Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Pernikahan Anita Dan Hendra


__ADS_3

Mohon like, vote, favorit, Rate dan komentarnya.


Happy reading.......


Raja keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Ratu yang sedang berendam di bak mandi. Raja memutuskan untuk pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk Ratu. Raja berjalan menuruni anak tangga dengan senyum yang sama sekali tidak luntur dari bibirnya.


"Pagi, Den bagus," sapa bibi Ayu saat Raja berjalan ke arah dapur yang berhadapan langsung dengan meja makan.


"Pagi juga, Bibi Ayu," sapa balik Raja.


"Den Raja kelihatannya lagi bahagia?" tebak bibi Ayu. "Dari tadi Bibi liatin senyum-senyum sendiri."


"Bi Ayu tahu aja," sahut Raja. "Bi, teman-teman Raja sudah pada bangun belum?" tanya Raja.


"Sudah, Den. Tadi habis sarapan semuanya pergi jalan-jalan di sekitar rumah," jawab bibi Ayu diikuti anggukan kepala Raja. "Den Raja mau sarapan?" tanya Raja.


"Nanti aku sarapan di kamar saja sama Ratu," jawab Raja. "Oh iya Bi, ada roti gak?" tanya Raja.


"Ada, Den. Nanti Bibi ambilkan," ucap bibi Ayu.


Raja menunggu bibi Ayu yang sedang mengambil roti yang baru saja di belinya. Bibi Ayu menyajikan roti tawar di piring beserta selai strawberry kesukaan dirinya dan Ratu.


"Wah, Bibi Ayu tahu saja kesukaan aku sama Ratu," ucap Raja.


"Ya jelas dong," bangga bibi Ayu pada dirinya sendiri. "Sini, Bibi bikinin sarapannya."


"Gak usah, Bi. Biar Raja saja," tolak Raja.


Bibi Ayu memperhatikan wajah Raja. Hatinya mengucap syukur karena anak asuhnya mendapatkan suami yang baik seperti Raja.


"Bibi Ayu jangan senyum-senyum sendiri, nanti kesambet loh!" ucap Raja. Tanpa bibi Ayu sadari, Raja berkali-kali melirik dirinya.


"Aduh, Bibi jadi malu ketahuan lagi liatin Den Raja," ucap bibi Ayu merasa malu.


"Bibi seneng deh, non Ratu dapat suami baik kaya Den Raja," puji bibi Ayu.


"Terima kasih pujiannya, Bi!" ucap Raja.


"Jadi pengin diperhatiin sama Den Raja," ucap bibi Ayu dengan senyum yang kemayu.

__ADS_1


"Inget umur, Ayu. Masa kamu godain anak muda kaya Den Raja." Bibi Ayu dan Raja melihat pak Asep yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Sirik saja kamu Asep," kesal bibi Ayu pada Asep.


Raja tertawa geli melihat tingkah kedua orang tua di hadapannya.


Raja menaruh dua roti tumpuk roti yang sudah dioles selai strawberry dan dua gelas susu.


"Mau saya bantuin, Den?" tanya Pak Asep.


"Gak usah, Pak. Terima kasih." Raja membawa sarapannya ke kamarnya.


Raja berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan membawa nampan di tangannya. Raja membuka pintu kamar Ratu menggunakan siku tangannya. Setelah berhasil masuk, Raja menutup pintu kembali dengan menggunakan kakinya.


Bertepatan dengan itu, Ratu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimononya dan juga handuk kecil yang ia lilitkan di kepalanya. Raja dan Ratu pun saling berbalas senyum.


Raja menaruh sarapannya di meja yang berada di balkon kamar. Kemudian memanggil Ratu untuk sarapan.


Ratu pun menghampiri Raja dan duduk di sampingnya.


"Aku sudah siapin sarapan buat kamu, Dek!" ucap Raja.


"Terima kasih, Ja!" ucap Ratu.


Raja membungkukkan badannya, menempatkan dagunya ke pundak Ratu, kedua tangan memegang bahu Ratu lalu berbisik di telinga Ratu.


"Ganti baju geh. Aku gak tahu bisa tahan apa gak liat kamu lama-lama kaya gini," bisik Raja di telinga Ratu.


Seketika tubuh Ratu dibuat merinding oleh bisikan Raja. Segera Ratu menghabiskan segelas susu di tangannya. Meskipun masih terasa sedikit sakit di area intinya, ia mencoba untuk berjalan cepat menuju lemari pakaiannya.


Melihat tingkah Ratu, Raja terkekeh dibuatnya. Raja menghampiri Ratu yang sudah berpakaian rapi, ia pun memilih merebahkan dirinya di atas ranjang menjadikan tangannya sebagai bantal.


"Anak-anak belum pada bangun, Ja?" tanya Ratu.


"Udah! Katanya mereka sedang jalan-jalan di sekitar rumah," jawab Ratu tanpa mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamar itu.


"Udah siang, kita ke rumah Oma aku yuk!" ajak Ratu.


Raja pun bangun dan mengambil posisi duduk dengan bertumpu pada kedua tangannya. "Yuk, anak-anak juga mungkin udah balik!"

__ADS_1


Rasa sakit masih yang masih terasa membuat Ratu tak bisa bergerak bebas. Ia memaksa berjalan seperti biasanya. Dan benar saja saat Raja dan Ratu sudah berada di lantai dasar, teman-temannya datang dari pintu belakang rumah besar itu.


"Baru bangun kalian?" tanya Angga, diangguki oleh Ratu.


"Ya sudah berangkat sekarang yuk! Nenek sama kakek lo juga udah berangkat tadi pagi," ajak Angga.


Setelah berpamitan pada bibi Ayu dan pak Asep, anak-anak muda itu menaiki mobil masing-masing menuju rumah orang tua Anita. Jarak rumah orang tua Anita tak terlalu jauh perjalanan hanya memakan waktu satu jam dari rumah itu.


Sesampainya di rumah orang tua Anita, mereka disambut gembira oleh semua orang.


"Aduh … cucuku yang cantik sudah datang!" Perempuan tua t,etapi terlihat masih energik berlari kecil ke arah Ratu yang baru saja keluar dari mobil.


"Oma Anna, Ratu kangen," ucap Ratu menyambut rentangan kedua tangan Omanya.


"Oma juga kangen," balas oma Anna.


Oma Anna mengajak Raja dan Ratu serta teman-temannya ke dalam rumah yang tak kalah besar dari rumah Murti dan Bagus.


Kumpul keluarga besar itu terasa hangat dan dipenuhi tawa kebahagiaan. Orang tua dari Anita dan orang tua dari almarhum suami Anita masih menjalin hubungan dekat, karena adanya Ratu.


"Anita, kami harap setelah kamu punya keluarga baru, kamu tidak akan meluapkan kami," ucap Murti pada Anita.


Anita meraih tangan Murti dan menggenggamnya. "Ya tidak mungkin Mah, Anita sudah menganggap Mamah sama Papah itu sudah seperti orang tua Anita sendiri," ucap Anita.


"Terima kasih, Anita." Murti pun mencium pipi Anita begitu juga sebaliknya. Suasana pun berubah menjadi haru, setelah Anita dan Murti saling memeluk.


Ratu yang berdiri di belakang sofa yang diduduki oleh Anita dan eyang putrinya ikut memeluk kedua wanita hebat yang ada dalam hidupnya.


****


Malam pun datang. Malam itu adalah malam Midodareni untuk Anita. Ratu mendatangi kamar mamahnya. Ratu senang melihat mamahnya sangat cantik.



Gambar hanya pemanis by pinterest


"Mamah cantik banget," ucap Ratu.


"Iya dong, mamahnya siapa dulu?" bangga Anita.

__ADS_1


Ratu bersyukur akhirnya mama tersayangnya itu akan segera memulai hidup baru. Ia sungguh bersyukur sang mama menemukan kebahagiaan di dalam diri Hendra.


Sempat terbesit keraguan di benaknya karena Hendra adalah ayah dari laki-laki yang sangat ia benci, namun setelah ia mencoba untuk dekat dengan Hendra sendiri, ia yakin sepenuhnya untuk mempercayakan sepenuh diri mamahnya pada Hendra.


__ADS_2