
Pertandingan basket antar sekolah sudah memasuki babak final. Tim basket dari sekolah Raja bertemu kembali dengan tim basket dari sekolah lamanya. Dan itu berarti Raja harus kembali melawan ketiga sahabatnya, Egi, Panji, dan Angga.
"Hai Raja … kita ketemu lagi dan kali ini kita semua gak bakal ngebiarin lo menang gitu aja," ucap Egi penuh keyakinan.
Raja tersenyum remeh pada ketiga sahabatnya, meski di luar lapangan basket mereka adalah sahabat, tetapi di arena basket mereka adalah lawan, bahkan musuh bebuyutan.
"Jangan mimpi, kalian," ucap Raja.
Kedua tim basket itu menempati posisi mereka masing-masing. Peluit tanda pertandingan dimulai sudah ditiupkan oleh sang wasit. Di awal pertandingan, bola selalu dikuasai oleh tim basket Raja, mereka benar-benar tak membiarkan tim basket lawan mendapatkan bola sekalipun. Namun di menit-menit terakhir babak pertama, Raja mulai tak fokus pada pertandingan, membuat skor tim nya tersusul oleh tim Angga.
Di tengah-tengah penonton Ratu bisa melihat permainan Raja. Ratu juga tak kalah heran, ada apa dengan Raja?
Pertanyaan Ratu terjawab saat matanya menangkap sesuatu di pinggir lapangan itu, yang diyakini Ratu sebagai penyebab Raja tak fokus.
"Bodoh!" Ratu benar-benar kesal pada Raja, karena terpengaruh oleh hal yang tidak penting.
Babak pertama berakhir skor tim basket Raja tertinggal jauh dari tim basket Angga.
"Raja, Lo kenapa bisa gak fokus main sih," tanya kesal Aldo.
"Kalo Lo main kaya gini terus, udah dijamin kita bakal kalah telak dari mereka," imbuh salah seorang anggota tim basketnya.
Raja tak bisa berbuat dan berkata apapun. Pikirannya kacau setelah melihat Alan dan Suci bermesraan di pinggir lapangan. Dia tak tahu kalau mereka sengaja melakukan itu untuk memecah konsentrasi Raja dan ternyata itu berhasil.
"Udah deh Ja, kalo lo memang gak bisa maem, biar gue yang gantiin posisi lo. Permainan gue jauh lebih bagus dari Lo," sela Alan yang tiba-tiba masuk ke dalam obrolan mereka.
Raja mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya pada Alan. Alan tersenyum penuh kemenangan melihat Raja merasa kesal dan di sudutkan oleh teman-temannya.
"Raja!"
Raja menoleh kebelakang setelah ada seseorang memanggil namanya. Raja melihat Ratu berdiri tepat di belakangnya.
__ADS_1
"Ada apa, Dek?" tanya Raja.
"Gue pengin ngomong sama Lo," ucap Ratu.
Raja mengangguk dan berjalan mengekori Ratu. Waktu istirahatnya pun masih lima belas menit lagi. Ratu membawa Raja ke koridor sekolah tak jauh dari lapangan.
"Ja, gue tahu lo kenapa bisa gak konsen main. Itu semua karena Alan dan Suci, 'kan?"
Raja mendongak untuk melihat ke wajah Ratu, dia bisa melihat wajah Ratu yang nampak sendu.
"Itu semua karena ko masih sayang 'kan sama Suci." Sekarang Raja benar-benar tak berani menatap Ratu.
"Raja! Lo bodoh tahu gak. Mereka sengaja nglakuin itu buat bikin lo malu di depan semua orang. Gue tahu emang gak gampang buat lo untuk ngelupain Suci, tapi kali ini gue mohon lo, fokus sama pertandingannya. Jangan biarkan mereka mempermalukan lo." Ratu mengucapkan itu dengan kepala tertunduk, hatinya sakit saat mengatakan itu.
Setelah Raja meminta untuk memulai hubungan mereka dari awal, tetapi kenyataannya Raja masih belum bisa melupakan Suci.
Ratu masih tertunduk dia tak berani mengangkat wajahnya karena matanya sudah berkaca-kaca di bawah sana dan satu kedipan saja, air mata itu akan jatuh dari matanya.
Raja terus memandangi wajah Ratu yang tertunduk, dia kemudian mengangkat wajah Ratu dan betapa terkejutnya Raja melihat Ratu yang sedang menahan air matanya.
Raja dan Aldo kembali ke lapangan. Pelatih tim basket dan juga Anggota tim basket lainya berharap banyak dari Raja. Raja kembali melihat Alan dan Suci bermesraan tapi dia mengingat ucapan Ratu. "Gue gak akan ngebiarin lo berdua mempermalukan gue di depan semua orang," pikirnya.
Babak kedua berlangsung, kini Raja bermain dengan fokus kembali. Skor tim mereka berhasil mengejar skor tim lawan. Raja mengedarkan pandangannya melihat sekeliling lapangan tapi tak mendapati Ratu di sana.
"Dia pasti kecewa berat sama gue."
"Ja, fokus bentar lagi pertandingan berakhir," ucap Aldo menepuk pundak Raja.
Raja melihat ke papan skor, sudah imbang. Raja sudah tak memikirkan apapun meski Alan dan Suci sengaja bermesraan di hadapannya lagi itu sudah tak berpengaruh, di dalam pikirannya hanyalah menyelesaikan pertandingan ini dan memenangkannya untuk Ratu.
Di menit terakhir Raja berhasil mendribble bola dan bersiap melemparkan bola itu ke ring basket. Dan goal, pertandingan berakhir tim Raja memenangkan pertandingan dengan skor tipis.
__ADS_1
Raja langsung di keroyok temannya. Tubuh Raja di angkat dan di lambungkan ke udara.
Semua orang memberikan ucapan selamat untuk Raja dan juga timnya. Raja masih mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tetapi sosok Ratu masih tak terlihat di matanya.
Raja berjalan ke luar lapangan, dia berlari ke sana-kemari untuk mencari Ratunya. Raja berlari di sepanjang koridor tetapi masih belum menemukan Ratu. Dia berlari melewati kelasnya dan seketika menghentikan langkahnya dan kembali lagi ke kelasnya.
Raja melihat Ratu duduk sediri di dalam kelas. Raja melihat Ratu sedang melihat ponselnya tetapi dengan tatapan kosong.
"Dek!" panggil Raja.
Ratu memalingkan wajahnya dan melihat Raja ada di sampingnya. Ratu memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Raja serta menyembunyikan air matanya.
"Dek, kamu marah sama aku?" Ratu menggeleng dan masih tetap melihat kearah lain.
"Kok gak mau natap aku?"
Ratu masih tak mau menatap Raja, mungkin karena rasa kecewanya.
"Selamat ya katanya sekolah kita menang."
Raja tersenyum, "Ini juga berkat kamu."
Ratu berpaling ke arah Raja dan menatapnya lalu dia membereskan tasnya dan bersiap untuk pergi dari sana. Ratu berdiri dan akan berjalan ke luar kelas, namun dengan cepat Raja menahan tangannya.
"Dek, aku minta maaf." Tak ada tanggapan dari Ratu.
Raja memutar tubuh Raja dan tanpa permisi mencium bibir Ratu. Masa bodo kalau ada yang melihat mereka. Ratu terus meronta, tetapi Raja lebih kuat menahan tangannya. Raja terus saja mencium lembut bibir Ratu sangat lembut seperti tak ingin melukainya.
Ratu diam tanpa membalas ciuman Raja, dia masih sedikit terkejut. Raja melepas tautan bibir mereka. "Balas aku, Dek," bisiknya
Mereka berdua saling menatap sampai keduanya memejamkan mata masing-masing dan menyatukan bibir mereka kembali. Kini Ratu mau membalas ciuman Raja, cukup lama mereka berciuman mencurahkan segala perasaan mereka. Sampai akhirnya suara lantang mengejutkan keduanya.
__ADS_1
"Woi! Ini masih di sekolah kalau mau mesra-mesraan di rumah aja!
Yah ketahuan 🙈🙈🙈🙈