Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Kecelakaan Egi


__ADS_3

Maaf jika masih banyak typo bertebaran, mohon dukungannya, like, rate, favorit. Jika ada saran dan kritik, tinggalkan di kolom komentar.


Happy reading 😘😘😘


Raja dan kedua sahabatnya, Panji dan Aldo berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Raja mendapat kabar dari Angga jika Egi kecelakaan, kecelakaan yang disengaja oleh Alan dan gerombolannya.


Raja berjalan dengan tangan mengepal dan sorot mata yang tajam.


"Jika terjadi sesuatu dengan Egi, maka aku akan mengejarmu, Alan!" ucap Raja di dalam hatinya.


Sebenarnya ada rasa tidak percaya jika Egi kecelakaan mengingat pada sore harinya mereka masih berkumpul. Panji pun menceritakan awal mula Egi bisa sampai kecelakaan.


Setelah Raja kembali dari cafe, Egi, Panji dan Angga dan yang anggota tim basketnya masih betah berkumpul di cafe. Suasana riang dengan candaan dari semua orang, tiba-tiba hilang saat Alan datang bersama geng motornya.


"Wow, seru nih," ucap Alan.


"Iya dong, gabung sini, Lan!" ajak salah satu dari teman sekolahnya.


"Gak level gue, gabung sama kalian." Alan dan geng motornya tertawa.


"Iya gak level," sahut Egi. "Karena level loe," menunjuk ke arah Alan, " jauh di bawah kita." Egi sengaja menekan ucapan dan membuat ia dan teman-temannya balas menertawakan Alan.


"Ngajak ribut loe?" Alan berjalan meraih kerah jacket Egi.


"Wow, slow man," ujar Angga, menyingkirkan tangan Alan dari jacket Egi. "Kalo lo datang ke sini buat nyari ribut … mending pergi dari sini!" suruh Angga.


"Ngga, lo kaya gak tahu aja… Alan 'kan hobby nyari ribut," sambar Egi dengan senyum remehnya.


"Brengsek lo!" Alan menatap tajam ke arah Egi. "Gue nantang loe balap motor sekarang!" Alan menunjuk Egi dengan jari telunjuknya.


"Siapa takut!" balas Egi.


Keduanya sudah menempati posisi masing-masing, Angga berdiri di antara keduanya. Angga mulai menghitung mundur


"Oke, siap? 3 ...2 ...1... go!" Egi dan Alan langsung meluncur dengan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.

__ADS_1


Saat berada di jalanan sepi keduanya saling beradu kecepatan, Alan sengaja mendekat ke motor Egi dan tanpa Egi duga, Alan menendang bagian samping motornya dengan sangat keras membuat Egi kehilangan keseimbangan dan jatuh terseret bersama motornya.


Alan tertawa puas melihat Egi terjatuh dan ia pun melaju kencang dengan motornya sampai garis finis sedangkan Egi, ia masih sadar dan berusaha menarik kakinya yang tertimpa badan motornya sendiri.


"Sial"


Egi tak melihat sekeliling dan tak mendapati orang yang lewat di jalan itu. Beberapa saat kemudian setelah ia sudah merasa sangat lelah, segerombolan orang yang ternyata Angga dan yang lainya datang. Dengan segera mereka menyingkirkan motor Egi dan menarik Egi membantunya untuk berdiri.


Mereka membawa Egi ke rumah sakit dengan mobil salah satu dari mereka. Egi masih sadar, tetapi ia masih merintih kesakitan.


Sesampai di rumah sakit, Egi langsung di bawa ke ruang UGD langsung ditangani oleh Dokter.


Raja segera membuka pintu ruang perawatan Egi. Raja tercengang saat melihat kondisi sahabat itu.


"Bodoh, kaki gue sakit … malah lo dudukin!" Egi terlihat sedang menoyor kepala Angga.


"Gue gak sengaja, Egi." Angga terkekeh.


Luka Egi memang tak begitu parah, ia hanya lecet di sekujur tubuhnya, namun ada sedikit retak di kakinya.


"Menurut lo?" Egi bertanya kepada Raja dengan nada kesal yang dibuat-buat.


Raja terkekeh, sahabatnya yang satu itu memang sangat konyol, meskipun terkesan liar tetapi jangan pernah tanya, rasa solidaritasnya tak perlu diragukan lagi dan itu yang membuat Raja bisa bersahabat dengan Egi dari saat masih duduk di bangku SMP hingga sampai mereka berada di masa terakhir mereka sekolah.


"Brengsek emang tuh Alan. Bisanya main curang," umpat Egi.


"Sudah tahu dia suka main curang tapi lo gak waspada," cibir Raja.


"Makanya jangan mikirin bini orang mulu," seloroh Angga, Egi pun langsung mendelik ke arahnya.


"Dasar.!" Raja terkekeh, ia tahu kalau Egi menyukai Ratu.


"Kenapa si Ratu bisa suka sama lo bukan sama gue sih?" ujar Egi dengan nada dibuat-buat.


"Secara gue lebih ganteng, lebih kaya, dan yang jelas gue lebih populer daripada loe," ujar Raja asal.

__ADS_1


"****** lo!" Egi melempar bantal tepat ke muka Raja dan membuat keempat temannya tertawa.


"Tunggu dulu, gue boleh nanya gak?" Aldo yang sedari tadi diam dan hanya mendengarkan kini bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya. "Raja, kok loe bisa tinggal satu apartemen sama Ratu. Dan tadi kalian bilang istri. Maksudnya lo sama Ratu udah nikah?" tanya Aldo penasaran.


Kini mereka baru sadar, kalau Aldo sama sekali belum tahu soal perjodohan Raja dan Ratu, tetapi mereka dengan entengnya mengungkit hubungan keduanya. Raja pun akhirnya menceritakan hubungannya dengan Ratu yang sebenarnya, itu pun karena Raja juga percaya kepada Aldo kalau dia tak mungkin membocorkan semuanya.


"Gue sama Ratu emang udah nikah dua bulan setelah Ratu masuk ke sekolah kita," aku Raja.


"Apa?" Aldo berteriak saking terkejutnya.


"Lo mau bikin gue budeg juga," omel Egi.


"Sorry, gue terkejut banget. Jadi lo nikah sama Ratu tapi lo juga pacaran sama Suci?" tanya Aldo lagi.


Raja mengangguk, "Itu kesalahan terbesar gue. Tapi sekarang gue udah putus sama Suci," jawab Raja. "Gue juga minta tolong sama lo, jaga rahasia gue sama Ratu. Gue gak mau ada masalah dengan sekolah kami," pinta Raja.


"Tenang aja, Ja. Itu privacy loe sama Ratu, gue bakal jaga rahasia lo berdua," janji Aldo.


"Ya sudah, ini hampir pagi. Mending kita istirahat deh. Lo juga, gi," suruh Raja dan untungnya hati itu adalah hari Minggu, membuat mereka bisa beristirahat sampai siang.


Raja mengambil bantal yang Egi lemparkan tadi dari sofa. Raja menata bantal di ranjang untuk Egi.


"Thank," ucap Egi. "Besok kalo gue udah sembuh, gue bakal balas kecurangan si Alan itu," ucap Egi.


"Berani lo ngelakuin itu, gue patahin kaki lo sekalian!" omel Raja.


Bukan dia mau membela Alan, tetapi dia tak mau ada perselisihan lagi. Jika saja ia mau, Raja bisa saja membalas perlakuan Alan pada Egi sekarang juga. Ia hanya tidak mau memperpanjang masalah.


"Jahat banget lo sama gue. Lo gak inget gue yang nemenin lo dari kelas 2 SMP sampe sekarang. Dan karena lo udah punya Ratu, lo mau buang gue," seloroh Egi asal.


Raja memutar bola matanya jengah, "Kayaknya kecelakaan ini bikin isi kepala lo geser deh!" ujar Raja membangkitkan ledakan tawa teman-temannya.


"Puas-puasin kalian ngetawain gue." Egi tidur menyamping menutup seluruh tubuhnya dengan selimut memunggungi keempat sahabatnya yang sedang tertawa.


"Uluh,uluh, dedek Egi ngambek," ledek Panji.

__ADS_1


Egi membalik badannya menatap Panji, "Jijik gue." Egi bergidik lalu menutup kembali tubuhnya dengan selimut.


__ADS_2