Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Sebuah Kesalahan


__ADS_3

Jangan lupa like, vote, rate, favorit ❤️❤️❤️


Happy reading.......


Ratu sedang berdiri di samping mobil di parkiran sekolahnya, ia sedang menunggu Raja. Ratu duduk di jok penumpang di samping kemudi dengan pintu terbuka, merasa bosan, Ratu membuka galeri di ponselnya untuk melihat foto-foto dirinya bersama Raja. Senyum manis terukir di bibir Ratu melihat foto saat Raja sedang mengucap ijab kabul dulu. Tidak terasa tiga bulan lagi pernikahan mereka genap satu tahun.


Ratu melirik sekilas pada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya. "Alan."


Rasa tak suka pada Alan bertambah saat ia tahu Alan sudah mencelakai Egi, bahkan beberapa hari yang lalu, Ratu mendengar pembicaraan Suci dan Alan. Ratu tak salah menduga, benar saja Suci memang hamil dan Alan ayah dari bayi yang sedang Suci kandung. Parahnya Alan tak mengakui bayi itu juga tak mau bertanggung jawab.


"Hai, Ratu, sendirian aja. Mau gue temenin gak?" tanya Alan berusaha menggoda Ratu.


"Terima kasih, tapi gue gak butuh ditemenin sama orang jahat kaya lo!" tolak Ratu cepat.


"Huuuuuu...!" Ternyata Alan tak sendiri. Alan datang bersama dua orang temannya.


"Ngapain di sini sendiri? Nungguin Raja? Palingan dia juga lagi berduaan sama Suci di dalam." Alan berusaha menyalakan api di antara Raja dan Ratu.


Ratu mendengkus lalu memicik tajam ke arah Alan. "Lan, mending lo pergi dari hadapan gue. Gue males liat muka lo sama dua temen lo yang tengil ini." Ratu sudah mulai emosi.


"Sombong banget lo jadi cewek!" Alan memberi kode mata pada dua temannya untuk membawa Ratu.


Ratu terkejut saat dua teman Alan menarikannya secara paksa dan memasukan dirinya ke dalam mobil Alan.


Di dalam mobil Ratu terus memberontak pada Alan. Ratu berusaha melompat dari dalam mobil yang sedang melaju kencang itu. Namun, belum sampai Ratu membuka pintu mobil, Alan sudah lebih dulu memukul tengkuk Ratu membuatnya langsung tak sadarkan diri.


Alan menyeringai saat melihat Ratu sudah tak sadarkan diri. Ia kembali melajukan mobilnya ke arah tol. Alan membawa Ratu keluar dari kota Jakarta. Namun, tanpa Alan sadari, Suci mengikuti dirinya dengan menggunakan taxi.


Di tempat lain Raja mengumpat saat melihat jalan sudah mulai ramai. Tak henti-hentinya Raja meminta Aldo untuk terus menghubungi Suci.


Aldo terus berbalas chat dengan Suci menggunakan ponsel Raja. "Sial, ponselnya mati!" ujar Aldo penuh amarah.


"Pake ponsel punya gue."


Aldo langsung mengambil ponsel dari Radit yang duduk di bangku penumpang belakang. Radit yang tak sengaja mendengar pembicaraan Raja dan Aldo, adik kelasnya mereka itu meminta untuk ikut mencari Ratu.


Aldo mengetikan nomer ponsel Suci di ponsel Radit, lalu mengirim pesan ke nomer Suci dari ponsel Radit. Aldo membelalakan matanya saat mendapat balasan dari Suci.

__ADS_1


"Ja, Alan bawa Ratu keluar kota Jakarta. Suci masih ngikuti mobil Alan, dia bilang kalau Alan pasti bawa Ratu ke villa pribadi keluarganya di daerah Ciawi Bogor," ucap Aldo.


"Brengsek! Kalau sampai Alan ngapa-ngapain Ratu, gue bakal bikin Alan nyesel seumur hidup," ancam Raja.


Raja mulai memasuki pintu tol Jakarta. Raja benar-benar emosi, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, kedua temannya tak bisa mengusik Raja. Meraka berdua hanya bisa bedoa, semoga mereka bisa sampai dengan selamat.


"Kak Raja, aku belum mau mati, aku belum nikah!" seloroh Radit yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aldo.


Satu jam, akhirnya Raja keluar dari tol Ciawi. Lagi-lagi Raja mengumpat karena jalanan di luar tol Ciawi sangatlah padat. "Sial."


"Ja, sabar. Kita berdoa saja, semoga saja Alan gak berbuat macam-macam sama Ratu." Aldo mencoba meminta Raja untuk tetap positif thinking.


Alan memarkirkan mobilnya di halaman villa pribadi milik keluarganya. Alan membopong tubuh Ratu yang masih dalam keadaan pingsan masuk ke dalam villa berhalanam sangat luas itu.


"Den Alan, ini neng geulis kenapa?" tanya penjaga di villa pribadi keluarga Alan.


"Udah deh, jangan banyak nanya, bukain pintunya, cepat!" Wanita paruh baya yang sudah bekerja lama pada keluarga Alan itu, langsung membuka pintu utama villa itu.


Alan membawa Ratu ke kamar di lantai satu. Setelah pintu kamar itu dibuka oleh pembantu di villa itu, Alan masuk dan langsung merebahkan tubuh Ratu di atas ranjang besar itu.


"Ngapain Bibi masih di sini, cepat keluar dari kamar ini!" suruh Alan.


Alan berdecak kesal, "Gak usah! Ni cewek juga gak kenapa-napa." Lalu dengan sedikit kasar, Alan menarik tangan wanita paruh baya itu keluar dari kamar.


Alan mendekati tubuh Ratu yang masih tak sadarkan diri setelah ia mengunci pintu kamar itu. "Apa pukulan gue begitu keras, membuat nih cewek masih pingsan sampe sekarang?" batin Alan.


"Gue bakal ngancurin lo Raja, lewat Ratu." Seringai licik tergambar di bibirnya. "Dan lo, Ratu ... lo bakal jadi milik gue, sebentar lagi." Alan tertawa penuh kemenangan.


Alan menyeringai licik melihat tubuh Ratu. Alan memperhatikan wajah cantik, tubuh mulus yang berkulit putih itu. Alan menjelajahi wajah Ratu menggunakan tangannya. Gerakan tangannya berhenti di kerah seragam Ratu. Satu persatu Alan berhasil membuka kancing seragam Ratu. Setelah semua kancing baju Ratu terlepas, kini giliran Alan membuka kancing seragamnya sendiri.


Alan mulai kembali mendekat ke tubuh Ratu, tangannya mulai berani menyentuh tubuh Ratu. Saat Alan akan mencium bibir Ratu, tiba-tiba gadis itu tersadar dan betapa terkejutnya Ratu melihat Alan berada di atas tubuhnya dengan telanjang dada.


Reflek Ratu langsung berusaha menyingkirkan tubuh Alan dari atas tubuhnya. Namun, kekuatannya tak sebanding dengan cengkraman tangan Alan.


"Lepasin gue, Alan. Jangan sentuh gue!" Ratu terus meronta tetapi Alan menambah kekuatan cengramanya membuat Ratu tak bisa bergerak lagi.


"Lo gak bakalan bisa lepas dari gue Ratu. Lo bakal jadi milik gue, dan Raja pasti akan hancur."

__ADS_1


"Gak, please, Lan, lepasin gue," mohon Ratu.


Ratu benar-benar sudah hampir kehabisan tenaga. Ratu berteriak memanggil nama Raja. Berharap suaminya itu datang menolong dirinya. Dan beberapa detik kemudian terdengar gedoran pintu yang sangat keras dari luar kamar itu.


Bukan cuma Ratu tetapi Alan pun merasa terkejut. Ratu langsung mengigit pergelangan tangan Alan saat laki-laki itu lengah. Setelah Alan melepaskan cengkraman tangannya, Ratu langsung berlari ke arah pintu, memutar kunci dan langsung membuka pintu berwarna coklat itu.


Ratu membuka pintu itu dan melihat Suci ada di hadapannya. Ratu berani bertaruh kalau saat itu Suci terkejut melihat keadaan dirinya.


"Ratu, jangan kabur lo," teriak Alan.


Ratu dan Suci terkejut mendengar teriakan Alan dari dalam kamar. Ratu langsung memeluk Suci.


"Ci, tolongin gue," pintu Ratu dengan isakkan tangisnya.


Suci tahu apa yang akan diperbuat Alan pada Ratu. Ia berusaha menenangkan Ratu dengan mengusap punggung Ratu.


"Tenang, Tu. Gue datang ke sini buat nolongin lo kok." Suci menjauhkan tubuh Ratu yang sedang memeluknya. Saat Alan sudah mulai berjalan ke arah mereka, segera Suci meminta Ratu untuk pergi dari villa itu.


"Pergi dari sini, Ratu!" suruh Suci.


"Tapi bagaimana dengan lo?"


"Cepet pergi!" Suci mendorong tubuh Ratu untuk menjauh. Segera Suci menahan tubuh Alan yang masih berusaha untuk mengejar Ratu.


"Alan, sudah cukup!" bentak Suci.


"Diem lo, jangan ikut campur urusan gue!" Alan balik membantak Suci.


Suci masih berusaha menahan tubuh Alan sampai Suci tak menyadari kakinya sudah berada di anak tangga. Suci kehilangan keseimbangan tubuhnya, membuatnya jatuh berguling di anak tangga sampai ke lantai dasar.


"Suci!"


Ratu kembali ke villa saat mendengar teriakan Suci. Ratu begitu terkejut saat melihat Suci mengerang kesakitan memegangi perutnya. Dan rasa terkejut Ratu bertambah saat melihat darah mengalir dari sela-sela kakinya.


"Alan!" Ratu melihat ke arah Alan yang masih berdiri mematung melihat keadaan Suci.


"Kenapa lo diem aja, Alan. Cepat bawa Suci ke rumah sakit."

__ADS_1


Ratu menaiki anak tangga lalu menarik tangan Alan membuat Alan tersadar dari rasa keterkejutannya. Meskipun dengan tubuh gemetar, Alan mengangkat tubuh Suci yang sudah mulai pucat.


__ADS_2