
Ratu keluar dari mobil meninggalkan Raja dengan perasaan kesal. Ratu berjalan dari halte bis yang tidak terlalu jauh dari sekolah. Sesampainya di gerbang sekolah Ratu dicegah oleh Suci untuk tidak memasuki area sekolah.
"Lo telat, lo harus dihukum!" ujar Suci.
"Cuma telat satu menit, Ci."
"Satu menit juga waktu, dan lo harus tetap dihukum."
Ratu mendengus kesal, cuma satu menit dihukum berlari keliling lapangan sepuluh putaran. Ratu tak bisa menolak, karena Suci ketua osis juga ketua kedisiplinan. "Sial," umpatnya.
Sepuluh putaran sudah Ratu selesaikan, dan Ratu masih harus berlari menuju kelasnya. Sampai di kelas ternyata sudah ada Guru yang sudah mulai menjelaskan pelajaran. Ratu minta izin untuk masuk, sang Guru mempersilahkannya untuk segera duduk di tempatnya.
"Lo kenapa bisa telat?" tanya Raja.
"Rese emang cewek lo, Ja. Cuma telat satu menit gue suruh keliling lapangan."
Ratu mencoba menetralkan napas nya yang masih terengah-engah. Mereka kembali berkonsentrasi dalam pelajaran. Dua jam sudah mereka duduk di dalam kelas, bel istirahat berbunyi, sang guru menyudahi pelajarannya dan meminta anak didiknya untuk beristirahat.
Semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin ataupun perpustakaan. Raja dan Ratu berjalan beriringan menuju kantin. Namun, di tengah jalan Suci mencegat mereka. Suci berdiri di tengah Raja dan Ratu membuat Ratu minggir beberapa langkah. Dengan manjanya, Suci bergelayut di lengan Raja. Ratu sedikit kesal, tetapi mencoba biasa saja.
"Ja, gue duluan."
"Dek …."
Ratu terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan Raja. Ia merasa kesal dengan sikap Suci padanya. "Harusnya kan gue yang melakukan itu."
Ratu kesal, tetapi dalam hatinya ia tertawa. Ia merasa lucu karena sebenarnya yang menjadi orang ketiga adalah dirinya sendiri.
Ratu sedang menikmati bakso pesanannya bersama Rini teman sekelasnya, saat Alan and the gank datang menghampirinya.
"Boleh duduk gak?"
"Gak boleh," jawab Ratu tidak peduli dengan keberadaan Alan. Ia memilih menikanmati baksonya.
Teman-teman Alan tergelak mendengar Alan tidak dipedulikan oleh seorang Ratu. Alan yang sebelumnya dijuluki pangeran sekolah, sekarang kedudukannya tergantikan oleh Raja.
Alan tidak peduli dengan percaya dirinya ia duduk di hadapan Ratu. Alan terus mencoba mendekati Ratu dengan kata-kata manisnya. Namun sayang Ratu yang sejatinya tomboy tidak akan mempan dengan sejuta rayuan dan juga karena Ratu sudah memiliki seorang suami.
"Ratu … gue minta maaf sama lo soal sikap gue ke lo dulu. Gue sekarang cuma pengen berteman sama lo sekarang," bujuk Alan.
Ratu mendongak menatap sekilas Alan. Gak ada salahnya juga gue kasih kesempatan buat Alan.
''Hmmmm."
Alan mengulurkan tangannya ke arah Ratu. "Jadi sekarang kita berteman?"
Ratu menerima uluran tangan Alan yang pertanda ia menerima pertemanan mereka.
Alan dan teman-temannya serta Ratu duduk beramai-ramai di kantin sekolah. Mereka bersenda gurau bersama, Ratu melihat sekilas ke arah Raja dan Suci yang sedang mengobral kemesraan.
Ada rasa cemburu di hati Ratu.
Seharian sudah mereka menghabiskan waktu di sekolah dengan belajar. Waktu pulang sekolah adalah waktu yang sangat dinantikan oleh para murid di sekolah.
__ADS_1
Raja dan Ratu sudah sampai di apartemen mereka, namun perdebatan antara Raja dan Ratu masih berlangsung bahkan sampai saat mereka masuk ke dalam apartemen. Mereka berdebat karena Raja melarang Ratu dekat dengan Alan.
"Dek, kenapa harus sama Alan?"
"Kenapa, Ja? Dia baik ko sekarang."
Raja mendengus kesal karena Ratu tidak mau mendengarkannya. Raja masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu keras-keras. Begitu juga Ratu.
Malam hari Raja merasa sangat lapar setelah tidur seharian. Dia berjalan menuju dapur dan tak mendapati makanan di atas meja makan. Raja memanggil Ratu namun tidak ada jawaban. Raja mencari keberadaan Ratu di kamarnya, dan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Dek, lo ngapain aja sih? Kenapa lo belum masak?"
"AAAAAAAAAAA"
Ratu berteriak keras saat Raja tiba-tiba masuk ke kamarnya. Raja tidak sengaja melihat Ratu hanya memakai handuk yang melilit tubuhnya.
"Raja, keluar!" Ratu melempar bantal tepat mengenai muka Raja.
"Maaf." Dengan segera Raja keluar dan menutup kembali pintu kamar Ratu.
Raja kembali turun ke bawah dan duduk di ruang tengah sambil menonton tv. Tidak lama ia terdengar suara bell di apartemennya. Raja membuka pintu apartemen dan ternyata Panji, Egi dan Angga berdiri di hadapannya. Tanpa menunggu persetujuan Raja, ketiganya masuk ke dalam apartemen itu.
"Woy, sopan lah kalo bertamu.'' Panji, Egi, dan Angga hanya nyengir kuda, menghadapi keluhan Raja.
"Raja lo gak bisa ketuk pintu dulu apa? Main masuk aja ...." Ratu tercengang melihat keberadaan teman-teman Raja.
Raja and the gank menoleh ke arah suara. Tiga sahabat Raja menoleh ke arah Raja dengan tatapan mencurigakan.
"Wiiiiih … Raja. Lo berduaan aja sama Ratu. Setan lewat berabe tuh," goda Panji.
Egi, Panji, dan Angga menjawab bersamaan. "Enak aja."
Malam minggu memang biasanya mereka berempat berkumpul di apartemen Raja untuk menghabiskan waktu dengan sekedar main PS ataupun pun game online. Sudah lama semenjak Raja berhubungan dengan Suci mereka jarang berkumpul, dan kebetulan Suci tidak bisa pergi dengannya makanya Raja meminta para sahabatnya untuk datang ke apartemennya.
"Dek, gue laper, lo gak masak apa?"
"Males gue Ja, pesen aja yah."
"Gak guna banget lo jadi istri."
Suasana menjadi hening sebelum teriakan Panji, Angga, dan Egi memekikkan telinga.
"Apa? Istri?" teriak mereka bertiga.
Ratu menepuk keningnya, bisa- bisanya Raja kelepasan bicara kepada ketiga sahabatnya. Ratu takut kalau statusnya dengan Raja akan sampai ke sekolah mereka dan pastinya dirinya dan Raja akan mendapat sanksi, yaitu di keluarkan dari sekolah.
"Apa Ja, gue gak salah denger, 'kan tadi?" tanya Egi.
Raja tak bisa menyembunyikan ini lagi, lalu dengan terpaksa dia menceritakan kepada ketiga sahabatnya tentang status baru dirinya dan Ratu.
Gelak tawa tidak bisa ketiganya tahan, mereka bertiga tergelak sampai memegangi perut masing-masing. Bagaimana bisa Raja dan Ratu tidak menyadari perjodohan mereka, malah menganggap orang tua mereka yang akan menikah.
"Gue minta tolong, kalian jangan kasih tahu ke siapapun soal ini. Gue gak mau kena masalah di sekolah," pinta Ratu.
__ADS_1
"Tenang Ratu, apa sih yang gak buat lo," sahut Panji.
"Iya beres. Tapi gue jujur sih, mending Raja sama lo dari pada sama si Suci. Gue gak seneng sama muka dia, cantik tapi jutek," sambung Angga, yang memang sudah beberapa kali bertemu dengan Suci.
"Makasih untuk kalian."
"Sama-sama. Tapi dengan satu syarat," ujar Egi.
"Apa?" tanya Ratu.
"Gue laper," seloroh Egi. "Bikinin kita makan dong." Satu lemparan bantal sofa tepat mengenai wajah Egi, dan pelakunya adalah Raja.
Ratu sedang membuat lima porsi pasta untuk menemaninya begadang bersama Raja dan teman-temanya.
Tanpa ada rasa canggung kelimanya berkumpul bersama di ruang tengah duduk di atas karpet bulu. Panji dan Raja bermain PS, Angga dan Egi bermain game online, sedang Ratu membaca buku novel tidak jauh dari Raja. Dan tanpa bertanya Angga merebut stik PS dari tangan Raja.
"Gantian Ja."
Raja mendengus pasrah karena permainannya terganggu. Diraihnya ponsel di atas meja dan melihat chatnya belum di balas oleh Suci. Raja berjalan menuju ruang tamu untuk menghubungi Suci, namun tidak diangkat. Dilihatnya jam menunjukan pukul 12 malam, mungkin dia sudah tidur.
Raja tidak tahu apa yang sedang Suci lakukan di seberang sana. Raja mendesah kecewa dan kembali ke ruang tengah berkumpul bersama teman- temannya.
"Dari mana, Ja!" tanya Egi.
"Nelpon Suci," jawabnya.
"Parah lo, udah punya Ratu masih aja nelpon cewek lain," sembur Angga
Angga tidak habis pikir, Raja dengan santainya baru menghubungi pacarnya, sedangkan di sampingnya ada perempuan yang berstatus istrinya.
"Sakit hati gue Ngga, suami gue selingkuh terang-terangan di depan gue." Ratu meledek Raja, wajahnya dibuat sesedih mungkin.
"Tenang Ratu, ada gue," gelak Angga diiringi lemparan bantal sofa di kepalanya. Keempatnya tertawa puas setelah menggoda Raja.
"Berisik lo pada."
Tawa keempatnya semakin kencang, Raja yang kesal karena panggilannya tidak dijawab oleh Suci bertambah kesal karena ulah ketiga temanya dan juga istrinya. Raja merebahkan dirinya di karpet bulu dan menjadikan pinggang Ratu sebagai bantal. Ia serius bermain game di ponselnya.
"Duh yang udah resmi mah bebas," seloroh Egi.
"Tahu tuh sepet gue liatnya," lanjut Angga.
"Sirik lo pada," ujar Raja pada ketiga temanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.
Cukup lama kelima orang itu sibuk dengan kegiatan masing-masing, sampai rasa kantuk menghampiri semuanya.
"Ja mendingan lo pindahin Ratu ke kamar, tidur dia," ucap Egi.
Raja melihat ke arah Ratu yang ternyata sudah tertidur dan menjadikan tangannya sendiri sebagai bantal.
"Cepet sana pindahin dia. Mata gue bisa ternodai, liat lo berdua." timpal Panji. Lagi-lagi Panji sukses membuat kesal Raja.
Raja mengangkat tubuh Ratu dan membawanya ke kamarnya. Dia membuka pintu dengan sikunya dan merebahkan Ratu di atas ranjang lalu menyelimutinya.
__ADS_1
Raja kembali berkumpul dengan ketiga temannya di ruang tengah, mengobrol sampai akhirnya tertidur bersama di atas karpet bulu.
Happy reading gaess