Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Barbeque


__ADS_3

Raja, Ratu, dan teman-temannya sedang menunggu Citra dan Dimas di luar supermarket. Raja marah saat Alan memberitahukan pada dirinya tentang apa yang dilakukan oleh Dimas kepada Ratu. Amarah itu sudah seperti bom waktu yang siap meledak kapanpun.


Raja dan yang lainnya menoleh, melihat Citra dan Dimas sedang berjalan mendekat ke arah mereka dengan troli berisi belanjaan. Raja dan yang lainnya mengambil satu persatu kantong plastik di dalam troli lalu meninggalkan area supermarket.


Mereka menyeberangi jalan raya dan kembali ke rumah Ratu dengan berjalan kaki juga. Raja tak melepaskan genggaman tangannya dari Ratu. Sesekali Raja melirik ke belakang melihat wajah Dimas yang babak belur bekas dihajar Alan. Ingin rasanya Raja menghajar Dimas saat ingat apa yang Alan katakan padanya. Namun, Raja masih bisa mengontrol emosinya.


Saat itu bukan hanya Raja, semua teman-teman baiknya, Angga, Panji, Aldo, dan Egi sedang menahan amarah kepada Dimas. Terutama Egi, laki-laki itu ingin mematahkan tangan Dimas. Egi sudah berjanji kepada dirinya sendiri, saat ada yang berani menyakiti Ratu meskipun orang itu adalah Raja, Egi akan berdiri di paling depan untuk membela Ratu.


"Kamu beneran gak kenapa-kenapa, Dek?" tanya Raja.


"Gak kok. Yang kenapa-kenapa itu Dimas. Gak liat tuh, wajahnya babak belur dihajar sama Alan." Raja dan Ratu sama-sama terkekeh.


"Honey," panggil manja Ratu pada Raja.


"Yes, Beby!"


"Gendong"


"Ogah, berat"


Ratu melongo mendengar jawaban Raja. Ratu mengejar Raja yang berlari meninggalkannya. Raja dan Ratu berlari berkejaran dengan tawa mereka. Mereka pun sampai di rumah terlebih dahulu dari teman-temannya. Tak berselang lama teman-temannya pun sampai juga di rumah.


Mereka semua masuk ke dalam rumah Ratu, terkecuali Dimas dan Citra karena Raja melarang mereka masuk.


"Apa-apan ini, Raja?" tanya Dimas kaget, karena Raja melarangnya masuk.


"Lo pikir gue bakalan ngebiarin lo sama Citra masuk ke dalam rumah ini setelah apa yang udah lo lakuin ke istri gue?" Raja tersenyum miring. "Sorry, gue gak sebaik itu!"


Dimas terdiam tak bisa berbuat apapun. "Tapi gue udah bayarin belanjaan kalian semua, gue punya hak untuk ikut acara kalian."


Raja tersenyum sinis. Raja mengambil sejumlah uang dari dalam tasnya. Jumlah yang sama dengan nominal yang dimas keluarkan untuk belanjaan mereka.


"Gue balikin, cash!" Raja memberikan uang itu ke tangan Dimas.


"Mending lo cabut sekarang. Lo gak liat muka temen-temen gue siap nerkam lo!" usir Raja.


Dimas melihat ke depan. Benar saja, Dimas bisa melihat teman-teman Raja sedang menatap tajam ke arahnya. Seketika jantungnya serasa berhenti melihat pasukan yang berdiri di belakang Raja.


"Dan lo, Citra … Lo yang bawa nih cowok kemari, 'kan. Pulang gih, anterin nih cowok balik dan juga jangan balik lagi ke sini. Gue gak mau acara gue sama teman-teman gue terganggu."


Raja meraih kantong plastik dari tangan Citra yang berisi belanjaan. Lalu menarik tangan Citra keluar dari rumah itu. Setelah Dimas dan Citra berada di luar, Raja langsung menutup pintu gerbang juga pintu utama rumah itu.


Di luar rumah Ratu, Citra menarik baju Dimas untuk melampiaskan kekesalannya.


"Lo bodoh banget sih. Ngapain lo pake acara bawa Ratu keluar dari supermarket, pake acara maksa nyium Ratu lagi. Gara-gara lo, rencana gue gagal total!" omel Citra.


"Gue gak tahan liat Ratu sama Raja, gue cemburu, Citra!"


"Lo …." Citra menggeram, ia memijit keningnya. "Gue juga lagi bantuin lo buat dapetin Ratu, tapi gara-gara lo juga, rencana kita gagal." Citra membuka kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah sepupunya itu.


*****


Raja menetralkan amarahnya dengan menarik napas dalam-dalam. Raja merasakan usapan tangan di pundaknya. Raja menoleh dan ternyata Ratu berada di belakangnya. Seketika amarah dalam dirinya pun hilang. Ditariknya tangan Ratu dan membawa ke pelukannya.


"Woy, ada tiga jomblo di sini. Gak kasian amat, peluk-pelukan mulu," sembur Angga.


"Tahu tuh, gak kasian amat sama kita," sambung Panji, diikuti anggukan Aldo.


"Sirik lo pada, makanya cari pacar!" Raja sengaja mengeratkan pelukannya.


Gelak tawa terdengar di rumah itu saat Angga, Panji, dan Aldo bersama-sama menyanyikan lagu cari jodoh yang dinyanyikan oleh salah satu band tanah air.


Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, semuanya sedang berkumpul di taman samping untuk menyiapakan acara barbeque dibantu oleh Mbok Sari dan Pak Urip, tetapi tidak ada keberadaan Ratu.


"Ratu di mana, Ja?" tanya Egi.


"Masih mandi!" jawab Raja.

__ADS_1


"Masih mandi?" tanya Egi.


"Iya! Kenapa?" tanya balik Raja.


"Lo habis gempur dia berapa ronde?" tanya Egi dengan nada meledeknya.


"Pengin tahu aja," jawab Raja asal. "Gue pergi bentar mau lihat Ratu dulu udah selesai apa belum."


Di kamar Ratu baru keluar dari kamar mandi setelah mandi panas bersama Raja. Ratu keluar hanya dengan memakai handuk yang melilit di tubuhnya. Ia berjalan menuju lemari pakaian sambil mengeringkan rambut panjangnya.


Ratu berbalik saat telinganya mendengar suara ketukan pintu dari depan kamarnya.


"Siapa?"


"Aku!"


Ratu tersenyum, ia sangat mengenali suara itu. Ratu melangkah untuk membuka pintu kamarnya.


Raja membuka matanya lebar-lebar saat melihat Ratu berdiri di hadapannya masih menggunakan handuk.


"Kamu baru selesai mandi, Dek?" tanya Raja.


"Iya, aku lagi pengin berendam," jawabnya.


"Pakai baju gih, yang lain udah nungguin kita," suruh Raja.


Ratu pun mengangguk. Ia kembali melangkah menuju lemari pakaian. Ratu memilih baju santai dengan warna hitam senada dengan warna baju yang dipakai Raja. Setelah selesai, keduanya keluar kamar bersama-sama.


Semuanya sudah berkumpul di taman belakang rumah. Mereka sudah bersiap memulai acara barbeque. Raja memanggang sosis dan daging untuk Ratu. Setelah siap Raja meletakan di piring dan memberikannya untuk Ratu.


Semuanya menikmati makanan yang tersedia beberapa cemilan dan juga minunan ringan. Akhirnya mereka bisa merasa lega tak ada pengganggu lagi di antara mereka.


Di sela acara Raja mengambil gitar, ia menyanyikan sebuah lagu untuk Ratu. Lagu yang di nyanyikan oleh Westlife.


I Lay My Love On You


Just a smile and the rain is gone


Can hardly believe it


(Sulit ku percaya)


There's an angel standing next to me


(Ada bidadari berdiri di sebelahku)


Reaching for my heart


(Menyentuh hatiku)


Just a smile and there's no way back


(Hanya dengan senyuman mu dan tak ada) jalan kembali


Can hardly believe it (yeah)


(Sulit kupercaya) (yeah)


But there's an angel, she's calling me


(Namun ada seorang bidadari, dia memanggilku)


Reaching for my heart


(Menyentuh hatiku)


I know, that I'll be ok now

__ADS_1


(Kutahu bahwa aku 'kan baik-baik saja)


This time it's real


(Kali ini nyata)


I lay my love on you


(Ku sandarkan cintaku padamu)


It's all I wanna do


(Hanya itu yang ingin kulakukan)


Everytime I breathe I feel brand new


(Tiap kali bernafas, ku merasa jadi orang yang baru)


You open up my heart


(Kau buka hatiku)


Show me all your love, and walk right through


(Kau tunjukkan semua cintamu, dan kau kenalkan aku pada cinta)


As I lay my love on you


(Saat kusandarkan cintaku padamu)


I was lost in a lonely place


(Aku tersesat di tempat yang sunyi)


Could hardly even believe it (yeah)


(Sulit kupercaya (yeah)


Holding on to yesterdays


(Mengenang hari-hari kemarin)


Far, far too long


(Hari-hari yang tlah berlalu)


Now I believe it's ok


(Kini aku percaya semua baik-baik saja)


Cause this time it's real


(Karena kali ini nyata)


I never knew that love could fell soo good


(Tak pernah kutahu bahwa cinta bisa begitu menyenangkan)


Like once in a lifetime


(Seperti sekali seumur hidup)


You change my world


(Kau ubah duniaku)


As I lay my love on you

__ADS_1


(Saat kusandarkan cintaku pada)


Dan semuanya bertepuk tangan.


__ADS_2