Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Kehamilan Suci


__ADS_3

Jangan lupa like, vote, Rate, favorit, komentarnya, biar authornya tambah semangat.


Happy reading 😘😘😘😘


Raja dan Ratu menjatuhkan tubuh mereka di sofa panjang di ruang tamu apartemen mereka. Rasanya tubuh mereka sangat letih setelah acara piknik di rumah Gunawan yang berakhir dengan perang air.


Ratu merasa sangat senang bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarganya. Ada rasa kasihan untuk ibu kandungnya dan sang ayah mertuanya. Pasti mereka sangat kesepian tanpa adanya dirinya dan Raja.


Pernah Ratu meminta pada kedua orang tuanya untuk mencari pasangan lagi untuk menemani diri mereka, tetapi mereka hanya menjawab dengan kata'iya' saja.


"Kamu mikirin apa, Dek?" tanya Raja pada istrinya.


"Aku mikirin mama sama daddy, Ja!" jawab Ratu.


Raja mengerutkan keningnya, dan langsung menatap lekat ke wajahnya.


"Mikirin apa?" Kini Raja bertanya dengan rasa penasaran.


"Pasti mereka sangat kesepian kalau kita gak ada," jawab Ratu.


Raja mengusap rambut panjang Ratu, "Mau gimana lagi, Dek."


Ratu menghela napas, ia berpikir nantinya ingin punya anak lebih dari satu agar ia dan Raja tidak kesepian jika salah satu dari anaknya pergi.


Anak?


Ratu tiba-tiba teringat akan Suci.


"Dek, kamu kenapa lagi?" Raja merasa ada yang Ratu sembunyikan dari dirinya. "Kamu lagi gak nyembunyiin sesuatu dari aku, 'kan?" tanya Ratu penuh selidik.


Ada sedikit keraguan untuk mengungkapkannya kepada Raja. Ratu tidak bisa membayang reaksi Raja selanjutnya kalau dia tahu Suci sedang hamil. Ratu berniat untuk merahasiakan hal itu dari Raja. Namun, Raja terus saja mendesak Ratu untuk bicara.


"Dek, kamu dengerin aku gak sih?" Raja mulai kesal melihat istrinya hanya diam bukannya menjawab pertanyaannya, justru malah melamun.


"Ja, ada yang mau aku omongin. Ini soal Suci?"


Ada rasa keterkejutan di dalam diri Raja. Ia merasa penasaran apa yang Ratu ingin bicarakan mengenai mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Kenapa sama dia?" tanya Raja datar.


"Dia ...." Raja mengerutkan keningnya.


"Dia kenapa?" Raja mulai tidak sabar karena Ratu terus saja berbelit-belit.


"Dia … hamil!"


"Apa? Hamil?" Raja mengulang ucapan Ratu, dan Ratu pun mengangguk.


Raja tersenyum kecut, lalu memijit keningnya, Raja tidak habis pikir perempuan yang dia kira lugu, ternyata bisa sampai hamil di luar nikah dan lebih parahnya lagi masih berstatus sebagai pelajar.


Tanpa bicara satu kata patah pun, Raja beranjak dari ruang tamu dan kembali ke kamarnya.


Ratu menatap heran pada Raja, kenapa dia meninggalkannya tanpa bicara apapun. Apa dia kesal saat mengetahui kalau Suci hamil atau jangan-jangan Raja memang masih menyimpan rasa untuk Suci. Rasa kesal dan cemburu mulai menyelimuti diri Ratu, ia memanggil Raja saat suaminya itu akan menaiki anak tangga.


"Raja, kok kamu gitu?" tanya Ratu pada Raja. Ratu tidak terima saat suaminya meninggalkan dirinya begitu saja, setelah mengetahui Suci hamil.


Raja membalikan tubuhnya lalu bertanya baik kepada Ratu. "Gitu gimana, Dek?" Raja tidak sadar kalau ia meninggikan suaranya.


Raja terbelalak, ia menatap Ratu tidak percaya. Ratu menuduhnya sudah pernah melakukan hubungan badan dengan Suci.


"Dek, kamu gak berpikiran kalau anak yang Suci kandung itu anak aku, 'kan?" tanya Raja dengan kesal.


"Mungkin saja?" Dan detik itu juga, Raja meradang. Ia langsung menghampiri Ratu mendorongnya hingga Ratu jatuh ke atas sofa, lalu Raja menindih tubuh Ratu dengan bertopang pada kedua tangannya.


"Raja, kamu mau ngapain?" tanya Ratu gagap.


"Kamu tahu, aku cowok normal, harusnya kamu bisa menebaknya," jawab Raja. Raja memandang lurus ke wajah Ratu dengan mata yang memerah menahan amarah di dalam dirinya.


"Jangan macam-macam, Ja," ucap Ratu, jujur Ratu sangat ketakutan melihat Raja saat ini.


"Kenapa? Kalau aku bisa ngelakuin sama Suci yang bukan siapa-siapa aku, kenapa aku gak bisa ngelakuin hal itu sama kamu, yang jelas-jelas istri sah aku, Ratu!" ucap Raja dengan penuh penekanan.


"Kamu bener-bener ngelakuin itu sama Suci?" tanya Ratu dengan mata berkaca-kaca.


"Kalo aku bilang tidak, apa kamu akan percaya?" tanya Raja.

__ADS_1


Ratu memalingkan wajahnya ke samping dan air matanya pun ikut jatuh. Ratu merasakan kecemburuan di saat ia mengingat kembali cinta kasih antara Raja dan Suci. Ratu juga tidak tahu kenapa ia bisa mengambil kesimpulan kalau Raja pernah berhubungan badan dengan Suci.


Melihat Ratu yang sudah menitihkan air matanya amarah Raja seketika melunak. Di hapusnya jejak air mata di pipi Ratu. Ia pun bangun lalu mengambil posisi duduk, kemudian menarik Ratu ke dalam pelukannya. Diciumnya kening Ratu seraya mengucapkan kata maaf.


"Maaf, Dek!" ucapnya.


Ratu menggelengkan kepalanya di dalam isakkan tangisnya. Ratu menyadari kini dirinya sudah jatuh hati terlalu dalam pada Raja. Sedikit ingatan tentang masa lalu Raja dan Suci melintas, maka ia akan merasakan sesak di dadanya. Padahal sebelum dulu ia jatuh cinta pada Raja, ia tak terlalu peduli pada hubungan mereka.


"Dek, sumpah … aku sama sekali gak pernah melakukan apa yang kamu tuduhkan padaku. Tidak dengan Suci ataupun yang lain," ucap Raja.


Ratu menarik diri dari dekapan Raja, kau menatap Raja. "Serius, Ja?" tanya Ratu.


Raja tersenyum lalu mengangguk. "Maaf ya, kalau aku tadi udah kasar ngomongnya sama kamu. Aku hanya tidak ingin membahas cewek itu lagi." Ratu langsung menganggukkan kepalanya.


"Dan aku minta sama kamu, tolong setiap kita sedang berdua jangan pernah menyebut atau membahas dia lagi," pinta Raja, tangannya terulur untuk mengusap pipi Ratu.


Ratu mengangguk lagi, "Aku hanya kasian sama dia, Ja!" ucap Ratu. "Bagaimana kalau seluruh orang di sekolah tahu tentang kehamilan dia, pasti Suci akan di keluarkan dari sekolah," lanjut Ratu.


"Sudahlah, dia harus menanggung konsekuensi atas perbuatannya. Dia kan yang mau ngelakuin itu sama Alan," tegas Raja tangannya masih tetap mendekap tubuh Ratu.


"Ja, kamu serius gak pernah melakukan apapun sama Suci?" Raja berdecak kesal, kenapa lagi-lagi Ratu menanyakan hal itu.


"Boro-boro, Dek! Cium di bibir aja dia gak mau." Ratu langsung terkekeh saat mendengar pengakuan dari Raja.


Memang kenyataannya seperti itu, Raja hanya mencium pipi dan kening Suci saja. Jika ia akan mencoba mencium Suci di bibir, Suci pasti akan menolaknya dengan banyak alasan. Dan ketika Raja melihat video itu, ia tahu ternyata selama ini Suci menolaknya karena Suci sudah menyerahkan tubuhnya untuk Alan, dan kini Suci harus menanggung hasil dari perbuatannya.


"Suci kayaknya cinta banget sama Alan ya, Ja!" ucap Ratu.


"Hmm," guman Raja.


"Ja—"


"Dek, kita sudah sepakat gak akan menyebut nama dia saat kita sedang berdua, 'kan?" Raja dengan cepat memotong ucapan istrinya. Ratu tahu, tetapi Ratu sengaja ingin melihat ekspresi Raja.


Ratu menarik diri dari dekapan Raja sekali lagi. Ia ingin membersihkan diri dan langsung beristirahat di kamarnya. Namun dengan seenaknya, Ratu membuka kaos oblongnya di depan Raja dan membuangnya ke sembarang tempat dan berjalan dengan santainya menuju kamarnya.


Raja menelan saliva nya saat melihat Ratu yang hanya memakai tank top hitam dan celana jeans pendek jauh di atas lututnya, dan itu berhasil membuat naluri lelakinya muncul. Apalagi dengan apa yang baru saja mereka bahas. Tanpa pikir panjang, Raja langsung mengejar Ratu yang sudah berada di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2