
Raja dan Ratu masuk ke dalam kamar yang ditinggali Ratu sebelum Ratu pindah ke Jakarta. Ratu membuka pintu kamarnya yang masih terlihat sama seperti pada saat ia meninggalkannya.
Di dalam kamar, mata Raja dimanjakan dengan foto-foto Ratu yang terpajang di dinding. Raja mendekati dinding di mana foto-foto Ratu tergantung rapi. Matanya melihat salah satu foto yang ada di meja. Ia tersenyum melihat foto Ratu terlihat sangat imut dengan pipi yang masih chubby.
Ratu mendekati Raja yang sedang melihat fotonya. Namun saat Ratu tahu Raja sedang menatap foto dirinya saat masih bertubuh gemuk, ia langsung merebut foto itu bahkan membuangnya ke tempat sampah.
"Loh kok dibuang?" tanya Raja, dengan segera Raja mengambil kembali bingkai berisi foto Ratu dari dalam tempat sampah.
"Kok diambil lagi sih, udah buang aja!" kesal Ratu.
Ratu merebut kembali foto itu dari tangan Raja, namun Raja menghalanginya dengan menyembunyikan foto itu di balik tubuhnya.
"Kamu kenapa sih, Dek?" tanya Raja. Tangannya masih mencekal tangan Ratu.
Ratu menarik tangannya yang dicekal Raja. Ratu melipat kedua tangannya di depan dadanya serta membuang mukanya. Ada rasa kesal karena Raja melihat foto dirinya saat masih bertubuh gemuk.
Raja menghela napas, ia menaruh kembali foto Ratu ke tempat semula. Raja menarik tubuh Ratu, kini mereka berdiri saling berhadapan. Raja memegang kedua sisi wajah Ratu.
"Dek, kamu kenapa?" tanya Raja sekali lagi dengan nada yang sangat lembut.
Ratu sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan dari suaminya itu.
"Dek"
"Aku malu, Ja. Aku malu kamu lihat foto aku yang masih bertubuh gemuk itu," jawab Ratu.
Raja mengerutkan keningnya, "Kenapa kamu harus malu?"
"Ya malu aja, Ja." Ratu benar-benar tak bisa mengatakan alasan kenapa dia merasa malu saat Raja melihat foto masa lalu dirinya. Ia hanya merasa Raja akan kehilangan selera pada dirinya jika Raja melihat foto itu.
"Dek, pertama kali aku liat kamu juga tubuh kamu belum seperti ini kan?"
"Tapi, Ja ...."
__ADS_1
"Ya udah, biar aku yang simpen foto ini saja!" Kini giliran Raja yang merasa kesal. Raja mengambil bingkai foto Ratu dari meja dan memasukan ke dalam koper.
"Kok malah sekarang kamu yang marah?" tanya Ratu.
"Lagian kamu marah-marah gak jelas, gimana aku gak kesel," jawab Raja.
"Ja aku malu, aku takut kamu bakalan ilfeel lihat foto aku yang itu," ucap Ratu.
"Apa?" Raja menghampiri Ratu dan memeluknya. "Kamu aneh-aneh aja, Dek. Aku suka banget tahu sama kamu pas dulu pertama kali aku lihat kamu, lucu apa lagi pipi kamu itu gemesin banget," ucap Raja.
"Tapi apa kamu mau di jodohin sama aku, kalau aku masih bertubuh gemuk kaya gitu?" tanya Ratu. Ratu menyandarkan kepalanya di pundak Raja sambil menunggu jawaban dari Raja.
"Aku sayang sama kamu bukan karena wajah kamu cantik, Dek. Tapi karena hati kamu juga baik. Kalau pada saat itu tubuh kamu masih gemuk aku mungkin akan tetap terima kamu, tapi jangan harap aku bisa menggendong kamu jika kamu ketiduran di depan tv."
Ratu tersenyum tipis mendengar jawaban Raja atau mungkin hanya sekedar kata-kata untuk menghibur dirinya. Ratu menarik diri dari tubuh Raja.
"Ya udah, aku ganti baju dulu," pamit Ratu. "Maaf aku udah marah-marah gak jelas sama kamu," lanjutnya.
Raja mengangguk, dikecupnya kening Ratu sebelum istrinya itu pergi ke kamar mandi. Selang beberapa menit Ratu keluar dari dalam kamar mandi dan kini giliran Raja yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Kok belum tidur?" Raja menelusupkan kepalanya di perpotongan leher Ratu lalu mengecupnya.
Ratu sedikit tersentak saat Raja memeluknya. "Belum ngantuk, Ja!"
"Di sini dingin loh, Dek. Masuk yuk," ajak Raja diikuti anggukan kepala Ratu.
Ratu menutup gorden setelah mengunci pintu menuju ke balkon. Ratu terkejut saat tubuhnya mendadak melayang ke udara. Ternyata Raja yang mengangkat tubuhnya, Ratu pun langsung melingkarkan tangannya ke leher Raja.
Raja membawa Ratu dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Raja memandangi wajah cantik Ratu sebelum ia mengecup bibir merah delima Ratu. Ratu pun tak tinggal diam, ia juga mulai membalas kecupan Raja.
Keesokan paginya Ratu membuka matanya perlahan. Ia meregangkan tubuhnya dan meraba ke samping, ia langsung membuka matanya saat tangannya tak merasakan keberadaan Raja.
Ratu bangun dan mengambil posisi duduk, namun ia merasakan nyeri di area sensitifnya. Matanya terbelalak saat bajunya tergeletak di lantai dan melihat tubuhnya telanjang bulat. Segera Ratu menutup mulutnya mencegah dirinya berteriak.
__ADS_1
Namun setelah ia mengingat dirinya sudah menghabiskan malam panjang bersama dengan Raja kini wajahnya bersemu merah.
Lamunan Ratu buyar, ia melihat pintu kamar mandi terbuka dan menampakan tubuh Raja yang telanjang dada.
Raja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya. Raja keluar dan melihat Ratu sudah terbangun, namun ia mengerutkan keningnya saat Ratu merebahkan dirinya kembali dan justru menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Raja mendekati Ratu dan duduk tepi ranjang. Raja berniat membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Ratu, namun dengan cepat Ratu menariknya kembali.
"Dek, kamu kenapa? Kamu masih marah sama aku soal semalam?" tanya Raja. Raja berpikir Ratu marah karena ia sudah merobek selaput daranya semalam.
"Gak, Ja. Aku malu!" jawab Ratu.
"Malu kenapa lagi sih?" tanya Raja lagi.
"Aku malu karena sekarang aku gak pake apa-apa," jawab Ratu dengan polosnya.
Raja mengukir senyum di bibirnya, "Telat kali Dek malunya. Udah berapa kali aku liat tubuh kamu pas telanjang."
Mendengar ucapan Raja akhirnya Ratu perlahan membuka selimut yang menutupi wajahnya dan melihat wajah Raja yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Aku seneng tahu tiap liat wajah kamu kalo lagi merah gini," goda Raja.
"Issh … Raja apaan sih," ucap Ratu malu-malu.
Ratu mengangkat tubuhnya untuk mengambil posisi duduk bersandar di kepala ranjang. Raja pun melakukan hal yang sama. Ia menarik kepala Ratu dan menaruhnya di bahunya. Raja meraih telapak tangan Ratu dan menggenggamnya, mengisi sela-sela jari tangan Ratu.
"Makasih ya, Dek untuk semalam!" ucap Raja, Ratu pun mengangguk kepalanya.
"Kalo tahu rasanya nikmat kaya semalam, udah dari dulu aku perawanin kamu, Dek!" tawa Raja.
"Isssh …Raja, kamu seneng banget sih bikin aku malu." Ratu mendarat cubitan di perut Raja.
Raja menghentikan tawanya lalu menyuruh Ratu untuk membersihkan diri. "Sekarang mandi gih, kita 'kan harus ke rumah mama untuk persiapan pernikahan beliau," ucap Raja.
__ADS_1
Ratu turun dari ranjang kakinya sudah menempel di lantai, ia pun mencoba berdiri meski rasa sakit bekas semalam masih terasa di area intinya.
"Masih sakit banget, Dek?" Raja yang tak tega melihat cara berjalan istrinya, langsung mengangkat tubuh polos Ratu dan membawanya ke kamar mandi. Raja mendudukkan tubuh Ratu ke dudukan kloset lalu Raja menyiapakan air hangat di dalam bak mandi untuk berendam Ratu.