Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Kejutan Untuk Ratu 2


__ADS_3

Mohon dukungannya, like, vote, favorit. Saran dan kritik tinggalkan di kolom komentar.


Happy reading 😘😘😘


Ratu berjalan mengekori Raja, sambil merengek-rengek meminta hadiah ulang tahun yang suaminya janjikan padanya.


Di depan Ratu, Raja tersenyum-senyum melihat tingkah Ratu yang terus merengek meminta hadiah.


"Sabar, Dek."


Raja mendadak berhenti melangkah membuat Ratu tak sengaja menubruk tubuh belakanganya.


"Kalau mau berhenti bilang-bilang apa, Ja," ucap Ratu sambil mengusap-usap keningnya dan Raja hanya terkekeh.


Ratu melihat sekeliling dan ternyata meraka ada di lapangan basket dekat apartemen. Ratu melihat Raja mendribble bola basket yang di bawanya dari apartemen tadi.


"Ja, kita mau ngapain malam-malam ke sini? Dingin tahu," tanya Ratu seraya mengusap kedua lengannya.


"Kamu bilang mau hadiah. Kalo kamu mau hadiah … kamu harus bisa rebut bola dari tanganku," pintanya.


Ratu menatap horor Raja dan menggerutu, "Curang kamu, Ja … bilang aja gak mau kasih hadiah, tapi jangan kaya gini dong." Ratu kesal. "Udah tahu kalau aku gak bisa main basket, malah dengan entengnya dia memintaku merebut bola dari tangannya, itu namanya cari mati," guman Ratu dalam hatinya.


"Ya sudah kalo gak mau. Hadiahnya aku simpen aja."


Ratu merasa penasaran dengan hadiah yang akan diberikan oleh suaminya, ia terpaksa melayani permainan suami tercintanya. Sudah hampir setengah jam, Ratu masih berusaha tetap merebut bola dari tangannya, meski hasilnya nol. Napas sudah memburu dan keringat keduanya sudah bercucuran meski suasana sangat dingin. Gila tengah malam begini lari-larian di lapangan basket.


"Ja, aku udah gak kuat," ucap Ratu dengan napas yang naik turun, Ratu pun merasa sedikit kram di perutnya.


"Yah kok nyerah sih, kamu sering ngasih semangat aku. Dan sekarang kamu nyerah." Raja tak berhenti mendribble bola basket, entah kenapa Ratu malah melihat raut wajah kecewa di wajah Raja.


Ratu menghela napas yang sungguh terasa sangat berat. Ratu mulai berlari ke arah Raja dan langsung merebut bola di tangannya saat dia sedang lengah.

__ADS_1


"Stop, Ja. Please aku udah capek banget," ujar Ratu.


Ratu merentangkan tangannya ke arah Raja meminta untuk menyudahi permainan itu. Napas Ratu benar-benar sudah mau habis.


"Aku sudah dapat bolanya, ini sudah cukup dan mana hadiah yang kamu janjikan," ucap Ratu dengan napas yang masih memburu.


Raja tersenyum tipis pada istrinya, kemudian Raja mengambil sesuatu dari saku celananya. Dia mendekat ke arah Ratu, lalu Raja melingkarkan tangannya ke leher Ratu. Ternyata Raja melilitkan sebuah kalung putih dengan liontin berbentuk hati ada huruf R di tengahnya.


"Ini hadiah dari aku," ucapnya. Lalu Raja pergi dari lapangan basket setelah sebelumnya mencium kening Ratu.


Ratu terus memandang kepergian Raja, terus memandang sampai bayangannya Raja menghilang dari matanya. Ratu tersenyum sendiri melihat hadiah pemberian dari suaminya.


"Aku sayang banget sama kamu, Raja." Ratu mencium liontin pemberian Raja.


Ratu melangkah untuk kembali ke apartemen dengan membawa bola basket itu. Namun Ratu menghentikan langkahnya saat melihat sesuatu di bola basket itu yang ada di tangannya. Sebuah tulisan, Ratu pun membacanya.


JAGALAH HATIKU. RAJA LOVE RATU


"Jadi ini alasan kenapa dia terus memaksaku untuk merebut bola ini darinya."


Ratu seperti orang gila, dia peluk lalu mencium bola basket itu berulangkali, lalu Ratu langsung berlari untuk kembali ke apartemen menyusul Raja.


Ratu masih tersenyum-senyum sendiri, ini bener nyata apa hanya mimpi. Ratu mencoba mencubit pipinya dan rasanya sakit, berarti ini nyata. Ratu sangat bahagia, tetapi ada rasa takut kalau itu hanya kebahagiaan yang semu, mengingat Raja masih menyimpan rasa suka pada Suci.


Ratu membuka pintu apartemen, dia melihat Raja sedang berada di dapur. "Lama banget, Dek. Gak dingin apa?" tanya Raja pada Ratu, lalu dia menyodorkan teh hangat untuk Ratu.


"Dinginlah, kamu aneh-aneh aja. Malam-malam ngajakin aku main olah raga," ucap Ratu, tangannya menerima cangkir berisi teh buatan Raja.


"Tapi kamu suka, 'kan?"


Wajah Ratu langsung bersemu merah, dan untung saja Ratu tak tersendak teh yang sedang dia minum. Memang dirinya sangat menyukai kejutan itu, tetapi lagi-lagi nama Suci kembali membuatnya ragu.

__ADS_1


Ratu merasakan tangannya di genggaman oleh Raja. "Dek, aku tahu kamu belum bisa percaya sepenuhnya. Tapi aku janji aku akan buktiin kalau aku benar-benar sayang sama kamu."


Ratu mengerjap matanya berulang-ulang, kemudian Ratu mengangguk, mencoba untuk percaya apa yang Raja katakan. Keduanya saling pandang, ada dorongan kuat untuk keduanya saling mendekatkan wajah. Ratu merasakan bibir Raja menempel di bibirnya. Ratu merasakan gerakan lembut di bibirnya. Ratu mulai membalasnya, tangannya pun Ratu tuntun untuk melingkar ke leher Raja.


Keduanya hanyut dalam suasana romantis itu, sedikit demi sedikit kecupan itu berubah menjadi ******* kecil. Ratu menarik diri lebih dulu, dia merasa hampir kehabisan napas. Raja membiarkan Ratu untuk menghirup oksigen.


"Aku sayang banget sama kamu, Dek!" ucap Raja dan seketika wajah Ratu bersemu merah.


"Aku juga sayang banget sama kamu, Ja!" balas Ratu.


Raja mengangkat tubuh Ratu dan mendudukkannya di meja makan. Tangan Raja masih betah melingkar di pinggang Ratu.


Raja menatap intens mata Ratu.


"Maaf Dek … aku baru bisa mengungkapkan rasa ini padamu, aku butuh waktu untuk ini."


Tak ada balasan dari Ratu, dia berusaha untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raja.


"Maaf membuatmu terluka," sesal Raja. "Kamu tahu saat aku mendengarmu menangis dan mengatakan kalau kamu sayang padaku waktu itu, aku merasa begitu bodoh sudah menyakitimu."


"Kapan aku pernah mengatakan itu padamu?"


"Kamu lupa? Saat aku mabuk … saat itu aku belum benar-benar tertidur."


"Aku juga gak pernah menyangka rasa ini akan datang padaku. Awal aku melihatmu gak ada rasa ini, tapi setelah aku tahu kamu cowok yang pernah menolongku saat di Jogja dulu, rasa ini mulai tumbuh, Ja," ungkap Ratu.


Raja memeluk Ratu, apapun yang pernah terjadi biarkan saja, yang terpenting adalah perasaan diantara mereka kini.


Raja mengusap lembut bibir Ratu, rasa manis bibir itu masih terasa di bibirnya. Raja kembali mendekatkan wajahnya, Ratu yang tahu apa yang akan di lakukan Raja padanya, dengan perlahan Ratu menutup matanya. Belum sampai keduanya menyatukan bibir mereka, bell apartemennya berbunyi.


Raja melihat jam di dinding yang menjunjukkan pukul dua dini hari. Orang gila mana yang datang berkunjung. Raja mendengar dering dari ponselnya, ada nama Angga tertera di layar ponselnya. Raja mengerutkan keningnya ada apa jam segini Angga menghubunginya.

__ADS_1


Raja menggeser tombol hijau lalu menempelkan benda pipih hitam itu ke telinganya. Raja terbelalak saat mendengar apa yang di katakan oleh Angga dari seberang telepon.


__ADS_2