
Raja menggeram kesal saat sudah tak mendapati Ratu di dalam kamarnya, ternyata Ratu sudah masuk ke dalam kamar mandi. Raja memutuskan untuk duduk di tepi ranjang di kamar Ratu. Namun, karena menunggu Ratu terlalu lama, ia memutuskan untuk merebahkan dirinya di ranjang empuk itu. Raja menutup matanya, tiba-tiba ingatan akan masa lalunya muncul kembali. Masa di mana ia baru mengenal akan ketertarikan pada lawan jenisnya.
"Ah, sial. Kenapa aku jadi inget sama kejadian dulu." Gara-gara pembahasan bersama Ratu tadi, Raja mengingat kembali apa yang pernah dia lakukan bersama kakak kelasnya.
Raja menutup matanya mengingat hal yang dulu pernah ia lakukan bersama kakak kelasnya, Megan Putriana Wirawan. Saat Raja resmi menjadi siswa di sekolah Nusantara, ia langsung menjadi idola terutama kaum hawa. Ketampanan, kepintaran, juga kekayaan orang tuanya membuat kaum hawa mendambakannya, salah satunya adalah Megan Putriana Wirawan, siswa kelas 12 saat itu.
Raja akhirnya mau menerima cinta dari kakak kelasnya, karena menurutnya, Megan itu, cantik dan seksi. Setelah beberapa bulan menjalin hubungan dengan Megan, Raja mendapat kabar kalau Megan akan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Saat itu, Megan meminta Raja untuk datang ke rumahnya, saat orang tuanya sedang keluar negeri, Raja mengiyakan dan malamnya ia pun datang ke rumah Megan.
Megan langsung membawa Raja ke kamarnya. Megan langsung memeluk Raja dan menangis, ia tak mau pergi keluar negeri dan putus dengan Raja. Raja tak peduli dengan itu karena ia hanya bermain-main dengan Megan, bukan rasa suka dari hatinya. Raja tetap membujuk Megan untuk mendengarkan orang tuanya dan ikut keluar negeri.
Megan tetap tak ingin berpisah dari Raja, namun mulut Raja yang manis berhasil membuat Megan menyerah.
"Pergilah, gue bakal nungguin lo," ucap Raja di bibir, tetapi di dalam hati ia ingin memuntahkan isi perutnya saat mengucapkan kata-kata manis itu.
Megan akhirnya luluh. Namun Megan meminta syarat dari Raja.
"Apa syaratnya?" tanya Raja.
"Gue mau kamu malam ini kita melakukan hal lebih dari sekedar pacaran!" pinta Megan.
"Maksud lo?" Raja tahu apa yang diinginkan oleh Megan, tetapi Raja hanya memastikan kalau ia tak salah menduga.
"Gue mau kita melakukan hubungan layaknya suami-istri." Megan mengatakan dengan sangat lancar.
Raja menyeringai, ia mengira kalau Megan sudah berpengalaman soal ini. Raja berniat untuk menolak, tetapi Megan terus memancing hasrat Raja. Megan dengan tidak malunya membuka seluruh pakaiannya, hingga tubuhnya tak terhalang sehelai benang pun. Raja akhirnya terpancing oleh Megan. Namun, saat Raja mengetahui kalau Megan masih perawan, Raja mundur.
Raja kembali dari masa lalu itu saat ia mendengar pintu kamar mandi terbuka.
Ratu sudah keluar dari kamar mandi, ia mengira Raja sudah tertidur dengan menutup wajahnya menggunakan lengan tangannya. Ratu dengan santainya keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya dan hanya memakai melilitkan handuk di tubuhnya. Ratu berjalan dengan santainya ke arah lemari pakainya, hingga ia terkejut saat ada tangan yang melingkar di perutnya.
******
Raja melirik sekilas ke arah pintu kamar mandi yang mulai terbuka, dan munculah Ratu yang hanya memakai handuk di tubuhnya. Ratu pasti mengira kalau dirinya tertidur. Raja menyeringai saat melihat Ratu berjalan ke arah lemari pakaiannya. Saat Ratu sedang memilih pakaiannya, Raja bangun lalu memeluk tubuh Ratu dari belakang.
Raja memeluk tubuh istrinya dengan erat lalu kepalanya menelusup ke leher Ratu dan mencium wangi sabun di tubuhnya.
__ADS_1
"Kamu benar-benar membuatku kesal, Dek!" Raja benar-benar sudah tak bisa menahan hasrat lelakinya saat melihat tubuh putih mulus istrinya yang hanya terlilit handuk.
Lilitan handuk di tubuh Ratu hampir saja lepas saat Raja memeluk tubuhnya dari belakang ditambah dengan sikap Raja yang membuat tubuhnya merinding seketika.
"Ja, kamu ngapain? Geli, tau," protes Ratu.
Bukannya melepaskannya malah Raja semakin mengeratkan pelukannya bahkan mencium leher Ratu secara terus menerus.
"Raja, lepasin!" Ratu terkikik geli karena ulah suaminya itu.
Raja lalu membalik tubuh Ratu dan menempelkannya ke pintu lemari pakaian dan mengunci tubuh Ratu dengan meletakkan kedua tangannya berada di kedua sisi tubuhnya.
"Kamu sengaja pake handuk kaya gini, buat godain aku, Dek?" tanya Raja dengan tatapan nakalnya.
Merasa ada yang salah dengan tingkah suaminya, Ratu menyingkirkan kedua tangan Raja yang berada di samping tubuhnya, lalu melangkah kembali ke kamar mandi dengan membawa pakaian ganti. Baru satu langkah, Raja menarik kembali tubuh Ratu lalu menjatuhkannya ke atas ranjang.
"Udah telat, Dek!" ucap Raja.
Ratu kini berada di bawah tubuh Raja. Sungguh wajah Ratu saat ini merah padam karena malu. Pandangan keduanya bertemu, sesaat mereka bertatapan dengan penuh cinta di mata mereka, sampai akhirnya Raja mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.
Meraka akhirnya menyatukan bibir mereka. Mereka saling berbalas kecupan yang penuh kelembutan. Ratu bahkan sudah melingkarkan tangannya ke leher Raja. Keduanya sudah benar-benar hanyut di dalam situasi itu.
Ratu sebenarnya belum siap dengan hal itu, ia takut kalau dirinya akan hamil, meskipun alat pencegah kehamilan begitu banyak di luaran sana. Namun, Ratu tak ingin menjadi istri yang egois jika suaminya sudah menginginkan hak atas tubuhnya. Dengan malu-malu, Ratu menganggukkan kepalanya membuat Raja tersenyum puas saat itu juga. Setelah mendapat izin dari Ratu, Raja langsung melancarkan aksinya.
Ratu pasrah saat Raja menyingkirkan handuk yang menjadi penghalang antara keduanya. Kini Ratu benar-benar polos tanpa sehelai benang. Ratu dengan sigap menutup kedua gunung kembarnya dengan menyilakan kedua tangannya.
Raja juga sebenarnya merasakan hal lain, ada getaran hebat di dalam jantungnya. Meskipun bukan untuk pertama kalinya Raja melihat tubuh telanjang seorang perempuan, namun kali ini ia akan masuk dan menikmati surga dunia bersama seorang perempuan.
Raja sudah memulai aksinya, tubuh Ratu sudah ia tinggalkan banyak jejak. Malam itu akan menjadi malam yang paling membahagiakan bagi keduanya, malam dimana keduanya akan menyatukan cinta mereka di atas ranjang. Itu akan terjadi jika saja suara bel di apartemennya tidak berbunyi dan mengganggu konsetrasi mereka disaat.
Raja menggeram kesal lalu mengusap rambutnya dengan kasar. Padahal sedikit lagi ia akan memiliki Ratu seutuhnya. Ratu sendiri langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya. Raja segera memakai pakaiannya kembali lalu mengumpat kesal pada seseorang di luar sana. Segera ia keluar dari kamar untuk membuka pintu dan melihat siapa yang mengganggunya dengan menekan bel berulang-ulang hingga membuat konsentrasinya hilang.
Lagi-lagi bunyi bel berbunyi, dengan kesal Raja membuka pintu itu.
"Apa-apaan sih gang ... gu a ... ja!" Suara Raja melemah saat melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang. "Mama!" Mata Raja seakan mau meloncat keluar melihat ibu mertuanya ada di hadapannya.
__ADS_1
"Aduh Raja, kamu lama banget buka pintunya. Mama udah kebelet pipis ini." Tanpa menunggu menantunya itu mempersilakan masuk, Anita lebih dulu menerobos masuk dan langsung menuju kamar mandi yang terletak di sebelah dapur.
"Astaga!" guman Raja.
Raja menjatuhkan dirinya ke sofa di ruang tamu, ternyata orang yang menggangu aktivitasnya adalah mertuanya sendiri.
"Siapa yang datang, Ja?" tanya Ratu.
Raja menoleh ke arah tangga dan melihat istrinya sudah memakai piyama tidurnya.
"Mama," jawab Raja malas.
Ratu langsung melipat bibirnya menahan tawanya, melihat raut wajah kesal Suaminya. Ratu kemudian melihat ibunya keluar dari arah dapur dan langsung menyapanya.
"Malam, Ma," sapa Ratu.
"Ratu, Sayangnya Mama!" Anita mengulurkan tangannya untuk memeluk putri tunggalnya.
"Mama ngapain ke sini?" tanya Ratu seraya membalas pelukan sang ibu.
"Mama tadi gak sengaja lewatin tukang martabak kesukaan kamu. Jadi Mama beli buat kamu. Tuh Mama sudah taruh di dapur." senyum Anita.
"Makasih ya, Ma," ucap Ratu diikuti anggukan Anita.
"Ya sudah, Mama pulang dulu. Kalian baik-baik di sini. Jangan berantem terus," ucap Anita.
"Udah Ma? Mama ke sini cuma gitu doang?" tanya Raja diikuti anggukan Anita lalu Raja pun berdecak kesal.
Tanpa menunggu waktu lama, Anita segera pergi dari apartemen itu. Ratu menutup pintu apartemennya, setelah bayangan ibunya tak terlihat lagi. Ratu kemudian menyusul Raja duduk di sofa.
Raja menghembuskan napas berat. "Kayaknya emang Tuhan belum ngerestuin aku buat nyentuh kamu ya, Dek?" ucap Raja dengan wajah masaknya.
Ratu tahu apa yang Raja maksud. Keduanya akhirnya tertawa bersama dan diakhiri dengan pelukan dan kecupan di kening Ratu.
"I love you, Dek!"
__ADS_1
"I love you, hubby."
Jangan lupa like, rate, vote dan favorit nya