. Perlahan Ratu membuka pintu, ia melihat Raja dan teman-temannya masih tertidur. Ratu menghampiri Raja menepuk pelan lengan Raja untuk membangunkannya.


"Ja, bangun!" Raja menggerakkan tubuhnya, merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, lalu duduk bersandar ke punggung sofa. Raja mengucek matanya membukanya perlahan, ia tersenyum saat melihat Ratu ada di hadapannya.


"Kamu udah datang, Dek?" Ratu mengangguk.


"Aku bawain kamu sama yang lain sarapan," ucap Ratu diikuti anggukan Raja.


Raja bangun lalu berjalan ke arah Egi yang masih tertidur. Raja menempelkan tangannya ke kening Egi, untuk memastikan suhu tubuhnya. Semalam Egi mengalami demam, dan syukurlah suhu tubuhnya sepertinya sudah normal.


Beberapa saat kemudian Angga, Panji, dan Aldo juga ikut terbangun. Untung saja kamar yang ditempati Egi cukup luas, sehingga bisa menampung mereka semua. Mereka bergantian masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Sedangkan Egi masih terlelap karena pengaruh obat yang ia minum.


Ratu membagikan nasi kotak yang ia beli di perjalanan ke rumah sakit. Ratu tersenyum melihat teman-temannya makan dengan lahap seperti sangat kelaparan.


"Kok bisa Egi sampai jatuh dari motor?" Ratu membuka suara setelah acara sarapan bersama selesai.


"Biasa, Alan kan gak bisa kalo gak main curang," jawab Angga.


Ratu sedikit geram mendengar nama Alan. Dari awal melihat Alan ia memang sudah tak menyukainya. Dan terbukti benar, memang cowok itu suka sekali mencari masalah.


Egi mulai menggerakkan tubuhnya saat mendengarkan suara teman-temannya yang sedang mengobrol. Ratu melihat ke arah Egi yang sedang mengucek matanya.


"Loh kok udah bangun, Gi?" tanya Ratu.


"Habisnya gue dengar bebek lagi pada ngobrol," ujar Egi asal.


"Sialan Lo! Udah ditemenin malah ngatain orang," sambar Angga membuat Egi terkekeh.

__ADS_1


"Gimana keadaan lo, Gi?" tanya Ratu.


"Gue udah baik-baik aja, apalagi liat loe, makin seger gue." Egi berusaha menggoda Raja.


"Kayaknya lo belum puas jatuh dari motor, mau gue jatuhin juga dari nih gedung rumah sakit?" sambar Raja.


Gelak tawa terdengar di ruangan itu. Mereka menghentikan tawanya saat ada yang datang. Seorang Dokter wanita seumuran dengan Anita. Terlihat wajah Dokter wanita itu sangat cemas, ia langsung menghampiri Egi tanpa menyapa semua orang.


"Ya Tuhan, kamu kok bisa jatuh dari motor?" tanyanya.


"Biasa Mam, namanya juga musibah," jawab Egi.


"Mama?" ucap Aldo dan Ratu bebarengan.


Raja, Egi, Panji, dan Angga serta Dokter wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Iya, ini nyokap gue!" jelas Egi.


Orang tua Egi adalah sepasang Dokter, ibu Egi yang bernama Marisa adalah Dokter spesialis kandungan sedang ayahnya, Pramuja, adalah Dokter spesialis jantung.


"Dia Ratu sama Aldo, Mah. Temen baru Egi," ucap Egi diikuti anggukan kepala Marisa.


Marisa tersenyum ke arah Ratu dan Aldo, kemudian ia mulai memeriksa anak kesayangannya.


Marissa mengusap kening Egi. "Untung wajah kamu gak luka, bisa nambah jelek anak Mama ini," ucap Marisa sambil mencubit pipi Egi.


Egi sedikit meringis lalu mengusap pipinya, "Sakit, Mam!" keluh Egi yang membuat teman-temannya tertawa. Marissa juga ikut menertawakan anaknya, ia memutuskan untuk menemani anaknya sebelum jam kerjanya datang.


Marissa duduk di kursi di sebelah ranjang Egi, matanya menatap ke arah Ratu.


"Ratu, kamu sudah punya pacar?" Pertanyaan Marissa yang tiba-tiba membuat Ratu tercengang.


"Mama gak liat, tuh ada cowok di sampingnya Ratu," ucap Egi.

__ADS_1


Marissa mengerutkan keningnya, "Raja?" Egi mengangguk.


"Yah, kirain Ratu belum punya pacar, mau Tante jodohin sama Egi. Kalo sudah sama Raja Tante gak berani ganggu gugat deh," ucap Marissa yang langsung membuat Egi mendelik ke arah mamanya.


"Nah tuh bener, Tante," ucap Panji membenarkan ucapan Marissa dan langsung membuat semua orang tergelak.


"Puas-puasin deh lo pada ngetawain gue." Egi memasang wajah sok imut, malah makin membuat semua orang tak bisa berhenti menertawai dirinya.


"Ya sudah, Tante keluar dulu, udah ada pasien yang nunggu," pamit Marissa.


"Oke, Tante" balas mereka bersamaan.


"Daah, Sayang." Marissa mencium pipi Egi. "Baik-baik ya sayang, nanti siang Mama kesini." Egi mengangguk.


Setelah kepergian Marissa, keenam anak muda itu melanjutkan obrolan mereka, sebelum Angga, Panji, dan Aldo pamit untuk kembali ke rumah masing-masing.


Kini di ruangan itu hanya ada Egi, Raja dan juga Ratu. Ratu menyuapi makanan ke mulut Egi karena Egi kesusahan untuk makan sendiri. Nampak Raja biasa saja dengan pemandangan itu, karena memang sebelumnya Ratu sudah minta izinnya terlebih dahulu.


Setelah selesai menyuapi Egi, Ratu pamit keluar untuk mencari cemilan. Sepeninggal Ratu, Raja menghampiri Egi, ia duduk di kursi yang ada di samping Egi.


"Lo beneran suka sama Ratu?" tanya Raja tanpa basa-basi.


Egi bisa menebak Raja mulai serius dengan ucapan, "Menurut lo?"


Raja berdecak kenapa malah Egi balik bertanya. Akan tetapi Raja bisa menangkap kalau Egi memang benar-benar menyukai Ratu. Bukan maksud tak percaya, tetapi Raja sangat tahu Egi jarang serius dengan perempuan mana pun, dia bisa bilang sayang di bibir tetapi di hati dia mengumpat kasar pada perempuan yang selalu dia dekati. Namun, kali ini Raja melihat ada yang lain di mata Egi. Tatapan Egi kepada Ratu lain, ada rasa ketulusan yang luar biasa.


Raja menghela nafas. "Sorry, Gi. Tapi kali ini, gue gak bisa nglepasin Ratu buat lo seperti sebelum-sebelumnya."


Raja dan Egi memang tak pernah serius dengan satu perempuan, seperti saat mereka masih satu sekolah, Raja sering memberikan saat Egi meminta perempuan yang dekat dengan Raja. Hanya jalan tidak melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar kiss di bibir. Selalu seperti itu, sampai saat Raja memutuskan untuk pindah sekolah dan mengejar Suci.


Egi pun tahu apa maksud Raja, ia pun tak bisa memaksa Raja untuk memberikan Ratu untuknya, apalagi dengan status mereka yang sah sebagai suami dan isteri.


"Kalo lo berani nglepasin dan nyakitin Ratu, gue orang pertama yang bakal bikin loe babak belur!" sembur Egi yang membuat Raja terkekeh.

__ADS_1


Keduanya tertawa bersama mengingat kelakuan mereka saat masih sekolah. Dengan jahatnya mereka mempermainkan hati perempuan yang selalu mengejar mereka.


__ADS_2