
Happy reading....
Acara ospek sudah berlangsung, para calon mahasiswa dan mahasiswi baru sedang berlomba untuk meminta tanda tangan pada para senior mereka. Ratu dan Suci sudah mendapat 50 tanda tangan dari para seniornya. Ratu dan Suci tinggal meminta tanda tangan pada seluruh panitia ospek termasuk Kiara. Ratu sungguh malas ketika harus berhadapan dengan Kiara, bagaimana bisa untuk berhadapan, melihatnya saja sudah membuatnya merasa mual.
Ratu dan Suci menghampiri Leo, ketua panitia ospek mereka, yang juga sedang berkumpul dengan para panitia ospek lainnya.
"Hai, Kak Leo," sapa Ratu dan Suci.
"Kok yang disapa cuma Leo, kita gak disapa nih?" protes salah satu dari teman Leo yang hanya ingin menggoda kedua juniornya itu.
"Maaf, Kak," ucap Rati dan Suci bersamaan.
Ratu dan Suci menyalami Leo dan juga teman-temannya, sebelum mereka meminta tanda tangan. Ratu dan Suci tak tahu jika dari kejauhan ada empat pasang mata yang sedang memperhatikan keduanya yang nampak akrab dengan Leo dan juga teman-temannya. Siapa lagi kalau bukan Raja dan juga Alan.
"Hai, Raja. Apa kabar. Gak nyangka ya, kita bisa ketemu lagi."
Raja, Alan, Angga, Panji tahu siapa yang sedang berbicara, kecuali Aldo yabg memang belum mengenal siapa perempuan yang sedang berbicara pada Raja sekarang.
"Mungkin lo sama Raja, jodoh kali," ucap salah satu teman Kiara yang juga anggota gank motor the girl.
Kiara tersenyum senang menanggapi ucapan sahabatnya, namun tidak dengan Raja dan juga teman-temannya. Mereka merasa mual mendengar itu.
Kiara melangkah ke hadapan Raja. "Lo juga setuju 'kan, Ja? Mungkin memang kita berjodoh atau mungkin lo emang gak bisa jauh dari gue, jadi lo milih buat kuliah di sini." Kiara berkata dengan sangat percaya diri.
"Gue ogah berjodoh sama lo," tolak Raja mentah-mentah yang membuat teman-temannya tergelak.
"Gila, sadis banget lo, Ja," sambung Panji.
Tawa teman-teman Raja membuat Kiara kesal karena merasa dipermalukan. Namun, Kiara mencoba untuk bersikap biasa saja, agar mendapat simpati dari Raja.
__ADS_1
"Oh ya, Ja. Sini gue kasih tanda tangan gue sama temen-temen gue, biar kerjaan lo cepet selesai." Raja dengan malas memberikan buku ke tangan Kiara, tak lupa juga Raja meminta buku teman-temannya dan menyerahkan pada Kiara.
Namun, Kiara tak langsung memberikan tanda tangan dirinya dan teman-temannya. Kiara malah melakukan sesuatu yang sama sekali tak terduga oleh Raja dan lainnya.
"Gue bakalan kasih tanda tangan gue, jika lo mau cium sekarang!"
Detik itu juga, terdengar sorakkan dari teman-teman Raja dan juga Kiara. Raja mengangkat satu alisnya dan menatap jijik pada Kiara.
"Sorry, gue gak suka bekas orang!" Raja melirik sekilas ke arah Alan. Alan, Angga, Aldo, dan juga Panji langsung tertawa sinis.
"Lo tau aja, Ja. Untung Suci gak ada disini, bisa marah lagi sama gue, kalo dia denger ucapan lo," ucap Alan santai.
Alan menggelengkan kepalanya lalu tertawa kecil, dirinya tahu apa yang dimaksud oleh Raja. Namun tak ada emosi di dalam dirinya dan menganggapnya biasa saja. Alan melihat ke arah Kiara yang juga sedang melihat ke arahnya. Alan memperlihatkan senyum miringnya, sedangkan Kiara memberi tatapan maut pada Alan.
"Lagian juga, lo 'kan yang nawarin mau kasih tanda tangan ke gue sama temen-temen gue, bukan gue yang minta. Lagian juga, jika lo gak mau kasih tanda tangan lo, gue tinggal bilang ke ketua panitia," ancam Raja.
Kiara membelalakan matanya dan tanpa menunggu waktu lama, Kiara langsung menggoreskan pena ke buku Raja dan juga teman-temannya.
Alan tersenyum licik ke arah Kiara saat Alan berjalan melewati Kiara. Kiara langsung memalingkan wajahnya ke arah lain karena tak ingin melihat wajah Alan. Tentu Kiara dan Alan sama-sama tahu apa yang pernah mereka lakukan di masa lalu.
Sementara Ratu dan Suci, masih asyik mengobrol dengan Leo dan kawanannya. Leo menatap wajah Ratu tanpa berkedip. Wajah cantik Ratu, senyum manis dan tulus mampu memikat hati Leo. Ratu tak tahu jika Leo sedang memperhatikan dirinya. Sampai saat salah satu teman Leo membuat terkejut karena suara kerasnya.
"Woy, Leo. Lo udah gila, senyum-senyum sendiri. Sampai segitunya ngeliatin Ratu," ujar teman Leo, yang melihat Leo dari tadi sedang memperhatikan Ratu. Bukan hanya Leo yang terkejut, melainkan Ratu juga ikut terkejut.
"Cie,,,cie,,,. Kayaknya si Leo jatuh cinta pada pandangan pertama sama Ratu nih," ledek salah satu teman Leo.
Leo langsung salah tingkah dan tersenyum canggung pada Ratu. Ratu pun membalas senyum Leo tak kalah canggung.
"Kamu udah selesai, Dek?" Ratu langsung tersenyum saat mendengar suara yang sangat familiar di belakangnya.
__ADS_1
Ratu langsung berbalik dan tersenyum manis, melihat suaminya. "Belum! tinggal beberapa tanda tangan punya panitia.
"Oh" Raja langsung mengusap kepala Ratu. Raja sengaja melakukan itu di depan semua orang yang ada di dekatnya. Raja sedang dalam mode cemburu karena sedari tadi melihat Leo menatap Ratu bahkan tanpa mengedipkan matanya.
Raja berjalan ke hadapan Leo dan kawanannya, dengan sopan Raja meminta tanda tangan pada seniornya itu. Namun jangan di tanya, di dalam hatinya, Raja sedang mengumpat pada seniornya itu.
Saat Raja dan teman-temannya sedang berkumpul untuk meminta tanda tangan Leo dan juga kawanannya, Kirana datang bersama gank nya. Dan seketika, Ratu kembali merasakan mual. Ratu menutup mulutnya agar tidak memuntahkannya. Kiara mulai berjalan mendekat ke arahnya, Ratu yang sudah tidak tahan akan rasa mual nya, berlari ke pinggir lapangan.
Ratu berlari ke arah bawah pohon besar, Ratu berpegangan pada batang pohon itu sambil mencoba mengeluarkan isi perutnya. Namun yang keluar hanya cairan kekuningan dan rasanya sangat pahit.
Raja yang langsung mengejar Ratu saat Ratu berlari ke pinggir lapangan, melihat tak tega pada Ratu. Raja membantu memijit pelan tengkuk Ratu, berharap bisa meredakan rasa mual istrinya itu.
"Kamu kenapa, Dek?" Ratu menggelengkan kepalanya.
Ratu tak mungkin memberitahukan kepada Raja, jika dirinya merasa mual setiap melihat Kiara. Raja membawa Ratu duduk di bangku tak jauh dari mereka. Suci dan yang lainnya pun menyusul keduanya.
Suci memberikan botol air mineral kepada Raja. Raja membuka tutup botol air mineral itu dan membantu Ratu minum.
"Thanks!" Ratu menarik nafas kemudian membuangnya kembali secara berulang-ulang.
Ratu kembali meminum air dari botol mineral untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
"Udah mendingan?" tanya Raja. Tangannya mengusap pundak Ratu.
"Udah mendingan kok."
Leo, serta Kiara dan beberapa panitia ospek datang menghampiri mereka.
"Lo sakit?" tanya Leo.
__ADS_1
"Gak tahu Kak, cuma mendadak nyium bau yang bikin mual," jawab Ratu.
Ratu menahan nafasnya saat melihat Kiara sedang menatapnya sinis. Lagi-lagi Ratu merasa mual, namun ia mencobanya menahannya. Bersyukur Leo segera membawa kawanannya dan juga Kiara pergi dari sana, dan setelah sebelumnya sebelumnya memerintahkan Raja dan juga yang lainnya untuk beristirahat.