
Terima kasih buat kalian semua yang selalu setia menunggu Up karyaku yang satu ini ... Terus dukung karena dukungan kalian penyemangat ku...
Happy reading....
Di atas ranjang yang cukup besar Raja dan Ratu masih tertidur dengan pulas nya. Tidur dengan saling memeluk, dengan tubuh polos tanpa sehelai di balik selimut tebal. Mereka sepertinya sangat kelelahan setelah pertemuan di kolam berenang dan berlanjut ke atas ranjang.
Raja membuka matanya saat cahaya matahari menelusup dari celah gorden dan menerpa wajahnya. Raja mengucek matanya perlahan lalu mengedipkan matanya berulang-ulang untuk membiasakan dengan cahaya yang masuk ke matanya.
Raja merasakan berat di atas tubuhnya, ia membuka matanya dan melihat wajah cantik istrinya yang masih memejamkan matanya. Raja mengusap lembut pipi perempuan yang sangat amat ia cintai. Raja mengukir senyumnya saat melihat Ratu yang nampak tertidur pulas karena kelelahan semalam. Raja benar-benar menggempur tubuh istrinya semalam, tentu saja Raja tidak akan menyiakan-nyiakan kesempatan saat istrinya memintanya terlebih dahulu.
Ratu yang merasakan usapan lembut di wajahnya seketika menggeliatkan tubuhnya. Mata indah Ratu perlahan terbuka dan bertemu dengan mata sang suami.
"Pagi, Honey," sapa Raja.
"Pagi juga." Ratu memejamkan matanya saat Raja mengecup keningnya.
"Nyenyak banget tidurnya, capek ya semalam?" goda Raja.
"Banget, Yank." Ratu kembali memeluk tubuh polos suaminya.
Raja terkekeh, "Habisnya kamu gemesin sih semalam."
"Isssst, Yank." Cubitan mendarat telat di perut Raja.
Masih asik berbaring bersama di atas ranjang dengan tubuh polos yang hanya tertutup selimut. Keduanya nampak malas untuk beranjak dari ranjang. Sampai akhirnya suara perut Ratu membuat mereka tertawa.
"Kamu laper, Dek?" tanya Raja.
"Iya. Tenagaku terkuras habis sama kamu semalam."
Raja mengecup bibir Ratu sekilas, "Aku pesenin kamu sarapan ya." Ratu langsung tersenyum dan mengangguk.
Ratu menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polos dirinya dan Raja. Ratu mengambil kaos milik Raja yang tergeletak di lantai lalu memakainya sebelum ia berjalan menuju kamar mandi.
Didalam kamar mandi Ratu berdiri di depan wastafel untuk mencuci mukanya. Matanya melihat sebuah tanda merah di lehernya bekas pertempuran dengan Raja semalam. Ratu meraba perut ratanya, berharap benih cinta antara dirinya dan Raja kembali tumbuh di dalam perutnya.
Ratu memutuskan untuk membersihkan diri. Berdiri di bawah guyuran air hangat yang keluar dari shower membuat tubuh lelahnya segar kembali. Menempuh perjalan dari Singapura ke Bali dan langsung di gempur oleh Raja semalam membahu tubuhnya terasa sangat lelah.
Ratu meraih handuk kimono yang ada di dalam kamar mandi lalu memakainya. Tidak lupa handuk kecil ia lilitkan di kepalanya untuk menutupi rambut basahnya, Ratu pun keluar dari kamar mandi.
Saat Ratu keluar dari kamar mandi, ia melihat suaminya sedang berdiri menatap ke luar kamar yang Meraka tempati. Pemandangan di luar kamar itu menampakan pemandangan laut yang luas.
Ratu langsung memeluk tubuh suaminya yang bertelanjang dada dan mencium punggungnya.
"Lagi liat apa, Yank. Serius banget kayaknya?"
__ADS_1
Raja berbalik dan membalas pelukan Ratu. "Lagi liat laut saja."
"Mandi gih, terus kita sarapan. Habis itu temenin aku jalan-jalan dipinggir pantai," suruh Ratu. Ratu masih bergelayut manja di pelukan sang suami.
"Bagaimana aku mau mandi jika kamu aja masih meluk aku kaya gini," goda Raja.
Ratu hanya bisa terkekeh di pelukan suaminya. Terpaksa Ratu melepaskan pelukannya dan merelakan suaminya ke kamar mandi.
Ratu membongkar isi kopernya untuk mencari pakaian ganti untuk dirinya sendiri dan suaminya. Ratu duduk di depan meja rias lalu mencolokkan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
Raja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Ratu yang melihat itu pun langsung bersiul. Keduanya tertawa mengingat awal dimana Ratu pertama kali masuk ke kamar Raja dan bersiul saat melihat Raja dalam keadaan yang sama. Hari itu bukannya Ratu yang syok melainkan Raja yang syok saat melihat Ratu sudah berada di dalam kamarnya dan melihat dirinya telanjang dada.
Bertepatan dengan itu, suara ketukan pintu dari depan kamarnya menghentikan tawa mereka. Ratu keluar dari kamar untuk membuka pintu.
"Pagi Mbak, pesanan sarapan untuk Anda," ucap petugas hotel itu.
"Terimakasih, Mas. Tolong taruh di atas meja." Ratu menunjuk meja yang ada di ada di dalam kamarnya.
"Silahkan dinikmati," tutur petugas cottage itu sebelum meninggalkan kamar tempat Raja dan Ratu menginap.
Selesai berganti pakaian, Raja bergabung dengan istrinya dan menikmati sarapan bersama-sama.
"Sudah selesai, Dek?" tanya Raja.
"Jadi kita kemana sekarang?"
"Aku terserah kamu saja, Yank. Kan aku nggak tahu tempat wisata di Bali," jawab Ratu.
"Kalau aku sih maunya di kamar saja sama kamu, Dek," goda Raja. Raja mengedipkan sebelah matanya menggoda Ratu.
"Aku kok nyesel ya bilang terserah kamu tadi," sungut Ratu.
Raja terkekeh melihat ekspresi kesal istrinya. Raja berdiri dan mengulurkan tangannya tangannya pada Ratu.
"Ayo ratuku, aku akan membawamu keliling pulau Dewata ini," ajak Raja.
Ratu menerima uluran tangan Raja. Keduanya keluar dari cottage menuju pantai yang tidak jauh dari sana. Berjalan dengan bergandengan tangan di tepi pantai, menikmati angin sejuk yang menerpa seluruh tubuh keduanya. Hanya melakukan hal yang sederhana seperti itu saja sudah membuat mereka sangat bahagia.
"Yank, aku bahagia dan merasa beruntung banget bisa punya suami seperti kamu," ucap Ratu.
"Aku bisa seperti ini juga karena kamu, Dek." Raja mengentikan langkahnya.
Raja meraih kedua tangan Ratu dan menggenggamnya dengan erat. "Terimakasih sudah bersabar menghadapi aku dulu. Terimakasih sudah mau selalu berdiri di samping aku dalam keadaan apapun, terimakasih sudah mempercayakan hati kamu untuk aku agar aku bisa menjaganya. Terimakasih ratuku." Raja mencium kedua punggung tangan Ratu.
Ratu menitihkan air matanya karena terharu mendengar ucapan Raja. "Terimakasih juga kamu mau mencintai dan menyayangi aku apa adanya. Selalu bersabar dengan sikap manja dan kekanak-kanakan aku, rajaku."
__ADS_1
Raja dan Ratu saling pandang sampai akhirnya mereka menyatukan kening mereka. Raja meraih tubuh Ratu dan membawanya ke dalam pelukannya.
"I love you, my Wife."
"I love you too, my Hubby."
Raja mengangkat tubuh Ratu dan memutar tubuhnya sebelum menjatuhkan dirinya ke gulungan ombak di tepi pantai. Keduanya berkejar-kejaran di pinggir pantai tanpa menghiraukan tatapan orang-orang di sana. Raja dan Ratu asik dengan kebahagiaan yang mereka ciptakan sendiri.
Hari ini adalah hari terakhir Raja dan Ratu berada di Bali. Raja dan Ratu tengah bersiap-siap untuk acara makan malam yang sudah Raja siapkan untuk Ratu.
Ratu tengah memakai gaun yang sudah di siapkan oleh Raja. Gaun berwarna hitam panjang dengan belahan kaki sebatas lutut dan menampakan kaki jenjang Ratu, serta lebar di bagian leher yang menampakkan pundak polosnya.
Raja sendiri nampak sangat tampan dengan setelan jas berwarna merah maroon dengan dari kupu-kupu warna senada dengan jasnya.
"Sudah siap, Honey?" Raja mengarahkan lengan tangannya kepada Ratu.
"Sudah!" Ratu melingkarkan tangannya ke lengan Raja.
Keduanya pun meninggalkan kamar mereka menuju tempat makan malam yang sudah Raja siapkan.
"Yank, kita makan malam di sini?" tanya Ratu saat mereka sudah sampai di sebuah restoran di pinggir pantai.
"Kamu nggak suka, Dek?"
"Suka banget, Yank."
Raja menuntun Ratu untuk menuju meja yang sudah ia pesan. Raja menarik kursi sebagai tempat duduk untuk Ratu. Seseorang datang dengan membawa alat musik biola lalu memainkanya semakin membuat suasana semakin romantis. Keduanya pun langsung menyantap makan malam romantis mereka setelah semua menu sudah tersaji di meja mereka.
Malam semakin larut, Raja kembali membawa Ratu ke kamar mereka karena malam sudah semakin dingin. Ratu membuka pintu kamar tempatnya menginap dan terperangah melihat kamarnya.
Kamar nya penuh dengan kelopak bunga mawar merah yang bertaburan di atas ranjangnya. Belum lagi bunga mawar merah dan putih yang ada di setiap sudut kamarnya menambah keharuman di kamarnya.
"Yank, ini kejutan apa lagi?" tanya Ratu penuh kebahagiaan.
Raja yang berdiri di belakang Ratu berjalan dan memeluk Ratu dari belakang. " Malam ini malam terakhir honeymoon kita di sini, aku mau terasa spesial."
Satu kecupan Raja daratkan di pundak polos istrinya secara berulang-ulang. Ratu pasrah dengan perlakuan laki-laki yang berstatus suaminya itu, bahkan saat setelah Raja berhasil meloloskan gaun malamnya dari tubuhnya lalu mengangkat tubuhnya dan membawanya ke atas ranjang yang penuh dengan kelopak bunga mawar merah.
Tubuh polos Ratu yang sudah bercampur dengan bunga mawar menambah kesan seksi sehingga membuat Raja untuk tidak lagi menunda aksinya.
Berjam-jam keduanya bertempur di atas ranjang sampai akhirnya keduanya sudah merasa sangat lelah. Raja menggulingkan tubuhnya ke samping tubuh sang istri yang sudah sangat kelelahan. Diusapnya perut rata sang istri sembari berharap, "Semoga kamu cepet tumbuh di dalam sini."
Happy ending......
Sudah end ya Raja Bertemu Ratu season 1, author akan datang lagi di Raja bertemu Ratu season 2. Dimana mereka akan menjalani kehidupan rumah tangga meraka yang sesungguhnya. Masih kompak kah, saling percaya atau malah sebaliknya.
__ADS_1