
BRAAAAAK
Rektor menggebrak meja saat pertanyaan yang beliau ajukan pada Kiara tidak dijawab oleh Kiara. Jujur sebenarnya Rektor itu tidak ingin ikut campur di dalam masalah pribadi mahasiswanya, tetapi semua itu terjadi di lingkungan kampus membuat Rektor itu murka. Rektor itu menyayangkan atas tindakan yang di lakukan oleh Kiara apalagi Leo mahasiswa yang beliau kenal sebagai mahasiswa teladan ikut serta dalam masalah itu.
"Sekarang terserah pada kalian berdua, Raja, Ratu," ucap Rektor itu.
Ratu dan Raja saling pandang seolah bertanya satu sama lain untuk tindakan selanjutnya terhadap Leo dan juga Kiara.
"Pak," panggil Ratu. "Saya ingin Kiara dan Leo meminta maaf di depan seluruh mahasiswa di kampus ini, itu saja."
Kiara terbelalak, ia bergerak dan ingin menjabak rambut Ratu namun dengan cepat Raja menghadang langkah Kiara.
"Mau apa?" tanya Raja dengan tatapan mautnya.
"Jangan halangi gue," bentak Kiara.
"Kalo lo berani nyakitin istri gue, lo bakalan terima balasan dari gue." Kiara mengeram kesal. "Mending lo turutin apa kata Ratu dari pada gue laporin ke polisi atas tindakan pencemaran nama baik."
Leo dan Kiara saling pandang. Mereka merasa sudah tidak punya pilihan lain lagi selain menuruti apa yang diucapkan oleh Ratu.
"Ayo cepetan, jangan kelamaan mikir. Bisa jamuren gue," senga Alan.
Gea menatap wajah Alan dengan penuh kebencian. Gea merasa bodoh bisa percaya begitu saja pada Alan. Gea mengira jika ia dan Alan akan bisa bersama namun ternyata semua itu hanya permainan yang Alan buat bersama Raja.
Gea, Kiara, dan Leo berjalan mendahului Raja dan teman-temannya menuju lapangan. Semua orang berdiri menghadap ke arah lapangan yang berada di tengah gedung universitas itu. Kiara dan Leo meminta maaf atas apa yang mereka lakukan pada Raja. Meski Leo belum melakukan apapun.
Semua orang berbisik tidak percaya dengan apa yang mereka dengar tentang Leo, pasalnya laki-laki itu di kenal baik dan tidak pernah macam-macam. Ternyata cinta buta bisa membuat orang baik berubah menjadi devil.
Ratu dan Raja membesarkan hati mereka untuk memaafkan Leo dan Kiara. Raja dan Ratu masih tidak percaya jika Leo akan berbuat seburuk itu pada Raja.
__ADS_1
Semua selesai sampai di sini, namun satu hal yang mereka lupakan yaitu Suci. Suci masih belum bisa mencerna apapun yang terjadi sekarang. Acting, jadi selama ini Alan mempermainkan dirinya.
Suci berjalan menghampiri teman-temannya, namun tanpa diduga tamparan mendarat di pipi Alan.
"Apa kamu selama ini sedang mempermainkan aku?"
Bukan hanya Alan saja yang, tetapi juga Raja, Ratu, serta saat melihat Suci menampar Alan.
"Ci, dengerin penjelasan aku dulu," pinta Alan.
Namun Suci tidak mau mendengar apapun yang ingin Alan katakan. Suci pergi meninggalkan Alan dan yang lainnya.
Alan mengejar Suci disusul oleh Raja dan yang lainnya. Alan berhasil menghentikan langkah Suci di parkiran kampus. "Ci, please. Dengerin penjelasan aku dulu."
"Apa yang mau kamu jelasin sama aku, Alan?" tanya Suci.
"Aku melakukan ini untuk bantuin Raja dapetin bukti kalau dia nggak salah," jawab Alan. "Kalo kamu nggak percaya, kamu tanya saja sama mereka." Alan menatap teman-temannya yang berdiri di belakangnya.
"Tuh kerjaan si Panji," tunjuk Alan.
Panji langsung mengalihkan pandangannya saat mata tajam Suci mengarah pada dirinya.
"Jadi di antara kita semua yang nggak tahu rencana ini cuma gue?" Suci menunjuk dirinya sendiri dan semuanya oun mengangguk.
"Tadinya gue mau kasih tahu ini sama lo, tapi Alan ngelarang gue. Katanya lo nggak bisa acting," ujar Ratu.
"Jahat kamu, Lan!" Suci memukul tubuh Alan berulang-ulang menggunakan tas nya.
"Ampun, Ci!" mohon Alan. "Kalian bantuin gue dong," suruh Alan pada teman-temannya.
__ADS_1
"Sorry, gue masih ada urusan." Raja langsung menarik tangan Ratu pergi dari area parkir itu, disusul oleh, Panji, Aldo, dan Angga.
Alan mendengus kesal pada teman-temannya karena meninggalkan dirinya yang sedang mendapat amukan dari Suci. Alan akhirnya hanya bisa pasrah menerima pukulan Suci, namun beberapa saat kemudian Alan menahan pukulan Suci dan menarik tubuh Suci ke dalam pelukannya.
"Maaf." Ucapan Alan berhasil membuat Suci tenang. "Aku nggak mau ngasih tahun ini ke kamu, aku takut jika kamu terlalu memikirkan hal ini. Lagian ..." Alan menjeda ucapannya. "Kamu 'kan nggak bisa acting," tawa Alan.
Suci langsung menghadiahi cubitan di perut Alan. "Kamu tahu nggak sih, Lan? Aku bener-bener takut jika kamu beneran ninggalin aku," ucap lirih Suci dalam dekapan Alan.
Alan melepas pelukannya untuk supaya bisa melihat wajah Suci. Alan meraih dua sisi wajah Suci dengan kedua tangannya. "Aku nggak akan ninggalin cewek sebaik kamu, kecuali maut." Suci langsung membekap mulut Alan.
"Jangan bicara seperti itu." Mata Suci sudah mulai berkaca-kaca mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Alan.
Bertepatan dengan itu, Gea datang menghampiri mereka. Tepukan tangan Gea mengalihkan pandangan Alan juga Suci.
"Hebat lo, Alan. Lo berhasil mengelabuhi gue sama Suci." Suci dan Alan sama-sama menaikan satu alisnya.
Akan menghela nafas panjang, "Gue minta maaf sama lo, Gea. Gue nggak ada maksud buat mempermainkan perasaan lo. Tapi gue harus lakuin hal ini, untuk dapetin bukti jika Raja nggak salah."
Gea tersenyum sinis, masih ada rasa sakit hati dan kemarahan di dalam dirinya. Gea masih belum bisa menerima jika Alan hanya memanfaatkan dirinya saja.
"Lo cewek bodoh Suci. Lo mau aja sama cowok brengsek kaya dia." Gea menunjuk Alan dengan emosinya. "Lo tahu apa yang sudah pernah dia lakukan bersama Kiara? Dia sudah ...."
"Gue sudah tahu apa yang pernah Alan lakukan bersama Kiara. Gue tahu keburukan Alan selama ini. Tapi gue terima semua itu karena gue juga tahu kebaikan Alan, gue kenal Alan nggak setahun maupun dua tahun. Jadi apapun yang mau lo katakan itu nggak merubah rasa sayang gue sama Alan," ucap Suci.
"Dasar bodoh," maki Gea.
"Gue memang bodoh." Suci menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "Gue juga minta maaf sama lo atas nama Alan. Gue harap setelah ini lo bisa move on dari Alan. Lo bisa dapetin cowok yang lebih baik lagi dari dia."
Gea menghentakkan kakinya sebelum Gea meninggalkan Alan dan Suci. Alan dan Suci menghela nafas lega setelah kepergian Suci.
__ADS_1
"Thanks ya, Sayang. Kamu mau nerima aku dengan semua kelakuan buruk aku."
"Terpaksa." Suci menjulurkan lidahnya ke arah Alan lalu meninggalkan kekasihnya itu dengan tawa bahagia.