Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Keusilaan Raja dan Ratu


__ADS_3

Raja dan Ratu sedang berlarian di dalam mereka. Entah kenapa mereka tidur begitu nyenyak. Kegaduhan keduanya bisa saja membuat gedung apartemen itu roboh. Kini Raja harus bersiap menerima hukuman dari teman-temannya karena tidak ikut melakukan pemeriksaan di gerbang sekolah sepeti biasanya. Bahkan mungkin dirinya yang akan menjadi penerima hukuman.


Raja dan Ratu hampir saja bertubrukan kalau saja mereka tak mengerem tubuh mereka dengan cepat.


"Kunci mobil di mana, Dek?" tanya Raja tergesa-gesa dan Ratu menatap kesal karena meja di kamarnya menjadi seperti kapal pecah.


"Kalo pake mobil bisa telat, kita naik motor aja," sahut Ratu.


Tak pikir panjang keduanya langsung berlari keluar kamar setelah menyambar jacket di lemari. Tak lupa keduanya mengambil helm di meja di samping ruang tamu beserta kunci motornya.


Raja melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata bahkan lampu merah tak menghalangi keduanya untuk melaju. Untung tidak ada polisi yang berjaga. Gerbang sekolah sudah terlihat dan sudah mulai tertutup. Dengan segera Raja menambah kecepatan motornya, Raja membunyikan klakson membuat penjaga sekolah terlonjak kaget dan berhenti mendorong gerbang itu.


Seluruh murid di sekolah itu melihat ke arah motor yang baru saja memasuki gerbang sekolah. Mereka bertanya siapa yang ada di atas motor ninja berwarna merah dan hitam itu. Dan setelah helm terbuka pertanyaan mereka terjawab.


Raja dan Ratu menghela napas panjang karena bel berbunyi tepat setelah Raja mematikan mesin motornya.


"Lo tahu Ja, kalau Mama tahu apa yang sudah lo lakukan tadi, bisa-bisa motor lo langsung di ceburin ke laut," tawa Ratu di sambut cibiran Raja.


Keduanya berjalan beriringan dengan tangan kekar Raja melingkar di pundak Ratu. Keduanya berjalan sambil sesekali tertawa di sela obrolan mereka, keduanya juga tak memperdulikan tatapan teman sekolahnya terutama para siswi di sekolah mereka yang tergila-gila dengan pesona Raja.


Raja dan Ratu berhenti melangkah saat Alan dan Suci menghadang langkah mereka.


"Jadi Lo berdua pacaran sekarang?" tanya Alan dan menginginkan senyum miring.


"Bukan urusan Lo," sewot Ratu.


Alan sengaja melingkarkan tangannya di pundak Suci, sengaja ingin membuat Raja emosi. "Sorry ya Ja, kayaknya Suci lebih nyaman sama gue. Jadi sekarang gue sama Suci juga udah jadian." Dan sesuai prediksi Alan, Raja terlihat emosi. Raja mengepalkan tangannya menahan emosi di dalam tubuhnya.


Ratu melihat tangan Raja yang melingkar di pundaknya mengepal keras. Ratu tahu kalau Raja masih ada rasa terhadap Suci. Ratu melingkarkan tangannya ke pinggang Raja membuat Raja sadar akan keberadaan dirinya di sampingnya. Perlahan Raja mulai melonggarkan kepalan tangannya.


Raja tersenyum ke arah Ratu lalu melihat kembali ke arah Alan dan Suci. Raja mengeluarkan senyum remahnya kepada dua orang yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Selamat buat kalian. Lo berdua emang cocok, sama-sama busuk." Raja melangkah maju dan menggeser tubuh Alan yang menghalangi langkahnya.


"Minggir! Kalian berdua ngalangin jalan gue," ujar Raja diikuti senyum sinisnya.


Pelajaran sedang berlangsung, semua murid mendengarkan dengan seksama terkecuali Ratu. Apa yang membuat Ratu begitu bosan setiap pada pelajaran matematika dan selalu saja nilai ulangannya juga sangat buruk di ulangan matematika.


Raja menggelengkan kepalanya melihat istrinya terkantuk-kantuk. Raja mengambil karet gelang di laci mejanya. Raja menarik karet itu dengan menggunakan jari telunjuk tangan kanan kirinya.


Aldo, teman sebangkunya melihat ke arah Raja. Aldo menyenggol lengan Raja dengan sikutnya. "Lo mau ngapain?" tanyanya.


"Jangan berisik!"


Aldo mengikuti ke mana Raja mengarahkan jarinya. Aldo membelalakan matanya ketika tahu kepada siapa Raja akan menjepretkan karet di tangannya, Ratu.


"Gila Lo," ujarnya pelan. Aldo tersenyum tipis. Raja memang tak bisa ditebak. Kadang manis, kadang usil, kadang galak kepada Ratu.


Satu ... dua ...tiga ... dan setelah itu terdengar pekikan Ratu. Semua murid di dalam kelas dan juga guru di depan kelas mengalihkan pandangannya ke arahRatu. Mereka bertanya-tanya kenapa Ratu tiba-tiba memekik.


Ratu langsung memberikan tatapan maut kepada Raja yang justru makin membuat Raja cekikikan. Ratu merasa kesal dan langsung melempar buku ke arah Raja. Raja pun membalas dengan melempar buku ke arah Ratu. Teman-teman di kelasnya tak habis pikir, keduanya bisa seperti tom and Jerry padahal ada guru di depan kelas yang sedang menatap tajam ke arah mereka.


Aldo berusaha menghentikan perang buku keduanya, namun sepertinya mereka lebih asik sendiri. Beberapa menit kemudian terdengar suara gaduh. Guru matematika yang sudah kesal karena kelasnya terganggu oleh ulah dua muridnya.


Guru yang kesal itu memukul-mukul papan tulis dengan penggaris kayu. Suasana langsung hening, semua fokus menatap ke arah guru yang sedang mengeluarkan api kemarahan. Raja dan Ratu menelan ludahnya sendiri melihat kemarahan guru matematika.


"Apa kalian berdua tidak menghargai saya di sini?" bentaknya. Guru itu menunjuk Raja dan Ratu menggunakan penggaris di tangannya.


"Raja, Bu … usil," kilah Ratu.


"Salah sendiri tidur di kelas." Raja berusaha membela dirinya.


Tapi itu tak membuahkan hasil. Keduanya sudah sangat membuat sang guru kesal.

__ADS_1


"Ratu … apa pelajaran ini begitu sangat membuatmu bosan?" tanya sang guru.


Ratu menunduk, memang benar Ratu tidak pintar di pelajaran matematika. Guru itu menarik napas panjang, lalu dengan lantang memerintahkan keduanya untuk berdiri di depan kelas.


Raja dan Ratu pasrah keduanya berjalan menuju ke depan kelas. Tawa nyaring terdengar di dalam kelas. Namun seketika hening kembali saat guru matematika itu melirik mereka tajam.


criiing.


Raja dan Ratu berdiri di depan kelas memegang kedua telinganya dan mengangkat satu kakinya. Sang guru pikir itu akan membuat keduanya jera, namun tidak. Keduanya saling senggol dan saling menjulurkan lidahnya. Ratu terpelanting sedikit saat Raja menyenggol siku Ratu menggunakan sikunya. Ratu yang kesal tak tanggung-tanggung langsung menarik rambut Raja. Suara pekikan Raja nyaring terdengar sampai ke telinga sang guru.


Lagi-lagi semua murid di kelas itu tertawa melihat tingkah Raja dan Ratu. Sang guru menghela napas panjang, lalu menyuruh keduanya keluar kelas.


"Keluar sekarang! Berdiri di depan kelas sampai jam istirahat," teriak guru itu.


Ratu langsung menarik tangan Raja keluar kelas. Di luar kelas keduanya berdiri sambil menyandarkan punggung masing-masing ke tembok.


"Rese banget lo, Ja, " kesal Ratu.


Raja terkekeh melihat Ratu kesal dengan bibirnya sengaja dia majukan. "Biasa kali tuh bibir. Udah kaya bebek aja," ledek Raja.


Ratu melebarkan matanya, tangannya kembali menarik rambut tebal Raja.


"Ampun, Dek, sakit ini," pekik Raja. Setelah Ratu melepaskan cengkraman tangannya di rambutnya, Raja terkekeh sembari merapikan rambutnya.


"Lo cewek kasar banget, lembut sedikit napa," ujar Raja.


Ratu berbalik ke arah Raja menyenderkan sebelah bahunya ke tembok dengan tangan yang terlipat di dadanya.


"Gue malah takut, Ja. Kalo gue jadi cewek lembut … lo bakal makin terpesona sama gue," ucapnya penuh percaya diri lalu mengedipkan sebelah matanya.


Raja mencibir, "Nyesel gue nanya."

__ADS_1


Keduanya tertawa bersama-sama. Raja merasa jadi dirinya sendiri saat bersama Ratu.


__ADS_2