Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Terbongkar


__ADS_3

Ratu, Rini, Angga, Egi, dan Panji masih asyik nengobrol di kantin sekolah. Rini merasa sangat sedih mendengar kalau Ratu diskor selama satu Minggu. Rini tahu kalau Suci dan ketiga temannya yang lebih dulu mengusik Ratu. Siapa yang tak marah kalau orang tuanya apalagi seorang ibu dihina bahkan dicap sebagai perempuan murahan.


"Sabar ya, Sayangku." Rini memeluk sahabatnya.


"Kalau nyokap gue tahu, mati gue. Dia pasti marah banget sama gue," ucap Ratu. Ratu merasa khawatir kalau sampai Anita tahu, pasti beliau akan sangat kecewa padanya.


"Ya jangan dikasih tahu," celetuk Egi.


Mana mungkin tidak akan tahu, pasti pihak sekolah akan menghubungi Anita tentang kejadian tadi.


Suasana kembali hening, Ratu makin terlihat frustrasi pasalnya itu baru pertama kali dirinya terkena masalah di sekolah. Apalagi kini dirinya sudah kelas 12, Ratu takut akan mempengaruhi kelulusannya nanti.


Ratu mengacak-acak rambutnya merasa putus asa. "Maaank Udin, baksonya dua mangkok lagi yang pedes, cepetan!" teriak Ratu.


Mendengar Ratu memesan bakso lagi membuat teman-temannya terkejut bahkan Angga sampai menyemburkan air yang sedang dia minum saking terkejutnya.


"Ratu! Lo sehat, 'kan?" tanya Angga melihat Ratu sedang melahap bakso dengan rakusnya.


Ratu menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya karena mulutnya sedang mengunyah bakso. Egi melongo bahkan sampai ikut menelan ludah saat melihat Ratu menelan bakso di mulutnya.


"Bahaya ya kalau cewek lagi galau." Egi menggelengkan kepalanya melihat takjub ke arah Ratu. Namun senyum jelas tergambar di bibirnya melihat tingkah Ratu yang selalu penuh kejutan.


Selesai menghabiskan dua mangkok bakso Ratu mengelap bibirnya dengan tisu. "Gue balik dulu yah." Ratu beranjak dari duduknya. "Angga bayarin makanan gue tadi!" titah Ratu kepada Angga lalu Ratu menarik tangan Rini untuk pergi dari kantin.


Angga melongo dengan seenaknya pergi dan memintanya untuk membayar semua makanan yang dia makan.


"Dia yang kenyang gue yang suruh bayar," guman Angga pasrah.


"Udah biar gue yang bayar aja," ucap Egi menepuk pundak Angga.


"Lagi banyak duit nih?"


"Emang dari dulu gue banyak duit"


"Sombong"


*****


Raja sudah pulang terlebih dahulu ke apartemen dan tak mendapati Ratu. Raja mencoba menghubungi Ratu namun sepertinya tak ada niatan Ratu untuk menjawab panggilan darinya. Raja memutuskan untuk membersihkan diri sebelum pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Gunawan.


Setelah berganti pakaian Raja melihat foto pernikahannya dengan Ratu yang ada di meja nakas. Diusapnya wajah Ratu yang begitu imut, tetapi hari ini Raja melihat wajah Ratu penuh dengan kemarahan. Raja menghela napas lalu menaruh kembali foto itu ke tempat semula.

__ADS_1


Raja mendengar ada bunyi notifikasi yang masuk di dalam ponselnya. Segera Raja mengambil ponsel dan melihat isi chat itu. Raja tersenyum melihat isi chat itu, tetapi semakin dia membaca terus kata-kata yang tertulis di dalam chat itu tiba-tiba ekspresi wajah Raja berubah dan terlihat geram. Apalagi setelah melihat video yang dikirim ke ponselnya.


Raja langsung membanting ponselnya ke sudut ruangan dan dalam sekejap ponselnya menjadi tak berbentuk lagi. Segera Raja melesat menggunakan motornya ke rumah mertuanya.


*****


Anita memperhatikan semata anak semata wayangnya yang sedang menunduk di hadapannya. Benar saja pihak sekolah sudah memberitahukan perihal kejadian di sekolah. Setelah mendapat kabar dari sekolah, Anita menyuruh Ratu untuk datang menemuinya di rumahnya.


"Ratu! Jelaskan sama Mama Kenapa kamu berantem sama temen kamu di sekolah?" tanya Anita masih dengan suara lembut.


Awalnya Ratu tidak ingin menjawab, tetapi Anita terus saja mendesaknya.


"Mereka sudah ngehina Mamah. Ratu gak terima," jelas Ratu.


Anita mengangkat sebelah alisnya masih tak mengerti apa yang dikatakan oleh putri kesayangannya itu.


"Maksud Ratu apa? Ngatain Mama gimana?"


"Mereka bilang Mamah wanita murahan!" jawab Ratu masih menundukkan kepalanya.


"Atas dasar apa mereka ngehina Mama? Apa mereka semua kenal sama Mama?"


"Astaga. Teman-teman di sekolah Ratu ngira Mama sama Gunawan menikah?"


Ratu mengangguk. Ratu menceritakan awal di mana dirinya dan Raja mengira kalau orang tua mereka-lah yang akan menikah dan itu tersebar di lingkungan sekolahnya.


"Maafin aku, Mah." ucap Ratu sedih.


Anita langsung saja memeluk anak kesayangannya lalu mencium pipi Ratu. "Maafin Mama, Sayang. Mama udah bikin kamu susah," ucap Anita penuh penyesalan.


"Enggak kok, Ma. Ratu gak ngerasa disusahin sama Mama. Malah Ratu merasa yang suka bikin Mama susah selama ini."


Anita tersenyum lalu mencium kening putrinya. "Ya sudah mandi gih. Abis itu pulang nanti suami kamu nyariin loh," goda Anita.


"Ih … Mama apaan sih? Ratu malam ini nginep di sini ya. Sudah lama Ratu gak tidur sama Mama."


"Iya baiklah anak manja. Tapi Mama harus pergi dulu dan akan pulang malam. Kamu tidak apa-apa, 'kan?"


"Iya, Ma." Ratu menganggukkan kepalanya.


Ratu melangkah ke anak tangga menuju kamarnya. Ratu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam air hangat. Cukup lama Ratu menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian, Ratu membaca chat yang masuk ke ponselnya.

__ADS_1


Ratu geram membaca pesan yang ternyata dari Suci. Ratu tak berniat untuk membalas chat dari Suci, tetapi makin dibiarkan Suci semakin mengirim banyak pesan. Ratu yang kesal langsung saja membalas pesan dari Suci.


*Gak usah seneng dulu lo, Cie. Gue bakalan tetep merebut Raja dari lo. Dan sekarang lo tahukan kalau nyokap gue sama bokapnya Raja gak jadi nikah dan itu berarti peluang gue buat dapetin Raja terbuka lebar. Dan satu hal yang harus lo tahu juga ternyata Gue sama Raja udah dijodohin dari kecil.


Dan satu hal lagi kalau Lo masih berani ngatain nyokap gue wanita murahan, gue bakalan nyebar video Lo sama Alan waktu di ruang penyimpanan*.


Ratu mengirim video saat Alan dan Suci sedang berada di ruang penyimpanan. Tanpa melihat ke nomer siapa Ratu mengirimkan pesan itu.


Raja menghentikan motornya di halaman rumah mertuanya. Raja langsung masuk dengan langkah tergesa-gesa ke dalam rumah. Saat akan menaiki anak tangga, Anita menyapa Raja.


"Hai Ja. Apa kabar?" tanya Anita.


"Baik Ma. Ratu di sini gak Bun?"


"Ada ko dia di —"


Belum Anita selesai dengan ucapannya Raja sudah lebih dulu memotongnya. "Makasih Ma.Raja ke atas dulu."


Anita mengerutkan keningnya melihat Raja yang terburu-buru. "Dasar anak muda. Sukasuka gak sabaran." Anita tersenyum lalu pergi untuk menemui rekan bisnisnya.


Raja langsung membuka pintu kamar Ratu tanpa mengetuknya membuat Ratu terkejut.


"Raja lo ngapain ke sini?"


Raja tidak menjawab dan langsung menutup pintu lalu menguncinya. Raja langsung saja mencengkram kedua lengan Ratu sampai Ratu meringis kesakitan.


"Ja, lepasin! ini sakit! Lo apa-apaan sih?"


"Jelasin sama gue, Dek. Lo udah lama tahu kalau Suci sama Alan punya hubungan. Bahkan mereka sudah melakukan hubungan sampai sejauh itu? jawab Dek?"


"Gue gak ngerti maksud lo apa, Ja?" bohong Ratu.


Raja menggeram pelan lalu mengambil ponsel milik Ratu. Raja membuka aplikasi chat dan menunjukan chat Ratu kepadanya. Ratu memperhatikan layar ponselnya dan ternyata Ratu salah mengirim pesan. Pesan yang harusnya Ratu kirim ke Suci ternyata terkirim ke nomer Raja.


"Maafin gue, Ja. Gue gak ada maksud buat sembunyiin ini dari lo. Gue takut lo sakit hati setelah melihat itu."


Raja mencengkram kedua lengan Ratu kembali. "Sakit hati? Apa bedanya sama sekarang. Kalo lo gak salah kirim chat ke gue, mau sampai kapan lo nyembunyiin ini dari, Dek?"


"Lo sama saja kaya Suci. Tega bohongin gue, tega mainin perasaan gue."


Ratu menitihkan air matanya. Bukan karena sakit oleh cengkraman tangan Raja, namun karena Raja mengatakan kalau dirinya pembohong. Raja yang melihat Ratu menangis langsung saja melepaskan cengkraman tangannya dan pergi meninggalkan Ratu begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2